ini cerita bukan sembarang cerita tetapi benar benar telah terjadi pada sekitar akhir tahun 2010 ketika eike masih kuliah semester 7 , 100 % true story tanpa rekayasa ,tanpa formalin dan tidak mengandung minyak babi , selain daripada itu cerita ini memang dirancang dengan alur yang dinamiz sesuai kronologiz dan tata bahasa yang dramatiz sehingga cocix buat dibaca sebelum agan agan bobox cantix
Quote:
Quote:
Selepas mengunjungi Niken di tempatnya KKN kami berdua terbang rendah mengitari daerah Pujon yang tampak begitu lengang , tak ada apapun yang menarik sebelum akhirnya kami melayang di atas bangunan koperasi susu SAE yang berlantai 2 , tampak sesosok perempuan yang tengah duduk sendirian di atapnya yang berbentuk joglo.
Me : " ndik ?!.. iiku mesti arwah gentayangan ! "
(ndik ?!... iitu pasti arwah gentayangan !)
Pendik : " waduh vig ?!.. temenan a ?! "
(waduh vig ?!... beneran tha ?!)
Me : " ayo parani ndik ! "
(ayo samperin ndik !)
Pendik : " aaku wedi vig "
(aaku takut vig)
Me : " lapo wedi ?!... gak nyakot ae lho "
(ngapain takut ?!... gak nggigit aja lho)
Tanpa rasa takut sedikitpun lekas kuajak Pendik turun ke atap koperasi itu , secara perlahan kami berdua mendarat tak jauh dari posisi cewe itu duduk... rupanya ia sama sekali tak menyadari kedatangan kami dan terus menatap ke arah jalan raya.
Me : " ayo dicedaki ndik ! "
(ayo dideketin ndik !)
Pendik : " aku ndek mburi ae yo "
(aku di belakang aja ya)
Kami berdua menghampiri cewe itu dengan langkah mengendap endap , sekejap kemudian kami telah berada di dekatnya dan aku mencoba untuk menyapanya " mbak !!... mbak !!.... " ketika ia menoleh barulah kusadari kalau mukanya belepotan oleh darah yang mengering.
Pendik : " wancik vig ?!.. medeni raine !! "
(wancik vig ?!... serem mukanya !!)
Me : " ssttt !!... santai ndik ! "
Dengan menahan sedikit rasa ngeri aku terus mengamati penampilan cewe ini , ia mengenakan kemeja lengan panjang warna krem dan celana kain warna hitam yang semuanya tampak sobek sobek dan berlumuran darah kering , sementara rambutnya panjang terurai sepunggung dan agak acak acakan.
Me : " kok sendirian mbak ?! "
Cewe : " aaku dhewe terus ndek kene "
(aaku sendirian terus di sini)
Me : " lha asline endi lho ?! "
(lha aslinya mana lho ?!)
Cewe : " omahku ndek nganjuk "
(rumahku di nganjuk)
Me : " lha kok iso ndek kene ?! "
(lha kok bisa di sini)
Cewe : " aaku mati tabrakan ndek dalan iku "
(aaku mati tabrakan di jalan itu)
Aku tidak heran mendengar jawabannya barusan , selama ini arwah gentayangan memang lebih banyak berasal dari korban kecelakaan dan juga pembunuhan... kurasa lebih baik aku menanyainya lebih lanjut lagi.
Me : " wes suwe a mbak ?! "
(udah lama tha mbak ?!)
Cewe : " taun rong ewu telu matiku "
Me : " lha kerjo opo kuliah ?! "
Cewe : " aku mbiyen kerjoku ndek malang dadi pegawai asuransi "
(aku dulu kerjaku di malang jadi pegawai asuransi)
Me : " lha tabrakane karo opo ?! "
(lha tabrakannya sama apa ?!)
Cewe : " aku digoncengno montor ambek pacarku pas moleh soko nganjuk , trus pas liwat kene onok bis puspa indah buanter nabrak... akhire ngene iki... hikz !.. hikz !... "
(aku diboncengin motor sama pacarku pas pulang dari nganjuk , trus pas lewat sini ada bis puspa indah kuenceng nabrak akhirnya begini ini... hikz !... hikz !...)
Ternyata cewe ini matinya ditabrak bus Puspa Indah tepat di jalan raya depan koperasi ini , kini ia menangis sesenggukan karena mungkin teringat lagi dengan saat tragis yang merenggut nyawanya itu.
Pendik : " waduh vig yok opo iki ?!.. ayo moleh ae !! "
(waduh vig gimana ini ?!... ayo pulang aja !!)
Me : " yo wes "
Kurasa sudah cukup aku menanyai arwah cewe ini , lagipula ia terus menangis sesenggukan dan aku juga tidak tahan melihatnya... perlahan aku dan Pendik mulai melayang beberapa meter di atas atap koperasi ini sebelum akhirnya kami beranjak pergi , biarkan saja arwah cewe itu menikmati kesendiriannya di sana.
Apabila anda puas bilang sama teman , saudara atau tetangga anda ….. bila timbul gejala gejala aneh segera berobat ke mantri hewan terdekat di kota anda