- Beranda
- Stories from the Heart
I Am (NOT) Your Sister
...
TS
natashyaa
I Am (NOT) Your Sister
Dear Warga SFTH.
Sebelumnya ijinkan gue untuk menulis sepenggal kisah hidup gue di SFTH. Cerita ini bersumber dari pengalaman pribadi yang gue modifikasi sedemikian rupa sehingga membentuk cerita karangan gue sendiri. Cerita ini ditulis dengan dua sudut pandang berbeda dari kedua tokohnya.
So... langsung saja.
Sebelumnya ijinkan gue untuk menulis sepenggal kisah hidup gue di SFTH. Cerita ini bersumber dari pengalaman pribadi yang gue modifikasi sedemikian rupa sehingga membentuk cerita karangan gue sendiri. Cerita ini ditulis dengan dua sudut pandang berbeda dari kedua tokohnya.
So... langsung saja.
Quote:
Diubah oleh natashyaa 20-01-2018 23:32
itkgid dan 8 lainnya memberi reputasi
9
465K
3K
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
natashyaa
#1421
F Part 57
Jadinya semalaman gue berdebat dan beragumen di telepon dengan Adhitiya. Gue paling gak suka kalau terlibat dalam masalah, walaupun masalah itu gue sendiri yang buat. Selesai membaca sms dari Adhitya yang berisi cacian dan beberapa bahasa kebun binatang gue langsung meneleponya.
“Heh! Maksud lo apaan, bawa-bawa keluarga gue?” Gue marah di telepon. Jelas gue sangat marah sekali ketika membaca sms Adhitya yang menyinggung keluarga gue. Di sms dia menjelekan ibu gue. Belum lagi dia bilang seharusnya ayah gue jangan menikah dengan ibu gue, orang seperti ayah gue gak pantes buat menikahi ibu gue. Itu yang membuat emosi gue terbakar habis.
“Lo tau apa?” Gue terus menanyai Adhitya di telepon. Adhitiya diam saja ketika di telepon. Bahkan Adhitiya langsung menutup telelponya. Tak sampai disana, ketika dia menutup telelpon dari gue. Gue terus telepon dia, tapi gak diangkat-angkat sampai akhirnya “nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan.”“the number you are calling is not active or out of complidge area” “please try again later”.
“PENGECUT!!” SMS terakhir yang gue kirimkan kepada dia tepat jam 12 malam.
Setelah itu, gue langsung tidur karena capek.
****
Di kantin sekolah seperti biasa gue selalu satu meja dengan geng gue. Gue masih terbawa emosi semalam sehingga gue memilih untuk diam saja dan membisu melihat teman-teman gue asyik ngobrol.
“Kenapa lo Fe?” Tanya Dania.
“Iya diam saja dari tadi.”
“Gimana dengan dia?” Tanya Andrea ke gue.
“Heh! Kenapa lo ngasih kontak gue ke yang namanya RANGGA itu! Bilangin juga ke dia lewat cowok lu jangan deketin gue!!” Kata gue ke Andrea. Temen-temen gue nampak kaget, terutama Andrea yang baru saja gue teriaki. Gue langsung meninggalkan mereka dan bergegas pergi ke kelas.
***
Pulang sekolah gue tidak langsung pulang ke rumah, melainkan ke rumah Stella. Sekarang gue lagi perlu sesuatu untuk menenangkan emosi gue, gue teringat karokean kemarin dengan Stella dan itu sangat membuat gue tenang dan senang. Beruntung bagi gue karena Stella ada di rumahnya, sebelumnya gue takut dia gak ada di rumahnya karena gue pergi ke rumah dia kali ini tidak membuat janji dulu.
“Stell, karokean lagi yuk..” Ajak gue.
“Ngak ah, mamah lagi tidur.” Kata dia.
“Yah…” Kata gue kecewa.
“Sebagai gantinya kita main ps 2 aja.”
“Hah ps? Main apa?” Tanya gue.
“Karena lo suka musik, kita main guitar hero aja, mau gak?”
“Guitar hero? Kayaknya boleh tuh.” Kata gue yang seumur-umur jarang menyentuh konsol game. Orang seperti gue tidak pernah main ps, di pc juga hanya ada FM dan itu juga udah diuninstall. Orang seperti gue sukanya main game klasik, seperti ulah tangga, monopoli, atau main kartu, ngisi TTS, scrabble, ya seperti itulah. Stella kemudian menjelaskan cara bermain guitar hero, yang menurut gue kayaknya gampang karena hanya memijit tombol-tombol di stick ps nya. Walaupun gue memulai game dengan mode easy dan masih newbie, gue menikmati bermain guitar hero itu, terus lagi yang gue suka dari game ini ternyata banyak lagu-lagu rock jadul. Gue pun terhibur lagi di rumah Stella.
Takut kemalaman lagi, gue jam 5 pulang dari rumah Stella.
***
Ternyata emosi gue hanya bisa tenang sesaat saja, ketika sampai di rumah gue kepikiran lagi tentang yang kemarin, terutama tentang masalah dengan Adhitiya, betapa gue sangat membenci orang yang membawa urusan keluarga gue.
“Kak, darimana saja baru pulang ?” Tanya mahluk itu ketika gue masuk ke dalam rumah.
“Kak-kak- kak aja, tai lo. Udah jangan panggil gue kakak lagi. Gue gak mau ngomong sama lo lagi.” Ujar gue kepada dia seraya meninggalkan dia di ruang tamu.
“Heh! Maksud lo apaan, bawa-bawa keluarga gue?” Gue marah di telepon. Jelas gue sangat marah sekali ketika membaca sms Adhitya yang menyinggung keluarga gue. Di sms dia menjelekan ibu gue. Belum lagi dia bilang seharusnya ayah gue jangan menikah dengan ibu gue, orang seperti ayah gue gak pantes buat menikahi ibu gue. Itu yang membuat emosi gue terbakar habis.
“Lo tau apa?” Gue terus menanyai Adhitya di telepon. Adhitiya diam saja ketika di telepon. Bahkan Adhitiya langsung menutup telelponya. Tak sampai disana, ketika dia menutup telelpon dari gue. Gue terus telepon dia, tapi gak diangkat-angkat sampai akhirnya “nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan.”“the number you are calling is not active or out of complidge area” “please try again later”.
“PENGECUT!!” SMS terakhir yang gue kirimkan kepada dia tepat jam 12 malam.
Setelah itu, gue langsung tidur karena capek.
****
Di kantin sekolah seperti biasa gue selalu satu meja dengan geng gue. Gue masih terbawa emosi semalam sehingga gue memilih untuk diam saja dan membisu melihat teman-teman gue asyik ngobrol.
“Kenapa lo Fe?” Tanya Dania.
“Iya diam saja dari tadi.”
“Gimana dengan dia?” Tanya Andrea ke gue.
“Heh! Kenapa lo ngasih kontak gue ke yang namanya RANGGA itu! Bilangin juga ke dia lewat cowok lu jangan deketin gue!!” Kata gue ke Andrea. Temen-temen gue nampak kaget, terutama Andrea yang baru saja gue teriaki. Gue langsung meninggalkan mereka dan bergegas pergi ke kelas.
***
Pulang sekolah gue tidak langsung pulang ke rumah, melainkan ke rumah Stella. Sekarang gue lagi perlu sesuatu untuk menenangkan emosi gue, gue teringat karokean kemarin dengan Stella dan itu sangat membuat gue tenang dan senang. Beruntung bagi gue karena Stella ada di rumahnya, sebelumnya gue takut dia gak ada di rumahnya karena gue pergi ke rumah dia kali ini tidak membuat janji dulu.
“Stell, karokean lagi yuk..” Ajak gue.
“Ngak ah, mamah lagi tidur.” Kata dia.
“Yah…” Kata gue kecewa.
“Sebagai gantinya kita main ps 2 aja.”
“Hah ps? Main apa?” Tanya gue.
“Karena lo suka musik, kita main guitar hero aja, mau gak?”
“Guitar hero? Kayaknya boleh tuh.” Kata gue yang seumur-umur jarang menyentuh konsol game. Orang seperti gue tidak pernah main ps, di pc juga hanya ada FM dan itu juga udah diuninstall. Orang seperti gue sukanya main game klasik, seperti ulah tangga, monopoli, atau main kartu, ngisi TTS, scrabble, ya seperti itulah. Stella kemudian menjelaskan cara bermain guitar hero, yang menurut gue kayaknya gampang karena hanya memijit tombol-tombol di stick ps nya. Walaupun gue memulai game dengan mode easy dan masih newbie, gue menikmati bermain guitar hero itu, terus lagi yang gue suka dari game ini ternyata banyak lagu-lagu rock jadul. Gue pun terhibur lagi di rumah Stella.
Takut kemalaman lagi, gue jam 5 pulang dari rumah Stella.
***
Ternyata emosi gue hanya bisa tenang sesaat saja, ketika sampai di rumah gue kepikiran lagi tentang yang kemarin, terutama tentang masalah dengan Adhitiya, betapa gue sangat membenci orang yang membawa urusan keluarga gue.
“Kak, darimana saja baru pulang ?” Tanya mahluk itu ketika gue masuk ke dalam rumah.
“Kak-kak- kak aja, tai lo. Udah jangan panggil gue kakak lagi. Gue gak mau ngomong sama lo lagi.” Ujar gue kepada dia seraya meninggalkan dia di ruang tamu.
itkgid memberi reputasi
1
