- Beranda
- Sejarah & Xenology
("Sejarah" dan "Xenology") Siapakah Abraham/ Nabi Ibrahim ?
...
TS
f4u.corsair
("Sejarah" dan "Xenology") Siapakah Abraham/ Nabi Ibrahim ?
Quote:
malam.

kalau seandainya agan yang kebetulan membaca thread ini ada yang bertanya. "mengapa di Tag ada tanda kutip pada Sejarah dan Xenology?" itu gegara bingung, bahasan kek gini mau dimasukkan bahasan Sejarah, tapi sejauh ini yang ada adalah sejarah versi Abrahamic (walaupun kabarnya bukti arkeologi kota Ur yang konon adalah tempat asal keluarga A/Ibraha/im telah ditemukan) dan belum masuk ke sejarah resmi.
sedangkan kalau dibilang masuk ke ranah Xenology yang merupakan cabang ilmu pengetahuan semu (pseudoscience) yang membahas tentang segala sesuatu yang aneh, sesuatu yang misterius yang tidak dibahas mendalam dalam bidang keilmuan lain sepertinya kok ya gak pas .. maka dari itulah di tag ada tanda kutipnya.
singkatnya, thread ini memang disinyalir ada unsur cocokologi dan pseudonya tapi keknya menarik untuk didiskusikan mengingat ada kemiripan kemiripan yang "unik" didalamnya.
tentu saja, thread ini terbuka untuk segala jenis komen dari semua agan pembaca, turut mengundang juga yang sapa tau tertarik meramaikan, agan agan kek: gezer, tyrodinthor, bl4ckcock dan infomenarik234 (yang kemungkinan besar klonengan bl4ckcock
), lae sianrajaturi (yang diharap akan turut menjelaskan Israel - India ancient connections
), dermayon group (yang diharap bisa menemukan hubungan antara Sundaland, Atlantis dan Abrahamic religions
), shinhi (yang akan membantai setiap obyek yang dianggap melenceng
), dan .. ya pokoknya sapa aja deh yang mau komen silahkan.akhir kata, bila ada yang dirasa gak mencocoki anggap saja ini hanya kisah science fiksi, jaga iman sendiri baik baik dan mudah mudahan ini bisa jadi bacaan yang menghibur, thanks.
Pengantar Thread
Terserak ke Seluruh Penjuru Bumi
konon .. setelah sisa kesedihan hari hari saat air bah menghabisi bumi telah lama berlalu .. manusia kembali berkembang pesat baik secara jumlah maupun pengetahuan .. masa masa itu mereka masih satu identitas yaitu para keturunan dari Sem, Ham dan Yafet, zaman itu belum ada Tel Aviv shooting maupun larangan buku cinta Arab-Yahudi, zaman itu semua rukun dan baik baik saja.
setidaknya begitulah yang diceritakan di kitab suci, buktinya adalah mereka bisa membangun menara Babel (ada yang menyebutnya zigurat) yang menjulang tinggi zonder ada isu SARA .. tapi agaknya itu menggusarkan ancient Alie .. eh, maksudnya .. Tuhan, Dia menghancurkan dan meng-kocar kacirkan manusia ke berbagai penjuru bumi dari Afrika, Eropa hingga Asia.
disinilah kisah tersebut dimulai.
Quote:
Benarkah Ibrahim, Abraham Adalah Brahma Dari India?
Sejarawan terus berusaha membuka tabir kebenaran tentang asal-usul Ibrahim atau Abraham, apakah dia sosok yang sama dengan Brahma dari India? Beberapa bukti ditulis Gene D Matlock B.A., M.A. dalam paper berjudul 'Who Was Abraham'.
Karya ini berdasarkan studi linguistik mengundang berbagai perdebatan di kalangan sejarawan, meskipun bukti yang dilampirkan sangat mendekati kebenaran. Ram atau Rama juga dari klan Yadava, jika Ibrahim, Abraham, Brahma dan Ram adalah orang yang sama, maka Ibrahim pergi ke Yerusalem bersama rakyatnya sendiri.
Pengikut Ram yang memisahkan diri dalam komunitas mereka yang disebut Ayodhya, dalam bahasa Sansekerta berarti ' yang tak terkalahkan'.
Kata Sansekerta untuk menyebut 'tempur' adalah Yuddha atau Yudh. Abraham dan kelompoknya berasal dari Ayodhya (Yehudiya, Yudea) umat Amalek yang tetap jauh dari kekafiran.
Ibrahim, Abraham Adalah Brahma
Dalam paper yang ditulis Matlock, dia memulai awal pembicaraan tentang seorang sarjana keturunan Yahudi dan teolog Flavius Josephus yang hidup antara tahun 37 hingga 100 M. Teolog ini menulis dalam teksnya tentang seorang filsuf Yunani bernama Aristoteles yang mengatakan:
"...orang-orang Yahudi ini berasal dari filsuf India, mereka diberi nama oleh orang India Calani" (Book I: 22)
Begitu pula Clearchus dari Soli menuliskan: "...orang-orang Yahudi keturunan dari filsuf India. Para filsuf disebut India Calani dan di Suriah Yahudi. Dalam buku Anacalypsis karya Godfrey Higgins, Vol I: hal 400 dituliskan nama ibukota mereka sangat sulit diucapkan, kota ini disebut Yerusalem"
"Megasthenes, yang dikirim ke India oleh Nikator Seleucid sekitar tiga ratus tahun sebelum kedatangan Isa, dan yang catatan dari pertanyaan itu setiap hari bertambah, mengatakan bahwa orang-orang Yahudi berasal dari suku India atau sekte yang disebut Kalani..."
Martin Haug PhD pernah menulis dalam buku yang berjudul 'The Sacred Language, Writings, and Religions of the Parsis' disebutkan bahwa orang-orang Majus dikatakan telah menyebut agama mereka Kesh-i-Ibrahim. Mereka menelusuri buku-buku agama merujuk kepada Abraham yang diyakini telah membawa mereka dari surga. Beberapa kesamaan terlihat antara Dewa Hindu Brahma dan istrinya Saraisvati mirip dengan Ibrahim dan Sarah. Menurut Matlock, kesamaan ini lebih dari sekadar kebetulan meskipun diseluruh wilayah India hanya ada satu kuil yang didedikasikan untuk Brahma, sekte ini disebut-sebut sebagai sekte Hindu terbesar ketiga.
Dalam sebuah buku karya Tomas Doreste berjudul 'Moises Y Los Extraterrestres', menuliskan bahwa Voltaire berpendapat bahwa Abraham (Ibrahim) berasal dari beberapa imam Brahman yang meninggalkan India untuk menyebarkan ajaran mereka diseluruh dunia. Dalam mendukung mendukung tesisnya, dia menyajikan unsur-unsur yang memiliki kesamaan nama dan fakta bahwa kota Ur sebagai tanah leluhur, kota ini berdekatan dengan perbatasan Persia menuju ke India, dimana Brahman disebutkan telah lahir di kota ini.
Pengaruh Brahma menyebar ke seluruh Persia hingga mencapai sungai Efrat dan Tigris, orang Persia mulai mengadopsi Brahma dan membuat kisahnya sendiri, kemudian mengatakan bahwa Tuhan telah tiba dari Bactria, sebuah daerah pegunungan yang terletak di tengah-tengah perjalan menuju India. Pada saat itu, Bactria merupakan wilayah Afghanistan kuno dan merupakan wilayah bangsa Yahudi prototipikal yang disebut Juhuda atau Jaguda, atau disebut juga Ur-Jaguda. Ur artinya 'tempat atau kota' sehingga Alkitab menyatakan bahwa Abraham ataupun Ibrahim berasal dari Ur-Kasdim. Kasdim, atau lebih tepatnya Kaul-Deva (Kauls Suci) bukan nama etnis tertentu, tetapi merupakan sebuah titel kasta imam kuno Hindu Brahman yang tinggal diwilayah yang sekarang disebut Afghanistan, Pakistan, dan negara bagian India Kashmir.
Dalam catatan 'Anacalypsis Vol I halaman 405' disebutkan bahwa suku Ioud atau Brahmana telah diusir atau meninggalkan Maturea, sebuah kerajaan Oude di India dan menetap di Goshen, atau Heliopolis di Mesir, dia memberi nama tempat yang ditinggalkan sebagai Maturea. Dia berasal dari agama atau sekte Persia dan Melkisedek. Orang Persia juga mengklaim Ibrahim, yang juga disebut Abraham, sebagai ayah mereka dan orang Yahudi. Menurut semua sejarah Persia kuno, Yahudi dan Arab merupakan keturunan Abraham.
Terah (ayah Abraham) awalnya berasal dari negara Timur yang disebut Ur, Kasdim atau Culdees, dia hidup didaerah yang disebut Mesopotamia. Beberapa saat setelah ayahnya tinggal disana, Abraham, atau Abram, Ibrahim, atau Brahma, dan istrinya Sara atau Sarai ataupun Sara-iswati, meninggalkan keluarga ayah mereka dan kemudian datang ke Kanaan. Identitas Ibrahim dan Sarah (Brahma dan Saraiswati) pertama kali ditunjukkan oleh para misionaris Jesuit.
Sementara dalam mitologi Hindu, Sarai-Svati merupakan adik Brahma, dimana Alkitab juga memberi dua cerita tentang Abraham. Dalam versi pertama, Abraham mengatakan kepada Firaun bahwa dia berbohong ketika memperkenalkan Sarai sebagai adiknya. Versi kedua, Abraham mengatakan kepada Raja Gerar bahwa Sarai adalah adiknya. Tetapi ketika raja memarahinya karena berbohong, Abraham mengatakan bahwa Sarai adalah istri dan adiknya (Genesis 20:12).
Dalam The Hindu History disebutkan; Uttara Kuru di Afghanistan Utara merupakan pusat pembelajaran, wanita India pergi ke sana untuk mempelajari dan menerima gelar Vak, yaitu Saraisvati. Hal ini diyakini bahwa Brahm, gurunya, begitu terkesan dengan kecantikannya, pendidikan, dan kecerdasan yang kuat, dan dia menikahinya.
Di India, anak Sungai Saraisvati disebut Ghaggar, sungai lain dari sungai yang sama adalah Hakra. Dalam tradisi Yahudi, Hagar merupakan pembantu Sarai, literatur Islam menyebutnya sebagai putri Mesir. Maka, kesamaan Ghaggar, Hakra dan Hagar terlihat disini. Alkitab Kejadian 25: 17-18 juga menyatakan bahwa Ismail bin Hagar, dan keturunannya tinggal di India. Matlock juga mengatakan, nama Ishak dan Ismail berasal dari bahasa Sansekerta, dijelaskan bahwa nama Ishaak dalam bahasa Sansekerta disebut Ishakhu yang artinya teman Siwa. Ishmael dalam bahasa Sansekerta disebut Ish-Mahal, yang artinya Siwa Agung. Abraham diceritakan telah melalui banjir yang terjadi di India seperti yang tertulis dalam Yosua 24: 2-3.
Kitab Kejadian menyebutkan beberapa keturunan selir Ketura, dalam teks literatur Islam mengklaim bahwa Ketura adalah nama lain dari Hagar. Mereka adalah Yoksan, Sheba, Dedan, Efir. Beberapa keturunan Nuh adalah Joktan, Sheba, Dedan, dan Ophir. Versi ini berbeda-beda, sehingga Matlock menduga bahwa para penulis Alkitab mencoba untuk menyatukan beberapa cabang berbeda dari Yudaisme.
Sekitar tahun 1900 SM, kultus Brahm dibawa ke Tengah dan Near East oleh beberapa kelompok India yang berbeda setelah hujan parah dan gempa yang memisahkan India Utara, bahkan mengubah sungai Indus dan Sarasvati.
Geografi klasik Strabo (Strabo's Geography, XV.I.19) mengisyaratkan bahwa penduduk berusaha meninggalkan India Barat Laut. Dalam catatan itu disebutkan, Aristobolus mengatakan bahwa ketika dia dikirim pada misi tertentu di India, dia melihat sebuah negara lebih dari seribu kota, berikut pedesaan yang telah sepi karena Indus telah meninggalkan tempat tidur yang tepat.
Dalam catatan 'Indic Ideas in the Graeco-Roman World' karya Subhash Kak disebutkan tentang pengeringan sungai Sarasvati sekitar tahun 1900 SM telah menyebabkan relokasi besar penduduk yang berpusat disekitar Sindhu dan lembah Sarasvati, bisa saja peristiwa ini menyebabkan migrasi ke arah barat dari India. Setelah waktu itu, elemen India mulai muncul diseluruh Asia Barat, Mesir, dan Yunani.
Kuttikhat Purushothama Chon, seorang sejarawan India meyakini Ibrahim diusir dari India dengan alasan bahwa bangsa Arya tidak bisa mengalahkan Asura, pedagang yang pernah memerintah di Lembah Indus, kota Harappa. Mereka menghabiskan waktu selama bertahun-tahun berjuang secara diam-diam melawan Asura, menghancurkan sistem besar seperti danau irigasi sehingga menyebabkan banjir yang merusak, dimana Ibrahim dan keluarganya menyingkir ke Asia Barat. Banjir ini tak hanya memaksa perpindahan Ibrahim, ulah suku Arya juga memaksa pedagang, pengrajin, dan orang terpelajar India melarikan diri ke Asia Barat.
Bersambung .....
0
124.9K
Kutip
480
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Sejarah & Xenology
6.5KThread•11.6KAnggota
Tampilkan semua post
worldwithoutis
#220
Quote:
Original Posted By tyrodinthor►
hmm... begini mas tur. para sejarahwan Barat sendiri bahkan tidak hanya berusaha mengetahui pola pikir penulis Torah (yang berkaitan dengan Abraham, yaitu Sefer Beresyit/Genesis) di abad 5-3 SM. tapi jangan lupa bahwa para penulis Torah ini bukan orang-orang yang eksklusif (terasing dari peradaban). mereka pastinya berinteraksi sosial dari zaman ke zaman. para sejarahwan berusaha menelaah seluruh manuskrip non Yahudi di abad 5 SM berupa naskah, catatan, hingga akun/laporan asing. pola penciptaan karakter Abraham sudah mendapat gambaran, sehingga berbagai hipotesis tentang unsur mitologi serapan asing (seperti Sumer-Babylonian Akkad dan Vedis) juga diajukan, tinggal nunggu bukti langsung aja. hipotesis ini paling kuat dan paling rasional untuk sekedar mengamini bahwa Abraham hanya dongeng. mungkin hipotesis ini tidak akan memuaskan bagi Bib. Maksimalis, apalagi bagi yang percaya 100% kebenaran harfiah narasi Beresyit.
namun kalo kita hanya berusaha memahami penulis Beresyit aja, ceritanya jadi nggak nyambung sama bukti sejarah. contoh seperti agan mos post sebelumnya tentang Melkisedek dan Nimrod (karena temanya adalah Abraham), bila kita asumsikan Ussher benar yaitu hidup circa 2000 SM, maka semakin membingungkan karena tidak ada satupun catatan dari 2000 SM tentang mereka.
kecuali jika diasumsikan AA, beberapa nama tokoh mitologi Sumeria yang diajukan sebagai Abraham (dan tokoh-tokoh yang terlibat sesuai narasi Beresyit) malah berujung pada distorsi kisah oleh para penulis Beresyit. tentunya asumsi AA juga tidak mengenakkan bagi Bib. Maksimalis dan bagi yang percaya narasi Beresyit 100%.
lalu mau diasumsikan apa lagi? sudah banyak perspektif yang diajukan hasilnya selalu bertentangan dengan iman, kecuali jika kita menganggap penulis Beresyit adalah orang-orang terasing, maka kita tidak perlu lagi mengecek manuskrip dan catatan asing di zamannya, otomatis narasi Beresyit adalah benar. tapi sejujurnya yang terpenting adalah bukan cara berpikir penulisnya, tapi cara berpikir masyarakat di zaman para penulisnya, atau ditinjau dari sisi ontologi.
bayangkan jika kita hanya berpatokan untuk mengerti penulis semua kisah keagamaan dunia, maka tidak akan ada yang ketemu timeline nya satu sama lain. antara kisah penyerbuan Jotunheimmr, dengan kisah kuda orang Troy, dan dengan kisah penyembelihan Yitskhaq tidak akan bisa ketemu timeline sejarahnya kecuali jika kita pukul rata itu semua dongeng.
=========
@worldwithoutis
nanti ane bagi sedikit hubungan interaksi mitos Abraham-Brahma dari perspektif sosio-antropologi antara orang Yahudi dengan Vedanga. sesuai kata mas tur, ane salah jurusan. jadi musti jungkir-balikin buku-buku koleksi dulu.
hmm... begini mas tur. para sejarahwan Barat sendiri bahkan tidak hanya berusaha mengetahui pola pikir penulis Torah (yang berkaitan dengan Abraham, yaitu Sefer Beresyit/Genesis) di abad 5-3 SM. tapi jangan lupa bahwa para penulis Torah ini bukan orang-orang yang eksklusif (terasing dari peradaban). mereka pastinya berinteraksi sosial dari zaman ke zaman. para sejarahwan berusaha menelaah seluruh manuskrip non Yahudi di abad 5 SM berupa naskah, catatan, hingga akun/laporan asing. pola penciptaan karakter Abraham sudah mendapat gambaran, sehingga berbagai hipotesis tentang unsur mitologi serapan asing (seperti Sumer-Babylonian Akkad dan Vedis) juga diajukan, tinggal nunggu bukti langsung aja. hipotesis ini paling kuat dan paling rasional untuk sekedar mengamini bahwa Abraham hanya dongeng. mungkin hipotesis ini tidak akan memuaskan bagi Bib. Maksimalis, apalagi bagi yang percaya 100% kebenaran harfiah narasi Beresyit.
namun kalo kita hanya berusaha memahami penulis Beresyit aja, ceritanya jadi nggak nyambung sama bukti sejarah. contoh seperti agan mos post sebelumnya tentang Melkisedek dan Nimrod (karena temanya adalah Abraham), bila kita asumsikan Ussher benar yaitu hidup circa 2000 SM, maka semakin membingungkan karena tidak ada satupun catatan dari 2000 SM tentang mereka.
kecuali jika diasumsikan AA, beberapa nama tokoh mitologi Sumeria yang diajukan sebagai Abraham (dan tokoh-tokoh yang terlibat sesuai narasi Beresyit) malah berujung pada distorsi kisah oleh para penulis Beresyit. tentunya asumsi AA juga tidak mengenakkan bagi Bib. Maksimalis dan bagi yang percaya narasi Beresyit 100%.
lalu mau diasumsikan apa lagi? sudah banyak perspektif yang diajukan hasilnya selalu bertentangan dengan iman, kecuali jika kita menganggap penulis Beresyit adalah orang-orang terasing, maka kita tidak perlu lagi mengecek manuskrip dan catatan asing di zamannya, otomatis narasi Beresyit adalah benar. tapi sejujurnya yang terpenting adalah bukan cara berpikir penulisnya, tapi cara berpikir masyarakat di zaman para penulisnya, atau ditinjau dari sisi ontologi.
bayangkan jika kita hanya berpatokan untuk mengerti penulis semua kisah keagamaan dunia, maka tidak akan ada yang ketemu timeline nya satu sama lain. antara kisah penyerbuan Jotunheimmr, dengan kisah kuda orang Troy, dan dengan kisah penyembelihan Yitskhaq tidak akan bisa ketemu timeline sejarahnya kecuali jika kita pukul rata itu semua dongeng.
=========
@worldwithoutis
nanti ane bagi sedikit hubungan interaksi mitos Abraham-Brahma dari perspektif sosio-antropologi antara orang Yahudi dengan Vedanga. sesuai kata mas tur, ane salah jurusan. jadi musti jungkir-balikin buku-buku koleksi dulu.

Ok
setau saya sdh sangat2 jarang scholar bibblical maximalist yg 100%..yg ngaku maximalist jg palingan 90-80% percaya alkitab/torah..tetap aja ada flaw yg mereka tolak
lah paus yohanes II dengan mengakui teori evolusi saja berarti tidak 100% maximalist
yg msh maximalist itu sebagian umat 3 samawi
begitupun bibblical minimalist..ide ultra-minimalist awal taon 90 meyakini semua tokoh torah/bibble adalah fiktif/non-existence..judea utara dan selatan tidak pernah bersatu(united monarchy)namun nyatanya nongol tel dan stele di taon 93..dan gara2 ini sampai keluar statement "minimalist is dead"

dan ide minimalist2 moderen skrg lbh percaya beberapa tokoh pl/torah memang ada tapi power dan kehebatan cerita mereka ga sebesar cerita di torah/PL
Scholar mainstream umumnya tabularasa ditengah2 minimalist-maximalist
Diubah oleh worldwithoutis 09-01-2016 19:24
0
Kutip
Balas