Kaskus

Story

propanol.12Avatar border
TS
propanol.12
Not All About Love
Assalamualaikum Wr Wb


Sebelumnya gw ucapkan permisi dan terima kasih kepada mimin, momod dan seluruh penghuni forum SFTH ini. Setelah lama jadi SR akhirnya ada keinginan juga dari gw untuk membagikan kisah gw yang absurd dan serba gag jelas ini. Sebuah kisah pahit manis gw dalam menemukan jati diri gw dan menemukan seseorang yang bakal selalu ada disisi gw. Sebelumnya gw tekankan disini gw bukan seorang penulis jadi mohon maaf kalau dalam penulisan gw nanti banyak sekali kekurangan. Dan demi kenyamanan dan keprivasian tokoh yang bersangkutan maka semua nama tokoh dalam cerita gw ini disamarkan. emoticon-Big Grin

Quote:


Quote:


Ada kalanya aku harus mengalah dan mengorbankan zona nyaman dan amanku untuk bisa meraih sesuatu yang lebih berarti dan bermakna dalam hidupku. Aku egois, inilah ceritaku.
Polling
Poll ini sudah ditutup. - 18 suara
Siapakah nanti yang bakal jadi pasangan hidup gw?
Irina
17%
Mita
17%
Sandy
67%
Diubah oleh propanol.12 18-01-2016 20:17
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
11.4K
121
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread53.4KAnggota
Tampilkan semua post
propanol.12Avatar border
TS
propanol.12
#22
Part 6 – The First Kiss

Kadang gw tidak mengerti kemana Tuhan akan mengarahkan kehidupan kita. Kita seolah hanya seorang pemeran panggung sandiwara dan Tuhan sebagai sutradara pengatur jalan kita. Jadi kita hanya bisa berdoa dan berharap agar Tuhan senantiasa mengarahkan kita kejalan yang selalu mulus dan lempeng-lempeng saja. Tapi kehidupan tak selamanya flat2 begitu aja. Akan ada banyak kejutan buat kita dalam kehidupan ini yang membuat hidup kita lebih berwarna.

Gw tidak pernah bisa menyangka ketemu lagi sama Sandy yang mana kita sudah sangat lama sekali lost contact dengan probabilitas bertemu sangat kecil. Gw juga gag mengerti apa maksud Tuhan mempertemukan kita lagi. Jujur waktu itu gw sangat susah sekali move on dari Sandy. Bahkan pada waktu SMA pun gw memilih sendiri dan menikmati perasaan gw yang gag jelas untuk seseorang yang gw sendiri sudah gag tau keberadaanya. Dan munculnya Irina dalam kehidupan gw selama ini sudah berhasil mengubur perasaan gw terhadap Sandy seirama dengan waktu gw bersama Irina.

Mungkin jika saat ini gw masih single seperti waktu dulu gw mencari sosoknya dan setelah gw menemukan sosok itu pasti gw akan berusaha setengah mati memperjuangkan perasaan gw. Tapi sekarang, kondisinya sudah berbeda. Disini, status gw sudah memiliki Irina sebagai kekasih gw, yah walaupun kondisinya saat ini gw sedang ada masalah sama dia tapi bukan berarti gw seenak jidat gw menghianati dia kan? Tapi disisi lain dalam hati kecil gw, perasaan gw yang sudah terkubur rapi seolah bangkit lagi dengan hadirnya sosok yang gw cari ini dipermukaan gw. What The God’s want with all this? Who knows...

****

Malam minggu ini masih seperti malam minggu sebelumnya dan sebelumnya. Selama gw hidup di Jakarta, gw tidak pernah merasakan apa itu maknanya hang out bareng pacar gw padahal kita sebenernya deket. Beda banget sama waktu kuliah dulu, dimana tiada hari gw tanpa Irina. Bahkan kita sering banget begadang di rumah makan fast food 24 jam hanya untuk mengerjakan tugas atau hanya untuk sekedar menikmati kebersamaan kita.

Namun kalau melihat kondisi gw sekarang, gw kayak punya pacar tapi pacar itu semu. Jangankan untuk jalan bareng, kadang untuk telepon malam aja susah. Jadi malam minggu seperti ini seperti biasanya gw hanya duduk ngopi di balkon dan memandangi bulan yang masih nampak malu bersembunyi dibalik mendung. Ya seperti hati gw yang sedang mendung juga.
Sandy dan Mita tampaknya lagi pergi berdua. Gw gag ingin ngenganggu acara me time nya mereka. Gw juga ingin memberi kebebasan buat mereka secara gw bukan siapa2nya Sandy dan Sandy disini datang sebagai tamunya Mita, buka tamu gw. Gw masih menikmati lamunan gw sampai nampak terdengar langkah mendekat ke arah gw. Gw yang penasaran pun akhirnya melihat siapa yang datang, dan tanpa disangka ternyata yang datang itu adalah Irina.

“Heh, kok kamu ada disini sayang?” Sapa gw ke dia dengan ekspresi penuh kaget.

“Emang kenapa kalau aku kesini? Gag boleh?” Kata dia.

“Yah it’s what a surprise dear. Selama ini kan kamu gag pernah kesini. Ini tanpa ada angin tanpa ada berita tiba-tiba kamu kesini.” Kata gw.

“Yah aku kangen sama pacarku. Jadi ya aku kesini aja. Nih aku bawain kamu kue bandung kesukaanmu.” Kata dia sambil menyodorkan bungkusan plastik berisi kue bandung. Yah gw memang sangat suka banget sama yang namanya kue bandung rasa coklat keju.

“Eh makasih ya sayang. Tau aja kamu kalau aku lagi laper. Eh by the way, ini ga apa2 kamu kesini? Nanti kalau mama papa tau gimana?” Kata gw penuh penasaran.

“Tenang aja mama papa lagi ke Bandung sama mbak Yuni sekeluarga. Jadi aku dirumah sendirian. Makanya aku bisa kesini.” Kata dia.

“Oh, kamu naik apa kesini?” Kata gw.

“Tadi aku naik taksi kok.”

Setelah itu kita sama-sama diam. Hanya suara deru motor yang sesekali lewat depan kost gw dan suara kucing-kucing liar yang menjadi backsound kondisi super akward begini. Gimana gag akward, gw sama dia kan sudah seminggu ini gag saling sapa. Sampai akhirnya dia buka suara.

“Fin, maafin aku ya.” Kata Irina.

“Maaf buat?” Kata gw yang sebenernya sudah tau kearah mana pembicaraan ini akan berlangsung.

“Buat kejadian kemarin. Aku tau aku kelewatan. Gag seharusnya aku bersikap kayak gitu. Bagaimanapun juga, aku seharusnya tidak berhak mencampuri urusan kantor.” Kata Irina.

Gw hanya diam dan memandang lekat wajah Irina yang berbicara sambil memandang langit. Dan sepertinya dia gag berani memandang muka gw terutama mata gw.

“Maafin aku juga ya sayang. Yah mungkin memang aku salah. Sudah berani menentang atasan tapi jujur aku sama sekali tidak pernah membentak mbak Yuni kok sayang.”

“Iya aku tau kamu kok. Makanya seminggu kemarin saat kita jauh, aku sadar kalau aku kelewatan dan kemakan omongan tante aku. Yah kalau kamu diposisi aku pasti kamu juga akan merasa hal yang sama juga dengan aku.” Kata dia.

“Yah ya udahlah sayang. Yang berlalu biarlah berlalu. Jadikan pelajaran. Yang penting sekarang kita baikan. Aku gag mau kita jadi jauh gara-gara masalah seperti ini.” Kata gw sambil memeluk bahu dia.

“Iya sayang maafin aku ya. Aku akan lebih berusaha untuk mengendalikan emosiku lagi.” Kata Irina dengan suara yang sedikit terisak. Gw tau nampaknya dia bener2 menyesal karena memang setau gw dia itu wanita yang sangat sensitif hatinya.

“Ya udah, cup cup dulu. Jangan nangis ya sayang malu tuh dilihat kucing, hehehehe.” Kata gw sambil membasuh mukanya.

“Hehehe iya sayang.” Kata dia sambil menghapus air mata. Dia kemudian memalingkan wajah dan kemudian memandang mata gw lekat. Jarak muka kita sangat dekat saat ini dan gw pun bisa merasakan aroma nafas dan tubuhnya yang sangat harum dan sangat gw sukai. Dia kemudian membisikan sesuatu ke gw, kata2 yang sangat indah bagi gw. “Fin, aku sayang banget sama sama kamu.”

“Aku juga sayang kamu Rin.” Jawab gw. Dalam keadaan diam entah siapa yang memulai, mata kita sama-sama terpejam dan gw merasakan sesuatu yang basah mendarat di bibir gw. Gw tidak dapat berkata apa2 lagi, gw hanya bisa menikmati moment ini. Moment yang selama ini tidak pernah gw rasakan. Jantung gw pun berdetak dengan sangat cepat dan aliran darah dalam tubuh gw terasa mengalir lebih kencang. Untuk beberapa waktu ini gw hanya ingin menikmati moment First Kiss gw dan itu gw dapat dari seorang bernama Irina.
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.