Kaskus

Story

greeeeengablessAvatar border
TS
greeeeengabless
-Lebih Dari Sekedar No Absen-
Quote:


awalnya ga pernah terpikirkan buat gue nulis cerita ini. setelah acara reunian kemarin, ga tau kenapa gue jadi ingin banget nulis cerita ini. ya sekedar gue bernostalgia.
Nama gue Dante, gue ingin menuliskan sebuah kisah hidup gue dari jaman masih kinyis kinyis hingga gue mendapat gelar sarjana.

Quote:



Quote:


Quote:


Spoiler for Index:
Diubah oleh greeeeengabless 21-02-2016 13:47
radoradaAvatar border
koben134Avatar border
DhekazamaAvatar border
Dhekazama dan 67 lainnya memberi reputasi
60
1.7M
3.3K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread53.3KAnggota
Tampilkan semua post
greeeeengablessAvatar border
TS
greeeeengabless
#262
Part 45
suatu malam di bulan Januari..
gue yang baru aja terpejam mendadak terbangun karena suara dering telpon dari hp gue.

aduuh siapa si nih ganggu aja.

gue liat hp gue, tertera nama anne di layar hp gue.

"kenapa ne?"

"de, lagi dimana?"

"di rumah"

"lagi tidur ya?"

"tadi iya, tapi sekarang udah bangun gara gara lo. kenapa?"

"oh yaudah deh ga jadi. lo tidur lagi aja"

"heh lo nelpon cuma buat gangguin gue tidur doang? sopan banget lo" ucap gue dengan kesalnya

"ih ga gitu, tadinya gue mau minta tolong" gue mendengar suara anne di telp seperti suara yang penuh harap.
anne emang anak yang ngeselin, tapi kali ini kayanya dia serius.

"minta tolong apa?"

"bisa jemput gue ga?"

"jemput? jemput dimana?"

"di tempat pkl gue"

gue melirik jam dinding yang menunjukan pukul setengah dua belas.

"anak PKL setau gue pulang paling lama jam sembilan"

"tadi ada weeding, jadi gue baru bisa pulang sekarang"

"di tempat lo ga ada mobil anteran ya buat yang cewek cewek"

"ada" anne menjawab rada lama, seperti sedang mencari alasan. "Tapi gue ketinggalan"

gue yakin anne boong

"bisa ga de? kl ga bisa gpp"

"kl gue ga bisa gimana?"

"ya paling gue balik jalan kaki"

"hah? gila kali lo. yaudah tunggu gue kesana"

gue cuci muka terlebih dahulu untuk menghilangi rasa kantuk. Karena situasi jalanan yg sudah sepi gue hanya butuh waktu sekitar 20 menit kemudian gue udah sampai di Hotel tempat anne PKL. gue mengeluarkan hp dan menelpon anne memberitaukan posisi gue. tak lama anne muncul. gue memberikan helm yang gue bawa, dan langsung cabut dari sana.

"de, mampir ke taman deket rumah gue dulu ya"

"udah malem, mau ngapain disana?"

"gpp, gue mau kesana aja"

gue perhatikan wajahnya anne dari kaca spion matanya merah sembab seperti orang habis menangis. 'ni anak abis nangis? atau jangan jangan lagi mabok' gue membatin

"de, gue boleh senderan ga?" pintanya. tanpa gue menjawab, anne sudah menyenderkan kepalanya di pundak gue sembari tangannya mencengkram erat sweater yang gue pakai. gue berasa lama lama sweater gue mulai basah, engga anne ga ngiler. dia nangis.
karena samar samar gue mendengar suara isak tangis dari belakang. kenapa ni anak?

gue memberhentikan motor gue sesaat kita sampai di taman yang anne maksud. anne masih sesegukan di pundak gue. gue biarkan dia menghabiskan sisa sisa tangisnya.

"lo kenapa?" tanya gue ke anne yang posisinya masih bersandar di punggung gue.

"gpp" jawabnya sembari menyeka air matanya.

"udah sampai nih, trus ngapain disini?"

"ya duduk duduk aja" jawabnya sembari tersenyum, dan beranjak turun dari motor gue
gue selalu suka liat anne tersenyum, tapi kali ini engga. gue ga suka ngeliatnya. air matanya merusak senyum indah di wajahnya. gue menyalahkan sebatang rokok dan mengikuti anne duduk di bangku taman.

"lo kenapa si?" gue bertanya kembali. "aneh banget ga biasanya kaya gini?"

anne menggeleng "enggak apa apa" jawabnya "gue cuma sedih"

"sedih kenapa si neng? kangen lo ya ga ketemu gue?" gue mencoba menghibur anne

"pede banget si lo" anne tertawa kecil

"abis nangis ketawa, makan gula jawa"

anne memukul pelan lengan gue dan tersenyum lebar

"sorry ya jadi ganggu waktu tidur lo"

"besok gue off kok, ga masalah"

"lo kenapa si? ada masalah apa" gue bertanya untuk ketiga kalinya, gue yakin waktu anne bilang tertinggal mobil jemputan gue yakin banget dia berbohong. kl emang dia tertinggal mobil jemputan kenapa ga telp bokapnya? atau telp randy cowoknya

"gpp kok"

"oke, gue ga maksa lo untuk cerita" kata gue "oh iya, lo tau charlie chaplin kan?"

"tau, yang komedian itu kan?"

"iya bener, ada satu kalimatnya dia yang gue suka loh"

"apa tuh?"

"saya mempunyai banyak masalah, tetapi kedua bibirku tak pernah tau. mereka (bibir) selalu tersenyum dan tertawa"

anne mencoba mencerna makna kalimat tersebut

"kl kaya gitu bukannya sama aja kita menanam bom waktu pada diri kita sendir?"

"kl gue si selalu berfikir gue mempunya 1jt alasan untuk tertawa setiap harinya. so, walaupun ada 10 orang yang bikin gue jengkel hari ini, gue masih punya banyak alasan untuk tetap tertawa"

anne tersenyum

"makasih ya"

"santai lah"

"....."

terdengar sangat sangat pelan suara anne "enak ya jadi emil"

"apa enaknya?" karena suasana malam yang sangat hening gue jadi dapat mendengar suara anne

"eh..eng..engga.. itu enaknya.. emil..hhmm dia cantik, iya dia cantik" jawab anne gelagapan

"cantik itu relatif, semua tergantung penilaian pribadi masing masing" jawab gue "buat apa lo iri? lo juga cantik kok"

wajah anne memerah

"ne, udah malem. mau balik jam berapa?" gue meilirik jam tangan sudah menunjukan hampir jam dua malam.

"yaudah yuk balik, gue juga udah ngantuk"

gue pun bergegas menuju rumah anne, ga sampai 5 menit gue udah tiba di rumahnya. gue membakar lagi sebatang rokok sembari menunggu anne masuk ke dalam rumah.

anne menelpon anggota keluarganya. tak lama bokapnya anne keluar untuk membuka pintu. mukanya asem banget baru bangun tidur. gue takut kena semprot bokapnya anne. gue takut bokapnya berpikir negatif gue ngajak anaknya kluyuran sampai larut malam. tanpa gue duga, ternyata bokapnya anne malah berterima kasih udah mengantar anne pulang. sial, gue malah berpikir negatif.
Diubah oleh greeeeengabless 06-01-2016 22:17
g.gowang
itkgid
jenggalasunyi
jenggalasunyi dan 12 lainnya memberi reputasi
13
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.