Kaskus

Story

rayana1988Avatar border
TS
rayana1988
ENKELI
And I'm thinking 'bout how people fall in love in mysterious ways
Maybe just the touch of a hand
Well, me—I fall in love with you every single day
And I just wanna tell you I am

ya.. terkadang kita tidak bisa tahu dengan siapa jodoh kita,
dan kita tak bisa memilih cerita yang akan kita tempuh.
entah akan bermuara di laut ataukah kita harus melewati petak-petak sawah itu hingga nantinya akan kembali ke laut.
ikuti saja alurnya.


Disclaimer:
Anggap saja semua hal yang terjadi disini fiksi. karena penulis sangat menjaga privacy para tokoh didalamnya

Update
Quote:


Konde.... eh salah..... Indeks......



Musim Pertama - Aku, Kita, Dia dan Kamu
(iyaaa... kamu...)
First Time Meet Her-1
First Time Meet Her-2
Penawar Letih
Kemeja Ungu
Lampion
Hasrat yang terpendam
Gadis itu bernama Indah
Andai aku bisa
Sleeping Angel
Indirect Kiss


Musim Kedua - Memories

Multiple Universes
Gadis Berdarah Campuran
Promise
Firasat
Harapan itu
The Results

Another Story
Calon Ayah

Musim ketiga - Jogja berhati Mantan

My Heart Will Go On
Senja di Taman
Out of Expectations
Untuk Pertama Kali
Candy
Selimut Tetangga
Another Story: Kita Tidak Akan Kalah
Restu Ibu
Jeaolusy
Mahkota Bidadari
Let Love Be Your Energy
Diubah oleh rayana1988 08-02-2016 15:14
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
12.3K
128
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.9KAnggota
Tampilkan semua post
rayana1988Avatar border
TS
rayana1988
#67
The Results
Pria dan wanita itu saling berdekapan. Bulir-bulir keringat mebasahi tubuh polos tanpa sehelai benang itu. Sisa sisa pergumulan merengkuh kenikmatan yang telah mereka capai kedua kedua kalinya. Wanita itu bersandar di dada pria mencoba meresapi hasrat yang telah terlampiaskan. Sang pria membelai rambut sebahu wanita itu sembari mengumpulkan tenaganya kembali.

Dalam keheningan itu.

“yank, aku punya kejutan untuk kamu. Tunggu ya?” segera saja Rara bangkit dari dekapanku.

Tampak siluet tubuh polosnya yang mulus dan proposional membangkitkan gairahku. Dibukanya tas itu lalu ia mengambil selembar kertas.

“taaaarrraaa......” ditunjukkan selembar kertas itu sembari ia duduk di atas perutku dengan kedua kakinya mengangkangiku sehingga tampak jelas sumber gizi bagi anak-anakku kelak tergantung dengan indah. Ukuran yang proposional dengan tubuhnya. Andaikan keinginannya mempunyai anak kembar terwujud pasti mereka akan tumbuh sehat.

“S2,,,,,,,dusseldrof,,,, Jerman?” tanyaku mengeja.

Rara hanya membalas dengan senyuman.

Beberapa bulan ini aku selalu menemani Rara dalam mengejar impian. Beberapa pameran pendidikan kami datangi untuk mencari kesempatan. Setelah bekerja ia belajar IELTS ataupun ITP sehingga malam-malam itu ia habiskan di apartemenku. Seringkali aku membopongnya ketika ia telah tertidur di sofa dengan laptop dan beberapa buku di sampingnya.

“kapan berangkat?” tanyaku.

“iiihhhh.... ngurus dokumennya aja belum” sambil mencubit hidungku.

“beasiswanya sudah termasuk living cost?” tanyaku lagi.

“gak dicover sepenuhnya sih tapi kan masih ada tabungan. Klo masih kurang lagi ya bisa kerja di tempat tante Jean.” Ujarnya sembari menggoyangkan tubuhnya. Seperti anak kecil yang mendapat mainan impiannya.

“tante Jean?” tanyaku.

“ihhh.. masa lupa, itu loh yang waktu itu kita kirimin kopi yang banyak” sembari ia mencubit hidungku.

Selembar kertas di malam itu membuat jarak kami menjauh walaupun tubuh kami masih berdekapan tanpa sehelai kain yang menghalangi. Jarak yang akan membuat hidupku terpisah dengannya.

Dan masa-masa indah itu akan lenyap.

Senyum dan suara lembut yang pertama kali menyertaiku ketika kuterbangun dari tidurku. Momen ketika kami sarapan pagi bersama. Lelah menemaninya berbelanja yang hilang hanya karena senyum dan rangkulan tangannya. Ya. Itu semua akan hilang.

“yank.. kamu gak pa pa? Lagi mikirin apa?” suara itu membangunkanku sembari menepuk pipiku.

“gak pa pa kok” kilahku.

“kamu gak suka kita jauhan... yaudah gak jadi kuambil deh beasiswa itu..” dengusnya kesal.

“ih gak sayang... jangan marah dulu.. ” bujukku sembari kupeluk dirinya.

“coba deh dengerin” kurengkuh dirinya ke dadadku agar detak jantungku terdengar.

“detak yang sama ketika aku nanti ke Jerman” ujarku melanjutkan.

Kemudian gadis itu memejamkan matanya berusaha mendengar detak itu lebih dalam.

“kamu masih berpikir jarak memisahkan kita?” ucapku pelan yang dibalasny dengan gelengan kepala.

“yank kamu janji ya gak akan ke lain hati. ” ucapnya lirih.

“iya sayang” sembari kukecup keningnya sembari mengingat momen di malam tahun baru itu.

“ntar temenin ke Jogja ya?” sembari memandangku.

“iya sayang, udah yuk bobok” kataku sembari memposisikan dirinya untuk tidur. Namun ia tolak dan memposisikan dirinya seperti saat menyerahkan lembaran kertas tadi.

“besok kan sabtu yank.... sekali lagi yuk?” dengan senyum iblisnya itu.

Sial! Makhluk ini muncul lagi dalam dirinya.
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.