- Beranda
- Stories from the Heart
Just Now!!!
...
TS
dalsegno
Just Now!!!

Cerita ini menggambarkan gimana penulis berusaha untuk menikmati hari ini
bukan menyesali yang telah lewat atau mengkhawatirkan yang belum terjadi
bukan menyesali yang telah lewat atau mengkhawatirkan yang belum terjadi
F.A.Q
Spoiler for F.A.Q:
INTRO
Quote:
Index:
Spoiler for index:
Diubah oleh dalsegno 02-01-2016 20:06
anasabila memberi reputasi
1
3.1K
27
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.9KAnggota
Tampilkan semua post
TS
dalsegno
#23
Quote:
Agak terkejut juga gue ketika dia nyebut nama gue saat itu. Gue semakin bertanya-tanya siapa sih dia. Kemudian cewe itu berdiri dari kursinya, sambil meletakkan ransel di punggungnya dia kemudian berjalan ke arah tempat gue duduk.
Aduuh dia mau nyamperin gue keknya, tapi gue masi ga inget dia sapa.
Quote:
Tiba-tiba ada pengumuman bahwa pesawat kami udah mulai boarding dan para penumpang diharapkan naek ke pesawat. Mau tidak mau obrolan gue dan Vira harus berakhir juga saat itu.
Quote:
Setelah itu kami berdua masuk ke pesawat, disambut senyuman dan sapaan ramah dari Pramugari yang pakaiannya bikin cowo seumuran gue berpikiran yang begitu. Tapi gue mikir capek juga yah jadi pramugari, secara kalo mereka lagi sedih harus berpura-pura senyum gitu kepada semua penumpang. Sekali lagi sistem kerja yang ga manusiawi yang menempatkan mereka pada kondisi seperti itu. Tapi tetep aja setaip tahun antrian masuk untuk jadi pramugari tetep ga berkurang panjangnya. Yaudahlah mungkin mereka nyaman kali menjalaninya, bukan urusan gue juga.
Akhitrnya gue sampai di tempat duduk gue di dalam pesawat, gue menaruh ransel gue di cabin bagage diatas kursi. Di dekat jendela sebelah gue ada anak kecil sama ibu-ibu umur 30an duduk. Gue pun permisi untuk duduk di sisi paling luar. Ini adalah pesawat yang akan membawa gue ke Jogja, walaupun udah sering ke Jogja, tapi ini adalah perjalanan pertama gue ke Jogja sebagai mahasiswa. Salah satu fase kehidupan yang mungkin harus dialami sama setiap orang, mungkin terjadi banyak perubahan tentang gaya berpikir, sudut pandang tentang hidup dan pelajaran-pelajaran lainnya. Gue pun mencoba memejamkan mata gue, sambil merenung tentang perjalanan hidup gue yang udah nyampe disini, ini akan jadi percuma kalo gue menyia-nyiakan kesempatan gue untuk belajar di Jogja. Ga semua orang bisa dapet kesempatan kek gue, gue harus memanfaatkan sebesar-besarnya.
Setelah satu jam mengudara, Pesawat ini akhirnya turun di landasan Adisutjipto Airport di Jogja. Yeahhh... Ini Jogja dimana salah satu fase kehidupan gue akan dimulai disini. Setelah dipersilahkan turun oleh pramugari, kami semua mulai turun satu persatu dari pesawat. Beda banget udara di Jakarta dan Jogja, hal pertama yang pasti gue rasain ketika turun dari pesawat, gue pun berjalan menuju pengambilan bagasi dimana gue harus mengambil satu koper gue. Sampe di tempat pengambilan bagasi gue masih menunggu koper gue keluar, gue mencoba nyari Vira disitu, tapi beberapa lama gue cari, gue ga temuin sosok Vira. Setelah gue temuin koper gue, gue pun keluar ke pintu kedatangan, banyak sekali orang yang menunggu di pintu kedatangan saat itu, tapi tidak ada satupun yang bakal jemput gue, so gue harus cari taksi sendiri.
Gue pun dapet taksi di depan bandara langsung, supir taksi membawakan koper gue dan memasukkanya ke bagasi. Selalu jadi kebiasaan gue untuk duduk di depan jika naik taksi sendirian.
Quote:
Mobil pun keluar dari Bandara Adisucipto, melalui Jalan Solo ke arah barat, sampai pertigaan ringroad Maguwoharjo, taksi berbelok ke arah kanan, melewati Jalan Ring Road utara Jogja. Gue pun ngobrol dengan bapak supir taksi tersebut tentang Jogja dan perkembangannya, Gue pun melewati calon kampus gue disebelah kiri jalan di daerah Condong Catur. Karena kita ngobrol seru ga kerasa kami udah sampai di depan rumah, oh ini rumahnya, baru sekali gue kesini. Setelah menyelesaikan pembayaran dengan taksi gue buka tas dan nyari kunci pager rumah. Rumah ga terlalu besar dibanding rumah Jakarta tapi depannya ga kelihatan karena terhalang oleh pagar yang tinggi. Setelah gue membuka pagar, gue terkejut dengan luasnya halaman di depan rumah.
Nah ini rumah yang gue pengenin, halamannya luas.
Gue pun membuka pintu depan rumah ini, setelah gue buka pintu depannya gue lebih terkejut lagi, ternyata rumah ini kosongan ga ada perabotannya satupun. Pantes aja mamah nitip ATM buat beli-beli keperluan rumah, gue pikir beli perlengkapan kecil tapi gue ternyata harus beli perabotan buat ngisi rumah. Gue ambil henpon buat nelpon mama,
Quote:
Otak gue pun berpikir licik, ini atm yang mama kasih pasti isinya ga sedikit, bolehlah kurangin dikit buat party-party ntar malem. Hahahaha...
Setelah gue mandi, gue keluarkan mobil untuk sekedar cari makan dan keliling, berhubung hari juga udah gelap. Gue pun makan malem di Warung gudeg yang ada di daerah Perempatan MM UGM, secara gue cuma tau warung gudeg baru ini aja. Setelah itu gue puter-puter ke daerah Malioboro, jalan Parangtritis sampai akhirnya gue minum wedang ronde di Alkid. Jam udah menunjukkan jam 11.23 malem, wah gue ga tau ini mau party apa cari hotel, secara gue juga tau tempat dugem di Jogja. Akhirnya gue putusin buat cari hotel aja, dalam pencarian hotel setelah dari alkid, gue merasa semesta berkonspirasi. Ada banner acara party di nightclub yang terletak di Hotel Sheraton. Tanpa banyak pikir, arahkan autopilot mobil ke arah sana. Dan malem pertama gue di Jogja menjadi mahasiswa akan menyenangkan sekali.
0
