- Beranda
- Stories from the Heart
ENKELI
...
TS
rayana1988
ENKELI
And I'm thinking 'bout how people fall in love in mysterious ways
Maybe just the touch of a hand
Well, me—I fall in love with you every single day
And I just wanna tell you I am
ya.. terkadang kita tidak bisa tahu dengan siapa jodoh kita,
dan kita tak bisa memilih cerita yang akan kita tempuh.
entah akan bermuara di laut ataukah kita harus melewati petak-petak sawah itu hingga nantinya akan kembali ke laut.
ikuti saja alurnya.
Disclaimer:
Anggap saja semua hal yang terjadi disini fiksi. karena penulis sangat menjaga privacy para tokoh didalamnya
Update
Konde.... eh salah..... Indeks......
Musim Pertama - Aku, Kita, Dia dan Kamu
(iyaaa... kamu...)
First Time Meet Her-1
First Time Meet Her-2
Penawar Letih
Kemeja Ungu
Lampion
Hasrat yang terpendam
Gadis itu bernama Indah
Andai aku bisa
Sleeping Angel
Indirect Kiss
Musim Kedua - Memories
Multiple Universes
Gadis Berdarah Campuran
Promise
Firasat
Harapan itu
The Results
Another Story
Calon Ayah
Musim ketiga - Jogja berhati Mantan
My Heart Will Go On
Senja di Taman
Out of Expectations
Untuk Pertama Kali
Candy
Selimut Tetangga
Another Story: Kita Tidak Akan Kalah
Restu Ibu
Jeaolusy
Mahkota Bidadari
Let Love Be Your Energy
Maybe just the touch of a hand
Well, me—I fall in love with you every single day
And I just wanna tell you I am
ya.. terkadang kita tidak bisa tahu dengan siapa jodoh kita,
dan kita tak bisa memilih cerita yang akan kita tempuh.
entah akan bermuara di laut ataukah kita harus melewati petak-petak sawah itu hingga nantinya akan kembali ke laut.
ikuti saja alurnya.
Disclaimer:
Anggap saja semua hal yang terjadi disini fiksi. karena penulis sangat menjaga privacy para tokoh didalamnya
Update
Quote:
Konde.... eh salah..... Indeks......
Musim Pertama - Aku, Kita, Dia dan Kamu
(iyaaa... kamu...)
First Time Meet Her-1
First Time Meet Her-2
Penawar Letih
Kemeja Ungu
Lampion
Hasrat yang terpendam
Gadis itu bernama Indah
Andai aku bisa
Sleeping Angel
Indirect Kiss
Musim Kedua - Memories
Multiple Universes
Gadis Berdarah Campuran
Promise
Firasat
Harapan itu
The Results
Another Story
Calon Ayah
Musim ketiga - Jogja berhati Mantan
My Heart Will Go On
Senja di Taman
Out of Expectations
Untuk Pertama Kali
Candy
Selimut Tetangga
Another Story: Kita Tidak Akan Kalah
Restu Ibu
Jeaolusy
Mahkota Bidadari
Let Love Be Your Energy
Diubah oleh rayana1988 08-02-2016 15:14
anasabila memberi reputasi
1
12.3K
128
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
rayana1988
#53
Gadis berdarah campuran
Aku masih ingat di akhir bulan oktober 2010 itu. Terlihat padatnya antrian di loket pembelian tiket stasiun Tugu. Aku berharap-harap cemas akan ketersediaan tiket karena bandara Adisucipto ditutup hari itu karena debu vulkanik.
“wuiidiih cantik juga nih cewek” kataku dalam hati melihat wanita berdarah campuran didepanku. Tampak dia juga terlihat cemas.
“mau kemana mbak?” ujarku mencoba SSI
“mau ke Jakarta nih, bandara ditutup.” Jawabnya.
“mau pulang kampung?” tanyaku lagi berbasa-basi padahal dari logatnya jelas dia bukan Agata.
“oh,,, gak mas.. mau interview nih. Sayang juga soalnya klo gak dateng. Udah final interview” jawabnya sambil mendongakkan kepalanya berharap masih ada tiket ke Jakarta hari itu.
“oh gitu mbak, yaudah gini aja. Mbaknya tunggu disini saya mau lihat ketersediaan tiket.” Ujarku mencoba menjelaskan.
Akhirnya aku maju mendekati loket tersebut dan benar saja semua tiket tujuan Jakarta untuk hari itu memang sudah ludes. Segera kuhampiri mbak cantik itu.
“wah mbak sudah habis tiket ke jakartanya sampai malam ini. Kalo mau besok juga mesti ke pintu selatan” ujarku tanpa semangat.
“aduh gimana ya.. udah mau final interview sih ini” dengan raut muka yang tampak cemas.
“klo saya sih rencananya mau naik bis mbak. Paling sebelum subuh sudah nyampe Jakarta”
“boleh tuh mas, ntar kesananya bareng-bareng ya mas” ucapnya setelah berpikir sebentar.
Akhirnya kami menuju pelataran parkir setelah ia menelpon saudaranya agar pulang saja karena tawaranku untuk ikut dengan mobilku. Lalu kamipun meluncur ke daerah ring road selatan menuju pool bis tersebut.
“oia kenalkan, Adi” kusodorkan tanganku ketika lampu merah.
“Rara” membalas sodoran tanganku.
Sepanjang perjalanan itu aku mencoba mengobrol dengan dirinya. hingga kami sampai ke pool bis tersebut. Beruntungnya kami ada dua seat yang barusan dibatalkan. Setelah mendapatkan tiket tersebut kami bergegas pulang dengan terlebih dahulu mengantarnya pulang ke rumah.
“kata mbaknya tadi nyampainya agak siangan ya?” ujarnya sambil memandang tiket tersebut.
“iya. Tapi biasanya kalo ga pas jadwalnya cepet kok. Ada apa mbak khawatir gitu?”
“ rencana awalnya mau nginep tempat temen dulu sih mas. deket sama tempat interview. saya takutnya nyampe kesana telat” ujarnya sedikit cemas.
“mbaknya ke apartemen saya dulu. Istirahat bentar, nanti saya anter ke tempat interviewnya. Sejalan kok sama rute saya berangkat kerja”
“Tapi mas...?” ujarnya bimbang.
“mbaknya takut saya macem-macem. Yaudah nanti saya jaminkan KTP sama ID card saya biar kalo saya macem-macem biar gampang ngejarnya” ujarku sambil menggoda.
Dan dia hanya memonyongkan bibirnya.
“jangan lupa nanti jam 5 sore di gamping ya?” ucapku mengingatkan ketika sudah sampai rumahnya yang cukup besar itu. Efek abu vulkanik tidak setebal seperti di rumahku
“oke. Gak mampir dulu?” tanyanya
“maaf, lain kali deh.. masih belum siap-siap nih”
Lalu kupacu mobilku bergegas pulang setelah lambaian tangannya berakhir dengan senyuman.
“wuiidiih cantik juga nih cewek” kataku dalam hati melihat wanita berdarah campuran didepanku. Tampak dia juga terlihat cemas.
“mau kemana mbak?” ujarku mencoba SSI
“mau ke Jakarta nih, bandara ditutup.” Jawabnya.
“mau pulang kampung?” tanyaku lagi berbasa-basi padahal dari logatnya jelas dia bukan Agata.
“oh,,, gak mas.. mau interview nih. Sayang juga soalnya klo gak dateng. Udah final interview” jawabnya sambil mendongakkan kepalanya berharap masih ada tiket ke Jakarta hari itu.
“oh gitu mbak, yaudah gini aja. Mbaknya tunggu disini saya mau lihat ketersediaan tiket.” Ujarku mencoba menjelaskan.
Akhirnya aku maju mendekati loket tersebut dan benar saja semua tiket tujuan Jakarta untuk hari itu memang sudah ludes. Segera kuhampiri mbak cantik itu.
“wah mbak sudah habis tiket ke jakartanya sampai malam ini. Kalo mau besok juga mesti ke pintu selatan” ujarku tanpa semangat.
“aduh gimana ya.. udah mau final interview sih ini” dengan raut muka yang tampak cemas.
“klo saya sih rencananya mau naik bis mbak. Paling sebelum subuh sudah nyampe Jakarta”
“boleh tuh mas, ntar kesananya bareng-bareng ya mas” ucapnya setelah berpikir sebentar.
Akhirnya kami menuju pelataran parkir setelah ia menelpon saudaranya agar pulang saja karena tawaranku untuk ikut dengan mobilku. Lalu kamipun meluncur ke daerah ring road selatan menuju pool bis tersebut.
“oia kenalkan, Adi” kusodorkan tanganku ketika lampu merah.
“Rara” membalas sodoran tanganku.
Sepanjang perjalanan itu aku mencoba mengobrol dengan dirinya. hingga kami sampai ke pool bis tersebut. Beruntungnya kami ada dua seat yang barusan dibatalkan. Setelah mendapatkan tiket tersebut kami bergegas pulang dengan terlebih dahulu mengantarnya pulang ke rumah.
“kata mbaknya tadi nyampainya agak siangan ya?” ujarnya sambil memandang tiket tersebut.
“iya. Tapi biasanya kalo ga pas jadwalnya cepet kok. Ada apa mbak khawatir gitu?”
“ rencana awalnya mau nginep tempat temen dulu sih mas. deket sama tempat interview. saya takutnya nyampe kesana telat” ujarnya sedikit cemas.
“mbaknya ke apartemen saya dulu. Istirahat bentar, nanti saya anter ke tempat interviewnya. Sejalan kok sama rute saya berangkat kerja”
“Tapi mas...?” ujarnya bimbang.
“mbaknya takut saya macem-macem. Yaudah nanti saya jaminkan KTP sama ID card saya biar kalo saya macem-macem biar gampang ngejarnya” ujarku sambil menggoda.
Dan dia hanya memonyongkan bibirnya.
“jangan lupa nanti jam 5 sore di gamping ya?” ucapku mengingatkan ketika sudah sampai rumahnya yang cukup besar itu. Efek abu vulkanik tidak setebal seperti di rumahku
“oke. Gak mampir dulu?” tanyanya
“maaf, lain kali deh.. masih belum siap-siap nih”
Lalu kupacu mobilku bergegas pulang setelah lambaian tangannya berakhir dengan senyuman.
0