Kaskus

Story

natashyaaAvatar border
TS
natashyaa
I Am (NOT) Your Sister
Dear Warga SFTH.

Sebelumnya ijinkan gue untuk menulis sepenggal kisah hidup gue di SFTH. Cerita ini bersumber dari pengalaman pribadi yang gue modifikasi sedemikian rupa sehingga membentuk cerita karangan gue sendiri. Cerita ini ditulis dengan dua sudut pandang berbeda dari kedua tokohnya.
So... langsung saja.


I Am (NOT) Your Sister

Big thanks to quatzlcoatlfor cover emoticon-Smilie

Quote:
Diubah oleh natashyaa 20-01-2018 23:32
imamarbaiAvatar border
pulaukapokAvatar border
itkgidAvatar border
itkgid dan 8 lainnya memberi reputasi
9
465.5K
3K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread53.5KAnggota
Tampilkan semua post
natashyaaAvatar border
TS
natashyaa
#1398
F Part 53
Baik gue maupun Ani tidak menceritakan apa yang terjadi di Pangandaran kepada ibu dan Burhan. Kita tahu kalau diceritakan pasti bakal menjadi masalah. Tapi, syukurlah liburan berjalan lancar pada akhirnya. Insiden Ani itu hanya pembuka yang buruk saja, selebihnya lancarrrrr.

Gue menikmati suasana pantai yang kala itu sangat-sangat ramai sekali. Walaupun kaki gue tidak menginjakan sejengkalpun di atas pasir yang diselimuti air laut, tapi gue di balik floopy hat yang gue kenakan, dipojokan berteduh dekat pohon mengamati mereka yang sibuk bermain air laut. Yak, gue tidak ikut bersenang-senang bersama mereka. Sekali lagi gue lebih menikmati keberduaan bersama Ani, adik tiri gue yang sepanjang hari berada disamping gue, yang begitu pucat dan lemah tak berdaya, gue hanya menjaganya.

“Felisha-kan?” Rangga menghampiri gue.
“ya.”
Dalam keadaan lelah ia duduk.
“Lo mau berenang gak? Biar gue yang jaga dia.” Tawar dia.
“Oh, tidak. Terima kasih.”

Yang gue tangkap dari Rangga ini adalah orang yang sedang cari perhatian, dia sering bertanya-tanya tentang ini dan itu yang membuat telinga panas. Untuk menghormati karena telah membantu sebelumnya, gue dengan senang hati menjawab. Itupun seperlunya.

Malam terakhir kita berlibur dihabiskan bernanyi-nyanyi di pantai sambil mengelilingi api unggun. Dibalik selimut pantai yang Ani kenakan, gue mendekapnya untuk memberikan kehangatan kepada dirinya.

I don't practice Santeria
I ain't got no crystal ball
Well, I had a million dollars but I, I'd spend it all.
If I could find that Heina, and that Sancho that she's found.
Well, I'd pop a cap in Sancho and I'd slap her down.


Sebagai awalan gue memulai nyanyi bait pertama Santeria-nya Sublime, selanjutnya mereka rame-rame yang bernyanyi. Gue memperhatikan Ani yang sepanjang hari mirip anak ayam yang disiram air, diam saja, lemah tak berdaya. Mana bisa gue memarahi dia, dan berteriak “Lo merepotkan?!”

***

Akhirnya sore hari sampai ke rumah, gue langsung pergi ke kamar gue untuk melanjutkan istirahat menghiraukan perhatian seorang ibu yang bertanya kabar liburan anaknya. Ani? Sepertinya dia melakukan hal yang sama seperti gue, yaitu langsung istirahat ke kamarnya.

***

“Ya, hallo?”
“Siapa…?”
“Oyaya.. ada apa kak?”
Pagi sekali gue terbangun oleh suara panggilan masuk ke hp gue. Dan tebak siapa yang menelpon gue? Dia itu adalah si Rangga. Salah rupanya gue kemarin memberikan no.hp gue ke dia. Pagi-pagi sekali dia sudah bertanya mengenai keadaan Ani. Gue jawab kalau sudah sehat dan baik, padahal nyatanya gue baru bangun tidur dan belum lihat lagi kondisi Ani sejak pulang kemarin. Sebelum lebih jauh, gue terpaksa memutuskan panggilan dari si Rangga, dan segera menjatuhkan lagi badan ke kasur. Suara panggilan masuk berbunyi lagi, tapi gue udah bodo amat.

Baru sekitar jam 9nan gue keluar kamar, karena tubuh itu perlu asupan energi juga. Gue lapar, dari menuruni anak tangga gue udah melihat Ani sudah sehat bugar kembali. Seperti biasa, gue melihatnya sedang makan sambil nonton tv. Gue kemudian mengambil makanan di meja makan dan makan di meja makan sendiri sambil melihat ke arah Ani.

***

Ting…Tong….

“Felisha buka pintunya..” Teriak ibu dari kamarnya. Berhubung gue adalah orang yang dekat dengan pintu masuk rumah karena sedang tiduran di kursi ruang tamu, terpaksa gue bukakan pintu kepada tamu di siang hari.

“Kak Adit? Apa yang lo lakukan disini?” Kata gue kaget melihat Aditiya, sepupu yang dari Jakarta.
“Gue kebetulan sedang liburan di Bandung, kali-kali bisa dong main kesini.” Katanya.
“Oh.. iya, silahkan masuk.”

“Hallo, kak Adit.” Suara Ani dari belakang gue. Tidak menyangka juga gue mendengar Ani menyapa Aditiya.
“Kakak, jadi juga main ke Bandung?” Tambah Ani.
“Lo tau kak Adit di Bandung Ni?” Tanya gue kepada Ani.
“Yup.” Jawab dia.

Oh.. ternyata selama ini Ani memang sering kontakan dengan Aditya. Rupanya….


itkgid
itkgid memberi reputasi
1
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.