Kaskus

Story

greeeeengablessAvatar border
TS
greeeeengabless
-Lebih Dari Sekedar No Absen-
Quote:


awalnya ga pernah terpikirkan buat gue nulis cerita ini. setelah acara reunian kemarin, ga tau kenapa gue jadi ingin banget nulis cerita ini. ya sekedar gue bernostalgia.
Nama gue Dante, gue ingin menuliskan sebuah kisah hidup gue dari jaman masih kinyis kinyis hingga gue mendapat gelar sarjana.

Quote:



Quote:


Quote:


Spoiler for Index:
Diubah oleh greeeeengabless 21-02-2016 13:47
radoradaAvatar border
koben134Avatar border
DhekazamaAvatar border
Dhekazama dan 67 lainnya memberi reputasi
60
1.7M
3.3K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread53.5KAnggota
Tampilkan semua post
greeeeengablessAvatar border
TS
greeeeengabless
#61
Part 15
gue rebahan di kasur dan membayangkan hasil rapor gue minggu depan. beberapa hari sebelum gue ujian kenaikan kelas, gue sempet ada permintaan ke emak gue. dan hasil rapor ini yang menentukan permintaan gue.

waktu itu hari minggu, selesai makan siang gue langsung masuk ke kamar emak gue, karena biasanya jam segini biasanya nyokap lagi santai di kamar sambil mendengarkan lagu nya diana ross.

“mah” gue memulai percakapan “aku boleh bawa motor ga ke sekolah?”

“emang ade udah bisa bawa motor?”

gue mengangguk pelan

“oh ya? Kok mamah ga pernah liat ya?”

“aku sering kok muter muter kl sabtu minggu naik motor”

“sama siapa?”

“sama bewok (CS gue dari bayi, orang pertama yang gue kenal di dunia setelah keluarga)”

“tapi ade kan belum punya SIM”

“beberapa bulan lagikan aku genap 17 tahun, ya nanti langsung bikin SIM”

“aduh mamah jadi khawatir ngebayangin kamu naik motor”

“aku ga akan ugal ugalan di jalan kok mah” gue mengangkat jari telunjuk dan jari tengah

“udah kamu naik angkot aja yah, naik motor bahaya de”

“justru aku mau bawa motor menghindari naik angkot mah, kl naik angkot aku telat mulu, angkotnya lama kl lagi ngetem” jawab gue berbohong

“kamu jalannya harus lebih pagi biar ga telat”

“yah mah” gue memelas

“nanti mamah bicarakan dulu”

“muuaach” gue mencium pipi emak gue dan keluar dari kamar emak

selesai makan malam emak gue menanyakan kembali perihal obralan tadi siang. kali ini bokap gue yang mengintrogasi dan meminta gue test drive muterin perumahan.

“yaudah terserah mamah” kata babeh gue

“oke mamah belikan kamu motor, tapi ada syaratnya” seru emak gue

“apa syaratnya?”

“kamu harus juara kelas.......”

“oke setuju” gue langsung menyambar

“belum selesai, kebiasaan kl orang tua ngomong jangan main serobot aja” emak gue menjewer kuping gue

“kamu harus juara kelas sampai kamu lulus !!” lanjut emak gue

“trus kl misalkan kedepannya aku cuma dapat rangking 2 gmn?”

“ya mamah jual lagi motornya”

“jiah kok gitu si” protes gue

“pokoknya sampai kamu lulus harus rangking 1, setelah kamu kuliah motornya baru aman, setuju?”

“minimal 5 besar atau 3 besar lah mah” gue menawar

“mau atau engga?”

“yaaaaahhh mah jangan gitulah”

"mau atau engga? mamah hitung sampai tiga kl belum ada jawaban mamah anggap batal"

"yah kok gitu si mah"

"satu"

"mah"

"dua"

gue mendengus kasar

"oke oke, aku mau"

“good boy !! semangat” babeh gue menyemangati

“Trus kapan beli motornya?”

“ya nanti habis pembagian rapor kl kamu dapat ranking 1”

“....”

Keluarga gue bisa dibilang termasuk keluarga yang berkecukupan, tapi dari mulai kak vina (kakak pertama gue) sampai gue, orang tua gue ga pernah memanjakan kita dengan harta. apapun yang kita mau dan kita pinta pasti diberi sama orang tua kita, tapi ada prosesnya sebelum kita bisa mendapatkannya. Kl kita ga bisa melewati prosesnya otomatis orang tua kita juga tidak akan memberikannya.

orang tua gue selalu mengajarkan ke kita, apa pun yang kita mau pasti kita dapatkan asal kita berusaha, tetapi kita sebagai manusia yang percaya dengan takdir tuhan harus meyakini bahwa manusia hanya bisa berharap dan tuhan lah yang pada akhirnya menentukan.

apabila keinginan kita saat ini tidak terwujud, hanya ada 2 kemungkinan. Pertama tuhan hanya mempending keinginan kita dan memberikannya di lain waktu agar kita berusaha lebih giat lagi. kedua Ia mempunyai pengganti yang lebih baik daripada yang kita inginkan, karena Ia maha mengetahui apayang hambanya tidak tau.

secara ga sadar, orang tua gue udah melatih mental kita dari kecil. Sebuah modal yang sangat berguna untuk kehidupan kita di masa depan. Sebuah fondasi awal yang di tanamkan orang tua gue ke anak anaknya, tawakal dan berikhtiar. karena dari sikap orang tua gue inilah yang selalu membuat gue berlapang dada ketika gue gagal mendapatkan apa yang gue inginkan.

ngomong ngomong masalah motor, saat tadi gue beralasan karena takut telat datang ke sekolah 100% gue berbohong. tujuan utama gue bawa motor dateng ke sekolah buat nampang. Ya itu tujuan gue. dan kl ada anak cowo yang bilang bawa motor ke sekolah karena alasan takut telat, ahh bullshit bro !! jawaban dari emak gue itu udah ga ada obatnya, bikin lo skakmat kl pakai alasan takut telat.

dan andai aja para orang tua pemikirannya kaya emak gue yang khawatir anaknya bawa motor sebelum waktunya, pasti saat ini cabe cabean dan terong terong ga akan ada yang gentayangan di jalan raya.

Jam 19.00 kita berangkat ke salah satu rumah makan di daerah kemang. bukan acara yang wah kok, Cuma acara makan keluarga aja dan ga ngundang siapa siapa. kak Vina memberikan suprise kecil kecilan dengan memberikan kue ulang tahun yang sudah dia titipkan di rumah makan itu.

sebelum babeh meniup lilin babeh make a wish. setiap anggota keluarga dilihatnya 1-1 tanpa bersuara. Gue ga tau apa yang babeh ucap dalam hati, gue Cuma bisa menangkap dari matanya yang berkaca kaca tangis haru bahagia berharap kejadian seperti ini tidak akan pernah berakhir.
workshop486
fatqurr
jenggalasunyi
jenggalasunyi dan 16 lainnya memberi reputasi
17
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.