Kaskus

Story

natashyaaAvatar border
TS
natashyaa
I Am (NOT) Your Sister
Dear Warga SFTH.

Sebelumnya ijinkan gue untuk menulis sepenggal kisah hidup gue di SFTH. Cerita ini bersumber dari pengalaman pribadi yang gue modifikasi sedemikian rupa sehingga membentuk cerita karangan gue sendiri. Cerita ini ditulis dengan dua sudut pandang berbeda dari kedua tokohnya.
So... langsung saja.


I Am (NOT) Your Sister

Big thanks to quatzlcoatlfor cover emoticon-Smilie

Quote:
Diubah oleh natashyaa 20-01-2018 23:32
imamarbaiAvatar border
pulaukapokAvatar border
itkgidAvatar border
itkgid dan 8 lainnya memberi reputasi
9
465K
3K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.9KAnggota
Tampilkan semua post
natashyaaAvatar border
TS
natashyaa
#1388
F Part 51
Malam tahun baru gue berencana menginap di rumah Andrea bersama teman-teman yang lain. Awalnya ibu melarang gue untuk pergi, katanya pergi mulu setiap tahun baru. “Di rumahlah bersama keluarga” pintanya. Tapi, gue menolak. Ya, itulah gue terkadang lebih mementingkan urusan pertemanan daripada keluarga.

***

“Jadi rencana liburan kita kemana nih girls?” Ujar Rani
“Flush!!” Teriak Andrea.
“Horee!! Gue menang lagi.” Lanjutnya.
“Ah.. curang lu mah.” Kata Rani.
“Udah ah gue capek.” Kata gue menyudahi main poker malam ini. Gue kemudian melihat ke arah jendela melihat ke luar yang sudah dihiasi kembang api menyambut tahun baru. Sudah tahun baru lagi ya, tak terasa, waktu berlalu, tapi hidup gue, masih gini-gini aja. Entah emang guenya sendiri yang selalu menahan dan tertahan atau emang sebenarnya kehidupan memang seperti ini.

“Fe, gimana kalau pantai?” Teriak Rani membangunkan lamunan gue. Rani memang selalu bersemangat kalau untuk main, dia selalu yang menjadi EO-nya genk kita.
“Bebaslah….” Jawab gue.
“Fe ajak Ani juga!” Pinta Andrea.
“Serius lo mau ngajak dia?”
“Iya, gpp. Bener kan gengs?” Lanjut Andrea.
“Iya gpp Adek lu ajak juga, biar tambah rame daripada kita berempat.” Sambung Dania.
“Ya, entar gue coba ajak.”

***

Yang lain sedang sibuk ngerumpi, gue malah tiduran mendengarkan lagu. Gue yang menjadi pendiam dan menyendirikan diri, tentu terasa aneh bagi mereka. Mereka beberapa kali melempari gue dengan bantal dan boneka serta bertanya tentang apa yang terjadi dengan gue. Gue hanya menjawab kalau gue cuman ingin mendengarkan lagu saja. Tapi, jujur saja, malam tahun baru ini gue merasa sendirian dan kesepian. Perasaan sepi dan sendiri dari dulu memang sudah menjalar di diri gue, tapi entah kenapa malam ini, terasa hampa sekali, seperti ada yang hilang.

“Ni, ibu sudah tidur?” Sebuah pesan singkat gue kirimkan kepada Ani.
“Sudah kak” Dia balas.
“Lo belum tidur?” Tanya gue di sms.
“Belum kak, lagi nonton film.”
“Ohh…”

“Ah… ciyeee, si anak jadul dengerinnya Bee Gees.” Kata Andrea merebut ipod gue.
“Itu mah lagu emak gue, dasar salah lahir.” Ejek Dania.
“Hehe.” Senyum kecut gue.
“Eh, gue balik ya, ibu gue nyuruh balik.” Bohong gue, padahal tadinya gue bersikeras pengen nginep di rumah Andrea.
“Ih katanya mo nginep” Protes Andrea.
“Sorry kali ini gue gak bisa. Ntar jadinya kemana buat liburan, bilang aja, gue pasti ikut kok”
“Yaudah, hati-hati Fe.”

Jam 12 lewat gue pulang ke rumah naik taksi. Untungnya si Ani belum tidur sehingga bisa membukakan pagar sehingga gue tidak perlu meloncati pagar.

“Malam tahun baruan gak keluar Ni?” Tanya gue ke Ani.
“Ngak kak, hehe. Lebih enak di rumah aja.”
“Ohh..”
“Katanya kakak nginep di rumah Andrea, kok pulang?” Tanya balik dia.
“Gpp, pengen balik aja.”
“Iya, tadi ibu ngomel-ngomel, katanya kakak kalau acara tahun baruan jarang di rumah.”
“Sekarang kan di rumah.”
“Iya, hehe.”
“Lagi nonton film apa Ni?” Tanya gue.
“Ini, apa aja yang ada di koleksi DVD.” Jawab dia.
“Yaudah yuk, kita nonton aja, mari kita menghabiskan sisa malam tahun baru dengan maraton nonton film.” Kata gue.
“Asyik..” Dia tampak antusias.

Jadinya gue menghabiskan sisa malam tahun baru bersama Ani di rumah dengan menonton film. Hampir semua koleksi DVD di rumah sudah gue tonton, dan ketika di pertengahan film Ani bertanya tentang film tersebut, gue sudah tau. Spoiler dikit tidak apa-apa, yang jelas Ani begitu polos ketika bertanya, seperti “Ini tokoh utamanya bakal mati kak?”, “Iya nanti mati.” Jawab gue benar. Total ada 3 film yang kita habiskan, tapi pas film ke tiga Ani sudah tertidur lelap, ketika Ani sudah tertidur lelap gue matikan tv dan segera mengambil selimut, dan menyelimuti Ani yang sedang tidur.

“Baru pulang kamu?” Tanya ibu keluar dari kamarnya. Ibu memang suka bangun subuh.
“Ngak, tadi pulang jam 12an. Habis nonton film bareng Ani.” Jawab gue.

Gue kemudian langsung pergi ke kamar gue untuk tidur, badang gue mulai terasa gak enak. Pusinig dan keringat dingin tentunya sudah keluar karena gue belum tidur seharian.
itkgid
itkgid memberi reputasi
1
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.