- Beranda
- Stories from the Heart
The Struggle for Love [17+]
...
TS
kenangan.lamaku
The Struggle for Love [17+]
Selamat datang di story pertama ane, ane beri judul The Struggle for Love.
F.A.Q
Numpang promo juga story lain yang lagi ane garap, judulnya Kanjozoku Diary. Yah tahu lah Kanjozoku itu apa.
yang punya banyak kuota comot lagunya buat temen baca, ukurannya 117.51 MB, isinya 12 lagu Eurobeat.
F.A.Q
Quote:
Spoiler for cover:
Setiap hari ane bakal update 2-3 kali, soalnya lagi sibuk bikin yang ketiga.Quote:
Numpang promo juga story lain yang lagi ane garap, judulnya Kanjozoku Diary. Yah tahu lah Kanjozoku itu apa.
Spoiler for "kanjozoku diary":
Spoiler for Indeks:
yang punya banyak kuota comot lagunya buat temen baca, ukurannya 117.51 MB, isinya 12 lagu Eurobeat.
Quote:
Diubah oleh kenangan.lamaku 30-12-2015 14:56
anasabila memberi reputasi
1
11.8K
64
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•54KAnggota
Tampilkan semua post
TS
kenangan.lamaku
#9
Part 2
Katanya sekolah gue dan Natsuki nanti akan sama, gue udah kabari Natsuki kalau gue bakal sekolah disini. Dia sangat senang mendengar hal itu.
Sehari setelah gue sampai di Tokyo, gue berangkat ke sekolah untuk pertama kalinya. Seragam cowok di Jepang keren juga, gue langsung suka sama seragam ini. Gue dijemput oleh panitia. 30 menit perjalanan dengan mobil gue sampai juga di sekolah baru gue. Sekolah baru gue lumayan besar, ada lapangan sepakbolanya juga.
Gue lihat seragam cewek di Jepang mata cowok kembang kempis, cewek disini bening juga.
Gue diantar panitia sampai ke ruang kelas, saat masuk ruang kelas, siswa harus mengganti sepatu yang ia pakai dengan sepatu khusus yang bernama uwabaki. Agak lucu sih kalau gue pakai uwabaki, tapi kayaknya waktu SMP gue pernah punya sepatu mirip uwabaki. Gue masuk kelas, pandangan gue langsung tertuju pada Natsuki yang duduk di bangku paling depan. Ia sekarang berkacamata, walaupun seperti itu, dia kelihatan manis. Gue disuruh sensei (guru) untuk memperkenalkan diri, awalnya gue gugup karena berhadapan dengan 30 orang asing yang memandang gue, gue menarik nafas dan akhirnya lancar dalam menjelaskan identitas gue. Setelah perkenalan selesai, gue dipersilahkan duduk. Gue duduk di bangku paling belakang. Pelajaran pun dimulai. Gue mendengarkan pelajaran yang diberikan sensei dengan seksama, gue harus mendapat nama baik di hari pertama gue sekolah di sekolah baru gue ini.
Pada saat istirahat, Natsuki
mengajak gue ke atap sekolah, katanya ada hal yang perlu dibicarakan sama gue. Gue mengikutinya sampai atap sekolahan, gue bersandar pada pagar atap sekolah, Natsuki berdiri di samping gue.
Bel masuk berbunyi, gue dan Natsuki bergegas masuk ke kelas untuk mengikuti pelajaran kembali.
Pada saat pulang sekolah, gue dijemput oleh panitia menggunakan mobil. Di jalan gue melihat Natsuki berjalan berdua dengan seorang laki-laki, sepertinya laki-laki itu sudah kelas 3. Gue tidak berfikir macam-macam mengenai mereka, mungkin laki-laki itu adalah kakaknya Natsuki. Karena Natsuki pernah
bilang kalau dia punya kakak laki-laki.
30 menit perjalanan akhirnya gue sampai di rumah. Panitia berpesan kepada gue kalau besok gue nggak akan dianter lagi, gue akan naik subway. Untuk uang saku, setiap bulan gue dikasih uang yang bisa dibilang fantastis nilainya.
Sehari setelah gue sampai di Tokyo, gue berangkat ke sekolah untuk pertama kalinya. Seragam cowok di Jepang keren juga, gue langsung suka sama seragam ini. Gue dijemput oleh panitia. 30 menit perjalanan dengan mobil gue sampai juga di sekolah baru gue. Sekolah baru gue lumayan besar, ada lapangan sepakbolanya juga.
Gue lihat seragam cewek di Jepang mata cowok kembang kempis, cewek disini bening juga.
Gue diantar panitia sampai ke ruang kelas, saat masuk ruang kelas, siswa harus mengganti sepatu yang ia pakai dengan sepatu khusus yang bernama uwabaki. Agak lucu sih kalau gue pakai uwabaki, tapi kayaknya waktu SMP gue pernah punya sepatu mirip uwabaki. Gue masuk kelas, pandangan gue langsung tertuju pada Natsuki yang duduk di bangku paling depan. Ia sekarang berkacamata, walaupun seperti itu, dia kelihatan manis. Gue disuruh sensei (guru) untuk memperkenalkan diri, awalnya gue gugup karena berhadapan dengan 30 orang asing yang memandang gue, gue menarik nafas dan akhirnya lancar dalam menjelaskan identitas gue. Setelah perkenalan selesai, gue dipersilahkan duduk. Gue duduk di bangku paling belakang. Pelajaran pun dimulai. Gue mendengarkan pelajaran yang diberikan sensei dengan seksama, gue harus mendapat nama baik di hari pertama gue sekolah di sekolah baru gue ini.
Pada saat istirahat, Natsuki
mengajak gue ke atap sekolah, katanya ada hal yang perlu dibicarakan sama gue. Gue mengikutinya sampai atap sekolahan, gue bersandar pada pagar atap sekolah, Natsuki berdiri di samping gue.
Quote:
Bel masuk berbunyi, gue dan Natsuki bergegas masuk ke kelas untuk mengikuti pelajaran kembali.
Pada saat pulang sekolah, gue dijemput oleh panitia menggunakan mobil. Di jalan gue melihat Natsuki berjalan berdua dengan seorang laki-laki, sepertinya laki-laki itu sudah kelas 3. Gue tidak berfikir macam-macam mengenai mereka, mungkin laki-laki itu adalah kakaknya Natsuki. Karena Natsuki pernah
bilang kalau dia punya kakak laki-laki.
30 menit perjalanan akhirnya gue sampai di rumah. Panitia berpesan kepada gue kalau besok gue nggak akan dianter lagi, gue akan naik subway. Untuk uang saku, setiap bulan gue dikasih uang yang bisa dibilang fantastis nilainya.
Diubah oleh kenangan.lamaku 29-12-2015 09:02
0