Jeritan Malam (ketika keindahan menjadi sebuah ketakutan)
TS
meta.morfosis
Jeritan Malam (ketika keindahan menjadi sebuah ketakutan)
pernahkan agan merinding disuatu tempat, merasakan kehadiran seseorang yang menurut agan hanya merupakan permainan imajinasi otak belaka dan ketika sebuah karunia datang untuk memberikan agan sebuah kesempatan untuk melihat sekilas apa yang sebenarnya sedang terjadi dengan semua fenomena tersebut, apakah anda akan tetap tersenyum dengan logika dan keyakinan bahwa semua hanya imajinasi otak atau berteriak dan berharap agar mata ini tetap terpejam dan semua itu hanyalah sebuah mimpi ane akan bercerita sebuah kisah yang mungkin akan merubah cara pandang agan tentang semua kejadian yang pernah menimpa agan, ketika agan membaca dan bertanya apakah ini real story ? semua kembali kepada agan untuk menilai apakah ini sebuah fiksi belaka atau real story, selamat menikmati semoga sebuah sensasi akan menemani agan dalam gelapnya malam Mohon para reader yang masih dibawah umur agar bisa memilah antara yang baik dan buruk di cerita ini, ambil yang baik dan bermanfaat..jauhi yang buruk dan menyesatkan Waktu Update : Penulis adalah seorang pekerja yang akan selalu menulis disela sela waktu luangnya, jadi untuk update bisa dilakukan kapan saja entah itu malam, pagi ataupun siang, jadi tidak ada istilah mengulur ulur waktu Peraturan membaca di thread ini : Hargai hasil karya penulis, karena menulis adalah suatu hoby dimana penulis membutuhkan pembaca dan pembaca memberikan apresiasi/kritik/masukan sebagai bentuk penghargaan karya penulis
Jangan menjiplak/mengakui hasil karya penulis, ketika ingin copy paste ke thread atau blog lain biasakan etika untuk meminta izin dan mencantumkan sumber penulisan
Penulis berharap kepada para reader untuk tidak terpengaruh atau berusaha membalas apabila ada komentar reader negatif yang berusaha membuat rusuh atau mencari sensasi karena komentar balasan adalah motivasi mereka menjadi reader negatif Line Id : meta.morfosis untuk update harap bersabar gan
Spoiler for Prologue:
Menjadi manusia normal adalah sebuah impian setiap manusia, tapi apa jadinya ketika sebuah kejadian yang menimpa anda membuat semuanya menjadi sebuah mimpi buruk, saat waktu2 yang terasa indah untuk dinikmati kini menjadi sebuah kecemasan, saat tempat tempat terindah yang kita kunjungi kini menjadi sebuah pemandangan yang penuh dengan rasa ketakutan.
Nama gw reza, gw merupakan lulusan salah satu perguruan negeri ternama disalah satu universitas negeri di Jakarta, sebuah kampus yang berada dalam suatu lingkungan asri dengan pohon pohon besar disekitarnya bahkan hampir mirip disebut dengan sebutan hutan kota, gw menyelesaikan pendidikan SI dalam waktu yang normal, dengan predikat yang lumayan hingga akhirnya sebuah panggilan kerja mengantarkan kaki gw untuk berlabuh disalah satu kota di jawa timur.
Semua terasa begitu indah, begitu sempurna, bisa dibilang yang maha kuasa memudahkan semua langkah kehidupan gw, orang tua gw yang semula tidak menyetujui gw untuk pindah kota, akhirnya menyetujuinya, walaupun dengan resiko mereka kini harus tinggal hanya berdua saja di kota bogor yang tenang. Sebenarnya orang tua gw khususnya bokap gw menginginkan agar gw bekerja di Jakarta atau setidaknya meneruskan usaha yang sudah dirintisnya selama ini, berbagai macam argumen telah mereka keluarkan untuk menggagalkan keinginan gue untuk meninggalkan Jakarta, terutama alasan umur mereka yang sudah tua, berat rasanya meninggalkan mereka bila mengingat semua alasan itu, tapi keinginan untuk mandiri membuat gw bisa mengalahkan semua rasa tidak tega itu.
Tapi semua keindahan rangkuman perjalan hidup gw kini berubah secara drastis, seiring langkah kaki gw menaiki sebuah kereta yang mengantarkan gw menuju sebuah kota di jawa timur. Sebuah kereta yang menjadi awal dimulainya rentetan kejadian yang merubah perjalanan hidup gw….
Dan percayalah ketika gw menuliskan ini semua, gw tercekam dalam rasa ketakutan, rangkaian kata yang gw tulis dengan menjentikan jari dalam barisan huruf di keyboard tidak lepas dari tatapan mata mereka, gw hanya berharap semoga malam cepat berlalu berganti menjadi siang.
Spoiler for Chapter 1 ( sebuah kabar indah tentang masa depan ):
Juli 2007, Irama langkah kaki gw bergegas cepat meninggalkan sebuah toko buku dan menuju ke stasiun kereta, kebetulan hari ini sehabis berkunjung kerumah seorang teman, gw mampir ke sebuah toko buku untuk membeli beberapa buah buku yang gw butuhkan untuk sekedar menjadi bahan bacaan peneman hari hari gw setelah lulus kuliah, disaat kesibukan mata gw mencari cari buku yang mungkin bisa menjadi bahan bacaan gw, sebuah panggilan telepon masuk, ya sebuah panggilan yang sama sekali tidak terduga dan akan menjadi awal hidup gw memasuki dunia kerja
“ hallo selamat siang, dengan bapak reza ” sebuah kalimat pembuka pembicaraan di telepon terdengar dari seorang wanita
“ benar mba, kalau boleh tau saya bicara dengan siapa ?”
“ saya indri pak, kami dari perusahaan PT. XXXXX, meminta bapak untuk hadir ke perusahaan kami untuk mengikuti proses seleksi penerimaan kerja ”
Sebuah kabar yang bagus, tapi kembali gw berpikir dan mencoba mengingat kembali surat surat lamaran yang pernah gw kirimkan, ingatan gw masih bisa mengingat perusahaan2 yang pernah gw layangkan surat lamaran kerja, dan menurut gw perusahaan ini tidak termasuk didalam daftar perusahaan yang masuk dalamlist surat lamaran kerja yang gw layangkan
“ aneh, ah masa bodo, yang penting gw jalanin aja dulu ” gumam gw, hingga akhirnya gw tertidur dikursi kereta yang mengantarkan gw ke stasiun bogor
“ wah tumben sudah rapih pagi pagi za ” tegur mamah ketika melihat gw yang sudah rapih dan mencoba menyiapkan sarapan sendiri
“ iya mah, hari ini ada panggilan kerja ”
“ Alhamdulillah za, cepat juga kamu dapat panggilan semoga diterima za ” terlihat mamah tersenyum dibalik kata katanya yang mengandung doa
“ diantar mang iwan aja za, biar tidak telat ” ucap bapak yang rupanya mencuri dengar pembicaraan kami, mang iwan merupakan supir yang bekerja dikeluarga kami
“ haduhh jangan pak, biar reza sendiri aja sekalian biar tau jalan ” jawab gw menolak tawaran itu
Setelah menyelesaikan sarapan dan pamit, segera gw pergi menuju perusahaan tempat gw akan melakukan tes pekerjaan, jam masih menunjukan pukul 7.30 sedangkan jadwal interview yang akan gw lakukan pukul 11, jadi cukuplah waktu tempuh yang akan gw habiskan untuk menuju perusahaan tersebut, dan kereta menjadi salah satu pilihan gw untuk mempersingkat jarak tempuh itu,tepat jam 10 kurang 15 akhirnya gw tiba di perusahaan tersebut, sebuah lokasi perusahaan yang terletak di Jakarta selatan
Setelah menuju ke bagian resepsionis dan memberitahukan maksud kedatangan gw, akhirnya gw dipersilahkan duduk disebuah ruang tunggu, waktu luang itu gw manfaatkan untuk mencoba membaca baca dan kembali mengingat materi kuliah yang pernah gw pelajari
“ bapak reza, mari ikut saya ” tegur seorang wanita yang mempersilahkan gw untuk mengikutinya ke salah satu ruangan tempat akan dilaksanakan interview
“ silahkan duduk pak, nanti usernya akan segera datang ” ucap wanita itu kembali sambil tersenyum dan beranjak pergi
Ada rasa tegang ketika pertama kali melaksanakan proses penerimaan kerja, ditambah gw masih terasa asing dengan perusahaan ini, hingga akhirnya rasa tegang itu sirna seiring sosok yang gw lihat memasuki ruangan
“ lohh mas kamil..?” ucap gw heran melihat sosok yang tersenyum dihadapan gw, mas kamil merupakan senior gw yang telah lulus satu tahun lebih cepat dari gw
“ kaget ya za ?”
“ iyalah mas, soalnya seingat gw, gw belum pernah melamar ke perusahaan ini ” kembali mas kamil tersenyum mendengar jawaban gw
Hingga akhirnya mas kamil menceritakan tentang sejarah dan bergerak dalam bidang apa perusahaan tempat kerjanya itu bergerak, kebetulan dia sudah memegang posisi penting didalam perusahaan tersebut dan merekomendasikan gw untuk mengisi sebuah tempat dalam departemennya yang kebetulan kosong
“ bagaimana za ?” tampak mata mas kamil mencoba memperhatikan gw
“ ternyata diluar Jakarta ya mas, sepertinya gw harus bicara sama kedua orang tua gw dulu ”
“ lu udah dewasa za, lelaki dewasa harus bisa punya keputusan sendiri ”
“ jangan sampai kesempatan yang sudah didepan mata lu sia siakan karena keraguan lu ” terang mas kamil kembali, sambil berupaya menumbuhkan rasa semangat gw
“ kalau lu berminat, sekarang jg gw minta bagian hrd mengurus surat kontraknya, karena gw memang lagi butuh cepat ” lama gw berpikir mencoba menimbang semua omongan mas kamil, antara keinginan bekerja dan restu dari orang tua, setelah gw berpikir lama akhirnya gw memutuskan untuk menerimanya, pasti orang tua gw akan menyetujui ini, niat yang baik untuk sebuah pekerjaan yang baik pasti akan disetujui
“ baik mas, saya terima ” sebuah senyum sumringah terlihat dari wajah mas kamil
“ gitu dong za, baik gw ke bagian hrd dulu untuk mengurus semua surat2nya ” ucap mas kamil sambil menepuk bahu gw dan pergi meninggalkan gw
Setelah semua surat surat kontrak telah gw tanda tangani, mas kamil segera menerangkan tentang pekerjaan yang akan gw lakukan dan proses training terlebih dahulu yang akan gw lakukan setibanya gw di kantor cabang
“ lu di training dulu selama seminggu za, tenang aja gw yakin lu bisa ” ucap mas kamil antusias
“ insha allah mas, jadi kapan gw berangkat ”
“ seminggu dari sekarang za, lu persiapin dah semuanya, jangan lupa izin sama orang tua lu ”
“ siap mas, terima kasih atas bantuannya ”
Dan akhirnya gw meninggalkan perusahaan tersebut dengan langkah kemenangan, seperti layaknya orang yang pulang dari pertempuran, gw diterima kerja dan gw akan memberitahukan kabar gembira ini kepada orang tua gw dan tidak lupa kepada wulan yang telah menjadi pacar gw selama kuliah
“ mah, saya diterima kerja ” ucap gw sesampainya dirumah dan menyampaikan kabar gembira ini kepada bapak dan mamah yang sedang bersantai diruang tamu
“ Alhamdulillah za..” jawab mamah sambil memeluk gw
“ selamat za, selamat jadi lelaki dewasa ” ucap bapak sambil tertawa dan memberikan selamat
Kegembiraan itu tidakberlangsung lama, ketika gw menerangkan tentang penempatan kerja gw
“ memangnya tidak bisa meminta posisi dijakarta za, bapak sama mamahmu ini sudah tua, kenapa tidak di jakarta aja, atau kamu nerusin usaha bapak ” ucap bapak sambil tangannya mencoba mengelap2 keris yang terlihat sudah tua, memeang bapak adalah pengkoleksi keris2 tua, bahkan bukan cuma keris saja, asalkan itu bernilai seni dan peninggalan masa lalu pasti dikoleksinya
Setelah gw menerangkan tentang keinginan gw untuk mandiri, dan alasan masa depan yang bagus di pekerjaan ini, akhirnya bapak dan mamah mengijinkan gw untuk pergi keluar kota dan menerima perkerjaan ini
“ kapan kamu berangkat za ” ucap bapak mencoba mencari keterangan
“ minggu depan pak, mohon restunya pak, mah ”
“ iya za, bapak sama mamah restuin yang penting kamu bisa jaga diri, dan bawa diri disana ” ucap mamah kembali memeluk gw disela sela isak tangisnya.
Seminggu sudah berlalu dan tiba harinya keberangkatan gw, dengan diantar oleh mang iwan dan wulan, segera gw menuju ke stasiun kereta yang akan mengantarkan gw ke jawa bagian timur, sepanjang jalan terlihat wajah wulan yang agak berat melepas kepergian gw,hingga akhirnya kamipun tiba distasiun kereta
“ jangan lupa kasih kabar ” ucap wulan sebelum melepas gw menaiki kereta
“ doain aku, semoga aku cepat nikahi kamu dan kamu bisa ikut sama aku kesana ” ucap gw sambil memeluk wulan kemudian melepaskannya dalam balutan air matanya, dan akhirnya pijakan kaki gw mantap menaiki kereta
“ selamat tinggal Jakarta…selamat datang pekerjaan baru..semoga cepat sukses ” doa gw didalam hati Next Chapter : sebuah perjalanan dan celoteh seorang kakek tua Heran rasanya mendengar ocehan kakek tua ini, antara sebuah misteri atau sakit jiwa yang menimpa kakek ini, hingga akhirnya gw berlabuh di kantor cabang yang mengharuskan gw untuk menempati sebuah mess tua
Spoiler for Ketika fenomena ghaib mulai menampakan eksistensinya 7:
“ dinginnya malam ini…” ucap gw pada keheningan malam, hembusan dingin angin malam kini semakin bertambah dingin seiring dengan turunnya butiran air hujan, pijaran cahaya kilat dilangit seperti memberikan isyarat bahwa hujan akan turun semakin lebat, dengan perlahan gw tinggalkan teras depan dan menuju kamar mandi yang berada tepat dibawah anak tangga yang mengarah ke lantai atas, mungkin jika gw tidak mendapatkan jaminan perkataan orang orang pintar itu, gw akan berpikir ulang untuk melangkahkan kaki ke ruang tengah, ruang dimana mamah selalu menghabiskan waktunya menonton televisi..ruang dimana terdapat piano tua yang banyak menyimpan kenangan bersama wulan, ruang dimana deretan anak tangga yang mengarah ke lantai atas bagaikan sebuah pintu gerbang yang akan mengantarkan gw pada sebuah dimensi alam yang berbeda
“ sebaiknya gw putar kaset ini..” sebuah kaset yang berisi lantunan ayat ayat suci telah berhasil menghentikan langkah gw, dalam sekejap kini sebuah radio tape tua telah berhasil dengan sempurna memperdengarkan suara lantunan ayat ayat suci…dan bagi gw ini adalah sesuatu yang positif disaat gw harus membangun kembali sebuah suasana nyaman di rumah ini
“ andai bapak masih ada…tentu gw bisa berbagi semua masalah yang gw hadapi ini…” keluh gw pelan seraya melangkahkan kaki memasuki kamar mandi, ruangan yang memang di khususkan untuk tempat mandi ini bisa menempatkan sebuah bathtub berukuran besar dengan ornamen putih yang menghiasi seluruh ruangan…sungguh sebuah tempat yang ideal untuk menghilangkan kepenatan yang gw rasakan, lama gw terdiam di dalam dinginnya air…mencoba mengingat kembali semua kejadian kejadian yang telah gw lewati baik dalam masa suka maupun duka….hingga akhirnya mata ini mulai terasa lelah dan hendak terpejam…mendadak gw mendengar suara lantunan ayat suci yang semula terdengar dengan volume suara yang layak diterima oleh telinga ini…kini terdengar semakin keras, seperti ada seseorang yang dengan sengaja memutar volume suara itu pada tingkatan suara maksimal dan ini jelas bisa mengagetkan gw dan mungkin semua orang yang sedang terlelap di rumah ini…belum sempat gw bangkit dari bathtub untuk mengecilkan suara volume tape tua itu…kini suasana di dalam ruangan kamar mandi menjadi gelap gulita….terasa hening…tidak terdengar lagi suara lengkingan tape tua itu….gw hanya bisa terdiam didalam dinginnya air..mencoba menduga duga apa yang telah terjadi…andai semua ini disebabkan oleh lampu kamar mandi yang putus..tentu suara lengkingan tape tua itu masih akan tetap terdengar…tapi kenyataan yang gw dapati…suara itu sama sekali tidak terdengar…gw bisa menyimpulkan ini adalah pemadaman listrik menyeluruh di rumah ini
“ sialll….” maki gw pelan begitu menyadari bahwa gw lupa membawa bungkusan rokok dan korek api dari teras depan…ini benar benar situasi yang sangat tidak gw inginkan…terperangkap tidak berdaya didalam kegelapan…bayangan akan hal yang menyeramkan kini bermain main dalam pikiran gw menyingkirkan segala hal positif yang telah gw tanamkan….andai ini memang benar karena ulah mahluk mahluk tak kasat mata itu…maka benar sudah dugaan gw bahwa apa yang dikatakan oleh orang orang pintar itu adalah sebuah kebohongan belaka….mereka tidak mengusir mahlumahluk ghoib tersebut…mereka tertipu…ataukah mereka menipu gw….
“ brengsekkk…ini brengsek…gw harus keluar dari tempat ini…sebelum halusinasi gw bertambah gila…” belum sempat separuh badan gw terangkat dari bathtub…gw merasakan sesuatu yang terasa sangat dingin tersentuh oleh telapak tangan ini…andai gw gambarkan seperti layaknya gw menyentuh pergelangan tangan seseorang…tapi bagaimana mungkin…ini tidak mungkin…gw berada di kamar mandi seorang diri tanpa ada seseorangpun didalamnya…diantara rasa takut yang mulai kembali bermain dihati ini…gw coba memberanikan diri untuk semakin meraba benda yang gw sentuh tersebut…dan…ini bukan halusinasi gw…ini nyata terjadi…bisa gw rasakan pergelangan tangan itu hingga ke jari jemari tangannya…..terasa dingin..sangat dingin…hingga akhirnya benda yang gw duga sebagai pergelangan tangan itu mulai menyentak dan melepaskan diri dari rabaan tangan gw….dalam seketika gw merasakan bulu kuduk disekitar leher gw mulai terasa menebal..dan ini adalah sebuah pertanda akan kehadiran mereka
“ yakin za…ini cuma halusinasi…ini enggak nyata…ini cuma permainan pikiran gw karena rasa takut….” belum sempat semua kata kata positif itu mengusir semua rasa ketakutan gw…kini gw kembali di hadapi sebuah kenyataan…ketika gw harus kembali merasakan sebuah sentuhan di sekitar punggung gw… seperti layaknya seseorang yang sedang memainkan kuku kuku lentiknya diatas kulit yang peka…sangat gw bisa rasakan setiap pergerakannya….ini benar benar persentuhan phisik yang baru pertama kali gw rasakan di rumah ini…ini sungguh terasa ekstrem…
“ ini enggak nyata…ii…nnnii..eeengg…akk nya..taa..” perkataan yang keluar dari mulut gw terasa sulit sekali untuk di ucapkan…ingin rasanya gw menjerit dan melepaskan semua kekesalan yang gw rasakan dalam sebuah cucuran air mata…entah mengapa gw merasakan di setiap keberanian yang gw coba pupuk satu persatu menjadi sebuah keberanian yang kuat…mereka selalu bisa hadir dan memberikan sebuah nuansa ketakutan melebihi sebuah keberanian yang coba gw bangun…mereka seperti selalu bisa mengetahui bahwa akan ada satu celah kosong yang akan bisa meruntuhkan semua keberanian itu…diantara rasa putus asa dan rasa takut yang semakin tidak bisa gw kontrol lagi….rupanya tuhan masih berpihak kepada gw…..terasa silau mata gw menatap sinar cahaya lampu yang mulai menyala…ini sungguh sebuah nikmat yang tidak bisa gw ukur dalam hitungan uang..lengkingan suara lantunan ayat suci dari tape tua itu kini mulai terdengar lagi
“ terima kasih tuhan…terima kasih..” dengan sisa sisa keberanian, bergegas gw bangkit dari bathtub dan menuju ruang tengah untuk mematikan tape, diantara rasa percaya dan tidak percaya gw bisa melihat posisi volume suara yang sebelumnya hanya berada pada level normal kini sudah berubah pada level maksimal…
“ ini aneh…bagaimana mungkin suara yang terdengar sekeras ini..bisa tidak membangunkan orang orang dirumah ini, ataukah mereka mendengar tapi takut untuk sekedar keluar kamar dan mematikan tape tua ini…” pikir gw dalam hati, sesekali mata gw memperhatikan pintu kamar mandi yang telah tertutup rapat…rasanya bentuk teror yang mereka berikan di kamar mandi itu akan terus membekas di pikiran gw untuk jangka waktu yang lama
“ rezaaaa…zaaaaa…”
“ suara ituuu…suara ituuuu…” ucap gw pelan tanpa berani menolehkan kepala ke arah sumber suara, tapi gw bisa pastikan bahwa asal sumber suara wanita itu berasal dari lantai atas, rasanya gw tidak akan sanggup untuk menerima bentuk teror yang lain secara beruntun malam ini…tanpa berpikir panjang segera gw langkahkan kaki menuju kamar tanpa sekalipun memperdulikan rasa penasaran gw untuk menatap sosok seperti apa yang memanggil gw itu…tapi dari nada suaranya gw pastikan bahwa itu adalah sosok wanita yang selalu menyerupai wulan
“ ini sungguh gw enggak mengerti…mengapa wulan kini menjadi bagian dalam bentuk teror ini…” maki gw pelan tanpa menghentikan langkah kaki yang terasa lambat bergerak ini
Hal positif dari semua kejadian yang gw alami malam ini adalah gw menemukan kepastian bahwa apa yang dikatakan oleh orang orang pintar itu adalah sebuah bentuk kebohongan belaka…apa yang mereka lakukan bukanlah menjadi solusi pemecahan dari permasahan ini…apa yang mereka katakan tentang penyingkiran mahluk mahluk ghoib itu adalah sebuah kedok penipuan untuk mencari keuntungan semata..ritual yang telah merekalakukan justru telah membuat kekuatan ghoib ini semakin kuat…mereka merasa menang dengan segala bentuk sesajian yang melambangkan bentuk penghambaan gw kepada mahluk mahluk ghoib tersebut
“ lohh koq lu belum tidur ded…?” tanya gw begitu memasuki kamar dan melihat dedi yang terdiam duduk diatas ranjang
“ ini semua gara gara lu za..gara gara lu….” ucap dedi dengan dengan nada suara meninggi, sorot matanya terlihat tajam menatap gw
“ apa susahnya sih lu ngikutin petunjuk orang orang pintar itu za…pikirkan yang lain za..”
“ apapun yang lu katakan ded..itu bukan solusi..justru itu menambah parah semua permasalahan yang ada…” ucap gw dengan geram merasa tidak terima dengan kesalahan yang dedi timpakan ke gw
“ sampai kapan kita akan bergantung dengan semua sesajian itu ded..sampai kapan ?” terlihat dedi hanya terdiam, sesekali matanya menatap ka arah jendela kamar
“ itu bukan sebuah proses pengusiran ded..itu sebuah bentuk penghambaan…lu tau gak sih apa yang gw alami malam ini..di kamar mandi ruang tengah itu…gw bisa merasakan sentuhan phisik mereka secara nyata ded….ini gilaaa…!!” terlihat dedi bangkit dari duduknya dan berjalan ke arah jendela kamar, jari jemari tangannya mempermainkan sebatang rokok yang belum sempat disulutkannya, sesekali tatapan matanya memandang cermin besar yang berada di tembok kamar
“ gw bingung za…bingung...gw dengar sendiri ketika suara lantunan ayat suci yang semula terdengar normal itu.. tiba tiba suaranya terdengar semakin keras…bagaimana mungkin mereka bisa enggak takut dengan semua itu…bukankah…”
“ ini karena pemikiran kita yang terlalu dangkal ded..kita terlalu mudah menafsirkan sesuatu tanpa terlebih dahulu memahami dan mempelajarinya…semua enggak sesimple itu…” ucap gw sambil mencoba mencari tahu kesalahan apa yang gw lakukan hingga akhirnya mahluk mahluk ghoib itu tidak takut dengan suara lantunan ayat ayat suci yang gw perdengarkan
“ iya juga sih za…sepertinya kita berpikir terlalu dangkal…maafkan gw za jikalau telah salah memberikan solusi..” ucap dedi dengan tersenyum…kini sebatang rokok yang berada diantara jemari tangannya telah berhasil tersulutkan…tatapan matanya terlihat terpaku pada cermin besar
“ memangnya tadi lu ngalamin apa ded…?” tanya gw tanpa memperhatikan dedi yang terdiam tanpa memberikan jawaban
“ ded…” ucap gw sekali lagi, tapi kali ini gw melihat dedi yang berdiri mematung dengan tatapan memandang cermin, gw bisa melihat jari jemari tangannya yang terlihat agak bergetar
“ ded..!!lu enggak kenapa napa ded..?” tanya gw dengan penuh rasa penasaran, untuk kali ini gw berjalan menghampiri dedi dan mencoba melihat apa yang dilihatnya didalam cermin
“ jawab ded…lu kenapa..!!” ucap gw dengan nada suara meninggi, jika gw perhatikan tidak ada satupun yang terlihat aneh pada bayangan di cermin itu..hanya ada gw dan dedi yang terlihat diam terpaku menatap cermin
“ zaaa….zaaa..” dengan suara terbata bata akhirnya dedi bisa mengucapkan sesuatu…tatapan matanya terlihat berusaha dipejamkannya
“ iya…lu kenapa ded..tolong jangan nakutin gw ded…” tingkah laku yang dedi perlihatkan telah berhasil membuat bulu kuduk gw mulai berdiri lagi
“ zaaa..tolong gw..” kali ini dedi kembali membuka matanya, gw bisa merasakan ketakutan yang dirasakannya, getaran pada badannya bisa gw rasakan dengan jelas
“ lu lihat apa ded…sialll…jelasin sama gw ..lu lihat apa…?”
“ di belakang kita za….dii…beee..laa..kangg.. kii..taaa..adaaa..” seiring dengan perkataan dedi, gw bisa merasakan getaran badan dedi makin terasa hebat…gw bisa menyimpulkan apa yang dedi lihat..adalah hal yang benar benar menyeramkan…dengan perasaan was was gw tolehkan pandangan ini ke arah belakang..mencoba mencari tahu apa yang sebenarnya telah dilihat dedi…..tapi hanya kekosongan belaka yang gw dapati
“ enggak ada apa apa ded…coba lu lihat sendiri…” jangankan untuk menoleh sepertinya tatapan mata dedi telah terpaku pada gambaran yang diperlihatkan oleh cermin besar itu
“ zaaaa…zaaaa…itttuu..waa..nnita..waa…nnita…”
“ wanita apa ded…!!”
“ aaaddaaa…raan..ntai.. bees..si..di kakiii..nya..zaa..” sontak gw kaget mendengar keterangan yang dedi berikan…gw pastikan bahwa dedi tidak sedang berbohong..karena apa yang sedang dia lihat sekarang ini adalah sebuah bentuk penampakan yang pernah gw lihat di mess tua itu
Next Chapter : Ketika fenomena ghaib mulai menampakan eksistensinya 8