- Beranda
- Stories from the Heart
[Action, Special Ability] Erik the Vampire Hunter
...
TS
Shadowroad
[Action, Special Ability] Erik the Vampire Hunter
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Ane mau share novel buatan ane sendiri gan
Novel ane bergenre action, horror, romance, school-life dan supranatural
Inspirasi dapat dari alur game, film, anime, kehidupan, komik, mitologi, legenda dan novel yang pernah ane amati
Part 62: Erik dan Vela Versus Pengendali Tulang
Spoiler for Begini gan ceritanya::
Cerita ini tentang seorang remaja dari Jakarta yang keluarganya terbunuh karena kaum vampire. Cowok remaja ini bernama Erik Calendula. Setelah selamat dari bencana yang dibuat kaum vampire, dia lalu memohon pada Arthur Pendragon. Arthur adalah salah satu dari beberapa pemburu vampire yang menyelamatkan Erik. Dibakar oleh tangisan, amarah dan dendam atas kematian keluarganya, Erik meminta Arthur untuk mendidiknya agar menjadi seorang pemburu vampire. Erik berniat menghancurkan organisasi vampire penebar bencana yang menjadi penyebab kematian orang tuanya.
Arthur menyetujui permintaan Erik. Sebelum dididik, Erik dibawa ke markas pemburu vampire di Jakarta yang bernama Knights of the Silver Sword. Lebih singkatnya, organisasi ini biasa disebut Silver Sword. Setelah bergabung dengan Silver Sword dan dibekali pelatihan dari Arthur, karir Erik sebagai pemburu vampire dimulai. Seperti Arthur, Erik juga memiliki kemampuan untuk mengendalikan listrik.
Arthur menyetujui permintaan Erik. Sebelum dididik, Erik dibawa ke markas pemburu vampire di Jakarta yang bernama Knights of the Silver Sword. Lebih singkatnya, organisasi ini biasa disebut Silver Sword. Setelah bergabung dengan Silver Sword dan dibekali pelatihan dari Arthur, karir Erik sebagai pemburu vampire dimulai. Seperti Arthur, Erik juga memiliki kemampuan untuk mengendalikan listrik.
Spoiler for Daftar Isi:
Prolog: Hotel Indonesia
Part 1: Arthur Datang Menjenguk
Part 2: Sekolah
Part 3: Kekuatan Dietrich
Part 4: Amanda Myrna
Part 5: Kisah Raja Arthur
Part 6: Pelabuhan
Part 7: Ghoul
Part 8: Bersembunyi di Rumah Kosong
Part 9: Amanda sang Pembunuh
Part 10: Lightning Versus Sand
Part 11: Kematian Rudy
Part 12: Rumah Sakit
Part 13: Teman Sekelas
Part 14: Kunjungan Mario dan Maya
Part 15: Cerita di Malam Hari
Part 16: Serangan Vampire
Part 17: Sungai Kapuas
Part 18: Kelompok Elena Versus Taiyou no Kishi
Part 19: Lantai Tiga
Part 20: Maya Versus Callista
Part 21: Lantai Dua
Part 22: Serangan Balik
Part 23: Kekuatan Callista
Part 24: Rumah Bergaya Belanda
Part 25: Immortals
Part 26: Empat Pertanyaan
Part 27: Der Schwarze Stein
Part 28: Mantra Deprehensio
Part 29: Kelompok Elena Versus Si Ekor Kalajengking
Part 30: Kolam-kolam Air
Part 31: Hydromancer Magnus
Part 32: Sepulang Sekolah
Part 33: Mall Kemang
Part 34: Korban Vampire
Part 35: Chibi, Chernov dan Minsk
Part 36: Pengejaran
Part 37: Tim Erik dan Tim Maul Versus Geng James Wood
Part 37.1: Hutan Ilusi
Part 37.2: Eyes of Markmanship
Part 37.3: Sand Versus Fire
Part 37.4: Pedang dan Tameng Es
Part 37.5: Maul dan Vira Versus James Wood
Part 38: Arthur Versus Lu Bu
Part 39: Agen Ganda
Part 40: Rumah Darkwing Bersaudara
Part 41: Tiga Produk
Part 42: Di Perbatasan Uni Soviet
Part 42.1: Diego Versus Dragovich
Part 43: FlyHigh
Part 44: Pecandu dari Pluit's Boat
Part 45: Kartel Ching Yan
Part 46: Ervan Versus Werewolf
Part 47: Berlindung di Balik Mobil
Part 48: Marga Asakura
Part 49: Hantu di Rumah Amanda
Part 50: Emmy Merah
Part 51: Pisau Dapur yang Melayang
Part 52: Lantai Dua
Part 53: Tim Sandra dan Dua Emmy
Part 54: Elektrokimia
Part 55: Aswatama
Part 56: Erik, Dietrich, Amanda Versus Arthur
Part 57: Erik, Dietrich, Amanda Versus Aswatama
Part 58: Napoleon Bonaparte dan Timnya
Part 59: Melacak
Part 60: Arthur Versus Jie Xiong
Part 61: Penyelamatan Professor Vaugh
Part 62: Erik dan Vela Versus Pengendali Tulang
Part 1: Arthur Datang Menjenguk
Part 2: Sekolah
Part 3: Kekuatan Dietrich
Part 4: Amanda Myrna
Part 5: Kisah Raja Arthur
Part 6: Pelabuhan
Part 7: Ghoul
Part 8: Bersembunyi di Rumah Kosong
Part 9: Amanda sang Pembunuh
Part 10: Lightning Versus Sand
Part 11: Kematian Rudy
Part 12: Rumah Sakit
Part 13: Teman Sekelas
Part 14: Kunjungan Mario dan Maya
Part 15: Cerita di Malam Hari
Part 16: Serangan Vampire
Part 17: Sungai Kapuas
Part 18: Kelompok Elena Versus Taiyou no Kishi
Part 19: Lantai Tiga
Part 20: Maya Versus Callista
Part 21: Lantai Dua
Part 22: Serangan Balik
Part 23: Kekuatan Callista
Part 24: Rumah Bergaya Belanda
Part 25: Immortals
Part 26: Empat Pertanyaan
Part 27: Der Schwarze Stein
Part 28: Mantra Deprehensio
Part 29: Kelompok Elena Versus Si Ekor Kalajengking
Part 30: Kolam-kolam Air
Part 31: Hydromancer Magnus
Part 32: Sepulang Sekolah
Part 33: Mall Kemang
Part 34: Korban Vampire
Part 35: Chibi, Chernov dan Minsk
Part 36: Pengejaran
Part 37: Tim Erik dan Tim Maul Versus Geng James Wood
Part 37.1: Hutan Ilusi
Part 37.2: Eyes of Markmanship
Part 37.3: Sand Versus Fire
Part 37.4: Pedang dan Tameng Es
Part 37.5: Maul dan Vira Versus James Wood
Part 38: Arthur Versus Lu Bu
Part 39: Agen Ganda
Part 40: Rumah Darkwing Bersaudara
Part 41: Tiga Produk
Part 42: Di Perbatasan Uni Soviet
Part 42.1: Diego Versus Dragovich
Part 43: FlyHigh
Part 44: Pecandu dari Pluit's Boat
Part 45: Kartel Ching Yan
Part 46: Ervan Versus Werewolf
Part 47: Berlindung di Balik Mobil
Part 48: Marga Asakura
Part 49: Hantu di Rumah Amanda
Part 50: Emmy Merah
Part 51: Pisau Dapur yang Melayang
Part 52: Lantai Dua
Part 53: Tim Sandra dan Dua Emmy
Part 54: Elektrokimia
Part 55: Aswatama
Part 56: Erik, Dietrich, Amanda Versus Arthur
Part 57: Erik, Dietrich, Amanda Versus Aswatama
Part 58: Napoleon Bonaparte dan Timnya
Part 59: Melacak
Part 60: Arthur Versus Jie Xiong
Part 61: Penyelamatan Professor Vaugh
Part 62: Erik dan Vela Versus Pengendali Tulang
Gan, setelah baca mohon komennya, ya
Ane sangat menerima kritik dan saran
Pertanyaan juga sangat dianjurkan, supaya agan2 dapat lebih memahami cerita yang rumit ini
Kalau terjadi kesalahan seperti tanda baca, kurang jelas, ketidak konsistenan cerita mohon diingatkan ya gan
Terima kasih gan
Diubah oleh Shadowroad 26-11-2017 06:31
2
87K
Kutip
544
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.9KAnggota
Tampilkan semua post
TS
Shadowroad
#233
Part 37: Tim Maul dan Tim Erik Versus Geng James Wood
Spoiler for Part 37: Tim Maul dan Tim Erik Versus Geng James Wood:
Mobil Maul mengejar limosin James Wood dari jarak yang cukup. Tidak terlalu jauh dan tidak terlalu dekat. Tidak terlalu jauh karena Maul tidak mau kehilangan limosin James Wood. Tidak terlalu dekat karena Maul tidak mau Rosa ketinggalan. Maul menyetir sambil mengobrol dengan Tim Erik dan hewan-hewannya. Sepertinya bukan hal sulit baginya dalam membagi konsentrasi.
Mereka saat ini sekali lagi melewati Mall Kemang. Entah kemana James Wood membawa mereka. Jalanan sudah tidak seramai tadi. Suara yang paling terdengar nyaring adalah gemerisik dedaunan dari pepohonan. Pepohonan memang ditanam di sekitar Mall Kemang sebagai paru-paru kota sejak sepuluh tahun yang lalu.
Mereka saat ini melewati Hutan Kota Manggarai. Hutan kota ini dikelilingi gedung-gedung tinggi dan bagian selatannya mengalir Sungai Ciliwung. Biasanya, Erik dan timnya jogging pada minggu pagi atau sore di Hutan Kota Manggarai. Setelah selesai jogging, mereka bertiga berjalan-jalan di Sungai Ciliwung yang berada di selatan Hutan Kota Manggarai.
Limosin biru itu tiba-tiba berbelok ke kiri dengan cepat. Maul segera meningkatkan kecepatan mobilnya untuk menyusul limosin James Wood. Erik menebak-nebak ke mana tujuan limosin biru itu. Benar juga pikiran Erik. Mobil James Wood berhenti di tepi Sungai Ciliwung. James Wood memarkir mobilnya di lapangan luas di antara Sungai Ciliwung dan Hutan Kota Manggarai.
Begitu James Wood memarkir limosinnya, Maul juga menghentikan mobilnya. Maul segera keluar diikuti oleh Chibi, Chernov dan Minsk. Kemudian diikuti oleh Tim Erik. Di saat itu pula James Wood keluar dari limosinnya diikuti oleh tujuh anak buahnya yang semuanya berjas hitam dan berdasi biru. Sambil menunggu James menghampiri dirinya, Maul memberi informasi di group chat timnya bahwa dirinya sekarang berada di antara Hutan Kota Manggarai dan Sungai Ciliwung. Maul mengingatkan Erik untuk menginformasikan pada teman-teman yang diundangnya.
Son of a bitch adalah umpatan terakhir Maul sebelum memulai pertarungan. Anak buah James Wood yang memakai jas hitam dan berdasi biru muncul dari berbagai arah. Ada yang sembunyi di bebatuan sungai, jembatan dan Hutan Kota Manggarai. Semuanya bergerak mengepung Maul dan Tim Erik. Amanda menghitung ada sekitar dua puluh vampire. Tinggal menunggu aba-aba dari tuan mereka.
Mendengar kata-kata itu, Amanda langsung menciptakan pisau es di kedua tangan. Dia juga melapisi lehernya dengan es tipis. Erik dan Dietrich juga maju ke depan Amanda untuk melindunginya.
Sebuah mobil Jeep hijau tiba-tiba muncul dengan kecepatan tinggi dan menabrak vampire-vampire yang berada di jembatan. Gumpalan asap besar berwarna putih yang keluar dari knalpot seperti membungkus mobil itu. Enam vampire tertabrak terhempas beberapa meter dari moncong Jeep. Tindakan mobil Jeep yang menabrak anak buah James Wood barusan dianggap sebagai tanda dimulainya pertempuran di pinggir sungai. Maul yang memimpin tim segera mendaratkan tinjunya yang penuh listrik ke pelipis James Wood.
Jeep hijau itu lalu segera mundur dan berhenti. Dari mobil itu keluar gadis berambut ikal yang disemir merah. Dia memakai setelan piama pink bermotif hello kitty. Tangannya menggenggam sebuah submachine gun buatan Inggris. Dia langsung menghujani vampire-vampire yang masih berusaha bangkit dengan tembakannya. Gadis itu paham bahwa vampire-vampire tidak akan mati hanya dengan peluru. Di saat itulah dia meletakkan submachine gun miliknya dan mengganti senjatanya dengan pedang di tangan kanan dan pisau di tangan kirinya. Dia akan memulai kemampuannya.
Tiba-tiba gumpalan asap putih yang menyelimuti mobil bergerak cepat ke para vampire. Asap putih ini menyelimuti tubuh para vampire dan membuat mereka mengalami deoxygenization karena menghirup karbon monoksida yang beracun. Tiga vampire berhasil menyelamatkan diri dari asap mencurigakan itu dan masih berusaha mempertahankan kesadaran diri mereka sambil berlari menjauhi gadis berpiama. Deoxygenization membuat kepala mereka pusing sehingga jangankan menolong teman, tetap mempertahankan kesadaran dari deoxygenization saja susah.
Gadis berpiama pink meneruskan penyiksaannya pada vampire-vampire yang tak bisa menyelamatkan diri. Asap yang menyelimuti mereka berubah menjadi hitam. Deoxygenization yang dialami tiga vampire yang terbungkus terlihat semakin parah hingga mereka terlihat seperti tercekik. Di saat itu pula gadis berpiama melemparkan api ke gumpalan asapnya. Ledakan pun terjadi. Tiga vampire itu tak bergerak lagi. Tubuh mereka hangus dan pakaiannya tercabik-cabik. Asap hitam keluar dari mulut dan lubang hidung mereka. Entah mereka sudah mati atau belum. Gadis berpiama pink berjalan perlahan dan menusukkan pedangnya ke jantung para vampire. Dialah Rosa Winata. Pengendali asap dan api yang satu tim dengan Maul.
“Tiga vampire selesai!” kata Rosa yang berjalan mendekati tiga vampire sisanya. Asap hitam bekas ledakan tadi bergerak mendekati dirinya.
“Rosa!” panggil Maul, “Vampire berjas hitam dan berdasi biru! Berpotongan cepak dan berkacamata hitam! Tangkap dia hidup-hidup!”
“Serahkan padaku, Maul,” kata Rosa.
Pertarungan Maul melawan James berada di padang rumput. Maul dengan pengendalian listriknya dan James dengan pengendalian airnya bertarung dengan sengit. Tendangan dan tinju mereka saling beradu. James menggunakan handgun pada Maul. Namun semua peluru dihentikan oleh medan listrik yang dikeluarkan Maul di sekeliling tubuhnya. Di saat mengisi peluru lagi, listrik kuning Maul mendarat di kakinya sehingga tubuhnya lumpuh. Di saat itu, James cepat-cepat mengambil air dari sungai dengan pengendalian airnya, meskipun dirinya tahu bahwa jaraknya dan sungai tidak dekat. Sayangnya, kaki Maul mendarat di muka James lebih cepat sehingga membuatnya terhempas. Di saat James terhempas, dia melecutkan cambuk air dengan air yang datang terlambat pada Maul sehingga membuat polisi itu terhempas pula.
Maul segera menghindar dengan melompat ke kiri. Sebagian besar peluru-peluru air itu tidak menembus kulit Maul. Ada tiga peluru air yang menembut kulit Maul yang mengakibatkan pergerakannya terhenti sesaat.
Sementara itu, Erik dan Chibi bertarung tidak jauh dari Maul. Mereka berdua melawan seorang vampire biasa dan seorang vampire pengendali lumpur. Pengendalian lumpur adalah pengendalian pasir atau tanah yang dikombinasikan dengan pengendalian air. Pertempuran itu dilakukan di dekat sungai. Erik dan Chibi yang berusaha menjauh dari sungai terus didesak oleh dua lawannya agar kembali mendekati sungai.
Erik cukup kesulitan menghadapi kombinasi dua vampire yang menggunakan taktik hit and run. Vampire biasa cukup terampil menggunakan pisau. Dia menyerang sekali lalu mundur, sekali lagi terus mundur. Vampire itu berkali-kali melakukan taktik ini dengan kecepatan vampirenya sehingga tubuh Erik dan Chibi terkena sayatan pisaunya. Di saat vampire itu mulai kelelahan karena sering menggunakan kecepatan vampire, di saat itulah Erik dan Chibi melihat celah untuk menyerang balik dengan listrik kuning. Namun, vampire manipulator melindungi temannya dengan pengendalian lumpurnya. Pengendali lumpur yang awalnya support kini menjadi defender. Dia mengambil tanah dari sungai dan menciptakan dinding lumpur besar sebagai tameng. Melindungi temannya yang sedang beristirahat untuk memulihkan stamina. Setelah temannya pulih, si pengendali tanah yang awalnya menjadi defender kini berperan lagi sebagai support dengan cara melesatkan peluru-peluru lumpur pada Erik dan Chibi seperti sebelumnya.
Amanda dan Minsk menghadapi dua manusia biasa dan seorang vampire biasa. Awalnya Amanda sedikit meremehkan mereka karena dua manusia yang menjadi lawannya hanya membawa sebuah pisau. Sementara si vampire sama sekali tidak membawa apapun. Setelah serangan mereka beradu, Amanda dan Minsk baru paham bahwa tiga lawan mereka memiliki kemampuan bela diri yang hebat.
“Kenapa kalian memihak vampire?” tanya Amanda ketika pisau esnya beradu dengan pisau milik salah satu anak buah James.
“Sederhana. Karena kami dibayar mahal,” jawabnya.
Dietrich dan Chernov duel tembak melawan tiga manusia biasa dan satu vampire. Chernov menyemburkan listrik dari mulutnya. Mereka semakin lama semakin memasuki hutan. Sekilas Dietrich dan Chernov terlihat terlihat terdesak oleh lawan-lawannya.
Quote:
“Sepertinya dia tidak menambah kecepatannya. Kelihatan seperti …,” kata Amanda.
“ … Seperti menunggu kita. Ya. Itu sudah jelas, Amanda,” jawab Maul.
“Arthur akan datang, Kak Maul,” kata Dietrich, “Lalu ditambah Kak Vira dan Maya.”
“Vira? Oh, gadis aku tahu gadis itu. Kalau Maya aku tidak tahu,” komentar Maul, “Baguslah kalau begitu, Erik. Sembilan lawan delapan. Lalu ditambah Arthur, Vira dan Maya yang datang terlambat. Kita pasti menang!”
“ … Seperti menunggu kita. Ya. Itu sudah jelas, Amanda,” jawab Maul.
“Arthur akan datang, Kak Maul,” kata Dietrich, “Lalu ditambah Kak Vira dan Maya.”
“Vira? Oh, gadis aku tahu gadis itu. Kalau Maya aku tidak tahu,” komentar Maul, “Baguslah kalau begitu, Erik. Sembilan lawan delapan. Lalu ditambah Arthur, Vira dan Maya yang datang terlambat. Kita pasti menang!”
Mereka saat ini sekali lagi melewati Mall Kemang. Entah kemana James Wood membawa mereka. Jalanan sudah tidak seramai tadi. Suara yang paling terdengar nyaring adalah gemerisik dedaunan dari pepohonan. Pepohonan memang ditanam di sekitar Mall Kemang sebagai paru-paru kota sejak sepuluh tahun yang lalu.
Quote:
“Bagaimana rencanamu, Kak Maul? Jangan mentang-mentang kita menang jumlah malah tidak ada rencana sama sekali,” kata Erik.
“Baik. Begini …,” Maul mulai bicara, “Tujuan kita adalah mengalahkan mereka dan menangkap vampire yang menghisap darah di Mall Kemang. Tujuan awal kita memang hanya menangkapnya. Tapi sekarang, kita perlu menginterogasinya juga kenapa James memancing kita.
“Begini rencanaku. Erik dan Chibi, Amanda dan Minsk dan Dietrich dan Chernov akan menjadi satu tim. Bagi kekuatan tempur mereka. Sementara aku akan menggarap James Wood. Jangan sampai pertempuran ini memusat. Pecah kekuatan mereka. Lalu untuk Rosa, dia akan menangani target yang harus kita tangkap dengan cara membuatnya pingsan atau entah apapun caranya. Chibi, Minsk dan Chernov paham bahasa kalian. Kalian bisa memerintahkan apapun pada mereka. Selama risikonya kecil, mereka pasti mau.
“Ada dua kemungkinan, dengarkan baik-baik. Kemungkinan itu adalah di antara mereka pasti ada satu ada beberapa manipulator dan James Wood menyimpan anak buah yang akan bermunculan ketika kita berada di tempat yang mereka inginkan . Maka di saat itulah kemampuan sniping Ervan berguna. Jika Dietrich memiliki Eyes of Illusion, maka Ervan memiliki Eyes of Markmanship. Ervan akan memancing para manipulator satu per satu untuk mendatanginya dari jarak yang cukup. Dengan begitu, pertarungan kalian lebih mudah.”
“Maaf meragukan temanmu,” kata Dietrich, “Tapi, apakah temanmu ini bisa menghadapi para manipulator sendirian?”
Maul tersenyum, “Dia sedikit lebih kuat dariku. Kau pasti bertanya-tanya kenapa aku yang menjadi pemimpin, kan? karena Ervan kurang dalam kepemimpinan dan pengambilan keputusan, maka aku yang dipilih menjadi pemimpin tim. Yang Ervan tahu hanya menembak dan bertarung."
Tiba-tiba, Maul mengambil ponselnya dan melemparkannya ke Erik. Polisi itu lalu berkata, “Di situ ada group chat khusus timku, Rik. Ketik semua yang kusampaikan tadi di group chat dan kirim foto kalian dan teman-teman yang kalian panggil agar Ervan keparat itu tidak salah tembak. Lalu untuk Dietrich dan Amanda, tolong sampaikan semuanya pada Arthur dan teman-teman kalian.”
“Baik. Begini …,” Maul mulai bicara, “Tujuan kita adalah mengalahkan mereka dan menangkap vampire yang menghisap darah di Mall Kemang. Tujuan awal kita memang hanya menangkapnya. Tapi sekarang, kita perlu menginterogasinya juga kenapa James memancing kita.
“Begini rencanaku. Erik dan Chibi, Amanda dan Minsk dan Dietrich dan Chernov akan menjadi satu tim. Bagi kekuatan tempur mereka. Sementara aku akan menggarap James Wood. Jangan sampai pertempuran ini memusat. Pecah kekuatan mereka. Lalu untuk Rosa, dia akan menangani target yang harus kita tangkap dengan cara membuatnya pingsan atau entah apapun caranya. Chibi, Minsk dan Chernov paham bahasa kalian. Kalian bisa memerintahkan apapun pada mereka. Selama risikonya kecil, mereka pasti mau.
“Ada dua kemungkinan, dengarkan baik-baik. Kemungkinan itu adalah di antara mereka pasti ada satu ada beberapa manipulator dan James Wood menyimpan anak buah yang akan bermunculan ketika kita berada di tempat yang mereka inginkan . Maka di saat itulah kemampuan sniping Ervan berguna. Jika Dietrich memiliki Eyes of Illusion, maka Ervan memiliki Eyes of Markmanship. Ervan akan memancing para manipulator satu per satu untuk mendatanginya dari jarak yang cukup. Dengan begitu, pertarungan kalian lebih mudah.”
“Maaf meragukan temanmu,” kata Dietrich, “Tapi, apakah temanmu ini bisa menghadapi para manipulator sendirian?”
Maul tersenyum, “Dia sedikit lebih kuat dariku. Kau pasti bertanya-tanya kenapa aku yang menjadi pemimpin, kan? karena Ervan kurang dalam kepemimpinan dan pengambilan keputusan, maka aku yang dipilih menjadi pemimpin tim. Yang Ervan tahu hanya menembak dan bertarung."
Tiba-tiba, Maul mengambil ponselnya dan melemparkannya ke Erik. Polisi itu lalu berkata, “Di situ ada group chat khusus timku, Rik. Ketik semua yang kusampaikan tadi di group chat dan kirim foto kalian dan teman-teman yang kalian panggil agar Ervan keparat itu tidak salah tembak. Lalu untuk Dietrich dan Amanda, tolong sampaikan semuanya pada Arthur dan teman-teman kalian.”
Mereka saat ini melewati Hutan Kota Manggarai. Hutan kota ini dikelilingi gedung-gedung tinggi dan bagian selatannya mengalir Sungai Ciliwung. Biasanya, Erik dan timnya jogging pada minggu pagi atau sore di Hutan Kota Manggarai. Setelah selesai jogging, mereka bertiga berjalan-jalan di Sungai Ciliwung yang berada di selatan Hutan Kota Manggarai.
Limosin biru itu tiba-tiba berbelok ke kiri dengan cepat. Maul segera meningkatkan kecepatan mobilnya untuk menyusul limosin James Wood. Erik menebak-nebak ke mana tujuan limosin biru itu. Benar juga pikiran Erik. Mobil James Wood berhenti di tepi Sungai Ciliwung. James Wood memarkir mobilnya di lapangan luas di antara Sungai Ciliwung dan Hutan Kota Manggarai.
Quote:
“Ingat pesanku dan tetap jauhi Sungai Ciliwung. Jangan terpancing dan jangan pernah terdesak hingga ke sungai,” kata Maul pada Tim Erik yang mengikuti di belakang, “Itulah sumber kekuatan para manipulator air.”
Begitu James Wood memarkir limosinnya, Maul juga menghentikan mobilnya. Maul segera keluar diikuti oleh Chibi, Chernov dan Minsk. Kemudian diikuti oleh Tim Erik. Di saat itu pula James Wood keluar dari limosinnya diikuti oleh tujuh anak buahnya yang semuanya berjas hitam dan berdasi biru. Sambil menunggu James menghampiri dirinya, Maul memberi informasi di group chat timnya bahwa dirinya sekarang berada di antara Hutan Kota Manggarai dan Sungai Ciliwung. Maul mengingatkan Erik untuk menginformasikan pada teman-teman yang diundangnya.
Quote:
“Kita … meet again … sudah … how long time?” kata James Wood yang berusaha berbahasa Indonesia dengan susah payah.
“Speak with your language, please. Your Indonesian is very bad like your method, James," kata Maul.
“Method? For what purpose?” tanya James.
“To bring me here. Oh, don’t play stupid, James. I realized your terrible method at Mall Kemang.”
“Okay. Okay. I admit it. I admit my method is terrible. But, why you still followed me here, if you really realized my method?”
“Because it is my fucking duty, dumb-ass. My duty as a police and … as a vampire hunter. Now, I and my friends already here. What next?”
“How about just fucking kill you, hah?”
“Fight? With pleasure, son of a bitch!”
“Speak with your language, please. Your Indonesian is very bad like your method, James," kata Maul.
“Method? For what purpose?” tanya James.
“To bring me here. Oh, don’t play stupid, James. I realized your terrible method at Mall Kemang.”
“Okay. Okay. I admit it. I admit my method is terrible. But, why you still followed me here, if you really realized my method?”
“Because it is my fucking duty, dumb-ass. My duty as a police and … as a vampire hunter. Now, I and my friends already here. What next?”
“How about just fucking kill you, hah?”
“Fight? With pleasure, son of a bitch!”
Son of a bitch adalah umpatan terakhir Maul sebelum memulai pertarungan. Anak buah James Wood yang memakai jas hitam dan berdasi biru muncul dari berbagai arah. Ada yang sembunyi di bebatuan sungai, jembatan dan Hutan Kota Manggarai. Semuanya bergerak mengepung Maul dan Tim Erik. Amanda menghitung ada sekitar dua puluh vampire. Tinggal menunggu aba-aba dari tuan mereka.
Quote:
“Mr. James, can I suck the beautiful girl over here?” kata salah satu anak buah James sambil menunjuk Amanda, “I want her to be my girlfriend.”
Mendengar kata-kata itu, Amanda langsung menciptakan pisau es di kedua tangan. Dia juga melapisi lehernya dengan es tipis. Erik dan Dietrich juga maju ke depan Amanda untuk melindunginya.
Quote:
“Our priority is …,”kata James yang membalikkan tubuh ke anak buahnya, “… to collect information. Not look for teenage girl.”
Sebuah mobil Jeep hijau tiba-tiba muncul dengan kecepatan tinggi dan menabrak vampire-vampire yang berada di jembatan. Gumpalan asap besar berwarna putih yang keluar dari knalpot seperti membungkus mobil itu. Enam vampire tertabrak terhempas beberapa meter dari moncong Jeep. Tindakan mobil Jeep yang menabrak anak buah James Wood barusan dianggap sebagai tanda dimulainya pertempuran di pinggir sungai. Maul yang memimpin tim segera mendaratkan tinjunya yang penuh listrik ke pelipis James Wood.
Jeep hijau itu lalu segera mundur dan berhenti. Dari mobil itu keluar gadis berambut ikal yang disemir merah. Dia memakai setelan piama pink bermotif hello kitty. Tangannya menggenggam sebuah submachine gun buatan Inggris. Dia langsung menghujani vampire-vampire yang masih berusaha bangkit dengan tembakannya. Gadis itu paham bahwa vampire-vampire tidak akan mati hanya dengan peluru. Di saat itulah dia meletakkan submachine gun miliknya dan mengganti senjatanya dengan pedang di tangan kanan dan pisau di tangan kirinya. Dia akan memulai kemampuannya.
Tiba-tiba gumpalan asap putih yang menyelimuti mobil bergerak cepat ke para vampire. Asap putih ini menyelimuti tubuh para vampire dan membuat mereka mengalami deoxygenization karena menghirup karbon monoksida yang beracun. Tiga vampire berhasil menyelamatkan diri dari asap mencurigakan itu dan masih berusaha mempertahankan kesadaran diri mereka sambil berlari menjauhi gadis berpiama. Deoxygenization membuat kepala mereka pusing sehingga jangankan menolong teman, tetap mempertahankan kesadaran dari deoxygenization saja susah.
Gadis berpiama pink meneruskan penyiksaannya pada vampire-vampire yang tak bisa menyelamatkan diri. Asap yang menyelimuti mereka berubah menjadi hitam. Deoxygenization yang dialami tiga vampire yang terbungkus terlihat semakin parah hingga mereka terlihat seperti tercekik. Di saat itu pula gadis berpiama melemparkan api ke gumpalan asapnya. Ledakan pun terjadi. Tiga vampire itu tak bergerak lagi. Tubuh mereka hangus dan pakaiannya tercabik-cabik. Asap hitam keluar dari mulut dan lubang hidung mereka. Entah mereka sudah mati atau belum. Gadis berpiama pink berjalan perlahan dan menusukkan pedangnya ke jantung para vampire. Dialah Rosa Winata. Pengendali asap dan api yang satu tim dengan Maul.
Quote:
“Tiga vampire selesai!” kata Rosa yang berjalan mendekati tiga vampire sisanya. Asap hitam bekas ledakan tadi bergerak mendekati dirinya.
“Rosa!” panggil Maul, “Vampire berjas hitam dan berdasi biru! Berpotongan cepak dan berkacamata hitam! Tangkap dia hidup-hidup!”
“Serahkan padaku, Maul,” kata Rosa.
Pertarungan Maul melawan James berada di padang rumput. Maul dengan pengendalian listriknya dan James dengan pengendalian airnya bertarung dengan sengit. Tendangan dan tinju mereka saling beradu. James menggunakan handgun pada Maul. Namun semua peluru dihentikan oleh medan listrik yang dikeluarkan Maul di sekeliling tubuhnya. Di saat mengisi peluru lagi, listrik kuning Maul mendarat di kakinya sehingga tubuhnya lumpuh. Di saat itu, James cepat-cepat mengambil air dari sungai dengan pengendalian airnya, meskipun dirinya tahu bahwa jaraknya dan sungai tidak dekat. Sayangnya, kaki Maul mendarat di muka James lebih cepat sehingga membuatnya terhempas. Di saat James terhempas, dia melecutkan cambuk air dengan air yang datang terlambat pada Maul sehingga membuat polisi itu terhempas pula.
Quote:
“If … If I could easily transform fresh air to water like … like Lina,”gumam James.
Maul bangkit dan mencoba berdiri. Dia mendengar gumaman James dan segera menanyakannya, “Lina? Who is she? Your fucking girlfriend?”
James menciptakan peluru-peluru air dari air yang digunakan untuk mencambuk Maul tadi. Dia segera melesatkan peluru-peluru air miliknya dan berteriak, ”Not your business, damn police!!”
Maul bangkit dan mencoba berdiri. Dia mendengar gumaman James dan segera menanyakannya, “Lina? Who is she? Your fucking girlfriend?”
James menciptakan peluru-peluru air dari air yang digunakan untuk mencambuk Maul tadi. Dia segera melesatkan peluru-peluru air miliknya dan berteriak, ”Not your business, damn police!!”
Maul segera menghindar dengan melompat ke kiri. Sebagian besar peluru-peluru air itu tidak menembus kulit Maul. Ada tiga peluru air yang menembut kulit Maul yang mengakibatkan pergerakannya terhenti sesaat.
Sementara itu, Erik dan Chibi bertarung tidak jauh dari Maul. Mereka berdua melawan seorang vampire biasa dan seorang vampire pengendali lumpur. Pengendalian lumpur adalah pengendalian pasir atau tanah yang dikombinasikan dengan pengendalian air. Pertempuran itu dilakukan di dekat sungai. Erik dan Chibi yang berusaha menjauh dari sungai terus didesak oleh dua lawannya agar kembali mendekati sungai.
Erik cukup kesulitan menghadapi kombinasi dua vampire yang menggunakan taktik hit and run. Vampire biasa cukup terampil menggunakan pisau. Dia menyerang sekali lalu mundur, sekali lagi terus mundur. Vampire itu berkali-kali melakukan taktik ini dengan kecepatan vampirenya sehingga tubuh Erik dan Chibi terkena sayatan pisaunya. Di saat vampire itu mulai kelelahan karena sering menggunakan kecepatan vampire, di saat itulah Erik dan Chibi melihat celah untuk menyerang balik dengan listrik kuning. Namun, vampire manipulator melindungi temannya dengan pengendalian lumpurnya. Pengendali lumpur yang awalnya support kini menjadi defender. Dia mengambil tanah dari sungai dan menciptakan dinding lumpur besar sebagai tameng. Melindungi temannya yang sedang beristirahat untuk memulihkan stamina. Setelah temannya pulih, si pengendali tanah yang awalnya menjadi defender kini berperan lagi sebagai support dengan cara melesatkan peluru-peluru lumpur pada Erik dan Chibi seperti sebelumnya.
Quote:
Apa yang harus kulakukan? Berjudi dengan menggunakan listrik biru bervoltase tinggi? Atau main aman dengan granat listrik dan listrik kuning pelumpuh?Begitu pikir Erik.
Amanda dan Minsk menghadapi dua manusia biasa dan seorang vampire biasa. Awalnya Amanda sedikit meremehkan mereka karena dua manusia yang menjadi lawannya hanya membawa sebuah pisau. Sementara si vampire sama sekali tidak membawa apapun. Setelah serangan mereka beradu, Amanda dan Minsk baru paham bahwa tiga lawan mereka memiliki kemampuan bela diri yang hebat.
Quote:
“Kenapa kalian memihak vampire?” tanya Amanda ketika pisau esnya beradu dengan pisau milik salah satu anak buah James.
“Sederhana. Karena kami dibayar mahal,” jawabnya.
Dietrich dan Chernov duel tembak melawan tiga manusia biasa dan satu vampire. Chernov menyemburkan listrik dari mulutnya. Mereka semakin lama semakin memasuki hutan. Sekilas Dietrich dan Chernov terlihat terlihat terdesak oleh lawan-lawannya.
Quote:
“Jangan terlalu jauh ke hutan, Dietrich!” teriak Maul.
“Aku punya cara!” teriak Dietrich.
“Aku punya cara!” teriak Dietrich.
Diubah oleh Shadowroad 20-12-2015 18:46
0
Kutip
Balas