- Beranda
- Stories from the Heart
hey gadis horor(I LOVE YOU)#true story
...
TS
men.in.back
hey gadis horor(I LOVE YOU)#true story
Salam sejahtera untuk kaskuser semua, gw nubi, dan gw bukan kaskuser adict, jadi banyak gk ngerti istilah kaskus, gw coba pake bahasa biasa. gw di sini akan menceritakan true story, kisah percintaan gw dengan satu wanita yang memiliki masa suram, sesuram - suramnya. Maaf jika ada mengandung konten yg agak dewasa, karena gw akan bercerita apa adanya. Oke sebelum lebih jauh perkenalkan gw gilang, profesi gw pengamen tp pengamen keren ya(ngarep!), gw ngamen dari kafe ke kafe, hotel, bar. gw drumer itu alasannya id kaskus gw men.in.back, karena selalu di belakang, jarang kepoto, jarang keliatan, tapi dentumannya bisa bikin semua cewek muntah, sory maksud gw kesemsem(ngunyah botol!).. Oia gw hanya menggunakan ponsell, jadi seadanya ya kaskuser semua..
Enjoy!
Enjoy!
Quote:
Diubah oleh men.in.back 24-04-2019 01:55
kedubes dan 71 lainnya memberi reputasi
70
784.1K
1.2K
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.2KAnggota
Tampilkan semua post
TS
men.in.back
#106
Chapter 8
"lo mau titip makanan? Atau..."
"gk lo cepet ke balik aja!" Potong olive.
"oh, oke."
Setelah pamit sama rekan2 seperjuangan alias masyarakat pengamen keren, gw langsung tancap gas balik ke kos, ada yang beda di kepulangan gw kali ini, udah do tungguin bidadari cokelat (kulitnya cokelat sih si olive tapi manis, semanis silet, ngamplong!). Tanpa gw Nawari tadi, gw memutuskan mampir membeli cemilan (cemuluh, cemelas! Garing
).
Sesampainya di kos, gw mampir kamar gw bentar, untuk menyimpan peralatan perang anak band (ceileee.. Tambal band
), dan sekalian semprot2 parfum biar wangi gt. Setelah gw rasa udah kece, gw pun bergegas menuju kamar maya, yang di dalamnya ada olive (yang menantikan datangnya sang pangeran dari ngeri impian :hamer: ).
Gw mengetuk pelan.
"liv?" Sambil terus mengetuk.
"siapa! Gilang bukan!?" Ini pertanyaan bodoh menurut gw.
"iya, liv."
Agak lama, oia dia kan menggunakan tongkat, karena kakinya patah. Dan munculah sosok bidadari cokelat.
"hai, masuk." Ujarnya dan melemparkan senyuman sederhana tapi manis.
"masuk Kemana ni!?" Modus. (TS tukang modus, jualan modus keliling
)
"ke toilet sana, yang bersih ya bang bersih2nya."
"iya non, nonnya mau sekalian di bersihin
"
"mau donk di bersihin
, tapi sebelumnya bersihin 'ngeres' di kepalanya dulu ya bang."
Dan kita berduapun tertawa kecil. Cara olive tertawa lucu banget, ini serius ya, kek marmut.
"lo mau gw buatin minum?" Ujarnya.
"eh. Gak perlu liv, gw bawa softdrink ama cemilan tuh?"
"Lah? Tadi kan gw bilang gak usah repot2.
"
"enggak emang sekalian buat gw juga si, kadang gw suka ngemil."
"ohh." Jawabnya singkat lalu membuka bungkus rokok, kali ini rokonya mild2an gak kek maya djar*m seper.
"oia! Maya kemana?" Gw mulai percakapan lg.
"ke jakarta ada urusan, emang selama ini maya belum cerita apa2 ke lo ya?"
Tiba-tiba suara misterius datang. Gw lupa, kalo gak salah seperti orang mengetuk pintu atau langit2 rumah.
Dan..
Olive menjatuhkan tubuhnya memeluk gw.
"kaaaannn suara itu lagi
"
Gw "....." Menahan nafas, aroma wangi shampo, dan tubuhnya memenuhi indra penciuman gw. Pada saat itu posisi gw berhadapan dia duduk di tempat tidur tinggi, gw duduk bersila di lantai. Dan terasa ada yg ganjel di bagian (itulah
). Dan gw gk berani nyentuh atau balik memeluknya. Mati gw.
"ohh oke2.. Bentar2 gw cek dulu ya." Kata gw menenangkan.
"jangan diem aja dulu
" pelukannya makin erat gan. Dan tubuhnya bergetar hebat.
Hati kecil gw berkata "ya Tuhan terimakasih untuk yang satu ini"
Setelah di rasa suaranya sudah berhenti dia melepaskan pelukannya perlahan. Dan langsung tersadar dan menjauh mundur (gak jauh2 amat sih
).
"sory?
" ucapnya pelan.
"oh.. Ehhh... Gapapa kok (lagi donk)
".
"bentar ya gw cek dulu. Keknya dari belakang deh, liv." Sambung gw, lalu berjalan menuju arah suara tadi. Gw telusuri kebelakang kamar kos.
Dan tau apa?
Selang AC yang berbenturan dengan kaca nako lubang ventilasi, berbenturan karena tertiup angin. Astaga! Cuma ini, batin gw.
Gw tertawa kecil. Lalu kembali ke kamar kos. Olive masi mojok ketakutan.
"hantu kan
" tanyanya polos.
Gw ngakak. Lihat cara dia mengucapkan itu.
"ko ketawa!!?" Masih dengan muka polos.
"bukan liv, itu selang ac yg berbenturan ama kaca lobang ventilasi. Lagian lo berlebihan takutnya."
"jangan bercanda deh."
"ia serius, mau liat?"
Ia menggelengkan kepala.
"lo tidur sini ya?" Ucapnya ragu2, tapi jelas di telinga gw.
Gw membisu sesaat. (mau banget gw liv!) pengennya sih ngomong gitu. Tapi jaim.
"kalo lo gak keberatan sih!?"
"tapi kalo gak bisa gapapa sih, tapi gw takut sendiri
" tambahnya. (labil gan
)
"ya, hmmm... Eehhhh... Oke, tapi gw tidur dimana?"
Olive memandang arah sofa bed yg ada di samping tempat tidur. Seakan menunjukan.
"oke yaudah kita lanjut ngobrol yang tadi aja deh, lo belum ngantuk kan?"
"belum
"
"tadi sampe mana ya?" Tanyanya.
"hmmm.. Mana ya, oh tentang maya!?"
Ia berdehem imut, lalu bersiap untuk (berpidato di kelurahan setempat, ngamplong) bercerita maksudnya.
"maya itu misterius menurut gw sebagai.... Sebagai temennya! Dari pertama gw kenal, gw gak pernah tau apa kegiatan, dan pekerjaannya, dia sering keluar negeri, atau keluar pulau untuk pekerjaan dia bilang, tapi gw gak pernah tau apa jelasnya." Katanya mulai bercerita.
"hmmm. Ok. Maya orang tuanya di luar negeri?" Ts kepo.
"iya, tapi mereka sudah bercerai, ibunya di ausi, ayahnya sekarang gak tau dimana, dia belum cerita banyak sih, lo kan tau maya orangnya jarang cerita."
"oh terus? Berarti ayah atau ibunya yang bule?" Gw penasaran ama yang satu ini, karena maya gak keliatan kek cewe blasteran.
"ayahnya orang kalimantan, ibunya ausi. Kenapa? Lo pasti aneh maya gak keliatan indo blasteran kan?" Seakan bisa membaca pikiran gw.
"dia anak pertama dari dua bersaudara, tapi adiknya bule cewek juga, lucu yah? Padahal adik kaka tapi beda kulit." Sambungnya.
"ohhh.." Jawab gw singkat. Tapi masi mikirin.
"oke, ko jadi bahas maya ya, haha?" Kata gw.
"lo gimana? Apa kegiatan di Bali?" Sambung gw.
"gw SPGan freelance. Dari semenjak kedatangan gw setaun yang lalu gw selalu kerja SPG."
"oya? Prodak apa aja?"
"macem2."
"ohh.. Yah terus gimana donk, kalo keadaan lo kalo lagi gini? Gada pemasukan donk? (mau gak gw nafkahin.
)
"ohh, gak masalah si gw. Lagian gw masi punya cukup tabungan, ya mungkin Sampe gw sembuh."
"hmmm.. Oke." Gw gak mau banyak nanya lagi, takut di pikir kepo, hahah.
"eh nonton dvd yok!? Dari pada bete."
“boleh, ada film horor?” tanya gw.
“jangan horor, gak mau ah, takut
"
“kan ada gw?”
“ikh, gak ngaruh, ntar besok2 lo gada?” in nih pertanyaan umpan.
“gw akan selalu ada kok buat lo?”
Di lempar guling sekuat tenaga. Ampe mental.
“coba buka. Di laci itu?” dia menunjuk laci di bawah TV.
Tanpa menjawab, gw membuka laci yang cukup lebar, lalu mulai memilah.
Gw tercengang, koleksi film maya kebanyakan film horor dan.. Semi
“nonton yang romantis2 aja yok?” ujarnya. Ini kode atau apa..? Batin gw.
Setelah pergulatan gw dengan kaset dvd yg jumlahnya mungkin 100 lbih. Mungkin.
Pandangan gw tertarik melihat satu barang yang belum pernah gw liat sebelumnya, mungkin gw sudah pernah lihat, tapi gak tau dimana.
Bentuknya lonjong panjang, warna coklat mudah, krem lah gitu.
I.... Inikan..
(Ma'af ya kalo kurang sopan karena TS hanya ingin bercerita apa adaya.)
Ini...
Vibra**r !!!
"lo mau titip makanan? Atau..."
"gk lo cepet ke balik aja!" Potong olive.
"oh, oke."
Setelah pamit sama rekan2 seperjuangan alias masyarakat pengamen keren, gw langsung tancap gas balik ke kos, ada yang beda di kepulangan gw kali ini, udah do tungguin bidadari cokelat (kulitnya cokelat sih si olive tapi manis, semanis silet, ngamplong!). Tanpa gw Nawari tadi, gw memutuskan mampir membeli cemilan (cemuluh, cemelas! Garing
). Sesampainya di kos, gw mampir kamar gw bentar, untuk menyimpan peralatan perang anak band (ceileee.. Tambal band
), dan sekalian semprot2 parfum biar wangi gt. Setelah gw rasa udah kece, gw pun bergegas menuju kamar maya, yang di dalamnya ada olive (yang menantikan datangnya sang pangeran dari ngeri impian :hamer: ). Gw mengetuk pelan.
"liv?" Sambil terus mengetuk.
"siapa! Gilang bukan!?" Ini pertanyaan bodoh menurut gw.
"iya, liv."
Agak lama, oia dia kan menggunakan tongkat, karena kakinya patah. Dan munculah sosok bidadari cokelat.
"hai, masuk." Ujarnya dan melemparkan senyuman sederhana tapi manis.
"masuk Kemana ni!?" Modus. (TS tukang modus, jualan modus keliling
)"ke toilet sana, yang bersih ya bang bersih2nya."
"iya non, nonnya mau sekalian di bersihin
""mau donk di bersihin
, tapi sebelumnya bersihin 'ngeres' di kepalanya dulu ya bang."Dan kita berduapun tertawa kecil. Cara olive tertawa lucu banget, ini serius ya, kek marmut.
"lo mau gw buatin minum?" Ujarnya.
"eh. Gak perlu liv, gw bawa softdrink ama cemilan tuh?"
"Lah? Tadi kan gw bilang gak usah repot2.
""enggak emang sekalian buat gw juga si, kadang gw suka ngemil."
"ohh." Jawabnya singkat lalu membuka bungkus rokok, kali ini rokonya mild2an gak kek maya djar*m seper.
"oia! Maya kemana?" Gw mulai percakapan lg.
"ke jakarta ada urusan, emang selama ini maya belum cerita apa2 ke lo ya?"
Tiba-tiba suara misterius datang. Gw lupa, kalo gak salah seperti orang mengetuk pintu atau langit2 rumah.
Dan..
Olive menjatuhkan tubuhnya memeluk gw.
"kaaaannn suara itu lagi
"Gw "....." Menahan nafas, aroma wangi shampo, dan tubuhnya memenuhi indra penciuman gw. Pada saat itu posisi gw berhadapan dia duduk di tempat tidur tinggi, gw duduk bersila di lantai. Dan terasa ada yg ganjel di bagian (itulah
). Dan gw gk berani nyentuh atau balik memeluknya. Mati gw. "ohh oke2.. Bentar2 gw cek dulu ya." Kata gw menenangkan.
"jangan diem aja dulu
" pelukannya makin erat gan. Dan tubuhnya bergetar hebat.Hati kecil gw berkata "ya Tuhan terimakasih untuk yang satu ini"

Setelah di rasa suaranya sudah berhenti dia melepaskan pelukannya perlahan. Dan langsung tersadar dan menjauh mundur (gak jauh2 amat sih
). "sory?
" ucapnya pelan."oh.. Ehhh... Gapapa kok (lagi donk)
"."bentar ya gw cek dulu. Keknya dari belakang deh, liv." Sambung gw, lalu berjalan menuju arah suara tadi. Gw telusuri kebelakang kamar kos.
Dan tau apa?
Selang AC yang berbenturan dengan kaca nako lubang ventilasi, berbenturan karena tertiup angin. Astaga! Cuma ini, batin gw.
Gw tertawa kecil. Lalu kembali ke kamar kos. Olive masi mojok ketakutan.
"hantu kan
" tanyanya polos.Gw ngakak. Lihat cara dia mengucapkan itu.
"ko ketawa!!?" Masih dengan muka polos.
"bukan liv, itu selang ac yg berbenturan ama kaca lobang ventilasi. Lagian lo berlebihan takutnya."
"jangan bercanda deh."
"ia serius, mau liat?"
Ia menggelengkan kepala.
"lo tidur sini ya?" Ucapnya ragu2, tapi jelas di telinga gw.
Gw membisu sesaat. (mau banget gw liv!) pengennya sih ngomong gitu. Tapi jaim.
"kalo lo gak keberatan sih!?"
"tapi kalo gak bisa gapapa sih, tapi gw takut sendiri
" tambahnya. (labil gan
)"ya, hmmm... Eehhhh... Oke, tapi gw tidur dimana?"
Olive memandang arah sofa bed yg ada di samping tempat tidur. Seakan menunjukan.
"oke yaudah kita lanjut ngobrol yang tadi aja deh, lo belum ngantuk kan?"
"belum
""tadi sampe mana ya?" Tanyanya.
"hmmm.. Mana ya, oh tentang maya!?"
Ia berdehem imut, lalu bersiap untuk (berpidato di kelurahan setempat, ngamplong) bercerita maksudnya.
"maya itu misterius menurut gw sebagai.... Sebagai temennya! Dari pertama gw kenal, gw gak pernah tau apa kegiatan, dan pekerjaannya, dia sering keluar negeri, atau keluar pulau untuk pekerjaan dia bilang, tapi gw gak pernah tau apa jelasnya." Katanya mulai bercerita.
"hmmm. Ok. Maya orang tuanya di luar negeri?" Ts kepo.
"iya, tapi mereka sudah bercerai, ibunya di ausi, ayahnya sekarang gak tau dimana, dia belum cerita banyak sih, lo kan tau maya orangnya jarang cerita."
"oh terus? Berarti ayah atau ibunya yang bule?" Gw penasaran ama yang satu ini, karena maya gak keliatan kek cewe blasteran.
"ayahnya orang kalimantan, ibunya ausi. Kenapa? Lo pasti aneh maya gak keliatan indo blasteran kan?" Seakan bisa membaca pikiran gw.
"dia anak pertama dari dua bersaudara, tapi adiknya bule cewek juga, lucu yah? Padahal adik kaka tapi beda kulit." Sambungnya.
"ohhh.." Jawab gw singkat. Tapi masi mikirin.
"oke, ko jadi bahas maya ya, haha?" Kata gw.
"lo gimana? Apa kegiatan di Bali?" Sambung gw.
"gw SPGan freelance. Dari semenjak kedatangan gw setaun yang lalu gw selalu kerja SPG."
"oya? Prodak apa aja?"
"macem2."
"ohh.. Yah terus gimana donk, kalo keadaan lo kalo lagi gini? Gada pemasukan donk? (mau gak gw nafkahin.
)"ohh, gak masalah si gw. Lagian gw masi punya cukup tabungan, ya mungkin Sampe gw sembuh."
"hmmm.. Oke." Gw gak mau banyak nanya lagi, takut di pikir kepo, hahah.
"eh nonton dvd yok!? Dari pada bete."
“boleh, ada film horor?” tanya gw.
“jangan horor, gak mau ah, takut
"“kan ada gw?”
“ikh, gak ngaruh, ntar besok2 lo gada?” in nih pertanyaan umpan.
“gw akan selalu ada kok buat lo?”
Di lempar guling sekuat tenaga. Ampe mental.
“coba buka. Di laci itu?” dia menunjuk laci di bawah TV.
Tanpa menjawab, gw membuka laci yang cukup lebar, lalu mulai memilah.
Gw tercengang, koleksi film maya kebanyakan film horor dan.. Semi

“nonton yang romantis2 aja yok?” ujarnya. Ini kode atau apa..? Batin gw.

Setelah pergulatan gw dengan kaset dvd yg jumlahnya mungkin 100 lbih. Mungkin.
Pandangan gw tertarik melihat satu barang yang belum pernah gw liat sebelumnya, mungkin gw sudah pernah lihat, tapi gak tau dimana.
Bentuknya lonjong panjang, warna coklat mudah, krem lah gitu.
I.... Inikan..
(Ma'af ya kalo kurang sopan karena TS hanya ingin bercerita apa adaya.)
Ini...
Vibra**r !!!
masmas222 dan 6 lainnya memberi reputasi
7
Tutup