- Beranda
- Stories from the Heart
Tiga Keranda di Jembatan Belakang Sengkaling Malang (Horror Complete Story)
...
TS
vigovampiro
Tiga Keranda di Jembatan Belakang Sengkaling Malang (Horror Complete Story)
ini cerita bukan sembarang cerita tetapi benar benar telah terjadi pada sekitar awal tahun 2008 ketika eike masih kuliah semester 2 , 100 % true story tanpa rekayasa ,tanpa formalin dan tidak mengandung minyak babi , selain daripada itu cerita ini memang dirancang dengan alur yang dinamiz sesuai kronologiz dan tata bahasa yang dramatiz sehingga cocix buat dibaca sebelum agan agan bobox cantix
Quote:

Quote:

Quote:
2 jam yang lalu kami berempat masih garang membakar panggung dengan lagu lagu Rolling Stones yang kami mainkan , sementara di hadapan kami berjubel para crowd yang saling berjingkrakan dan riuh bernyanyi , ditambah dengan kilau lighting warna warni yang membuat suasana kian semarak….. kini 2 jam kemudian kami berempat berada di tempat yang suasananya berbeda jauh , kami semua pada berjongkok di semak semak sekitar parkiran klub malam Losta Masta tempat dimana kami manggung…. apa yang kami lakukan di sini pada tengah malam begini ?!?.. kami berempat sedang melakukan ritual muntah berjamaah ” hooeeekk !!!… hoeekkkk !!!…. hoeekkk !!!... ” untungnya parkiran ini cukup gelap jadi ngga ada orang yang tau apa yang sedang kami lakukan , gengsi donk kalau tadi gaya gayaan bak rockstar sekarang malah muntah muntah begini… wibawa kami bisa jatuh dan hancur berkeping keping.
Sinyo : ” aduuuh !!... gw gak kuat bro.. hooeek !! ”
Tony : ” elu gak kuat apalagi gw , udah mau tepar aja nih ”
Danang : ” hoeek !!.. ahh sial juga ya kita malam ini ”
Me : ” kitanya aja yg katro , biasa minum topi miring dikasih chivas malah muntah “
Dengan sempoyongan satu persatu dari kami mulai berdiri dan mengambil motor , bahkan tak satupun dari kami yang merasa sanggup mengemudikan motor dengan keadaan seperti ini… efek alkohol sudah terlalu parah dan semua ini gara gara boss kami yang kebanyakan ngasih Chivas saat aftershow party tadi , maklum kita kita ini emang kubamer kelas bawah sekalinya dikasih minuman kelas atas eh malah pada muntah.
Sinyo : ” aduuuh !!... gw gak kuat bro.. hooeek !! ”
Tony : ” elu gak kuat apalagi gw , udah mau tepar aja nih ”
Danang : ” hoeek !!.. ahh sial juga ya kita malam ini ”
Me : ” kitanya aja yg katro , biasa minum topi miring dikasih chivas malah muntah “
Dengan sempoyongan satu persatu dari kami mulai berdiri dan mengambil motor , bahkan tak satupun dari kami yang merasa sanggup mengemudikan motor dengan keadaan seperti ini… efek alkohol sudah terlalu parah dan semua ini gara gara boss kami yang kebanyakan ngasih Chivas saat aftershow party tadi , maklum kita kita ini emang kubamer kelas bawah sekalinya dikasih minuman kelas atas eh malah pada muntah.
Quote:
Kini kami berempat telah berada di luar klub malam Losta Masta , si Danang memboncengku sementara si Tony membonceng Sinyo…. ketiga teman bandku ini indekos di kampung Tegalgondo yang terletak tepat di belakang kampus UMM dan sialnya tak ada jalan tembus menuju ke sana , jalur terdekat adalah melewati sebuah jembatan kecil yang berada di belakang tempat wisata Sengkaling yang letaknya bersebelahan dengan klub malam ini…. mau tak mau kami harus lewat situ saat tengah malam begini dan dengan keadaan teler berat seperti ini , benar benar situasi dan kondisi yang super buruk tapi mau bagaimana lagi ?!?!… mereka ngga mau aku suruh nginep di kosanku di daerah Tirto Utomo , katanya sih takut kalo pas teler naik motor di jalan raya bisa berujung tabrakan lalu mampus dan masuk neraka karena banyak dosa… ho.. ho.. but it's okay !!.. yang penting besok pagi mereka harus anterin aku balik.
Quote:
Dengan pelan motor kami melaju melintasi gang di sebelah Sengkaling yang suasananya remang remang sekaligus sepi sekali , di ujung gang sana terdapat jembatan kecil yang saking sempitnya hanya muat dilewati 1 motor saja…. jangan tanya suasana di sana seperti apa , saking horrornya seperti sedang berada di alam lain saja.
Me : ” nang , brani gak lu lewat jembatan ? ”
Danang : ” gw braniin aja vig pokoknya ”
Tak lama kemudian kami telah sampai di jembatan tersebut , Tony yang berboncengan dengan Sinyo melaju mendahului aku dan Danang melewati jembatan itu ” grujuk !... grujuk !... grujuk !... ”terdengar derasnya suara arus sungai Brantas yang membuat keadaan terasa kian mencekam saat kami melintas , apalagi tak ada penerangan apapun di sini karena satu satunya lampu neon di pos dekat jembatan telah mati sejak lama dan tak pernah diganti…. kini yang bisa kulakukan hanyalah mengucap Bismillah sambil memejamkan mata , kuharap saat melek nanti aku sudah berada di perkampungan belakang kampus UMM.
Me : ” nang , brani gak lu lewat jembatan ? ”
Danang : ” gw braniin aja vig pokoknya ”
Tak lama kemudian kami telah sampai di jembatan tersebut , Tony yang berboncengan dengan Sinyo melaju mendahului aku dan Danang melewati jembatan itu ” grujuk !... grujuk !... grujuk !... ”terdengar derasnya suara arus sungai Brantas yang membuat keadaan terasa kian mencekam saat kami melintas , apalagi tak ada penerangan apapun di sini karena satu satunya lampu neon di pos dekat jembatan telah mati sejak lama dan tak pernah diganti…. kini yang bisa kulakukan hanyalah mengucap Bismillah sambil memejamkan mata , kuharap saat melek nanti aku sudah berada di perkampungan belakang kampus UMM.
Quote:
” Fuuhhh !! ”tak terjadi apa apa saat kami melintasi jembatan kecil ini tapi perjalanan horor masih belum selesai , kami masih harus melintasi jalan setapak yang dirabat beton dengan kontur tanah yang menanjak , sementara di kiri kanan kami hanya ada tegalan yang penuh pepohonan lebat dan tentu saja sangat gelap gulita.
Danang : ” vig , pegangan kenceng gw mau ngebut ”
Me : ” ya udah cepetan nang ”
Seketika si Danang menambah kecepatan motornya , sementara Tony yang berboncengan dengan Sinyo melaju beberapa meter di depan kami , namun tiba tiba saja terjadi hal yang mengejutkan ” brakkkk !!!! ” motor yang dikemudikan Tony tau tau terjatuh ” oh shit man ?! ” sepertinya dia terlalu mabuk dan hilang kendali..... spontan aku dan si Danang segera turun dari motor lalu melihat kondisi Tony dan Sinyo , mereka terkapar di tanah dengan motor yang jatuh menimpa kaki , langsung saja kami berdua menolong mereka.
Danang : ” bro gak pa pa lu ?! ”
Me : ” gw bilang juga apa ton , nginep di kosan gw aja beres ”
Tony : ” aduhh , gw tadi nabrak…. ”
Danang : ” nabrak apa ?!.. kucing ?! ”
Tony : ” ttadi gw nabrak keranda mayat di depan gw ”
Me : ” hah ?!.. keranda mayat ?!.. lu ngomong yang bener dong ?!.. udah mabuk lu itu ton ”
Tony : ” sumpah vig !!.. gw bener bener nabrak tadi ”
Danang : ” gila lu ngelantur aja ton "
Sinyo : ” yang bener lu ton ?!.. trus mana kerandanya ?! ”
Tony : ” ttadi di situ , di depan gw pas di jalan itu… ada kainnya ijo , ada tulisan arabnya ”
Ketika aku , Danang dan Sinyo masih meragukan kesaksian Tony mendadak terasa angin kencang berhembus , bulu kuduk kami mulai merinding dan merasa aneh dengan keadaan ini… kami saling pandang penuh keheranan lalu tiba tiba saja si Tony berteriak histeris sambil tangannya menunjuk nunjuk ke arah langit ” iiiitu !!… ituuu !!… itu kerandanya !!... ” spontan kami bertiga menoleh ke arah yang ditunjuknya dan selanjutnya kami hanya bisa terpana melihat sesuatu yang melayang atas sana.
Danang : ” vig , pegangan kenceng gw mau ngebut ”
Me : ” ya udah cepetan nang ”
Seketika si Danang menambah kecepatan motornya , sementara Tony yang berboncengan dengan Sinyo melaju beberapa meter di depan kami , namun tiba tiba saja terjadi hal yang mengejutkan ” brakkkk !!!! ” motor yang dikemudikan Tony tau tau terjatuh ” oh shit man ?! ” sepertinya dia terlalu mabuk dan hilang kendali..... spontan aku dan si Danang segera turun dari motor lalu melihat kondisi Tony dan Sinyo , mereka terkapar di tanah dengan motor yang jatuh menimpa kaki , langsung saja kami berdua menolong mereka.
Danang : ” bro gak pa pa lu ?! ”
Me : ” gw bilang juga apa ton , nginep di kosan gw aja beres ”
Tony : ” aduhh , gw tadi nabrak…. ”
Danang : ” nabrak apa ?!.. kucing ?! ”
Tony : ” ttadi gw nabrak keranda mayat di depan gw ”
Me : ” hah ?!.. keranda mayat ?!.. lu ngomong yang bener dong ?!.. udah mabuk lu itu ton ”
Tony : ” sumpah vig !!.. gw bener bener nabrak tadi ”
Danang : ” gila lu ngelantur aja ton "
Sinyo : ” yang bener lu ton ?!.. trus mana kerandanya ?! ”
Tony : ” ttadi di situ , di depan gw pas di jalan itu… ada kainnya ijo , ada tulisan arabnya ”
Ketika aku , Danang dan Sinyo masih meragukan kesaksian Tony mendadak terasa angin kencang berhembus , bulu kuduk kami mulai merinding dan merasa aneh dengan keadaan ini… kami saling pandang penuh keheranan lalu tiba tiba saja si Tony berteriak histeris sambil tangannya menunjuk nunjuk ke arah langit ” iiiitu !!… ituuu !!… itu kerandanya !!... ” spontan kami bertiga menoleh ke arah yang ditunjuknya dan selanjutnya kami hanya bisa terpana melihat sesuatu yang melayang atas sana.
Quote:
Dengan muka yang basah oleh keringat kami terperanjat menyaksikan sesuatu yang melayang layang di atas tegalan sisi barat jalan setapak ini , tampak keranda yang dimaksud si Tony tadi tengah melayang mungkin sekitar 5 - 7 meteran dari permukaan tanah…. tak ada kain ijo bertuliskan huruf Arab , yang ada kami melihat sosok pocong terbaring di dalam keranda itu " astagfirullah ?!?.. "jantung kami berdegup lebih kencang lagi manakala dari arah berbeda kami melihat 1 lagi keranda yang juga melayang dan tak lama kemudian disusul keranda berikutnya muncul dari tegalan sisi timur jalan setapak ini…. kami benar benar shock , gemetar dan hanya membisu saja melihat 3 keranda mayat itu melayang layang lalu bergerak perlahan dan mengumpul tepat di atas sungai Brantas yang kami lewati tadi…. hingga tiba tiba ” byuuaarr !!!…. byuuaarr !!!!… byuuaarr !!!! ” 3 keranda itu berjatuhan ke dalam sungai tak jauh dari jembatan kecil tadi , suaranya nyaring memecah kesunyian malam dan membuat jantung kami nyaris copot... seketika dengan rasa panik aku langsung menstarter motornya Danang dan menyuruh teman temanku bergegas kabur dari tempat ini " weer !!.. werr !!... " kutarik tuas gas dengan kencang sampai motor ini meraung raung melewati jalan beton yang menanjak , kini Tony membonceng bersamaku dan tangannya mencengkeram jaketku erat erat , sementara di belakangku si Danang memboncengkan Sinyo dan ia juga menarik tuas gas kencang kencang " weer !!.. werr !!... " dengan laju motor yang oleng tak beraturan kami berusaha meninggalkan tempat ini , pokoknya kami harus segera sampai kosan secepat yang kami bisa.
Quote:
Sudah nyaris jam 2 dini hari , kini kami berempat tengah rebahan di lantai kamarnya si Tony " hah !!.. hah !!.. hah !!... "nafas kami terengah engah dan tubuh kami basah oleh keringat , tak ada sepatah kata terucap diantara kami… rasanya kami sudah terlalu shock dan terlalu lelah , lamban laun satu persatu dari kami mulai tertidur “ zzzz….. zzzz….. zzzz... ” esoknya aku terbangun dengan lemas dan mendapati si Danang sedang menangis sesenggukan di pojok kamar ini.
Me : ” heh napa lu nangis ?!.. udah kita lupain aja yang semalem ”
Danang : ” lu ke depan aja vig , liat sendiri ada apaan.. hikz !.. hikz !..”
Perlahan aku bangkit lalu meninggalkan Tony dan Sinyo yang masih tertidur di sebelahku , dengan langkah gontai aku berjalan ke teras dan seketika aku terperanjat ketika mendapati motornya Danang dan Tony yang semalam diparkir di luar kini telah tertutupi oleh sesuatu…. tampak 3 helai kain hijau yang sepertinya menjadi penutup 3 keranda yang semalam kami lihat , entah bagaimana ceritanya kain kain itu bisa menutupi motornya Danang dan Sinyo ” oh my god ?!.. what the hell ?! ” aku tak sanggup untuk menalar kejadian ini , sungguh aku benar benar tak sanggup.
Me : ” heh napa lu nangis ?!.. udah kita lupain aja yang semalem ”
Danang : ” lu ke depan aja vig , liat sendiri ada apaan.. hikz !.. hikz !..”
Perlahan aku bangkit lalu meninggalkan Tony dan Sinyo yang masih tertidur di sebelahku , dengan langkah gontai aku berjalan ke teras dan seketika aku terperanjat ketika mendapati motornya Danang dan Tony yang semalam diparkir di luar kini telah tertutupi oleh sesuatu…. tampak 3 helai kain hijau yang sepertinya menjadi penutup 3 keranda yang semalam kami lihat , entah bagaimana ceritanya kain kain itu bisa menutupi motornya Danang dan Sinyo ” oh my god ?!.. what the hell ?! ” aku tak sanggup untuk menalar kejadian ini , sungguh aku benar benar tak sanggup.
Quote:
Quote:
Malang Mysterio(Trit Utama)
Apabila anda puas bilang sama teman , saudara atau tetangga anda ….. bila timbul gejala gejala aneh segera berobat ke mantri hewan terdekat di kota anda
Diubah oleh vigovampiro 10-04-2022 06:34
anasabila memberi reputasi
1
72K
Kutip
109
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
vigovampiro
#84
Extended Story Rekk
Quote:

Quote:
Peristiwa mencekam itu telah berlalu nyaris sebulan yang lalu , selama itu pula aku sibuk mencari cari informasi mengenai kejadian yang begitu mengusik rasa penasaranku ini , hampir semua pemilik toko dan warung makan di kampung Tegalgondo telah kutanyai namun tak satupun yang tahu menahu dan bisa memberikanku jawaban , hingga akhirnya kutanyai seorang penjual cilok bernama Pak Ndut yang biasa mangkal di parkiran masjid kampus UMM , ternyata beliau pernah mengalami kejadian serupa.
Pak Ndut : " mbiyen aku dodolan ndek mburi kampus mas , ben dino aku mesti liwat jembatan iku "
(dulu aku jualan di belakang kampus mas , tiap hari aku pasti lewat jembatan itu)
Me : " njenengan nggeh nate ngertos pandosone pak ? "
(njenengan juga pernah lihat kerandanya pak ?)
Pak Ndut :" wes suwe mas , mbiyen iku pas aku kate moleh jam limo sore liwat kono mari udan deres "
(udah lama mas , dulu itu pas aku mau pulang jam lima sore lewat situ abis hujan deras)
Me : " trus pripun pak kejadiane ? "
(trus gimana pak kejadiannya ?)
Pak Ndut : " medeni mas nek kelingan , mbiyen iku jembatane pas sepi gak nok wong liyane seng liwat soale mari udan deres , aku mlaku alon alon ngliwati dalan medhun elore jembatan , lha ngerti ngerti kok mesin motorku mati "
(serem mas kalo inget , dulu itu jembatannya pas sepi gak ada orang lain yang lewat soalnya abis hujan deras , aku jalan pelan pelan lewat jalan menurun di utaranya jembatan , lha tau tau kok mesin motorku mati)
Me : " mati dhewe tha pak montore njenengan ?! "
(mati sendiri tha pak motornya njenengan ?!)
Pak Ndut : " iyo mas , aku bingung trus langsung tak delok busine ndek pinggir jembatan , lha kok mari ngono onok ambune kembang wong mati "
(iya mas , aku bingung langsung kulihat businya di pinggir jembatan , lha kok abis itu ada baunya bunga orang mati)
Me : " trus pripun pak ? "
(trus gimana pak ?)
Pak Ndut : " pas tak delok ndek jembatan ngerti ngerti ae onok pandosone wong mati mas , cacahe yo telu koyok critone sampeyan "
(pas aku lihat di jembatan tau tau aja ada kerandanya orang mati mas , jumlahnya juga ada tiga kayak cerita sampeyan)
Me : " miber tha pak pandosone ?! "
(terbang tha pak kerandanya ?!)
Pak Ndut : " ora miber mas nanging mlentang ndek tengahe jembatan , cekelane ngarep mburi nyantol ndek pagere jembatan"
(ngga terbang mas tapi menghalang di tengah jembatan , pegangannya depan belakang nyantol di pagarnya jembatan)
Me : " wonten kaine ijo pak niku ?! "
(ada kainnya hijau pak itu ?!)
Pak Ndut : " gak onok mas , tapi njerone pandoso onok pocong koyok critone sampeyan... mari ngono wes aku langsung mlayu ninggal montor ambek gerobakku "
(gak ada mas , tapi dalemnya keranda ada pocongnya kayak cerita sampeyan... abis itu dah aku langsung lari ninggalin motor sama gerobakku)
Me : " sujokno mboten nopo nopo njenengan pak "
(untungnya ngga kenapa napa njenengan pak)
Pak Ndut : " gurung rampung mas critoku iki....mari mlayu teko kampung aku langsung njaluk tulung ambek wong wong njupuk montor ambek gerobakku , lha pas mbalik ndek jembatan ngerti ngerti kain ijo tutupe pandoso iku wes nglumbruk ndek gerobakku "
(belum selesai mas ceritaku ini , abis lari nyampe kampung aku langsung minta tolong sama orang orang ngambil motor sama gerobakku , lha waktu mbalik ke jembatan tau tau kain hijau tutupnya keranda itu udah nutupin gerobakku)
Me : " trus pripun pak ?! "
(trus gimana pak ?!)
Pak Ndut : " ambek wong wong kampung kaine langsung diguwak ndek kali mas , trus meneh e gerobakku yo tak guwak sisan soale aku kuatir nek daganganku maleh gak payu "
(sama orang orang kampung kainnya langsung dibuang ke sungai mas , trus besoknya gerobakku juga kubuang sekalian soalnya aku kuatir kalo daganganku jadi gak laku)
Me : " njenengan ngertos asal usule pandoso niku nopo mboten pak ?! "
(njenengan tau asal usulnya keranda itu apa ngga pak ?!)
Pak Ndut : " aku takon wong kampung gak nok seng ngerti mas , tapi jarene wong seng kerep mancing ndek kali onok kuburan lawas cacahe telu ndek tegalan sekitar jembatan kono "
(aku tanya orang kampung gak ada yang tau mas , tapi katanya orang yang kerap mancing di sungai ada kuburan lama jumlahnya tiga di tegalan sekitar jembatan itu)
Me : " kuburane sinten pak niku ?! "
(kuburannya siapa pak itu ?!)
Pak Ndut : " gak ruh mas , jarene gak nok patokane kuburane iku dadi digoleki yo angel.... nek menurutku njaluk dipindahno iku kuburane cek gak ngedeni wong seng liwat "
(gak tau mas , katanya gak ada nisannya kuburannya itu jadi dicari juga susah... kalo menurutku minta dipindahin itu kuburannya , biar gak nakutin orang yang lewat)
Me : " medeni pak nggeh "
(serem pak ya)
Pak Ndut : " mangkane saiki aku dodolan ndek ngarep kampus mas , nek dodolan ndek mburi kampus aku wes gak wani liwat jembatan iku "
(makanya sekarang aku jualan di depan kampus mas , kalo jualan di belakang kampus aku udah gak berani lewat jembatan itu)
Mendengar apa yang diceritakan Pak Ndut benar benar membuatku tercengang , siapa sangka jika 3 mayat di dalam keranda itu ternyata berasal dari 3 kuburan lama yang entah ada di sebelah mana letak persisnya.... aku sendiri memutuskan tidak akan pernah melewati jembatan angker itu lagi , lebih baik lewat pertigaan Dinoyo saja meskipun jauh tapi aman.
Pak Ndut : " mbiyen aku dodolan ndek mburi kampus mas , ben dino aku mesti liwat jembatan iku "
(dulu aku jualan di belakang kampus mas , tiap hari aku pasti lewat jembatan itu)
Me : " njenengan nggeh nate ngertos pandosone pak ? "
(njenengan juga pernah lihat kerandanya pak ?)
Pak Ndut :" wes suwe mas , mbiyen iku pas aku kate moleh jam limo sore liwat kono mari udan deres "
(udah lama mas , dulu itu pas aku mau pulang jam lima sore lewat situ abis hujan deras)
Me : " trus pripun pak kejadiane ? "
(trus gimana pak kejadiannya ?)
Pak Ndut : " medeni mas nek kelingan , mbiyen iku jembatane pas sepi gak nok wong liyane seng liwat soale mari udan deres , aku mlaku alon alon ngliwati dalan medhun elore jembatan , lha ngerti ngerti kok mesin motorku mati "
(serem mas kalo inget , dulu itu jembatannya pas sepi gak ada orang lain yang lewat soalnya abis hujan deras , aku jalan pelan pelan lewat jalan menurun di utaranya jembatan , lha tau tau kok mesin motorku mati)
Me : " mati dhewe tha pak montore njenengan ?! "
(mati sendiri tha pak motornya njenengan ?!)
Pak Ndut : " iyo mas , aku bingung trus langsung tak delok busine ndek pinggir jembatan , lha kok mari ngono onok ambune kembang wong mati "
(iya mas , aku bingung langsung kulihat businya di pinggir jembatan , lha kok abis itu ada baunya bunga orang mati)
Me : " trus pripun pak ? "
(trus gimana pak ?)
Pak Ndut : " pas tak delok ndek jembatan ngerti ngerti ae onok pandosone wong mati mas , cacahe yo telu koyok critone sampeyan "
(pas aku lihat di jembatan tau tau aja ada kerandanya orang mati mas , jumlahnya juga ada tiga kayak cerita sampeyan)
Me : " miber tha pak pandosone ?! "
(terbang tha pak kerandanya ?!)
Pak Ndut : " ora miber mas nanging mlentang ndek tengahe jembatan , cekelane ngarep mburi nyantol ndek pagere jembatan"
(ngga terbang mas tapi menghalang di tengah jembatan , pegangannya depan belakang nyantol di pagarnya jembatan)
Me : " wonten kaine ijo pak niku ?! "
(ada kainnya hijau pak itu ?!)
Pak Ndut : " gak onok mas , tapi njerone pandoso onok pocong koyok critone sampeyan... mari ngono wes aku langsung mlayu ninggal montor ambek gerobakku "
(gak ada mas , tapi dalemnya keranda ada pocongnya kayak cerita sampeyan... abis itu dah aku langsung lari ninggalin motor sama gerobakku)
Me : " sujokno mboten nopo nopo njenengan pak "
(untungnya ngga kenapa napa njenengan pak)
Pak Ndut : " gurung rampung mas critoku iki....mari mlayu teko kampung aku langsung njaluk tulung ambek wong wong njupuk montor ambek gerobakku , lha pas mbalik ndek jembatan ngerti ngerti kain ijo tutupe pandoso iku wes nglumbruk ndek gerobakku "
(belum selesai mas ceritaku ini , abis lari nyampe kampung aku langsung minta tolong sama orang orang ngambil motor sama gerobakku , lha waktu mbalik ke jembatan tau tau kain hijau tutupnya keranda itu udah nutupin gerobakku)
Me : " trus pripun pak ?! "
(trus gimana pak ?!)
Pak Ndut : " ambek wong wong kampung kaine langsung diguwak ndek kali mas , trus meneh e gerobakku yo tak guwak sisan soale aku kuatir nek daganganku maleh gak payu "
(sama orang orang kampung kainnya langsung dibuang ke sungai mas , trus besoknya gerobakku juga kubuang sekalian soalnya aku kuatir kalo daganganku jadi gak laku)
Me : " njenengan ngertos asal usule pandoso niku nopo mboten pak ?! "
(njenengan tau asal usulnya keranda itu apa ngga pak ?!)
Pak Ndut : " aku takon wong kampung gak nok seng ngerti mas , tapi jarene wong seng kerep mancing ndek kali onok kuburan lawas cacahe telu ndek tegalan sekitar jembatan kono "
(aku tanya orang kampung gak ada yang tau mas , tapi katanya orang yang kerap mancing di sungai ada kuburan lama jumlahnya tiga di tegalan sekitar jembatan itu)
Me : " kuburane sinten pak niku ?! "
(kuburannya siapa pak itu ?!)
Pak Ndut : " gak ruh mas , jarene gak nok patokane kuburane iku dadi digoleki yo angel.... nek menurutku njaluk dipindahno iku kuburane cek gak ngedeni wong seng liwat "
(gak tau mas , katanya gak ada nisannya kuburannya itu jadi dicari juga susah... kalo menurutku minta dipindahin itu kuburannya , biar gak nakutin orang yang lewat)
Me : " medeni pak nggeh "
(serem pak ya)
Pak Ndut : " mangkane saiki aku dodolan ndek ngarep kampus mas , nek dodolan ndek mburi kampus aku wes gak wani liwat jembatan iku "
(makanya sekarang aku jualan di depan kampus mas , kalo jualan di belakang kampus aku udah gak berani lewat jembatan itu)
Mendengar apa yang diceritakan Pak Ndut benar benar membuatku tercengang , siapa sangka jika 3 mayat di dalam keranda itu ternyata berasal dari 3 kuburan lama yang entah ada di sebelah mana letak persisnya.... aku sendiri memutuskan tidak akan pernah melewati jembatan angker itu lagi , lebih baik lewat pertigaan Dinoyo saja meskipun jauh tapi aman.
Diubah oleh vigovampiro 18-09-2017 20:19
meqiba dan andir004 memberi reputasi
2
Kutip
Balas