- Beranda
- Stories from the Heart
All About Loving You
...
TS
syekh.jangkung
All About Loving You
Halo moderator, sesepuh dan para agan semua penghuni forum SFTH. Setelah sekian lama menjadi silent reader di forum ini dan setelah banyak membaca cerita di forum ini yang sangat menginspirasi gue maka gue mencoba untuk membagikan kisah hidup gue yang tidak menarik ini.
Mohon maaf apabila nanti dalam penulisan gue yang sederhana ini masih amburadul, kaku dan kurang menarik karena gue memang bukan seorang penulis. Ini merupakan tulisan pertama gue jadi mohon dimaklumi ya agan-agan sist apabila nanti banyak tiponya.

Dan untuk kenyamanan bersama dan kepentingan dari tokoh-tokoh yang bersangkutan maka nama-nama tokoh gue samarkan.
And The Reason is LOVE
Spoiler for Prolog:
Spoiler for Indeks:
Polling
Poll ini sudah ditutup. - 1 suara
Siapakah nanti yang bakal jadi pendamping hidup gue?
Shandi Ayu
100%
Rifka Febriyanti
0%
Irina Putri
0%
Meylinda Octaviani
0%
Diubah oleh syekh.jangkung 14-12-2015 20:14
anasabila memberi reputasi
1
2.4K
19
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
syekh.jangkung
#11
PART 5
Gue pun berjalan gontai menuju ruang guru. Sampai akhirnya gue terkejut saat melihat sosok yang cukup familiar buat gue sedang ngobrol santai sama wali kelas gue. Gue pun menghentikan langkah gue dan akhirnya terdiam cukup lama ngelihat pemandangan itu. Cukup lama gue terdiam sampai akhirnya Bu Kris (wali kelas) menyadari kehadiran gue disitu. Bu Kris dan Ayu pun langsung menoleh ke arah gue dan beliau pun menyapa gue
Gue pun berjalan menuju salah satu kursi yang disusun memutari meja berbentuk bundar itu. Posisi duduk gue berada persis di depan si Ayu. Perasaan gue saat itu berdebar, sangat berdebar sekali. Gimana tidak gue terjebak disuasana akward dimana gue duduk berhadapan sama orang yang selama ini gue dambakan. Sesekali gue lirik si Ayu yang tampaknya juga sedang mengingat-ingat gue. Ayu siang itu terlihat sangat menawan dengan pakaian seragamnya. Rambutnya yang hitam dan lurus sebahu itu, ditambah bando berwana biru muda yang melingkar di atas rambutnya membuat pesona ayunya dia semakin keluar. Dengan balutan jaket berwarna senada dengan bando yang ia kenakan menambah kesan feminim dan anggun dimata gue. Sejenak gue terpesona melihat pesona Ayu yang entah kenapa berhasi memukau gue siang itu. Sampai akhirnya Ayu nampaknya mengingat jati diri gue.
Setelah Bu Kris menyampaikan wejangan tentang kehidupan sekolah kepada gue maka kita bertiga pun akhirnya mengobrol santai tentang banyak hal. Sampai akhirnya ada salah satu staf tata usaha yang datang buat nyambangi bu Kris memberi tau bahwa beliau dipanggil kepala sekolah. Akhirnya bu Kris ijin sebentar ninggalin gue dan Ayu sendirian. Setelah bu Kris beranjak pergi suasana antara gue dan Ayu pun kembali canggung. Mungkin kita berdua masih sama-sama malu atau memang gag ada bahan obrolan yang bisa kita obrolin jadi kita masih saling diam. Gue lihat malah Ayu sedang sibuk bermain hp-nya dan gue berusaha menahan grogi dengan suasana ini. Akhirnya setelah lama berfikir, gue punya ide buat ngajakin Ayu nonton pensi yang sedang digelar di lapangan sekolah gue.
Akhirnya gue ama Ayu pun berjalan bareng menuju lapangan buat nonton acara pensi. Siang itu suasana cukup terik karena memang bulan itu kemarau lagi unyu-unyu nya. Namun walaupun suasana siang itu sangat panas tapi entah kenapa gue gag berasa panas, bahkan malah merasa sejuk. Mungkin karena hatiku lagi berbunga-bunga siang itu karena hadirnya sosok Ayu yang tiba-tiba jadinya cukup menyejukan hatiku yang lagi dahaga waktu itu. Tampak banyak senior dan temen-temen gue memandang gue dan Ayu dengan pandangan heran. Tapi emang dasarnya gue anaknya cuek jadi ya gue bawa cuek aja tuh pandangan orang lain. Saat itu yang gue pikirkan hanya menikmati moment yang indah ini bersama pujaan hati.
Kita nonton pertunjukan band dibawah pohon yang tumbuh berjajar disisi samping lapangan untuk menghindari sengatan langsung sinar matahari yang memang sedang tangguh2nya siang itu. Ayu nampak antusias sekali dengan pertunjukan band yang sedang tampil. Sesekali dia ikut menyanyi lagu2 yang sedang dibawakan band2 indie sekolah gue. Suara ayu sangat merdu sekali meskipun dia nyanyi dengan volume yang pelan. Suara ayu yang samar-samar itupun mampu membuat tentram hati gue. Gue pun sampai sekarang masih inget, lagu yang ikut dia nyanyikan waktu itu. Gue sungguh sangat menikmati moment seperti ini. Dan gue berharap moment seperti ini tidak cepat berakhir.
Gue pun berjalan gontai menuju ruang guru. Sampai akhirnya gue terkejut saat melihat sosok yang cukup familiar buat gue sedang ngobrol santai sama wali kelas gue. Gue pun menghentikan langkah gue dan akhirnya terdiam cukup lama ngelihat pemandangan itu. Cukup lama gue terdiam sampai akhirnya Bu Kris (wali kelas) menyadari kehadiran gue disitu. Bu Kris dan Ayu pun langsung menoleh ke arah gue dan beliau pun menyapa gue
Quote:
Gue pun berjalan menuju salah satu kursi yang disusun memutari meja berbentuk bundar itu. Posisi duduk gue berada persis di depan si Ayu. Perasaan gue saat itu berdebar, sangat berdebar sekali. Gimana tidak gue terjebak disuasana akward dimana gue duduk berhadapan sama orang yang selama ini gue dambakan. Sesekali gue lirik si Ayu yang tampaknya juga sedang mengingat-ingat gue. Ayu siang itu terlihat sangat menawan dengan pakaian seragamnya. Rambutnya yang hitam dan lurus sebahu itu, ditambah bando berwana biru muda yang melingkar di atas rambutnya membuat pesona ayunya dia semakin keluar. Dengan balutan jaket berwarna senada dengan bando yang ia kenakan menambah kesan feminim dan anggun dimata gue. Sejenak gue terpesona melihat pesona Ayu yang entah kenapa berhasi memukau gue siang itu. Sampai akhirnya Ayu nampaknya mengingat jati diri gue.
Quote:
Setelah Bu Kris menyampaikan wejangan tentang kehidupan sekolah kepada gue maka kita bertiga pun akhirnya mengobrol santai tentang banyak hal. Sampai akhirnya ada salah satu staf tata usaha yang datang buat nyambangi bu Kris memberi tau bahwa beliau dipanggil kepala sekolah. Akhirnya bu Kris ijin sebentar ninggalin gue dan Ayu sendirian. Setelah bu Kris beranjak pergi suasana antara gue dan Ayu pun kembali canggung. Mungkin kita berdua masih sama-sama malu atau memang gag ada bahan obrolan yang bisa kita obrolin jadi kita masih saling diam. Gue lihat malah Ayu sedang sibuk bermain hp-nya dan gue berusaha menahan grogi dengan suasana ini. Akhirnya setelah lama berfikir, gue punya ide buat ngajakin Ayu nonton pensi yang sedang digelar di lapangan sekolah gue.
Quote:
Akhirnya gue ama Ayu pun berjalan bareng menuju lapangan buat nonton acara pensi. Siang itu suasana cukup terik karena memang bulan itu kemarau lagi unyu-unyu nya. Namun walaupun suasana siang itu sangat panas tapi entah kenapa gue gag berasa panas, bahkan malah merasa sejuk. Mungkin karena hatiku lagi berbunga-bunga siang itu karena hadirnya sosok Ayu yang tiba-tiba jadinya cukup menyejukan hatiku yang lagi dahaga waktu itu. Tampak banyak senior dan temen-temen gue memandang gue dan Ayu dengan pandangan heran. Tapi emang dasarnya gue anaknya cuek jadi ya gue bawa cuek aja tuh pandangan orang lain. Saat itu yang gue pikirkan hanya menikmati moment yang indah ini bersama pujaan hati.
Kita nonton pertunjukan band dibawah pohon yang tumbuh berjajar disisi samping lapangan untuk menghindari sengatan langsung sinar matahari yang memang sedang tangguh2nya siang itu. Ayu nampak antusias sekali dengan pertunjukan band yang sedang tampil. Sesekali dia ikut menyanyi lagu2 yang sedang dibawakan band2 indie sekolah gue. Suara ayu sangat merdu sekali meskipun dia nyanyi dengan volume yang pelan. Suara ayu yang samar-samar itupun mampu membuat tentram hati gue. Gue pun sampai sekarang masih inget, lagu yang ikut dia nyanyikan waktu itu. Gue sungguh sangat menikmati moment seperti ini. Dan gue berharap moment seperti ini tidak cepat berakhir.
Spoiler for :
0
. Setelah tau si Ayu jadian ama cowok lain gue coba buat move onbuat nyari pengganti Ayu. Tapi mungkin cinta monyet gue terlalu dalam waktu itu jadi tiap kali deket ama cewek pasti gag ada yang berhasil jadi cewek gue. Alhasil selama SMP gue jones
: Eh kamu udah disini rupanya. Sini duduk nak.
: Eh iya bu, permisi bu mbak...
: Hehehe, akhirnya dikenali juga aku mbak.
: Ya masak aku kecil terus sih mbak.
: Yailah yang nostalgiaan sampai lupa ya kalau ada ibu disini?
: Ih mama apaan sih, cuman temen kok. Aku aja gag tau namanya dia kalau tadi mama gag sebutin, hehehe. Maklum ini anak gag terkenal sih dulu waktu smp
.
: Iya nak dia putrinya ibu.