- Beranda
- Stories from the Heart
[Action, Special Ability] Erik the Vampire Hunter
...
TS
Shadowroad
[Action, Special Ability] Erik the Vampire Hunter
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Ane mau share novel buatan ane sendiri gan
Novel ane bergenre action, horror, romance, school-life dan supranatural
Inspirasi dapat dari alur game, film, anime, kehidupan, komik, mitologi, legenda dan novel yang pernah ane amati
Part 62: Erik dan Vela Versus Pengendali Tulang
Spoiler for Begini gan ceritanya::
Cerita ini tentang seorang remaja dari Jakarta yang keluarganya terbunuh karena kaum vampire. Cowok remaja ini bernama Erik Calendula. Setelah selamat dari bencana yang dibuat kaum vampire, dia lalu memohon pada Arthur Pendragon. Arthur adalah salah satu dari beberapa pemburu vampire yang menyelamatkan Erik. Dibakar oleh tangisan, amarah dan dendam atas kematian keluarganya, Erik meminta Arthur untuk mendidiknya agar menjadi seorang pemburu vampire. Erik berniat menghancurkan organisasi vampire penebar bencana yang menjadi penyebab kematian orang tuanya.
Arthur menyetujui permintaan Erik. Sebelum dididik, Erik dibawa ke markas pemburu vampire di Jakarta yang bernama Knights of the Silver Sword. Lebih singkatnya, organisasi ini biasa disebut Silver Sword. Setelah bergabung dengan Silver Sword dan dibekali pelatihan dari Arthur, karir Erik sebagai pemburu vampire dimulai. Seperti Arthur, Erik juga memiliki kemampuan untuk mengendalikan listrik.
Arthur menyetujui permintaan Erik. Sebelum dididik, Erik dibawa ke markas pemburu vampire di Jakarta yang bernama Knights of the Silver Sword. Lebih singkatnya, organisasi ini biasa disebut Silver Sword. Setelah bergabung dengan Silver Sword dan dibekali pelatihan dari Arthur, karir Erik sebagai pemburu vampire dimulai. Seperti Arthur, Erik juga memiliki kemampuan untuk mengendalikan listrik.
Spoiler for Daftar Isi:
Prolog: Hotel Indonesia
Part 1: Arthur Datang Menjenguk
Part 2: Sekolah
Part 3: Kekuatan Dietrich
Part 4: Amanda Myrna
Part 5: Kisah Raja Arthur
Part 6: Pelabuhan
Part 7: Ghoul
Part 8: Bersembunyi di Rumah Kosong
Part 9: Amanda sang Pembunuh
Part 10: Lightning Versus Sand
Part 11: Kematian Rudy
Part 12: Rumah Sakit
Part 13: Teman Sekelas
Part 14: Kunjungan Mario dan Maya
Part 15: Cerita di Malam Hari
Part 16: Serangan Vampire
Part 17: Sungai Kapuas
Part 18: Kelompok Elena Versus Taiyou no Kishi
Part 19: Lantai Tiga
Part 20: Maya Versus Callista
Part 21: Lantai Dua
Part 22: Serangan Balik
Part 23: Kekuatan Callista
Part 24: Rumah Bergaya Belanda
Part 25: Immortals
Part 26: Empat Pertanyaan
Part 27: Der Schwarze Stein
Part 28: Mantra Deprehensio
Part 29: Kelompok Elena Versus Si Ekor Kalajengking
Part 30: Kolam-kolam Air
Part 31: Hydromancer Magnus
Part 32: Sepulang Sekolah
Part 33: Mall Kemang
Part 34: Korban Vampire
Part 35: Chibi, Chernov dan Minsk
Part 36: Pengejaran
Part 37: Tim Erik dan Tim Maul Versus Geng James Wood
Part 37.1: Hutan Ilusi
Part 37.2: Eyes of Markmanship
Part 37.3: Sand Versus Fire
Part 37.4: Pedang dan Tameng Es
Part 37.5: Maul dan Vira Versus James Wood
Part 38: Arthur Versus Lu Bu
Part 39: Agen Ganda
Part 40: Rumah Darkwing Bersaudara
Part 41: Tiga Produk
Part 42: Di Perbatasan Uni Soviet
Part 42.1: Diego Versus Dragovich
Part 43: FlyHigh
Part 44: Pecandu dari Pluit's Boat
Part 45: Kartel Ching Yan
Part 46: Ervan Versus Werewolf
Part 47: Berlindung di Balik Mobil
Part 48: Marga Asakura
Part 49: Hantu di Rumah Amanda
Part 50: Emmy Merah
Part 51: Pisau Dapur yang Melayang
Part 52: Lantai Dua
Part 53: Tim Sandra dan Dua Emmy
Part 54: Elektrokimia
Part 55: Aswatama
Part 56: Erik, Dietrich, Amanda Versus Arthur
Part 57: Erik, Dietrich, Amanda Versus Aswatama
Part 58: Napoleon Bonaparte dan Timnya
Part 59: Melacak
Part 60: Arthur Versus Jie Xiong
Part 61: Penyelamatan Professor Vaugh
Part 62: Erik dan Vela Versus Pengendali Tulang
Part 1: Arthur Datang Menjenguk
Part 2: Sekolah
Part 3: Kekuatan Dietrich
Part 4: Amanda Myrna
Part 5: Kisah Raja Arthur
Part 6: Pelabuhan
Part 7: Ghoul
Part 8: Bersembunyi di Rumah Kosong
Part 9: Amanda sang Pembunuh
Part 10: Lightning Versus Sand
Part 11: Kematian Rudy
Part 12: Rumah Sakit
Part 13: Teman Sekelas
Part 14: Kunjungan Mario dan Maya
Part 15: Cerita di Malam Hari
Part 16: Serangan Vampire
Part 17: Sungai Kapuas
Part 18: Kelompok Elena Versus Taiyou no Kishi
Part 19: Lantai Tiga
Part 20: Maya Versus Callista
Part 21: Lantai Dua
Part 22: Serangan Balik
Part 23: Kekuatan Callista
Part 24: Rumah Bergaya Belanda
Part 25: Immortals
Part 26: Empat Pertanyaan
Part 27: Der Schwarze Stein
Part 28: Mantra Deprehensio
Part 29: Kelompok Elena Versus Si Ekor Kalajengking
Part 30: Kolam-kolam Air
Part 31: Hydromancer Magnus
Part 32: Sepulang Sekolah
Part 33: Mall Kemang
Part 34: Korban Vampire
Part 35: Chibi, Chernov dan Minsk
Part 36: Pengejaran
Part 37: Tim Erik dan Tim Maul Versus Geng James Wood
Part 37.1: Hutan Ilusi
Part 37.2: Eyes of Markmanship
Part 37.3: Sand Versus Fire
Part 37.4: Pedang dan Tameng Es
Part 37.5: Maul dan Vira Versus James Wood
Part 38: Arthur Versus Lu Bu
Part 39: Agen Ganda
Part 40: Rumah Darkwing Bersaudara
Part 41: Tiga Produk
Part 42: Di Perbatasan Uni Soviet
Part 42.1: Diego Versus Dragovich
Part 43: FlyHigh
Part 44: Pecandu dari Pluit's Boat
Part 45: Kartel Ching Yan
Part 46: Ervan Versus Werewolf
Part 47: Berlindung di Balik Mobil
Part 48: Marga Asakura
Part 49: Hantu di Rumah Amanda
Part 50: Emmy Merah
Part 51: Pisau Dapur yang Melayang
Part 52: Lantai Dua
Part 53: Tim Sandra dan Dua Emmy
Part 54: Elektrokimia
Part 55: Aswatama
Part 56: Erik, Dietrich, Amanda Versus Arthur
Part 57: Erik, Dietrich, Amanda Versus Aswatama
Part 58: Napoleon Bonaparte dan Timnya
Part 59: Melacak
Part 60: Arthur Versus Jie Xiong
Part 61: Penyelamatan Professor Vaugh
Part 62: Erik dan Vela Versus Pengendali Tulang
Gan, setelah baca mohon komennya, ya
Ane sangat menerima kritik dan saran
Pertanyaan juga sangat dianjurkan, supaya agan2 dapat lebih memahami cerita yang rumit ini
Kalau terjadi kesalahan seperti tanda baca, kurang jelas, ketidak konsistenan cerita mohon diingatkan ya gan
Terima kasih gan
Diubah oleh Shadowroad 26-11-2017 06:31
2
87K
Kutip
544
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
Shadowroad
#232
Part 36: Pengejaran
Spoiler for Part 36: Pengejaran:
Mereka berempat berjalan menuju sedang hitam milik Maul. Chernov, Chibi dan Minsk mengikutinya. Maul dan Chibi duduk di bagian depan mobil, Chernov dan Minsk duduk di tengah dan Tim Erik duduk di bagian belakang. Perlahan-lahan, Maul menjalankan mobilnya menuju ke utara.
Ketika mobil berjalan perlahan, Erik dan teman-temannya melewati Kafe D’Orca. Erik lalu menceritakan pada Dietrich dan Amanda tentang kafe favoritnya itu. Biasanya, Erik bersama dengan Arthur, Elsa dan Leon nongkrong di D’Orca. Mendengar nama ‘Elsa’ disebut, Maul langsung memotong obrolan Erik.
Erik mengambil ponselnya dan membuka bagian gallery. Dia mencari koleksi foto yang ada Elsanya. Begitu berhasil menemukannya, Erik memberikan ponselnya ke Amanda. Amanda dan Dietrich menganga lebar begitu melihat wajah Elsa.
Ketika bertemu perempatan, Chibi mengangkat kaki kirinya dan memandang Maul. Maul yang seorang beast master tentu saja paham maksud dari Chibi. Polisi itu langsung berbelok ke kiri. Mudah bagi beast master berkomunikasi dengan hewan. Bagi para beast master, berbicara dengan hewan sama mudahnya dengan berbicara dengan manusia.
Mereka memasuki jalan yang lebih ramai dan lebih luas daripada jalan di depan Mall Kemang. Cahaya-cahaya lampu jalanan ibukota menerangi perjalanan mereka. Di saat memasuki jalan ini, Maul mulai menambah kecepatan mobil. Dia mempertahankan kecepatan mobil hingga bertemu perempatan lagi.
Chibi menggonggong beberapa kali. Dia terus memandang jalan di depan. Tidak menoleh ke kanan dan kiri. Entah apa maksudnya. Dari posisi tubuh Chibi, Erik menebak-nebak bahwa maksud Chibi adalah tetap lurus saja.
Chibi hanya menggeleng. Dia tetap duduk tegak di atas jok mobil. Anjing itu sama sekali tidak kelihatan panik. Mumpung jarak para Silver Sword dan vampire buruan masih belum jauh, Maul segera mempercepat laju mobil. Chernov, sang serigala, menggeram pelan pada Maul.
Maul menambah laju mobilnya lagi. Kali ini benar-benar brutal seperti pembalap. Menariknya, kombinasi antara kecepatan dan belokannya benar-benar tepat. Maul juga sama sekali tidak peduli umpatan para pengguna jalan yang marah padanya. Saat ini tujuannya hanya satu yaitu menangkap vampire. Chibi, Chernov dan Minsk mulai menggeram. Tingkah tiga hewan yang termasuk marga Canis ini menunjukkan bahwa mobil sudah mendekati target.
Chibi menunjuk sebuah restoran yang jaraknya hanya beberapa meter dari mobil Maul. Maul menjalankan mobilnya mendekati restoran itu. Restoran ini berada di kanan jalan sehingga Maul perlahan-lahan memasukkan mobilnya ke restoran yang mewah ini. Dengan panduan security restoran, Maul memparkir mobilnya dekat gerbang dan mematikan mesinnya.
Seorang securitymendekati mobil Maul dan mengetuk kaca mobil. Maulpun membuka mobilnya. Security itu langsung mundur ketakutan begitu melihat dua ekor serigala dan seekor German Shepherd berada di dalam mobil. Dengan tetap menjaga jarak, security berusaha membuka mulutnya untuk mengatakan sesuatu.
Restoran yang sekarang berada di hadapan Tim Erik adalah Restoran Bougenville. Merupakan salah satu dari beberapa restoran elite yang berada di Jakarta. Tim Erik membuka kaca mobil dan melihat situasi di Restoran Bougenville. Restoran ini memiliki tiga lantai. Mobil-mobil mahal berjejer di lahan parkirnya yang luas dan dihiasi oleh pohon palem. Orang-orang berpakaian mahal berjalan keluar dari Restoran Bougenville dan memasuki mobil-mobil mereka.
Cukup mudah bagi tiga hewan dari marga Canis itu. Mereka bertiga langsung menggonggong pelan dan panjang begitu melihat target (Pria berjas hitam dan berdasi biru! Berpotongan cepak dan berkacamata hitam! Berjalan berkelompok dengan tujuh orang menuju limosin biru! Delapan orang itu … semuanya adalah vampire! Berhati-hatilah, Maul.).
Maul segera menterjemahkan apa yang diucapkan hewan-hewannya sebelum mengidentifikasi target. Tim Erik langsung menoleh ke arah yang dimaksud oleh Maul. Semuanya membelalakkan mata untuk mengidentifikasi target. Ya, mereka semua sudah mengetahui vampire yang dimaksud oleh Chibi, Chernov dan Minsk. Setelah itu, pandangan mereka berempat tertuju pada seorang vampire berambut biru klimis yang disisir ke samping. Vampire yang berjalan paling depan itu memakai celana, jas dan dasi kupu-kupu berwarna ungu. Semuanya serba ungu. Hanya sepatunya saja yang berwarna hitam.
Tim Erik dan Maul tidak menyangka mereka saling mengetahi James Wood. Mereka berempat saling berpandangan dengan mata terbelalak. Sadar bahwa Maul harus secepat mungkin keluar dari tempat parkir, dia segera menjalankan mobilnya dan keluar dari area Restoran Bougenville. Setelah keluar, Maul memarkir mobilnya di pinggir jalan. Mesin mobil tetap menyala.
Setelah berbicara dengan seseorang bernama Rosa, kali ini Maul berbicara dengan temannya yang bernama Ervan. Maul memperingatkan hal yang sama pada Ervan seperti dia memperingatkan pada Rosa. Tim Erik menyimak semua pembicaraan yang dilakukan oleh Maul. Begitu selesai, Maul meletakkan ponsel di sakunya.
Ketika mobil berjalan perlahan, Erik dan teman-temannya melewati Kafe D’Orca. Erik lalu menceritakan pada Dietrich dan Amanda tentang kafe favoritnya itu. Biasanya, Erik bersama dengan Arthur, Elsa dan Leon nongkrong di D’Orca. Mendengar nama ‘Elsa’ disebut, Maul langsung memotong obrolan Erik.
Quote:
“Elsa yang kau maksud … Elsaria Darkwing?” tanya Maul.
Erik mengangguk, “Benar. Seorang pengendali es dari Paladin.”
“Yang super cantik itu?!”
“Iya. Kau berminat dengannya?”
Maul tertawa dan menggeleng, “Muka pas-pasan begini bisa apa, Rik?”
“Wajar kalau banyak cowok yang ingin memiliki Kak Elsa. Kecantikannya terkenal sampai ke Silver Sword, sih.”
“Kecantikan yang tidak masuk akal, menurutku.”
“Seperti apa, sih, Kak Elsa itu?” tanya Amanda.
Erik mengangguk, “Benar. Seorang pengendali es dari Paladin.”
“Yang super cantik itu?!”
“Iya. Kau berminat dengannya?”
Maul tertawa dan menggeleng, “Muka pas-pasan begini bisa apa, Rik?”
“Wajar kalau banyak cowok yang ingin memiliki Kak Elsa. Kecantikannya terkenal sampai ke Silver Sword, sih.”
“Kecantikan yang tidak masuk akal, menurutku.”
“Seperti apa, sih, Kak Elsa itu?” tanya Amanda.
Erik mengambil ponselnya dan membuka bagian gallery. Dia mencari koleksi foto yang ada Elsanya. Begitu berhasil menemukannya, Erik memberikan ponselnya ke Amanda. Amanda dan Dietrich menganga lebar begitu melihat wajah Elsa.
Quote:
“Ini tidak hanya super cantik, Erik. Lebih dari itu,” kata Amanda yang tiba-tiba melirik Dietrich, “Aku berpikir bagaimana bila Dietrich berkenalan dengannya? Mungkin tak ada satupun kata yang keluar dari mulutnya.”
“Oh, aku benci mengakuinya,” kata Dietrich yang membuang mukanya. Blasteran Jerman ini benar-benar paham akan dirinya sendiri.
“Bila mereka bertiga mulai menggeram, biar aku saja yang menterjemahkannya pada kalian,” kata Maul, “Semua geraman dan gonggongan mereka menjadi kalimat yang tersusun rapi di kepalaku.”
“Oh, aku benci mengakuinya,” kata Dietrich yang membuang mukanya. Blasteran Jerman ini benar-benar paham akan dirinya sendiri.
“Bila mereka bertiga mulai menggeram, biar aku saja yang menterjemahkannya pada kalian,” kata Maul, “Semua geraman dan gonggongan mereka menjadi kalimat yang tersusun rapi di kepalaku.”
Ketika bertemu perempatan, Chibi mengangkat kaki kirinya dan memandang Maul. Maul yang seorang beast master tentu saja paham maksud dari Chibi. Polisi itu langsung berbelok ke kiri. Mudah bagi beast master berkomunikasi dengan hewan. Bagi para beast master, berbicara dengan hewan sama mudahnya dengan berbicara dengan manusia.
Mereka memasuki jalan yang lebih ramai dan lebih luas daripada jalan di depan Mall Kemang. Cahaya-cahaya lampu jalanan ibukota menerangi perjalanan mereka. Di saat memasuki jalan ini, Maul mulai menambah kecepatan mobil. Dia mempertahankan kecepatan mobil hingga bertemu perempatan lagi.
Quote:
“Kemana, Chibi?” tanya Maul.
Chibi menggonggong beberapa kali. Dia terus memandang jalan di depan. Tidak menoleh ke kanan dan kiri. Entah apa maksudnya. Dari posisi tubuh Chibi, Erik menebak-nebak bahwa maksud Chibi adalah tetap lurus saja.
Quote:
“Apa katanya?” tanya Amanda.
“Chibi menyuruhku untuk tetap lurus saja. Buruan kita sudah dekat,” Maul menterjemahkan.
“Cukup dekat juga jaraknya dari Mall Kemang,” kata Dietrich, “Biasanya, sih, vampire yang suka meminum darah manusia sembarangan, langsung lari sejauh mungkin agar tak tertangkap Silver Sword.”
“Benar, Dietrich. Apa yang membuatnya begitu percaya diri bahwa dirinya tidak akan tertangkap?” kata Amanda.
“Tunggu, Amanda,” Dietrich sekarang terlihat panik, “Jangan-jangan kita akan berhadapan dengan manipulator.”
“Ah, obrolan kalian membuatku cemas,” kata Maul yang langsung bertanya pada Chibi, “Apakah kekuatan baunya mulai berkurang?”
“Chibi menyuruhku untuk tetap lurus saja. Buruan kita sudah dekat,” Maul menterjemahkan.
“Cukup dekat juga jaraknya dari Mall Kemang,” kata Dietrich, “Biasanya, sih, vampire yang suka meminum darah manusia sembarangan, langsung lari sejauh mungkin agar tak tertangkap Silver Sword.”
“Benar, Dietrich. Apa yang membuatnya begitu percaya diri bahwa dirinya tidak akan tertangkap?” kata Amanda.
“Tunggu, Amanda,” Dietrich sekarang terlihat panik, “Jangan-jangan kita akan berhadapan dengan manipulator.”
“Ah, obrolan kalian membuatku cemas,” kata Maul yang langsung bertanya pada Chibi, “Apakah kekuatan baunya mulai berkurang?”
Chibi hanya menggeleng. Dia tetap duduk tegak di atas jok mobil. Anjing itu sama sekali tidak kelihatan panik. Mumpung jarak para Silver Sword dan vampire buruan masih belum jauh, Maul segera mempercepat laju mobil. Chernov, sang serigala, menggeram pelan pada Maul.
Quote:
Maul menghela nafas, “Iya. Iya. Aku tahu.”
“Apa yang akan kau lakukan, Kak Maul?” tanya Amanda.
“Pasang sabuk pengaman kalian!” perintah Maul.
“Sepertinya polisi gila ini akan segera menggila,” komentar Erik.
“Apa yang akan kau lakukan, Kak Maul?” tanya Amanda.
“Pasang sabuk pengaman kalian!” perintah Maul.
“Sepertinya polisi gila ini akan segera menggila,” komentar Erik.
Maul menambah laju mobilnya lagi. Kali ini benar-benar brutal seperti pembalap. Menariknya, kombinasi antara kecepatan dan belokannya benar-benar tepat. Maul juga sama sekali tidak peduli umpatan para pengguna jalan yang marah padanya. Saat ini tujuannya hanya satu yaitu menangkap vampire. Chibi, Chernov dan Minsk mulai menggeram. Tingkah tiga hewan yang termasuk marga Canis ini menunjukkan bahwa mobil sudah mendekati target.
Chibi menunjuk sebuah restoran yang jaraknya hanya beberapa meter dari mobil Maul. Maul menjalankan mobilnya mendekati restoran itu. Restoran ini berada di kanan jalan sehingga Maul perlahan-lahan memasukkan mobilnya ke restoran yang mewah ini. Dengan panduan security restoran, Maul memparkir mobilnya dekat gerbang dan mematikan mesinnya.
Seorang securitymendekati mobil Maul dan mengetuk kaca mobil. Maulpun membuka mobilnya. Security itu langsung mundur ketakutan begitu melihat dua ekor serigala dan seekor German Shepherd berada di dalam mobil. Dengan tetap menjaga jarak, security berusaha membuka mulutnya untuk mengatakan sesuatu.
Quote:
“Ma-ma-maaf, p-pa-pak,” kata security pada Maul, “Ac-ac-acaranya akan segera berakhir .. s-s-s-sekitar tiga puluh menit lag-lagi.”
“Terima kasih informasinya,” jawab Maul, “Aku hanya menjemput temanku, kok.”
“Terima kasih informasinya,” jawab Maul, “Aku hanya menjemput temanku, kok.”
Restoran yang sekarang berada di hadapan Tim Erik adalah Restoran Bougenville. Merupakan salah satu dari beberapa restoran elite yang berada di Jakarta. Tim Erik membuka kaca mobil dan melihat situasi di Restoran Bougenville. Restoran ini memiliki tiga lantai. Mobil-mobil mahal berjejer di lahan parkirnya yang luas dan dihiasi oleh pohon palem. Orang-orang berpakaian mahal berjalan keluar dari Restoran Bougenville dan memasuki mobil-mobil mereka.
Quote:
“Jadi dia bersembunyi di Bougenville,” kata Maul, “Ternyata arah kaburnya benar-benar tak begitu jauh dari Mall Kemang.”
“Apa yang sebenarnya dia rencanakan? Bukankah ini sama saja memberi waktu pada Silver Sword untuk mencegatnya di pintu gerbang dan menangkapnya?” kata Dietrich, “Dia benar-benar percaya diri atau apa?”
“Atau jangan-jangan memancing Silver Sword?” Amanda berusaha membaca apa rencana si vampire.
“Apapun yang terjadi, kita harus tetap berhati-hati,” kata Erik, “Yang terlalu mudah seperti ini malah mencurigakan.”
Maul tertawa, “Tidak perlu menduga-duga lagi, teman-teman. Ini sangat jelas. Hampir seratus persen mereka memancing kita. Aku baru menyadari kenapa mereka berani-beraninya menggigit seorang manusia di tempat seramai Mall Kemang. Mereka sengaja menarik perhatian.”
“Panggil semua timmu Kak Maul. Kondisi ini semakin berisiko,” kata Erik yang juga akan menelepon Tim Bryan, Arthur serta beberapa teman dari Silver Sword, “Aku akan memanggil teman-temanku.”
Maul menelepon teman setimnya. Setelah menunggu beberapa detik, Maul berkata, “Penghisap darah baik ini bersembunyi di Restoran Bougenville. Kemarilah. Ya … ya … bagus kalau begitu … boleh, boleh … suruh dua orang bodoh itu tetap datang. Vampire-vampire ini sengaja memancing kita.”
“Ada apa, Kak Maul?” tanya Erik.
“Timku akan segera kemari,” jawab Maul, “Mereka akan mengepung di kedua ujung jalan.”
“Sekarang bagaimana rencanamu?” tanya Erik lagi.
“Kita tunggu saja mereka keluar. Chernov, Minsk dan Chibi akan memberitahu kita bila target kita sudah mendekati pintu keluar. Di saat itulah, aku segera menyalakan mesin mobil dan mengeluarkan mobil ini. Lalu menunggu mereka di seberang jalan. Kemudian … ”
Chibi, Chernov dan Minsk menggeram bersamaan (“Mereka sudah keluar, idiot!”).
“Bajingan itu … mereka cepat juga!” umpat Maul yang segera menyalakan mesin mobilnya. Perlahan-lahan, dia memundurkan mobilnya dan segera keluar dari tempat parkir Restoran Bougenville.
“Apakah mereka sudah keluar, Kak Maul?” tanya Dietrich.
“Sudah,” kata Maul, “Seperti kataku, mereka sudah mendekati pintu keluar.”
“Tunggu! Sebelum kita keluar, identifikasi dulu mana orangnya!” kata Amanda.
“Chernov, Minsk, Chibi … identifikasi mereka dengan teliti!” perintah Maul.
“Apa yang sebenarnya dia rencanakan? Bukankah ini sama saja memberi waktu pada Silver Sword untuk mencegatnya di pintu gerbang dan menangkapnya?” kata Dietrich, “Dia benar-benar percaya diri atau apa?”
“Atau jangan-jangan memancing Silver Sword?” Amanda berusaha membaca apa rencana si vampire.
“Apapun yang terjadi, kita harus tetap berhati-hati,” kata Erik, “Yang terlalu mudah seperti ini malah mencurigakan.”
Maul tertawa, “Tidak perlu menduga-duga lagi, teman-teman. Ini sangat jelas. Hampir seratus persen mereka memancing kita. Aku baru menyadari kenapa mereka berani-beraninya menggigit seorang manusia di tempat seramai Mall Kemang. Mereka sengaja menarik perhatian.”
“Panggil semua timmu Kak Maul. Kondisi ini semakin berisiko,” kata Erik yang juga akan menelepon Tim Bryan, Arthur serta beberapa teman dari Silver Sword, “Aku akan memanggil teman-temanku.”
Maul menelepon teman setimnya. Setelah menunggu beberapa detik, Maul berkata, “Penghisap darah baik ini bersembunyi di Restoran Bougenville. Kemarilah. Ya … ya … bagus kalau begitu … boleh, boleh … suruh dua orang bodoh itu tetap datang. Vampire-vampire ini sengaja memancing kita.”
“Ada apa, Kak Maul?” tanya Erik.
“Timku akan segera kemari,” jawab Maul, “Mereka akan mengepung di kedua ujung jalan.”
“Sekarang bagaimana rencanamu?” tanya Erik lagi.
“Kita tunggu saja mereka keluar. Chernov, Minsk dan Chibi akan memberitahu kita bila target kita sudah mendekati pintu keluar. Di saat itulah, aku segera menyalakan mesin mobil dan mengeluarkan mobil ini. Lalu menunggu mereka di seberang jalan. Kemudian … ”
Chibi, Chernov dan Minsk menggeram bersamaan (“Mereka sudah keluar, idiot!”).
“Bajingan itu … mereka cepat juga!” umpat Maul yang segera menyalakan mesin mobilnya. Perlahan-lahan, dia memundurkan mobilnya dan segera keluar dari tempat parkir Restoran Bougenville.
“Apakah mereka sudah keluar, Kak Maul?” tanya Dietrich.
“Sudah,” kata Maul, “Seperti kataku, mereka sudah mendekati pintu keluar.”
“Tunggu! Sebelum kita keluar, identifikasi dulu mana orangnya!” kata Amanda.
“Chernov, Minsk, Chibi … identifikasi mereka dengan teliti!” perintah Maul.
Cukup mudah bagi tiga hewan dari marga Canis itu. Mereka bertiga langsung menggonggong pelan dan panjang begitu melihat target (Pria berjas hitam dan berdasi biru! Berpotongan cepak dan berkacamata hitam! Berjalan berkelompok dengan tujuh orang menuju limosin biru! Delapan orang itu … semuanya adalah vampire! Berhati-hatilah, Maul.).
Maul segera menterjemahkan apa yang diucapkan hewan-hewannya sebelum mengidentifikasi target. Tim Erik langsung menoleh ke arah yang dimaksud oleh Maul. Semuanya membelalakkan mata untuk mengidentifikasi target. Ya, mereka semua sudah mengetahui vampire yang dimaksud oleh Chibi, Chernov dan Minsk. Setelah itu, pandangan mereka berempat tertuju pada seorang vampire berambut biru klimis yang disisir ke samping. Vampire yang berjalan paling depan itu memakai celana, jas dan dasi kupu-kupu berwarna ungu. Semuanya serba ungu. Hanya sepatunya saja yang berwarna hitam.
Quote:
“James Wood!” seru semua penghuni mobil.
Tim Erik dan Maul tidak menyangka mereka saling mengetahi James Wood. Mereka berempat saling berpandangan dengan mata terbelalak. Sadar bahwa Maul harus secepat mungkin keluar dari tempat parkir, dia segera menjalankan mobilnya dan keluar dari area Restoran Bougenville. Setelah keluar, Maul memarkir mobilnya di pinggir jalan. Mesin mobil tetap menyala.
Quote:
“Kau ternyata juga tahu dia,” kata Erik.
“Ya. Kita bicarakan nanti, Erik,” kata Maul yang segera mengambil ponselnya, “Rosa, vampire penghisap darah yang menjadi target kita adalah anak buah James Wood … Sialnya tidak, Ros … Dia saat ini sedang mengawal James Wood bersama dengan tujuh vampire lain … Vampire-vampire keparat itu memancing kita! Kita harus waspada! Mereka mengendarai limosin biru. Aku akan mengupdate posisi kita di group.”
“Ya. Kita bicarakan nanti, Erik,” kata Maul yang segera mengambil ponselnya, “Rosa, vampire penghisap darah yang menjadi target kita adalah anak buah James Wood … Sialnya tidak, Ros … Dia saat ini sedang mengawal James Wood bersama dengan tujuh vampire lain … Vampire-vampire keparat itu memancing kita! Kita harus waspada! Mereka mengendarai limosin biru. Aku akan mengupdate posisi kita di group.”
Setelah berbicara dengan seseorang bernama Rosa, kali ini Maul berbicara dengan temannya yang bernama Ervan. Maul memperingatkan hal yang sama pada Ervan seperti dia memperingatkan pada Rosa. Tim Erik menyimak semua pembicaraan yang dilakukan oleh Maul. Begitu selesai, Maul meletakkan ponsel di sakunya.
Quote:
“Nah, sekarang kita tunggu limosin biru sialan itu keluar dari restoran ini,” kata Maul, “Kita akan mengeroyok mereka.”
“Apakah James Wood seberbahaya itu?” tanya Erik, “Dulu, Arthur hanya mengajak kami bertiga untuk menangani misi menangkap James Wood. Meskipun ternyata yang dikalahkan adalah body doublenya James Wood. Intinya, yang ingin kutekankan adalah bahwa Arthur cukup percaya diri hanya dengan empat orang.”
“Untung kau bertanya. Arthur percaya diri karena dirinya adalah Immortal. Bukan karena James Wood yang lemah,” Maul lalu menoleh ke belakang dan mulai memperingatkan Tim Erik, “Jangan gunakan handgun jika kalian berhadapan dengan James Wood. Gunakan saja ketika menghadapi anak buahnya.”
“Tunggu,” kata Dietrich, “Bukankah James Wood pengendali air? Bagaimana mungkin dia bisa mengendalikan peluru yang bahannya terbuat dari logam?”
“Pertanyaan bagus,” kata Maul, “Peluru yang kalian tembakkan bisa terhenti begitu saja ketika menyentuh airnya yang berterbangan. Air-airnya bisa menangkap peluru. Lalu vampire sialan itu dengan mudah menembakkan kembali peluru yang ditangkapnya dengan bantuan air-airnya. Meskipun efek dan kecepatannya hanya seperdelapan hingga seperempat dari efek yang ditembakkan oleh handgun, kita jangan meremehkannya. Dia tidak perlu menjadi seorang pengendali logam untuk menembakkan kembali peluru-peluru yang mengarah ke kepalanya. Jika memang kalian terpaksa menggunakan handgun, gunakan saja dengan jarak yang cukup dekat. Semakin dekat maka semakin kecil pula peluru kalian ‘tertangkap’ oleh air-airnya.”
Minsklah yang kali ini menggeram pada Maul (Bung! Limosin itu akan segera keluar!).
“Sial!” umpat Maul yang segera memasukkan perseneling mobil ke gigi pertama, menginjak pedal gas perlahan dan mulai menjalankan mobil.
“Apakah James Wood seberbahaya itu?” tanya Erik, “Dulu, Arthur hanya mengajak kami bertiga untuk menangani misi menangkap James Wood. Meskipun ternyata yang dikalahkan adalah body doublenya James Wood. Intinya, yang ingin kutekankan adalah bahwa Arthur cukup percaya diri hanya dengan empat orang.”
“Untung kau bertanya. Arthur percaya diri karena dirinya adalah Immortal. Bukan karena James Wood yang lemah,” Maul lalu menoleh ke belakang dan mulai memperingatkan Tim Erik, “Jangan gunakan handgun jika kalian berhadapan dengan James Wood. Gunakan saja ketika menghadapi anak buahnya.”
“Tunggu,” kata Dietrich, “Bukankah James Wood pengendali air? Bagaimana mungkin dia bisa mengendalikan peluru yang bahannya terbuat dari logam?”
“Pertanyaan bagus,” kata Maul, “Peluru yang kalian tembakkan bisa terhenti begitu saja ketika menyentuh airnya yang berterbangan. Air-airnya bisa menangkap peluru. Lalu vampire sialan itu dengan mudah menembakkan kembali peluru yang ditangkapnya dengan bantuan air-airnya. Meskipun efek dan kecepatannya hanya seperdelapan hingga seperempat dari efek yang ditembakkan oleh handgun, kita jangan meremehkannya. Dia tidak perlu menjadi seorang pengendali logam untuk menembakkan kembali peluru-peluru yang mengarah ke kepalanya. Jika memang kalian terpaksa menggunakan handgun, gunakan saja dengan jarak yang cukup dekat. Semakin dekat maka semakin kecil pula peluru kalian ‘tertangkap’ oleh air-airnya.”
Minsklah yang kali ini menggeram pada Maul (Bung! Limosin itu akan segera keluar!).
“Sial!” umpat Maul yang segera memasukkan perseneling mobil ke gigi pertama, menginjak pedal gas perlahan dan mulai menjalankan mobil.
0
Kutip
Balas