Kaskus

Story

aldogunzAvatar border
TS
aldogunz
Senja di Sungai Chaopraya
Senja di Sungai Chaopraya

Halo gan ini cerita lanjutan dari Thread ane sebelumnya :Vita est Militia (Kisah Si Belalang Tempur), kenapa thread baru karena judulnya ganti gan, semoga cerita ini berkenan dan akan ane update terus sebisanya ya, maklum gan ada kesibukkan lainnya yang harus ane kerjakan.Ini cerita tentang kehidupan ane merantau ke Bangkok gan, cerita gimana ane bertahan hidup sampai menemukan pasangan di sana. Jangan lupa di Rate kalau agan2 sekalian suka cerita ini ya. Thanks emoticon-Blue Guy Peace

Quote:

Quote:

Spoiler for Covernya gan:


Quote:


Spoiler for Index:
Diubah oleh aldogunz 21-12-2015 13:05
anasabilaAvatar border
bukhoriganAvatar border
bukhorigan dan anasabila memberi reputasi
2
3.4K
23
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread53.4KAnggota
Tampilkan semua post
aldogunzAvatar border
TS
aldogunz
#2
Bab 1. Part 02
Andre dan Oki dua sahabatku selama di Jakarta datang untuk mengucapkan salam perpisahan. Bersama mereka biasa kuhabiskan waktu di hari-hari libur. Sebuah tas punggung dan koper berwarna hijau kubawa keluar untuk kumasukkan ke dalam mobil kakakku. Andre dan oki bergantian memelukku, “Good Luck Brother!” kata mereka berdua kompak. Sebenarnya waktu itu aku tidak tahu berapa lama aku akan pergi, banyak pertanyaan di dalam benakku. Maklum saja, aku tidak dibekali kemampuan bahasa Thai sama sekali, bahasa Inggrisku juga sangat buruk dan kacau. Hanya modal keberanian dan harapan akan kehidupan yang lebih baik yang membuatku yakin untuk berangkat. Setelah salam perpisahan mobil yang dikendarai kakakku perlahan meninggalkan dua sahabat yang mengantar kepergianku.

Di tengah perjalanan aku teringat kembali saat terakhir bertemu dengan Andalusia, aku hanya berharap mudah-mudahan ia mendapatkan kebahagiaan yang nyata dari pacarnya yang baru. Tidak seperti diriku yang belum bisa memberikan sesuatu yang terbaik untuknya. Aku hanya laki-laki biasa yang punya banyak mimpi, dan masih terus berjuang untuk mewujudkan semuanya. Banyak hal yang harus aku korbankan, seperti perasaanku kepada Anda, semua ini demi sesuatu yang ingin kucapai. Aku menatap ke luar jendela mobil, pikiranku terbang jauh ke masa lalu, dimana kehidupan begitu keras dan tidak pernah mudah untuk dilalui. Ya “Vita est Militia” , hidup adalah perjuangan, dan perjuangan itu akan berakhir saat kita mati.

Akhirnya aku tiba di bandara, aku berpamitan kepada kakakku dan istrinya. Kuucapkan terima kasih banyak atas bantuannya selama ini. Aku segera masuk ke dalam bandara, dan menyiapkan paspor yang ada di dalam tas. Aku berjalan dengan cepat menuju counter Air Asia untuk check in. Prosesnya berjalan lancar dan tanpa ada halangan. Aku duduk di ruang tunggu, sampai akhirnya terdengar panggilan untuk penumpang pesawat yang akan berangkat ke Bangkok. Semua penumpang mengantri panjang, sekitar lima belas menit, akhirnya aku sudah duduk di kursi pesawat. “Ya Tuhan lindungilah kami di dalam perjalanan, dan semoga ini menjadi langkah yang baik untuk hidupku, amin” Aku berdoa sejenak sebelum lepas landas.

Setelah melewati perjalanan tiga jam dua puluh menit, akhirnya tiba di Bandara Donmueang-Bangkok. Perasaan ini bercampur aduk, ini kedua kalinya aku menginjakkan kaki di Thailand. Yang terdahulu tentu berbeda dengan yang sekarang. Kali ini aku akan menetap dalam jangka waktu yang belum aku ketahui. Kuserahkan paspor ke petugas imigrasi, seperti biasa, petugas imigrasi jarang sekali tersenyum, mungkin dia sudah lelah. Selesai itu aku segera mengambil bagasi koper hijau yang kubawa dari Jakarta. Langkah kakiku bergerak cepat menuju ke luar bandara. Aku mengambil catatan alamat yang sudah diinfokan sebelumnya. Karena barang bawaanku cukup berat, jadi aku pilih taxi untuk menuju apartemen yang sudah disiapkan oleh pihak kantor di Bangkok.

Mataku melihat keluar jendela taxi, pemandangan kota Bangkok tidak terlalu jauh seperti Jakarta, hanya saja di Bangkok akan banyak kita lihat bangunan-bangunan khas Thailand yang biasanya adalah kuil-kuil tempat beribadah. Selain itu di Bangkok sendiri untuk transportasi umunya sudah sangat maju, sudah ada BTS (Skytrain), MRT (Kereta bawah tanah), dan ada Airport Link, skytrain yang menuju angsung ke bandara Suvarnabhumi. Kurang lebih empat puluh menit aku sudah tiba di apartemen. Apartemenku berada di daerah Bangna, dekat dengan kantor yang akan mempekerjakanku. Di bawah ada kantor kecil dan kutunjukkan kertas yang kuprint di Jakarta. Isinya tulisan Thailand, aku juga tidak tahu, dan akhirnya dia memberikanku sebuah kunci dengan nomor. Dia mengantarku sampai di lantai paling atas, di lantai 9. “Thank you” kataku dengan singkat, dia hanya tersenyum kecil membalas ucapanku tadi. Wow…kamarnya cukup bagus, ada sebuah ranjang, ada televisi, dan ada balkoni di samping kamar mandi. Designnya minimalis dan cukup mewah untukku. Aku segera menuju kasur, dan memejamkan mata sejenak, dan akhirnya terlelap di dalam tidur. Bersambung...

0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.