- Beranda
- Stories from the Heart
Malang Mysterio (Horror Complete Stories)
...
TS
vigovampironeo
Malang Mysterio (Horror Complete Stories)
Ini trit merupakan kumpulan cerita cerita horror eike selama kuliah di kota Malang , terutama untuk cerita pendek akan eike masukkan di trit ini secara berkala....100 % true story tanpa rekayasa ,tanpa formalin dan tidak mengandung minyak babi , selain daripada itu cerita cerita ini memang dirancang dengan alur yang dinamiz sesuai kronologiz dan tata bahasa yang dramatiz sehingga cocix buat dibaca sebelum agan agan bobox cantix
Quote:

Quote:

vigo , niken , pendik , steve , renggo , zul , memet , danang , rani
Quote:
Penjelajahan Mistis di Kampus UMM(complete story)
Tiga Keranda di Jembatan Belakang Sengkaling(complete story)
Eric & Katrina(complete story)
Quote:
Malang Mysterio Exo(Trit Pelengkap)
Quote:
Apabila anda puas bilang sama teman , saudara atau tetangga anda ….. bila timbul gejala gejala aneh segera berobat ke mantri hewan terdekat di kota anda
Diubah oleh vigovampironeo 10-04-2022 07:28
ferist123 dan 28 lainnya memberi reputasi
25
976.7K
Kutip
2.7K
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
vigovampironeo
#209
First Astral Projection Part 2
Quote:

Quote:
Entah kenapa aku sama sekali tak merasa takut atau panik ketika sukmaku melayang layang di atas komplek perumahan Dieng Tidar ini , justru aku malah menikmati pemandangan malam yang tampak begitu menakjubkan dari atas sini... rembulan yang tampak malu malu di balik awan itu terlihat begitu anggun dan mempesona , saking takjub aku memandanginya hingga tak terasa sukmaku melayang lebih jauh lagi , namun tiba tiba ada yang mencengkeram kaki kiriku... ternyata Bang Renggo menyusulku dan kini ia menggenggam erat tangan kiriku agar sukmaku ini tak melayang lebih jauh lagi.
Renggo : " pendik gak bisa keluar vig "
Me :" oh ?!? "
Renggo : " kita nikmatin aja pemandangan ini vig "
Me : " iya bang , indah juga ya "
Renggo : " lu tau di alam semesta ini ada banyak hal luar biasa yang bakalan bikin kita jadi takjub "
Me : " ?!?! "
Renggo : " tubuh kita itu cuma daging yang membatasi gerak kita , cuma daging yang bakalan busuk di dalem kuburan "
Me : " ?!?! "
Renggo : " sekarang lu udah tau gimana rasanya kan ?! "
Me : " iya bang , gw ngerasa bebas lepas "
Renggo : " gravitasi udah gak berlaku lagi buat sukma kita , kita keliling aja gimana ? "
Me : " kemana bang ?! "
Renggo : " udah lu ngikut gw pokoknya "
Me : " manut bos "
Kali ini Bang Renggo menggenggam tanganku lebih erat lagi dan kemudian ia melesat terbang meninggalkan komplek perumahan ini , hingga tanpa kusadari kami telah berada tepat di atas monumen Tugu balaikota.
Me : " iini tugu kan bang ?! "
Renggo : " iya vig , kita melayang di atasnya sekarang "
Rasanya sungguh menakjubkan sekali bisa menyaksikan monumen Tugu balaikota dari atas sini , seumur umur baru kali ini aku bisa melakukan hal yang tampak mustahil untuk dilakukan ini.
Renggo : " inget vig , semua ini baru awal aja "
Me : " ?!?! "
Renggo : " suatu saat lu bakalan tau sendiri kayak apa alam semesta yang luar biasa ini "
Me : " iiya bang "
Tanpa banyak kata lagi kami berdua mulai terdiam mengamati keadaan di bawah kami , kilauan lampu warna warni di sekeliling monumen Tugu itu sungguh terlihat indah dari atas sini , sementara jalanan di sekelilingnya tampak begitu lengang karena malam sudah larut.
Renggo : " ayo kita cabut vig ! "
Me : " kemana lagi bang ? "
Renggo : " kita ke alun alun kota mbatu "
Me : " kejauhan bang "
Renggo : " ha.. ha.. jangankan kota batu vig , kuala lumpur aja gw sambangin kok "
Me : " ahh mosok bang ?!?! "
Sukar dipercaya kali ini Bang Renggo mengajakku terbang menuju kota Batu , entah bagaimana caranya tiba tiba ia terbang melesat dengan begitu cepatnya " wuzzz !!!.. " tak kusangka hanya dalam sekejap kami telah tiba di alun alun kota Batu yang tampak lengang... dari atas sini kami dapat melihat wahana bianglala yang tampak menjulang tinggi serta 3 buah patung apel raksasa yang berada tepat di tengah alun alun itu.
Renggo : " kalo cuma kota batu enteng vig "
Me : " hebat bos !! "
Momen pertama astral projection ini terasa begitu menakjubkan sekaligus sulit untuk dicerna dengan nalar , tapi siapa peduli soal nalar ?!?!.... eksistensi sukma tak bisa dibatasi dengan nalar yang berada di otak.
Renggo : " itu toiletnya keren bentuknya kayak buah , ayo kita turun ke sono ! "
Me : " oyi "
Dengan tetap menggenggam tangan kiriku kali ini Bang Renggo turun ke alun alun , kami mendarat tepat di depan deretan toilet yang berbentuk seperti buah buahan macam strawberry dan juga apel... agak aneh juga rasanya berada di sini saat tengah malam begini.
Renggo : " ayo kita ke sana aja vig "
Me : " ke patung apel bang ? "
Dengan santai Bang Renggo melayang rendah sambil menggandeng tanganku menuju patung 3 apel raksasa yang berada di tengah alun alun ini , begitu tiba kami langsung mendarat tepat di atasnya dan kemudian duduk duduk sambil menikmati suasana malam yang begitu sunyi.
Renggo : " kita udah buktiin sendiri kan vig kalo alam astral emang beneran ada "
Me : " iya bang "
Renggo : " manusia itu dibatasi panca inderanya doang , gak bakalan bisa tau beginian kalo ngga punya rasa penasaran sama ngga pernah ngasah kemampuan "
Me : " gw ngerti bang "
Renggo : " ada banyak banget pertanyaan dalam hidup ini , ada banyak misteri di alam semesta ini , trus ada banyak hal yang susah dipahamin sama manusia , hal yang cuma didebatin doang tapi gak pernah dibuktiin sendiri bener apa nggak "
Me : " ??!! "
Renggo : " paling ngga dengan sukma ini kita bisa menyingkap apa apa yang bikin kita penasaran , yang gak terjangkau keterbatasan fisik kita "
Sesaat Bang Renggo menatapku dengan tatapan yang tampak bijak , sebelum akhirnya ia tersenyum penuh optimisme.
Renggo : " suatu saat lu gak akan mandang dunia ini dengan cara yang sama kayak biasanya , lu akan mandang dunia ini dengan cara yang beda... lu akan punya perspektif sendiri vig "
Me : " maksudnya bang ?! "
Renggo : " biarin waktu yang ngasih lu jawaban "
Perkataan Bang Renggo barusan terasa sulit untuk kupahami apa maksudnya , kurasa apa yang baru saja kumulai ini adalah titik awal dari sebuah gambaran besar bernama alam semesta yang pada akhirnya akan tersingkap sepenuhnya suatu saat nanti.
Renggo : " pendik gak bisa keluar vig "
Me :" oh ?!? "
Renggo : " kita nikmatin aja pemandangan ini vig "
Me : " iya bang , indah juga ya "
Renggo : " lu tau di alam semesta ini ada banyak hal luar biasa yang bakalan bikin kita jadi takjub "
Me : " ?!?! "
Renggo : " tubuh kita itu cuma daging yang membatasi gerak kita , cuma daging yang bakalan busuk di dalem kuburan "
Me : " ?!?! "
Renggo : " sekarang lu udah tau gimana rasanya kan ?! "
Me : " iya bang , gw ngerasa bebas lepas "
Renggo : " gravitasi udah gak berlaku lagi buat sukma kita , kita keliling aja gimana ? "
Me : " kemana bang ?! "
Renggo : " udah lu ngikut gw pokoknya "
Me : " manut bos "
Kali ini Bang Renggo menggenggam tanganku lebih erat lagi dan kemudian ia melesat terbang meninggalkan komplek perumahan ini , hingga tanpa kusadari kami telah berada tepat di atas monumen Tugu balaikota.
Me : " iini tugu kan bang ?! "
Renggo : " iya vig , kita melayang di atasnya sekarang "
Rasanya sungguh menakjubkan sekali bisa menyaksikan monumen Tugu balaikota dari atas sini , seumur umur baru kali ini aku bisa melakukan hal yang tampak mustahil untuk dilakukan ini.
Renggo : " inget vig , semua ini baru awal aja "
Me : " ?!?! "
Renggo : " suatu saat lu bakalan tau sendiri kayak apa alam semesta yang luar biasa ini "
Me : " iiya bang "
Tanpa banyak kata lagi kami berdua mulai terdiam mengamati keadaan di bawah kami , kilauan lampu warna warni di sekeliling monumen Tugu itu sungguh terlihat indah dari atas sini , sementara jalanan di sekelilingnya tampak begitu lengang karena malam sudah larut.
Renggo : " ayo kita cabut vig ! "
Me : " kemana lagi bang ? "
Renggo : " kita ke alun alun kota mbatu "
Me : " kejauhan bang "
Renggo : " ha.. ha.. jangankan kota batu vig , kuala lumpur aja gw sambangin kok "
Me : " ahh mosok bang ?!?! "
Sukar dipercaya kali ini Bang Renggo mengajakku terbang menuju kota Batu , entah bagaimana caranya tiba tiba ia terbang melesat dengan begitu cepatnya " wuzzz !!!.. " tak kusangka hanya dalam sekejap kami telah tiba di alun alun kota Batu yang tampak lengang... dari atas sini kami dapat melihat wahana bianglala yang tampak menjulang tinggi serta 3 buah patung apel raksasa yang berada tepat di tengah alun alun itu.
Renggo : " kalo cuma kota batu enteng vig "
Me : " hebat bos !! "
Momen pertama astral projection ini terasa begitu menakjubkan sekaligus sulit untuk dicerna dengan nalar , tapi siapa peduli soal nalar ?!?!.... eksistensi sukma tak bisa dibatasi dengan nalar yang berada di otak.
Renggo : " itu toiletnya keren bentuknya kayak buah , ayo kita turun ke sono ! "
Me : " oyi "
Dengan tetap menggenggam tangan kiriku kali ini Bang Renggo turun ke alun alun , kami mendarat tepat di depan deretan toilet yang berbentuk seperti buah buahan macam strawberry dan juga apel... agak aneh juga rasanya berada di sini saat tengah malam begini.
Renggo : " ayo kita ke sana aja vig "
Me : " ke patung apel bang ? "
Dengan santai Bang Renggo melayang rendah sambil menggandeng tanganku menuju patung 3 apel raksasa yang berada di tengah alun alun ini , begitu tiba kami langsung mendarat tepat di atasnya dan kemudian duduk duduk sambil menikmati suasana malam yang begitu sunyi.
Renggo : " kita udah buktiin sendiri kan vig kalo alam astral emang beneran ada "
Me : " iya bang "
Renggo : " manusia itu dibatasi panca inderanya doang , gak bakalan bisa tau beginian kalo ngga punya rasa penasaran sama ngga pernah ngasah kemampuan "
Me : " gw ngerti bang "
Renggo : " ada banyak banget pertanyaan dalam hidup ini , ada banyak misteri di alam semesta ini , trus ada banyak hal yang susah dipahamin sama manusia , hal yang cuma didebatin doang tapi gak pernah dibuktiin sendiri bener apa nggak "
Me : " ??!! "
Renggo : " paling ngga dengan sukma ini kita bisa menyingkap apa apa yang bikin kita penasaran , yang gak terjangkau keterbatasan fisik kita "
Sesaat Bang Renggo menatapku dengan tatapan yang tampak bijak , sebelum akhirnya ia tersenyum penuh optimisme.
Renggo : " suatu saat lu gak akan mandang dunia ini dengan cara yang sama kayak biasanya , lu akan mandang dunia ini dengan cara yang beda... lu akan punya perspektif sendiri vig "
Me : " maksudnya bang ?! "
Renggo : " biarin waktu yang ngasih lu jawaban "
Perkataan Bang Renggo barusan terasa sulit untuk kupahami apa maksudnya , kurasa apa yang baru saja kumulai ini adalah titik awal dari sebuah gambaran besar bernama alam semesta yang pada akhirnya akan tersingkap sepenuhnya suatu saat nanti.
Apabila anda puas bilang sama teman , saudara atau tetangga anda ….. bila timbul gejala gejala aneh segera berobat ke mantri hewan terdekat di kota anda
Diubah oleh vigovampironeo 28-11-2021 03:12
hendrap77 dan 5 lainnya memberi reputasi
6
Kutip
Balas