Kaskus

Story

aldiansyahdzsAvatar border
TS
aldiansyahdzs
Kisah Tak Sempurna
Quote:

Kisah Tak Sempurna


Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarrakatuh.


Selamat pagi warga Kaskus di Seluruh Muka Bumi.

Terimakasih kepada Agan / Aganwati yang sudah mampir di Thread ini. Terimakasih pula untuk sesepuh dan moderator SFTH. Thread ini adalah thread pertama kali saya main kaskus . Saya berharap Thread pertama kali saya di Kaskus bisa membuat Agan / Aganwati terhibur dengan coretan sederhana saya ini.

Thread ini bercerita tentang kisah putih abu - abu seorang laki laki yang saya beri nama Erlangga. Dari pada penasaran, lebih baik langsung baca aja gan! Selamat galau eh selamat membacaaa.

NB; Kritik dan Saran sangat saya butuhkan agar saya dapat menulis lebih baik lagi.

Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:

Quote:

Quote:

Quote:

Quote:

Quote:

Quote:

Quote:

Quote:

Keep in touch with me.
twitter: aldiansyahdzs
instagram : aldisabihat
Diubah oleh aldiansyahdzs 17-06-2019 18:30
yusuffajar123Avatar border
junti27Avatar border
JabLai cOYAvatar border
JabLai cOY dan 31 lainnya memberi reputasi
32
132.7K
879
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.9KThread53.7KAnggota
Tampilkan semua post
aldiansyahdzsAvatar border
TS
aldiansyahdzs
#363
Hujan dan Secangkir Teh – Part 6

Dean menundukan kepalanya, entah apa yang ia fikirkan. Ia kembali menegakan lagi kepalanya. Matanya menatap kosong. Perlahan – lahan dengan suara lirih ia mulai menceritakan apa yang menyesaki hatinya saat ini. Tepat hari ini, seharusnya ia merayakan monthsarry (bulan jadian) ke-20. Namun keinginannya tidak sesuai dengan harapannya. 3 hari sebelum hari ini hubungannya kandas. Masalah demi masalah menghampiri hubungan mereka. Dean mencoba berusaha untuk tetap tegar melewatinya, namun kekasihnya seperti mencari – cari alasan untuk putus. Aku merasa iba dengan apa yang menimpa Dean. Pipinya kini basah oleh airmatanya yang mengalir. Namun ia tetap mencoba tersenyum.

“Aku kira hubungan ini bisa berjalan lebih baik saat aku coba tegar ngadepin ini.” Dean tersenyum meski air mata terus mengalir. “Aku kira dia yang dulu yakinin aku bisa aku percaya.” Ia menunduk, tangannya menutup wajahnya. “Wajar ga sih aku nangisin dia yang nyakitin aku?” Tangisnya semakin pecah. Ku pandang Dean yang sedang menangis. Aku tidak menyangka jika ia bisa sedih. Setauku Dean adalah perempuan yang tangguh. “Wajar kok, karena apa yang kamu harepin ga sesuai dengan kenyataan. Tapi janji sama diri kamu sendiri ini terakhir kalinya kamu nangisin dia ya. ” Ujarku mencoba menenangkan lalu mengusap punggungnya. “Jangan bersedih, buktiin sama dia kamu bisa tanpa dia. Aku tau emang sulit tapi tanpa dia kamu harus bisa. Sebelum kamu mengenal dia kamu baik baik aja dan setelah mengenal diapun kamu harus bisa.” Ujarku menasehati Dean padahal diriku sendiri sedang tersakiti seperti dirinya. “Udah ya jangan nangis lagi.” Aku tak ingin melihat dia menangis karena bisa – bisa aku ikut terbawa menangis.

Dean mengeluarkan smartphone miliknya, ia memasangkan sebelah headset ke telingannya dan sebelahnya lagi ia pasangkan ke telingaku. “ Dengerin ini ya? “
Quote:


Begitu syahdunya lagu ini. Komposisi musik akustik dan lirik yang sangat menyentuh begitu pas dengan kondisi hati kami. Seperti lagu ini, kisah kita masing masing seperti tidak mempunyai kemana arah masing – masing diantara kami. Kemanakah tujuan kami sebenarnya? Dean yang memperjuangkan cintanya namun di khianati, begitupun sama dengan diriku yang setiap hari menunggu kabar Octa namun ternyata di luar sana Octa sedang bersama lelaki lain. Ternyata kisah cinta masa putih abu – abu tidak seperti yang ada di film – film. Kisahku berbeda dengan itu, begitu pula dengan Dean. Dean mungkin sudah jelas ia tidak mempunyai hubungan dengan siapapun. Tapi aku? Di gantung tidak jelas.

“Aku punya permintaan buat kamu?” Pinta Dean. “Apa?” Tanyaku. “Janji kalo kamu gak boleh kayak mantan aku, janji juga kamu gaboleh nyakitin perasaan orang lain, dan janji jaga rahasia aku?” Matanya menatapku seakan – akan ia yakin denganku. “Aku cuma bisa nyoba ngebuktiin semua itu ya.” Ujarku.

Percakapan diantara aku dan Dean masih hangat di dalam fikiranku. Hari kemarin, aku tidak pernah menyangka 2 kejadian akan menimpa diriku. Melihat Octa yang sedang berduaan dengan lelaki lain membuat hatiku remuk. Selain itu Dean kesakitan yang sama. Apakah ada sesuatu di balik 2 kejadian yang berbarengan ini?

Aku sudah berjanji kepada diriku sendiri, meskipun Octa menyakiti hatiku aku akan tetap menunggunya di bandara. 1 minggu lagi ia pulang ke Indonesia. Tak peduli dengan rasa sakit hatiku, rinduku ini sepertinya lebih besar dari pada rasa sakit. Akupun berniat nanti untuk menyerahkan handphone miliknya saat bertemu.
Ingin ku tanyakan siapakah dia yang ada di fotonya tersebut. Semakin ingin bertanya semakin sakit karena teringat akan hal itu. Aku lebih memilih untuk mengurungkan diri. Biarlah pertanyaanku terhapus oleh waktu. Saat aku bertemu tak akan banyak yang aku bahas, aku hanya ingin melihatnya baik – baik saja.
***


1 minggu kemudian…

Akhirnya sampai juga aku di bandara setelah perjuangan menembus hujan. Aku menunggu Octa di tempat saat aku mengantarkannya pergi. Ku sebar pandanganku, sudah banyak ternyata yang menunggu bukan hanya aku saja.

“Nunggu siapa Kang disini?” Ujar salah satu juniorku. “Octa.” Ujarku ringan. “Kamu nunggu siapa?” Tanyaku. “Sodara Kang.” Jawabnya singkat.
Hampir 1 jam aku menunggu. Aku masih bersabar menunggu demi sang pujaan hati, demi seseorang yang selalu aku banggakan. Tak kunjung lama rombongan pertukaran pelajar Indonesia terlihat. Mataku mencari – cari dimana Octa.

Wajahnya tak kunjung muncul dihadapanku. Aku mulai resah karena hampir seluruh peserta pertukaran pelajar telah menghilang dari bandara ini. Aku memilih duduk sambil mendengarkan lagu untuk menghilangkan kejenuhanku.

Quote:


Seperti lagu yang sedang ku dengarkan, bila memang rindu ini masih untuk miliknya aku akan bertanya sampai berapa lama aku harus menunggunya? Sampai berapa lama aku harus menahan rindu ini? Aku rindu. Ingin sekali aku melihatnya sekarang.

Entah berapa ratus orang yang aku lihat sekarang. Perutku sudah terasa lapar, aku memilih untuk mencari makan.
Mang tong di ladaan. Mang jangan pake sambal” Ujarku sambil memesan 1 porsi batagor. Tukang Batagor menjawabnya dengan sebuah jempol lalu kedua tangannya saling bekerja sama untuk membuat 1 porsi batagor. Tentang batagor, dulu aku ingat makanan ini adalah makanan favorit Octa. Alhamdulillah, 1 porsi batagor ini sementara bisa menahan lapar. Aku beranjak kembali menuju bandara.

Kala disaat aku akan masuk bandara, sungguh entah harus bagaimana aku jelaskan perasaan ku ini. Dadaku sesak. Mataku menahan tangis. Aku tak percaya, benar aku tidak percaya bahwa perempuan yang aku tau bisa menjaga hatiku nyatanya kini menghianatiku. Octa berjalan berdampingan dengan lelaki yang memegang tangannya. Aku tidak tau dia siapa.

Air mata pun tidak mampu ku tampung, tangis membasahi pipiku. Kepalaku sedikit menunduk. Mataku terpejam mencoba menahan tangis. Apa maksud dari semua ini Tuhan? Apa aku yang salah terlalu menyayangi seorang perempuan?

“Aku tau kok sakit Tong liat perempuan yang kamu bangga – banggain tapi ternyata nyakitin.”
jimmi2008
delet3
junti27
junti27 dan 4 lainnya memberi reputasi
5
Tutup
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.