- Beranda
- Stories from the Heart
Inncoent Bing : Nobody know who is Bing
...
TS
kuroneko30
Inncoent Bing : Nobody know who is Bing
Hay Guys...
Sebelumnya pernah ngepost cerita buatan gw di Blog.
Tapi disarankan dipindahkan kesini
jadi...
Mohon bantuannya dan Dukungannya
Innocent Bing
Innocent Bing adalah cerita tentang seorang gadis bernama Bing yang berbeda dengan gadis-gadis dan anak muda se usia nya. Dia berusaha bertahan dari apa yang sedang menimpanya dan dibalik ke anehan Bing, dia menyimpan sesuatu yang tidak di duga-duga dan siap berpetualang bersama teman-teman yang akan ditemuinya.
INNOCENT BING
PART 1 : I HATE LENA
http://www.kaskus.co.id/show_post/56...1--i-hate-lena
PART 2 : HAI BING, AKU ERRY
http://www.kaskus.co.id/show_post/56...-bing-aku-erry
Sebelumnya pernah ngepost cerita buatan gw di Blog.
Tapi disarankan dipindahkan kesini
jadi...
Mohon bantuannya dan Dukungannya
Innocent Bing
Innocent Bing adalah cerita tentang seorang gadis bernama Bing yang berbeda dengan gadis-gadis dan anak muda se usia nya. Dia berusaha bertahan dari apa yang sedang menimpanya dan dibalik ke anehan Bing, dia menyimpan sesuatu yang tidak di duga-duga dan siap berpetualang bersama teman-teman yang akan ditemuinya.
Spoiler for Bing - бинг:
Spoiler for Erry - Эрри :
Spoiler for Ginna - Гинна:
Spoiler for Vivi - Виви:
INNOCENT BING
PART 1 : I HATE LENA
http://www.kaskus.co.id/show_post/56...1--i-hate-lena
PART 2 : HAI BING, AKU ERRY
http://www.kaskus.co.id/show_post/56...-bing-aku-erry
Diubah oleh kuroneko30 08-12-2015 01:23
anasabila memberi reputasi
1
2K
8
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•53.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
kuroneko30
#2
Part #2 Hai Bing. Aku Erry
Bing terbangun dari tidurnya, dan Bing merasa ada yang aneh dengan badan Bing. Bing merasa badannya seperti berat dan pusing. Ketika dia berusaha memutar badannya ke arah kiri, Bing terkejut. "Ya Tuhan, kenapa aku?!". Bing terkejut melihat dia telah terbang dengan posisi terbaring. Kemudian setelah terkejut tiba-tiba Bing terjatuh ke atas kasurnya.
"Barusan aku kenapa? kok bisa sih terbang?". Kata Bing sambil kebingungan dan melihat-lihat ke arah sekelilingnya. Bing pun memukul jidatnya dua kali. "Mimpi kali... tapi ada rasanya kok". Bing mengubah posisinya menjadi duduk di pinggiran tempat tidur. Sambil memegang-megang leher dan pundaknya Bing berkata. " Untung aja jatuhnya diatas kasur gimana kalau emang beneran tadi terbang dan jatuhnya di atas lantai...". Kata Bing sambil menggelengkan kepalanya.
Bing pun melihat jam dan masih pukul 4 pagi. Bing merasa tidak mengantuk dan jikalaupun ia memutuskan untuk tidur lagi ia takut akan terbang kembali dan jatuh kembali. Bing akhirnya membuka balkonnya dan melihat sekitaran rumahnya ketika jam 4 pagi. Tidak ada yang berbeda , yang membedakan adalah langit masih gelap dan sepi. Bing kemudian kembali duduk dilantai balkon dan memandangi langit yang sudah tidak ada bintangnya. Bulan yang sudah tidak kelihatan karena Bulan berada di sisi lain rumahnya. Bing mempunyai kebiasaan termenung dan hanya melihat ke arah satu titik. Terkadang orang yang melihat Bing ini akan merasa Bing ini sudah gila, tapi kenyataanya Bing sangat menikmatinya, menurutnya serasa menemukan ketenangan di balik sikapnya yang aneh itu.
Alarm Bing berbunyi, tanda waktunya Bing harus mandi dan siap-siap untuk ke sekolah. Selesai mandi Bing memakan sarapannya di meja makan. Hampir setiap hari Bing selalu kepagian dan selalu sarapan sendirian. Harry dan Darcy selalu bangun siang dan sarapan di saat-saat mau berangkat pergi.
"Sarapan sendirian lagi ya non?". Tanya pembantu Bing sambil meyuguhi Bing roti dan susu.
"iya mbak". Jawab Bing dengan sedikit senyuman dengan tatapan tetap ke makanan.
"Yauda pelan-pelan aja ya non makannya masih kepagian kok". Kata pembantu Bing memberi perhatian kepada Bing.
Ketika pembantu Bing hendak pergi Bing memikirkan sesuatu dan mengatakan kepada pembantunya. "Mbak, hari ini aku mau coba berangkat sekolah sendirian". Kata Bing dengan nada tidak butuh jawaban apa-apa dari pembantunya.
Bing berangkat ke sekolah jam setengah 6, Harry dan Darcy masih tidur dan Bing tidak mau menunggu selama itu untuk diantar kesekolah. Bing heran, padahal Bing lebih suka sendirian seperti ini. Diantar hanya membuat kepala Bing pusing mendengar Hinaan Harry dan sindiran nya yang tidak jelas akan kemana. Harry seperti ingin mengusir Bing dengan cara mengetes sampai dimana kesabaran Bing. Bing cenderung tidak perduli tetapi Harry terkadang terlalu berisik dan merusak ketenangan Bing.
Dandanan Bing ke sekolah tidak seperti layaknya anak-anak Sekolah Luar Biasa lainnya, dia cenderung memperbaiki penampilannya dengan menaikkan roknya hingga atas lutut dan mengeluarkan bajunya dan memakai jaket kemudian memasang headset dan lagu agar lebih nyaman.
Ketika Bing menunggu di depan haltebus, Bing memainkan handphonenya membaca-baca berita hari ini di media online. Ketika sedang asik membaca tiba-tiba ada sepasang kaki berdiri disebelah Bing dan membuat Bing melihat ke arahnya perlahan dari kaki hingga kepala. Tetapi, ketika Bing melihat dari arah perut Bing seperti pernah melihat Hoodie yang di gunakan oleh si sepasang kaki yang berdiri disebelah Bing itu.
Ketika Bing melihat ke arah orang itu, orang itu merasakan Bing melihatnya dan orang itu membalas melihat Bing kembali dan tersenyum dan menyapanya. "Hai...".
Bing terkejut. Mata Bing melotot dan perlahan melihat kedepan. Bing merasa apakah dia akan dalam bahaya atau akan diculik atau dia orang baik-baik. Apakah dia merasa sudah diperhatikan Bing dari balkon sehingga dia mau mengikuti Bing.
"Kok kayanya kamu takut-takut gitu?". Tanya seseorang itu. "Aku gak ada niat apa-apa kok, jangan mikir yang engga-engga ya". Kata seseorang itu sambil tersenyum ramah.
Bing hanya terdiam.
"Kamu Bing ya?". Tanya seseorang tersebut sambil melihat-lihat ke arah jalanan.
Bing kembali terkejut dan menundukan kepalanya. Dan mengeluarkan suara kecil sekali. "...tau dari mana...". Tanya Bing.
"Di hp kamu ada tulisannya Bing". Kata seseorang tersebut menunjuk ke arah handphone Bing. Bing pun memerhatikan handphonenya dan ternyata memang benar di handphonenya ada tulisan Bing. "Aku Erry...". Kata seseorang tersebut yang ternyata adalah laki-laki tampan yang memakai kacamata dan sering tersenyum.
Bing hanya meliriknya sedikit. Kemudian menunduk kembali sambil memainkan kukunya.
"Kamu sekolah dimana sih... aku ga pernah lihat ada seragam kaya gini deh didaerah sini...". Tanya Erry. "Sebenernya aku sering lihat kamu kalo pagi mau berangkat sekolah... Tapi kamu mungkin ga pernah lihat aku karena kamu nunduk terus". Kata Erry bercerita.
"Slb...". Kata Bing dengan nada suara yang kecil.
"Hah? kenapa Bing?". Tanya Erry meminta Bing mengulangi kata-katanya karena tidak jelas didengar.
"Aku sekolah di SLB". Kata Bing memperjelas kemudian pergi dari halte dan berjalan kaki ke arah sekolahnya berada.
Erry sedikit terkejut. Bukan terkejut karena Bing bersekolah di Slb tetapi karena sikap Bing yang pergi begitu saja dari Erry. Erry berinisiatif mengejar Bing.
"Bing... aku anter kamu kesekolah gimana?".Tanya Erry."Kamu pasti baru pertama kali kan pergi ke sekolah sendiri kaya gini... kamu biasa di anter pasti sekarang kamu bingung kan?". Sambung Erry.
Bing terdiam dan terus melanjutkan perjalanannya. Terkadang Bing berlari kecil dan Erry tetap mengikutinya. Ada rasa khawatir yang dirasakan Bing. Bing takut Erry terlambat pergi ke sekolah. Tetapi Erry tetapi mengikuti Bing. Separuh perjalanan sudah ditempuh dan Bing melihat sudah pukul setengah 7. Bing akan terlambat dan sekolahnya masih jauh. Bing mengerutkan wajahnya sambil mengusap wajahnya.
"Bing, banyak Bis yang lewat ke arah sekolah kamu... kenapa kamu milih jalan?".Tanya Erry.
Bing hanya memerhatikan jalanan dan melihat ke arah Erry. "Ga mungkin sampai". Jawab Bing.
"Mau naik Bis ?". Tanya Erry.
"Engga".Jawab Bing, kemudian Bing berjalan kearah pinggir jalan dan duduk di trotoar.
Erry berinisiatif mengeluarkan air minum yang di bawa nya di dalam tas dan memberikannya kepada Bing. "Minum deh pasti kamu haus kan?".
Bing diam saja. Bing hanya memandangi jalanan raya dihadapannya dengan tatapan kesukaananya. Erry kemudian meletakan minumannya di hadapan Bing dan tersenyum seperti sudah biasa melihat Bing seperti itu. Erry kemudian duduk disebelah Bing dan membuka tasnya dan mengeluarkan sebuah buku.
Ketika Erry mengeluarkan sebuah buku Bing teralihkan ke arah buku yang dikeluarkan oleh Erry. Bing bertanya dengan suara pelan. "Buku apa itu?".
"Buku catatan Bing...". Jawab Erry.
"Catatan?". Tanya Bing dengan nada kebingungan.
"hmm... Aku ada semacam kelainan gitu Bing dari kecil, katanya aku ini kena sindrom short term memory loss". Kata Erry memberi penjelasan. Erry melihat wajah Bing yang sepertinya masih kebingungan dan berusaha menjelaskannya lagi. "Jadi buku catatan ini yang membuat aku selalu ingat apa yang aku suka lupa. Kadang aku bisa ingat sesuatu cukup lama, kadang aku lupa sama sekali dan semuanya tercatat disini".
Bing mengambil buku yang ada di gengaman Erry. Betapa terkejutanya Bing ketika Bing membuka halaman demi halaman dan beberapa halaman terdapat nama Bing dan ilustrasi Bing disana. Erry benar, Erry sudah sering melihat Bing dan Erry bercerita di buku itu bahwa Bing adalah gadis yang menarik. Di buku itu, Erry juga bercerita bagaimana Bing selalu di antar oleh Kakaknya setiap hari dan di jemput setiap hari. Bagaimana Bing suka berdiri di balkon rumahnya. Bing sangat terkejut dan tidak bisa mengerti bagaimana perasaannya saat itu. Bing langsung mengembalikan buku itu ke Erry.
"Maaf Bing, kamu ga suka ya?".Tanya Erry.
"Kamu sekolah dimana?". Tanya Bing.
"di SMA 2 ". Jawab Erry.
Bing terdiam mendengar jawaban Erry dan kemudian Bing melihat baju seragam Bing.
"Barusan aku kenapa? kok bisa sih terbang?". Kata Bing sambil kebingungan dan melihat-lihat ke arah sekelilingnya. Bing pun memukul jidatnya dua kali. "Mimpi kali... tapi ada rasanya kok". Bing mengubah posisinya menjadi duduk di pinggiran tempat tidur. Sambil memegang-megang leher dan pundaknya Bing berkata. " Untung aja jatuhnya diatas kasur gimana kalau emang beneran tadi terbang dan jatuhnya di atas lantai...". Kata Bing sambil menggelengkan kepalanya.
Bing pun melihat jam dan masih pukul 4 pagi. Bing merasa tidak mengantuk dan jikalaupun ia memutuskan untuk tidur lagi ia takut akan terbang kembali dan jatuh kembali. Bing akhirnya membuka balkonnya dan melihat sekitaran rumahnya ketika jam 4 pagi. Tidak ada yang berbeda , yang membedakan adalah langit masih gelap dan sepi. Bing kemudian kembali duduk dilantai balkon dan memandangi langit yang sudah tidak ada bintangnya. Bulan yang sudah tidak kelihatan karena Bulan berada di sisi lain rumahnya. Bing mempunyai kebiasaan termenung dan hanya melihat ke arah satu titik. Terkadang orang yang melihat Bing ini akan merasa Bing ini sudah gila, tapi kenyataanya Bing sangat menikmatinya, menurutnya serasa menemukan ketenangan di balik sikapnya yang aneh itu.
Alarm Bing berbunyi, tanda waktunya Bing harus mandi dan siap-siap untuk ke sekolah. Selesai mandi Bing memakan sarapannya di meja makan. Hampir setiap hari Bing selalu kepagian dan selalu sarapan sendirian. Harry dan Darcy selalu bangun siang dan sarapan di saat-saat mau berangkat pergi.
"Sarapan sendirian lagi ya non?". Tanya pembantu Bing sambil meyuguhi Bing roti dan susu.
"iya mbak". Jawab Bing dengan sedikit senyuman dengan tatapan tetap ke makanan.
"Yauda pelan-pelan aja ya non makannya masih kepagian kok". Kata pembantu Bing memberi perhatian kepada Bing.
Ketika pembantu Bing hendak pergi Bing memikirkan sesuatu dan mengatakan kepada pembantunya. "Mbak, hari ini aku mau coba berangkat sekolah sendirian". Kata Bing dengan nada tidak butuh jawaban apa-apa dari pembantunya.
Bing berangkat ke sekolah jam setengah 6, Harry dan Darcy masih tidur dan Bing tidak mau menunggu selama itu untuk diantar kesekolah. Bing heran, padahal Bing lebih suka sendirian seperti ini. Diantar hanya membuat kepala Bing pusing mendengar Hinaan Harry dan sindiran nya yang tidak jelas akan kemana. Harry seperti ingin mengusir Bing dengan cara mengetes sampai dimana kesabaran Bing. Bing cenderung tidak perduli tetapi Harry terkadang terlalu berisik dan merusak ketenangan Bing.
Dandanan Bing ke sekolah tidak seperti layaknya anak-anak Sekolah Luar Biasa lainnya, dia cenderung memperbaiki penampilannya dengan menaikkan roknya hingga atas lutut dan mengeluarkan bajunya dan memakai jaket kemudian memasang headset dan lagu agar lebih nyaman.
Ketika Bing menunggu di depan haltebus, Bing memainkan handphonenya membaca-baca berita hari ini di media online. Ketika sedang asik membaca tiba-tiba ada sepasang kaki berdiri disebelah Bing dan membuat Bing melihat ke arahnya perlahan dari kaki hingga kepala. Tetapi, ketika Bing melihat dari arah perut Bing seperti pernah melihat Hoodie yang di gunakan oleh si sepasang kaki yang berdiri disebelah Bing itu.
Ketika Bing melihat ke arah orang itu, orang itu merasakan Bing melihatnya dan orang itu membalas melihat Bing kembali dan tersenyum dan menyapanya. "Hai...".
Bing terkejut. Mata Bing melotot dan perlahan melihat kedepan. Bing merasa apakah dia akan dalam bahaya atau akan diculik atau dia orang baik-baik. Apakah dia merasa sudah diperhatikan Bing dari balkon sehingga dia mau mengikuti Bing.
"Kok kayanya kamu takut-takut gitu?". Tanya seseorang itu. "Aku gak ada niat apa-apa kok, jangan mikir yang engga-engga ya". Kata seseorang itu sambil tersenyum ramah.
Bing hanya terdiam.
"Kamu Bing ya?". Tanya seseorang tersebut sambil melihat-lihat ke arah jalanan.
Bing kembali terkejut dan menundukan kepalanya. Dan mengeluarkan suara kecil sekali. "...tau dari mana...". Tanya Bing.
"Di hp kamu ada tulisannya Bing". Kata seseorang tersebut menunjuk ke arah handphone Bing. Bing pun memerhatikan handphonenya dan ternyata memang benar di handphonenya ada tulisan Bing. "Aku Erry...". Kata seseorang tersebut yang ternyata adalah laki-laki tampan yang memakai kacamata dan sering tersenyum.
Bing hanya meliriknya sedikit. Kemudian menunduk kembali sambil memainkan kukunya.
"Kamu sekolah dimana sih... aku ga pernah lihat ada seragam kaya gini deh didaerah sini...". Tanya Erry. "Sebenernya aku sering lihat kamu kalo pagi mau berangkat sekolah... Tapi kamu mungkin ga pernah lihat aku karena kamu nunduk terus". Kata Erry bercerita.
"Slb...". Kata Bing dengan nada suara yang kecil.
"Hah? kenapa Bing?". Tanya Erry meminta Bing mengulangi kata-katanya karena tidak jelas didengar.
"Aku sekolah di SLB". Kata Bing memperjelas kemudian pergi dari halte dan berjalan kaki ke arah sekolahnya berada.
Erry sedikit terkejut. Bukan terkejut karena Bing bersekolah di Slb tetapi karena sikap Bing yang pergi begitu saja dari Erry. Erry berinisiatif mengejar Bing.
"Bing... aku anter kamu kesekolah gimana?".Tanya Erry."Kamu pasti baru pertama kali kan pergi ke sekolah sendiri kaya gini... kamu biasa di anter pasti sekarang kamu bingung kan?". Sambung Erry.
Bing terdiam dan terus melanjutkan perjalanannya. Terkadang Bing berlari kecil dan Erry tetap mengikutinya. Ada rasa khawatir yang dirasakan Bing. Bing takut Erry terlambat pergi ke sekolah. Tetapi Erry tetapi mengikuti Bing. Separuh perjalanan sudah ditempuh dan Bing melihat sudah pukul setengah 7. Bing akan terlambat dan sekolahnya masih jauh. Bing mengerutkan wajahnya sambil mengusap wajahnya.
"Bing, banyak Bis yang lewat ke arah sekolah kamu... kenapa kamu milih jalan?".Tanya Erry.
Bing hanya memerhatikan jalanan dan melihat ke arah Erry. "Ga mungkin sampai". Jawab Bing.
"Mau naik Bis ?". Tanya Erry.
"Engga".Jawab Bing, kemudian Bing berjalan kearah pinggir jalan dan duduk di trotoar.
Erry berinisiatif mengeluarkan air minum yang di bawa nya di dalam tas dan memberikannya kepada Bing. "Minum deh pasti kamu haus kan?".
Bing diam saja. Bing hanya memandangi jalanan raya dihadapannya dengan tatapan kesukaananya. Erry kemudian meletakan minumannya di hadapan Bing dan tersenyum seperti sudah biasa melihat Bing seperti itu. Erry kemudian duduk disebelah Bing dan membuka tasnya dan mengeluarkan sebuah buku.
Ketika Erry mengeluarkan sebuah buku Bing teralihkan ke arah buku yang dikeluarkan oleh Erry. Bing bertanya dengan suara pelan. "Buku apa itu?".
"Buku catatan Bing...". Jawab Erry.
"Catatan?". Tanya Bing dengan nada kebingungan.
"hmm... Aku ada semacam kelainan gitu Bing dari kecil, katanya aku ini kena sindrom short term memory loss". Kata Erry memberi penjelasan. Erry melihat wajah Bing yang sepertinya masih kebingungan dan berusaha menjelaskannya lagi. "Jadi buku catatan ini yang membuat aku selalu ingat apa yang aku suka lupa. Kadang aku bisa ingat sesuatu cukup lama, kadang aku lupa sama sekali dan semuanya tercatat disini".
Bing mengambil buku yang ada di gengaman Erry. Betapa terkejutanya Bing ketika Bing membuka halaman demi halaman dan beberapa halaman terdapat nama Bing dan ilustrasi Bing disana. Erry benar, Erry sudah sering melihat Bing dan Erry bercerita di buku itu bahwa Bing adalah gadis yang menarik. Di buku itu, Erry juga bercerita bagaimana Bing selalu di antar oleh Kakaknya setiap hari dan di jemput setiap hari. Bagaimana Bing suka berdiri di balkon rumahnya. Bing sangat terkejut dan tidak bisa mengerti bagaimana perasaannya saat itu. Bing langsung mengembalikan buku itu ke Erry.
"Maaf Bing, kamu ga suka ya?".Tanya Erry.
"Kamu sekolah dimana?". Tanya Bing.
"di SMA 2 ". Jawab Erry.
Bing terdiam mendengar jawaban Erry dan kemudian Bing melihat baju seragam Bing.
0


