- Beranda
- Stories from the Heart
[Action, Special Ability] Erik the Vampire Hunter
...
TS
Shadowroad
[Action, Special Ability] Erik the Vampire Hunter
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Ane mau share novel buatan ane sendiri gan
Novel ane bergenre action, horror, romance, school-life dan supranatural
Inspirasi dapat dari alur game, film, anime, kehidupan, komik, mitologi, legenda dan novel yang pernah ane amati
Part 62: Erik dan Vela Versus Pengendali Tulang
Spoiler for Begini gan ceritanya::
Cerita ini tentang seorang remaja dari Jakarta yang keluarganya terbunuh karena kaum vampire. Cowok remaja ini bernama Erik Calendula. Setelah selamat dari bencana yang dibuat kaum vampire, dia lalu memohon pada Arthur Pendragon. Arthur adalah salah satu dari beberapa pemburu vampire yang menyelamatkan Erik. Dibakar oleh tangisan, amarah dan dendam atas kematian keluarganya, Erik meminta Arthur untuk mendidiknya agar menjadi seorang pemburu vampire. Erik berniat menghancurkan organisasi vampire penebar bencana yang menjadi penyebab kematian orang tuanya.
Arthur menyetujui permintaan Erik. Sebelum dididik, Erik dibawa ke markas pemburu vampire di Jakarta yang bernama Knights of the Silver Sword. Lebih singkatnya, organisasi ini biasa disebut Silver Sword. Setelah bergabung dengan Silver Sword dan dibekali pelatihan dari Arthur, karir Erik sebagai pemburu vampire dimulai. Seperti Arthur, Erik juga memiliki kemampuan untuk mengendalikan listrik.
Arthur menyetujui permintaan Erik. Sebelum dididik, Erik dibawa ke markas pemburu vampire di Jakarta yang bernama Knights of the Silver Sword. Lebih singkatnya, organisasi ini biasa disebut Silver Sword. Setelah bergabung dengan Silver Sword dan dibekali pelatihan dari Arthur, karir Erik sebagai pemburu vampire dimulai. Seperti Arthur, Erik juga memiliki kemampuan untuk mengendalikan listrik.
Spoiler for Daftar Isi:
Prolog: Hotel Indonesia
Part 1: Arthur Datang Menjenguk
Part 2: Sekolah
Part 3: Kekuatan Dietrich
Part 4: Amanda Myrna
Part 5: Kisah Raja Arthur
Part 6: Pelabuhan
Part 7: Ghoul
Part 8: Bersembunyi di Rumah Kosong
Part 9: Amanda sang Pembunuh
Part 10: Lightning Versus Sand
Part 11: Kematian Rudy
Part 12: Rumah Sakit
Part 13: Teman Sekelas
Part 14: Kunjungan Mario dan Maya
Part 15: Cerita di Malam Hari
Part 16: Serangan Vampire
Part 17: Sungai Kapuas
Part 18: Kelompok Elena Versus Taiyou no Kishi
Part 19: Lantai Tiga
Part 20: Maya Versus Callista
Part 21: Lantai Dua
Part 22: Serangan Balik
Part 23: Kekuatan Callista
Part 24: Rumah Bergaya Belanda
Part 25: Immortals
Part 26: Empat Pertanyaan
Part 27: Der Schwarze Stein
Part 28: Mantra Deprehensio
Part 29: Kelompok Elena Versus Si Ekor Kalajengking
Part 30: Kolam-kolam Air
Part 31: Hydromancer Magnus
Part 32: Sepulang Sekolah
Part 33: Mall Kemang
Part 34: Korban Vampire
Part 35: Chibi, Chernov dan Minsk
Part 36: Pengejaran
Part 37: Tim Erik dan Tim Maul Versus Geng James Wood
Part 37.1: Hutan Ilusi
Part 37.2: Eyes of Markmanship
Part 37.3: Sand Versus Fire
Part 37.4: Pedang dan Tameng Es
Part 37.5: Maul dan Vira Versus James Wood
Part 38: Arthur Versus Lu Bu
Part 39: Agen Ganda
Part 40: Rumah Darkwing Bersaudara
Part 41: Tiga Produk
Part 42: Di Perbatasan Uni Soviet
Part 42.1: Diego Versus Dragovich
Part 43: FlyHigh
Part 44: Pecandu dari Pluit's Boat
Part 45: Kartel Ching Yan
Part 46: Ervan Versus Werewolf
Part 47: Berlindung di Balik Mobil
Part 48: Marga Asakura
Part 49: Hantu di Rumah Amanda
Part 50: Emmy Merah
Part 51: Pisau Dapur yang Melayang
Part 52: Lantai Dua
Part 53: Tim Sandra dan Dua Emmy
Part 54: Elektrokimia
Part 55: Aswatama
Part 56: Erik, Dietrich, Amanda Versus Arthur
Part 57: Erik, Dietrich, Amanda Versus Aswatama
Part 58: Napoleon Bonaparte dan Timnya
Part 59: Melacak
Part 60: Arthur Versus Jie Xiong
Part 61: Penyelamatan Professor Vaugh
Part 62: Erik dan Vela Versus Pengendali Tulang
Part 1: Arthur Datang Menjenguk
Part 2: Sekolah
Part 3: Kekuatan Dietrich
Part 4: Amanda Myrna
Part 5: Kisah Raja Arthur
Part 6: Pelabuhan
Part 7: Ghoul
Part 8: Bersembunyi di Rumah Kosong
Part 9: Amanda sang Pembunuh
Part 10: Lightning Versus Sand
Part 11: Kematian Rudy
Part 12: Rumah Sakit
Part 13: Teman Sekelas
Part 14: Kunjungan Mario dan Maya
Part 15: Cerita di Malam Hari
Part 16: Serangan Vampire
Part 17: Sungai Kapuas
Part 18: Kelompok Elena Versus Taiyou no Kishi
Part 19: Lantai Tiga
Part 20: Maya Versus Callista
Part 21: Lantai Dua
Part 22: Serangan Balik
Part 23: Kekuatan Callista
Part 24: Rumah Bergaya Belanda
Part 25: Immortals
Part 26: Empat Pertanyaan
Part 27: Der Schwarze Stein
Part 28: Mantra Deprehensio
Part 29: Kelompok Elena Versus Si Ekor Kalajengking
Part 30: Kolam-kolam Air
Part 31: Hydromancer Magnus
Part 32: Sepulang Sekolah
Part 33: Mall Kemang
Part 34: Korban Vampire
Part 35: Chibi, Chernov dan Minsk
Part 36: Pengejaran
Part 37: Tim Erik dan Tim Maul Versus Geng James Wood
Part 37.1: Hutan Ilusi
Part 37.2: Eyes of Markmanship
Part 37.3: Sand Versus Fire
Part 37.4: Pedang dan Tameng Es
Part 37.5: Maul dan Vira Versus James Wood
Part 38: Arthur Versus Lu Bu
Part 39: Agen Ganda
Part 40: Rumah Darkwing Bersaudara
Part 41: Tiga Produk
Part 42: Di Perbatasan Uni Soviet
Part 42.1: Diego Versus Dragovich
Part 43: FlyHigh
Part 44: Pecandu dari Pluit's Boat
Part 45: Kartel Ching Yan
Part 46: Ervan Versus Werewolf
Part 47: Berlindung di Balik Mobil
Part 48: Marga Asakura
Part 49: Hantu di Rumah Amanda
Part 50: Emmy Merah
Part 51: Pisau Dapur yang Melayang
Part 52: Lantai Dua
Part 53: Tim Sandra dan Dua Emmy
Part 54: Elektrokimia
Part 55: Aswatama
Part 56: Erik, Dietrich, Amanda Versus Arthur
Part 57: Erik, Dietrich, Amanda Versus Aswatama
Part 58: Napoleon Bonaparte dan Timnya
Part 59: Melacak
Part 60: Arthur Versus Jie Xiong
Part 61: Penyelamatan Professor Vaugh
Part 62: Erik dan Vela Versus Pengendali Tulang
Gan, setelah baca mohon komennya, ya
Ane sangat menerima kritik dan saran
Pertanyaan juga sangat dianjurkan, supaya agan2 dapat lebih memahami cerita yang rumit ini
Kalau terjadi kesalahan seperti tanda baca, kurang jelas, ketidak konsistenan cerita mohon diingatkan ya gan
Terima kasih gan
Diubah oleh Shadowroad 26-11-2017 06:31
2
87K
Kutip
544
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•53.5KAnggota
Tampilkan semua post
TS
Shadowroad
#228
Part 35: Chibi, Chernov dan Minsk
Spoiler for Part 35: Chibi, Chernov dan Minsk:
Quote:
“Jadi karena jaman dulu tidak tahu proses transformasi inikah, mereka menganggap vampire adalah mayat yang hidup kembali?” tanya Amanda.
“Benar. Orang jaman dulu tertipu dengan proses transformasinya,” jawab Maul, “Bagi korban vampire yang akhirnya menjadi vampire di kuburan, cukup mudah bagi mereka untuk menggali kuburnya dari dalam dan bangkit ‘menghantui’ yang masih hidup. Mudah tapi memakan waktu lama.”
“Tapi bukankah ada obat yang mencegah seorang manusia berubah menjadi vampire?” kata Amanda.
Maul mengangguk, “Obat itu memang ada. Setelah berates-ratus tahun manusia kebingungan bagaimana mencegah orang-orang yang mereka sayangi berubah menjadi vampire, obat itu memang baru ditemukan. Masalahnya adalah tingkat keberhasilannya hanya sepuluh persen. Masih butuh penelitian lebih lanjut.”
“Tentang fase transformasi, siapa yang pertama kali bereksperimen sehingga menemukan istilah ‘tiga kemungkinan’ dan ‘fase transformasi’ ini?” tanya Erik.
“Hmmm, coba kuingat …,” kata Maul sambil melirik ke langit-langit dan mengelus dagunya, “Temanku dari Divisi Medis pernah bercerita padaku tapi aku tidak begitu ingat. Yang jelas, ilmuwan atau dokter atau siapapun yang melakukan eksperimen ini merupakan salah satu Ritterkreuz…”
“Ah, mereka disebut lagi …,” kata Erik.
“Benar. Orang jaman dulu tertipu dengan proses transformasinya,” jawab Maul, “Bagi korban vampire yang akhirnya menjadi vampire di kuburan, cukup mudah bagi mereka untuk menggali kuburnya dari dalam dan bangkit ‘menghantui’ yang masih hidup. Mudah tapi memakan waktu lama.”
“Tapi bukankah ada obat yang mencegah seorang manusia berubah menjadi vampire?” kata Amanda.
Maul mengangguk, “Obat itu memang ada. Setelah berates-ratus tahun manusia kebingungan bagaimana mencegah orang-orang yang mereka sayangi berubah menjadi vampire, obat itu memang baru ditemukan. Masalahnya adalah tingkat keberhasilannya hanya sepuluh persen. Masih butuh penelitian lebih lanjut.”
“Tentang fase transformasi, siapa yang pertama kali bereksperimen sehingga menemukan istilah ‘tiga kemungkinan’ dan ‘fase transformasi’ ini?” tanya Erik.
“Hmmm, coba kuingat …,” kata Maul sambil melirik ke langit-langit dan mengelus dagunya, “Temanku dari Divisi Medis pernah bercerita padaku tapi aku tidak begitu ingat. Yang jelas, ilmuwan atau dokter atau siapapun yang melakukan eksperimen ini merupakan salah satu Ritterkreuz…”
“Ah, mereka disebut lagi …,” kata Erik.
Amanda hanya menghela nafas ketika Maul menyebut sesuatu yang berhubungan dengan Nazi. Dia tidak mengeluh seperti Erik. Hanya menundukkan kepalanya.
Quote:
Maul tertawa dan berkata, “Aku mengerti perasaan kalian. Ritterkreuz, SS Paranormal Division, Der Schwarze Stein dan Black Orb, kan? Sudahlah, yang penting kita tidak berhadapan langsung dengan mereka. Biarkan itu menjadi urusan para kelas S hingga Immortal.”
“Itu juga yang dikatakan Arthur pada kami,” kata Amanda.
“Aku yakin Arthur mengatakannya karena mengkhawatirkan kalian. Meskipun orangnya … yah … memang seperti itu,” Maul mengakhiri pembicaraannya dengan tawaan.
Maul mengajak Erik dan Amanda mendekati area pemeriksaan. Melewati garis polisi tentunya. Meskipun begitu, Erik dan Amanda tidak mau terlalu dekat karena takut menganggu para polisi. Ditemukan sebuah kunci inggris di dekat perseneling yang ujungnya berlumuran darah. Adanya kerusakan pada speedometer. Dilihat dari kunci inggris dan speedometernya, korban sempat memberikan perlawanan pada vampire. Perlawanan yang percuma bagi makhluk yang bisa melakukan regenerasi dalam waktu singkat. Erik dan Amanda baru tahu ada bekas darah di bagian kanan mobil. Sepertinya kepala korban dibenturkan beberapa kali oleh vampire sebelum akhirnya pingsan. Sesekali, Erik melirik mayat yang sedang diurus oleh Divisi Medis dari Paladin dan Silver Sword.
Quote:
“Kak Maul, ayo keluar sebentar dari tempat ini. Akan kukenalkan pada temanku yang kuceritakan tadi,” kata Erik yang baru mendapat chat dari Dietrich, “Dia sekarang berada di luar keramaian.”
Erik, Amanda dan diikuti oleh Maul keluar dari garis polisi. Tidak begitu susah bagi mereka ketika melewati keramaian. Orang-orang menyingkir dan memberikan jalan ketika tahu bahwa seorang polisi akan lewat. Erik dan Amanda melihat Dietrich yang berdiri beberapa meter dari keramaian.
Quote:
“Menunggu lama?” kata Amanda.
“Sebentar, kok,” kata Dietrich yang langsung memanggil Erik dan Amanda untuk mendekatinya.
“Ada apa?” tanya Amanda.
“Siapa polisi itu?” tanya Dietrich, “Kenapa mengikut kalian?”
“Sebentar, kok,” kata Dietrich yang langsung memanggil Erik dan Amanda untuk mendekatinya.
“Ada apa?” tanya Amanda.
“Siapa polisi itu?” tanya Dietrich, “Kenapa mengikut kalian?”
Erik melirik Amanda dan mengkodenya dengan pandangannya. Amanda tersenyum dan langsung menarik tangan Dietrich. Sesuai permintaan Erik, Amanda membawa Dietrich untuk mengenalkannya pada Maul.
Quote:
“Ciri khas ilusimu apa, Dietrich?” tanya Maul.
“Hantu dan semacamnya,” jawab Dietrich.
“Aku memiliki teman yang juga bisa ilusi sepertimu. Hanya saja ciri khasnya adalah alat-alat penyiksaan.”
“Apa temanmu seorang psikopat?”
Maul tertawa, menepuk bahu Dietrich dan berkata, “Kami yang satu tim dengannya juga awalnya berpendapat begitu. Tenang saja, kalau dia mulai nakal dengan ilusinya, aku akan memukulnya.”
“Hantu dan semacamnya,” jawab Dietrich.
“Aku memiliki teman yang juga bisa ilusi sepertimu. Hanya saja ciri khasnya adalah alat-alat penyiksaan.”
“Apa temanmu seorang psikopat?”
Maul tertawa, menepuk bahu Dietrich dan berkata, “Kami yang satu tim dengannya juga awalnya berpendapat begitu. Tenang saja, kalau dia mulai nakal dengan ilusinya, aku akan memukulnya.”
Seorang polisi datang menghampiri Maul. Polisi ini menyerahkan sehelai sapu tangan pada Maul. Muka Maul mengernyit jijik ketika mengendus sapu tangan di genggamnya. Seorang beast master memang memiliki indra penciuman yang lebih sensitif dari manusia normal. Hanya saja tetap masih di bawah anjing atau hewan pencari jejak pada umumnya.
Quote:
“Bagaimana baunya?” tanya Erik, “Melihat ekspresi ketika mengendusnya, sepertinya sangat wangi, ya?”
“Wangi apanya, Rik!” kata Maul, “Baunya amis seperti darah. Ooohhh, rasanya aku mual.”
“Rekan polisimu tadi menemukannya dimana?” tanya Amanda.
“Di bawah jok pengemudi. Sebenarnya dia sudah menemukannya sejak tadi, hanya saja kami mencari petunjuk lain, siapa tahu ada,” jawab Maul, “Baiklah! Sebaiknya segera kita mulai pengejarannya.
“Wangi apanya, Rik!” kata Maul, “Baunya amis seperti darah. Ooohhh, rasanya aku mual.”
“Rekan polisimu tadi menemukannya dimana?” tanya Amanda.
“Di bawah jok pengemudi. Sebenarnya dia sudah menemukannya sejak tadi, hanya saja kami mencari petunjuk lain, siapa tahu ada,” jawab Maul, “Baiklah! Sebaiknya segera kita mulai pengejarannya.
Maul mengajak tim Erik menjauh dari keramaian. Mereka membicarakannya di dekat pintu keluar area parkir. Maksud Maul adalah begitu pengarahan misi selesai, mereka bisa langsung berangkat. Selain itu, Maul berencana memanggil hewan-hewan peliharaannya. Bisa-bisa orang-orang awam takut jika tiba-tiba muncul dua ekor serigala dan seekor anjing di area parkir.
Setelah sampai di pintu keluar, Maul mulai merencanakan pengejaran. Mereka berjongkok di rerumputan taman di dekat pintu keluar. Maul yang membawa camilan kripik kentang, membagikannya kepada tim Erik.
Quote:
“Baiklah. Cuma butuh sepuluh menit. Pukul 22.00 kita akan berangkat. Aku yang akan memimpin misi ini,” kata Maul, “Pertama-tama kita akan naik mobilku. Begitu kita sampai di lokasi vampire, kita harus menggunakan formasi. Formasi paling depan adalah hewan-hewan peliharaaku, baris kedua adalah aku dan baris terakhir adalah kalian. Semua pergerakan seperti lambat atau cepat dan semua manuver seperti menyerang, sembunyi dan bertahan, semuanya tergantung hewan-hewanku. Nantinya aku yang akan menerjemahkannya pada kalian.”
“Lalu bagaimana dengan timmu?” tanya Erik.
“Mereka semua terlambat,” kata Maul sambil menggeleng, “Yang satunya baru selesai kencan, yang satunya lagi baru bangun tidur. Jika mereka sudah datang, nanti aku susun lagi formasinya. Untuk hasil dari misi ini, nanti aku akan membaginya.”
Mendengar penjelasan Maul, Dietrich menghela nafas lega.
“Kenapa menghela nafas begitu?” tanya Amanda.
“Ah, tidak, tidak apa-apa. Lanjutkan, Kak Maul,” kata Dietrich.
“Ngomong-ngomong, Amanda, kau terbiasa menggunakan senjata macam apa?” tanya Maul sambil memberikan handgundari pinggangnya, “Akan kupinjamkan handgun milikku.”
“Terima kasih, Kak,” kata Amanda.
“Ini untukmu, Erik. Jangan friendly fire, ya,” kata Maul sambil memberikan handgun miliknya. Jenisnya berbeda dengan yang dipinjamkannya pada Amanda.
“Lalu apa senjatamu?” tanya Erik.
“Apa kau belum pernah melihatku bertarung sekali dua kali, kan?” kata Maul, “Dua ekor serigala dan seekor anjing sudah cukup untukku.”
“Aku ingin melihat mereka!” kata Amanda tiba-tiba.
“Baiklah aku akan memanggil mereka,” kata Maul yang mengambil tongkat sihir dari sakunya, mengarahkan ujungnya ke semak-semak taman dan mulai merapalkan mantra, “INVOCATIO! ANIMALIA! CANIS! DECIMUS! TRES!
Muncullah tiga ekor karnivora dari balik semak-semak. Dua ekor serigala dan seekor anjing. Dua ekor serigala ini memiliki jenis yang sama yaitu Grey Wolf atau serigala abu-abu. Hewan ini biasa hidup daerah subtropis seperti Amerika Utara, Eropa dan Russia. Hewan peliharaan Maul yang ketiga adalah seekor anjing berwarna putih yang termasuk jenis German Shepherd. Anjing jenis ini memang biasa digunakan polisi untuk mencari jejak. Dua serigala itu berdiri gagah di kanan dan kiri Maul. Sementara si anjing putih bermanja-manja di kaki tuannya.
Quote:
“Serigala yang bertelinga putih adalah Chernov dan yang bertelinga abu-abu adalah Minsk,” kata Maul.
“Namanya sangat mengandung unsur Russia, ya?” komentar Dietrich
Maul mengangguk, “Aku memang mendapatkannya dari temanku yang bernama Chernov Penteleyev. Seorang manipulator dari Soviet. Sebagai tanda terima kasih, kuberi salah satu dari mereka nama yang sama dengan pemilikinya. Untuk nama Minsk, itu karena Chernov tinggal di Kota Minsk.”
“Namanya sangat mengandung unsur Russia, ya?” komentar Dietrich
Maul mengangguk, “Aku memang mendapatkannya dari temanku yang bernama Chernov Penteleyev. Seorang manipulator dari Soviet. Sebagai tanda terima kasih, kuberi salah satu dari mereka nama yang sama dengan pemilikinya. Untuk nama Minsk, itu karena Chernov tinggal di Kota Minsk.”
Erik menatap anjing putih yang memiliki tinggi sepinggangnya. Anjing putih itu begitu bersih. Tak ada noda sedikitpun di bulunya.
Quote:
“Lalu si putih ini?” tanya Erik.
Maul mengelus kepala anjing putihnya sambil menjawab, “Namanya Chibi.”
“Chibi?! Chibi katamu?!” Erik tiba-tiba heboh, “Seekor German Shepherd kau panggil dengan sebutan Chibi?!”
“Aku mendapatkannya dari seorang Immortal dari Jepang,” kata Maul yang heran dengan tingkah Erik, “Meskipun jenisnya German Shepherd, tetap saja Immortal dari Jepanglah yang berbaik hati menghadiahkan anjing ini padaku. Karena itulah aku memberinya nama Jepang.”
“Bukan masalah Jepang atau Jermannya, Kak Maul. Kau memberinya nama yang sangat imut untuk jenis anjing yang tergolong garang.”
Maul mengelus kepala anjing putihnya sambil menjawab, “Namanya Chibi.”
“Chibi?! Chibi katamu?!” Erik tiba-tiba heboh, “Seekor German Shepherd kau panggil dengan sebutan Chibi?!”
“Aku mendapatkannya dari seorang Immortal dari Jepang,” kata Maul yang heran dengan tingkah Erik, “Meskipun jenisnya German Shepherd, tetap saja Immortal dari Jepanglah yang berbaik hati menghadiahkan anjing ini padaku. Karena itulah aku memberinya nama Jepang.”
“Bukan masalah Jepang atau Jermannya, Kak Maul. Kau memberinya nama yang sangat imut untuk jenis anjing yang tergolong garang.”
Maul melirik Dietrich dan Amanda. Dilihat dari pandangannya, dua anak itu sepertinya setuju dengan pendapat Erik.
Quote:
“Ah, aku baru menyadari hal itu,” kata Maul yang tiba-tiba memukul punggung Erik, “Jangan protes untuk hal yang tidak penting. Ayo segera tangkap vampire sialan itu dan segera pulang.”
Maul mengeluarkan kain dari sakunya dan mulai mendekati hewan-hewan peliharaannya. Polisi itu mendekatkan kain bekas sang vampire dan membiarkan hewan-hewan peliharaannya mengendus kain. Begitu selesai, semua peliharaan Maul langsung menghadap ke utara.
Quote:
“Utara, ya?” kata Maul, “Baiklah. Kalian sudah siap, kan?”
Erik, Dietrich dan Amanda mengangguk. Tangan mereka sudah menggenggam handgunpinjaman Maul. Hanya Dietrich yang membawa handgun miliknya sendiri.
Quote:
“Oh iya, kuingatkan agar berhati-hati dengan Chernov dan Minsk ketika kita sudah turun dari mobil dan mulai bertarung,” kata Maul seraya mengelus dua kepala serigala miliknya, “Mereka berdua baru saja kuajari pengendalian listrik. Pengendalian listriknya sedikit tak terkontrol.”
Erik, Dietrich dan Amanda melangkah mundur. Mata mereka menatap Chernov dan Minsk dengan waswas. Takut jika listrik bertegangan tinggi menyengat dan mencabut nyawa mereka.
“Kalian tidak perlu setakut itu. Cukup jaga jarak,” Maul menenangkan tim Erik sambil menunjuk sebuah mobil hitam yang diparkir di depan mall, “Ayo naik ke mobilku.”
Erik, Dietrich dan Amanda melangkah mundur. Mata mereka menatap Chernov dan Minsk dengan waswas. Takut jika listrik bertegangan tinggi menyengat dan mencabut nyawa mereka.
“Kalian tidak perlu setakut itu. Cukup jaga jarak,” Maul menenangkan tim Erik sambil menunjuk sebuah mobil hitam yang diparkir di depan mall, “Ayo naik ke mobilku.”
0
Kutip
Balas