- Beranda
- Stories from the Heart
The Book Of Promise
...
TS
gianhidayat
The Book Of Promise
Sebelumnya kepada mimin dan para momod forum SFTH , izinkan saya untuk sharing tentang novel karangan saya sendiri yang berjudul The book of Promise. Semua kritik dan saran saya terima dengan lapang dada, Dan sebuah Feedback dari kalian adalah semangat bagi saya sendiri . Semoga harimu menyenangkan
dan selamat membaca
*Note : Sumber gambar ilustrasi berasal dari Google
dan selamat membaca
Spoiler for "Ilustrasi":
Spoiler for "Sinopsis":
Quote:
The Book Of Promise
Buku Ini menceritakan tentang ketulusan seorang kakak dalam menyayangi Seorang adiknya , Sang kakak sangat baik kepada sang adik yang bernama Gian. Hingga suatu hari Kakak beradik itu bertemu dengan anak perempuan bernama Mira , Yang kemudian di anggap sebagai adiknya juga oleh Sang kakak. Hari-demi hari mereka lalui bersama , Kehangatan dan kebersamaan kakak beradik . Namun semua berubah ketika sang kakak melakukan perjanjian dengan sebuah Buku , Sifat sang kakak berubah drastis pada adik Laki-lakinya,Gian . Setelah 1 tahun berlalu semenjak kepergian sang kakak, Adik laki-lakinya menemukan sebuah buku yang digunakan sang Kakak untuk melakukan perjanjian. Seiring berjalannya waktu Kedua adik sang Kakak Mulai merasakan benih-benih cinta , Namun sesuatu kembali terjadi dan Gian tak pernah melihat Mira . Gian menjalani hidupnya Sendirian dan Kesepian, Hingga pada suatu saat Gian berhasil menemukan perjanjian apa yang dilakukan sang kakak dengan buku itu. Dan setelah mengetahui isi dari perjanjian itu , Gian mulai menyadari sesuatu hal yang sangat penting. Bahwa Kakaknya tak pernah berubah dan tetap menyayanginya sampai Akhir hayatnya.
Buku Ini menceritakan tentang ketulusan seorang kakak dalam menyayangi Seorang adiknya , Sang kakak sangat baik kepada sang adik yang bernama Gian. Hingga suatu hari Kakak beradik itu bertemu dengan anak perempuan bernama Mira , Yang kemudian di anggap sebagai adiknya juga oleh Sang kakak. Hari-demi hari mereka lalui bersama , Kehangatan dan kebersamaan kakak beradik . Namun semua berubah ketika sang kakak melakukan perjanjian dengan sebuah Buku , Sifat sang kakak berubah drastis pada adik Laki-lakinya,Gian . Setelah 1 tahun berlalu semenjak kepergian sang kakak, Adik laki-lakinya menemukan sebuah buku yang digunakan sang Kakak untuk melakukan perjanjian. Seiring berjalannya waktu Kedua adik sang Kakak Mulai merasakan benih-benih cinta , Namun sesuatu kembali terjadi dan Gian tak pernah melihat Mira . Gian menjalani hidupnya Sendirian dan Kesepian, Hingga pada suatu saat Gian berhasil menemukan perjanjian apa yang dilakukan sang kakak dengan buku itu. Dan setelah mengetahui isi dari perjanjian itu , Gian mulai menyadari sesuatu hal yang sangat penting. Bahwa Kakaknya tak pernah berubah dan tetap menyayanginya sampai Akhir hayatnya.
Index
Quote:
My Brother
- Part 1 - Ketika langit meneteskan air mata, aku hanya terdiam
- Part 2 - 3 Tahun yang lalu
- Part 3 - Mira
- Part 4 - Kekuatan Super Mira
- Part 5 - Seragam Merah Putih
- Part 6 - Pertandingan Sepak Bola
- Part 7 - Aku berjanji akan menjadi pemain bola yang hebat
- Part 8 - Kenangan Seorang Pemain Sepak Bola
- Part 9 - Ayo Kita Kalahkan Mereka
- Part 10
- Part 11 - Lipstik Dan Kebohongan
- Part 12 - Sebuah Janji Pada Mira
- Part 13 - Ajari aku cara berkelahi!
- Part 14 - Kenangan Seorang Petarung
- Part 15 - Bermain Menjadi Detektif
- Part 16 - Kehangatan Keluarga
- Part 17 - Wanita Berkucir, Siapa Dia?
*Note : Sumber gambar ilustrasi berasal dari Google
Diubah oleh gianhidayat 21-12-2015 18:35
anasabila memberi reputasi
1
3.5K
Kutip
33
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•53.4KAnggota
Tampilkan semua post
TS
gianhidayat
#28
My Brother
Bermain Menjadi detektif
Quote:
Kami berdua turun menuruni tangga, Nenek sudah menunggu kami diruang tengah.
"Heh Kakak sama adek , nenek udah siapin makan nih ayo cepet makan. Ada ikan goreng sama sayur sop tuh" Ucap nenek
Kami berdua hanya tersenyum dan menuju dapur untuk mengambil piring dan sendok. Tak lama kamipun sudah kembali ke ruang tengah untuk mengambil makanan dan memakannya.
"Pelan-Pelan makannya, liat dulu ada tulangnya atau engga itu daging ikannya" Ucap kakak sambil menunjukan daging ikan yang bertulang kecil-kecil
Akupun mengangguk dan mulai mencabuti setiap tulang kecil yang berada pada daging ikan itu, Sedikit sulit sehingga memperlambatku untuk menghabiskan sepiring nasi ini. Lalu kakak memperhatikanku yang tiba-tiba berhenti menghabiskan makananku, Sepertinya kakak mengerti aku dibuat kesal oleh tulang ikan itu. Ku lihat kakak sedang asik mencabuti tulang ikan itu dan sesekali memakan dagingnya. Kakak hanya tertawa melihatku yang cemberut sedari tadi, Tiba-tiba kakak mengambil daging ikanku yang penuh tulang kecil itu.
"Habiskan saja semuanya kak " ucapku kesal
"Haha malah ngambek , nih ambil yang kakak . Tadi kakak cabutin semua tulang kecilnya buat adek" ucap kakak sambil memberikan daginya
Akupun langsung merubah ekspresi wajahku menjadi sangat senang, Tak lupa aku juga meminta maaf pada kakak
"ayo makan dan cepat habiskan " ucap kakak sambil tersenyum
Dengan semangat aku melahap daging ikan itu , tak butuh waktu lama untuk menghabiskan makanan di piringku. Melihat tingkahku kakakpun tertawa dan kembali melanjutkan makannya.
Setelah kami berdua selesai makan, Kami menuju dapur untuk mencuci piring kami masing-masing. Setelah selesai mencuci piring, Aku mengajak kakak bermain
"Kak main yuk?Ajaku pada kakak
"Hmm, ayo tapi bilang dulu sama Nenek ya"
Kamipun menuju ke ruang utama untuk mencari Nenek, Biasanya nenek saat Jam menunjukan pukul 2 siang sedang menonton TV. Dan benar saja setibanya kami di ruang tengah , Nenek sedang asik menonton acara kesayangannya. Film india, Dan kulihat sedang adegan berjoged di bawah derasnya air hujan . Aku dan kakak tertawa bersama, Tawa kami berduapun tak mampu mengalihkan perhatian nenek dari TV.
"Nek kakak mau main keluar dulu sama adek , boleh ya?[" ucap kaka pada nenek
Nenek hanya mengangguk sambil terus berfokus pada film india itu, kamipun mencium tangannya lalu pergi keluar rumah.
"Mau main kemana kak?" Ucapku
"Gimana kalau main Detektif? " jawab kakak
Aku hanya mengangguk setuju pada kakak
"Tapi kalau hanya berdua tidak seru, Ajak Mira juga ya?" Ucap kakak
Lagi-lagi aku mengangguk setuju
Kamipun berjalan menuju rumahnya Mira, Di perjalanan kami bertemu dengan teman kakak yang waktu itu bermain bola bersama.
"Hei . . ! Raaay !!" teriak kakaku
Kak Ray pun menengok kebelakang dan melihat ke arahkami lalu melambaikan tangannya dan tersenyum. Kak Ray menghentikan langkahnya dan menunggu kami. Sesampainya di tempat kak Ray berdiri kakapun mengajak kak Ray untuk ikut bermain detektif bersama, Ternyata kak Ray setuju karena ia sedang tidak ada kerjaan jadi jalan-jalan tidak jelas dan tidak tentu arah katanya . Saat itu Kak Ray mengenakan baju panjang berwarna putih dan celana panjang berbahan Kain katun berwarna hitam, Wajahnya yang menurutku tampan. Rambutnya berwarna hitam, kulitnyapun putih namun satu hal yang menjadi ciri khas kak Ray . Yaitu matanya yang berwarna Biru. Sedang kan aku memakai baju putih berlengan pendek bergambar robot-robotan, dan celana pendek berwarna hitam. Menurut kakak aku juga tampan , Mataku yang selalu menatap tajam pada hal yang tidak ku ketahui. Kulitku tidak hitam namun juga tidak putih , kakak bilang sih Sawo matang tapi aku tak mengerti. Dan kakak sangat menyukai senyumku , karena ketika aku tersenyum di kedua pipiku seperti ada bagian yang masuk kedalam. Kakak bilang itu namanya lesung pipi. Dan kakak saat itu mengenakan pakaian bergaris hitam putih berlengan panjang, dan celana pendek sepertiku. Kulit kakak yang sama denganku sawo matang, yang membedakanku dengan kakak adalah rambut kami. Aku menyisir rambutku ke arah kiri, Sedangkan kakak ke arah kanan . Dan juga tentunya senyum kami berbeda , Kakak tak mempunyai lesung pipi di kedua pipinya.
Kami bertiga melanjutkan perjalanan yang sudah hampir sampai di rumah Mira, Sesampainya di depan rumah Mira Kakakpun menekan Bel rumah . Tak lama Ibu mumpunipun keluar dan menyambut kami lalu mempersilahkan masuk, Mirapun segera di panggilnya untuk menemui kami. Mira terlihat sangat senang melihat kedatangan kami, dan tepatnya karena kedatangan kakak. Kakakpun menjelaskan kedatangan kami, Mendengar penjelasan kakak Mira langsung mengangguk dan meminta izin pada ibu mumpuni. Ibu mumpuipun terlihat senang ada yang mengajak Mira bermain, Karena katanya mira seharian hanya bermain sendiri di rumah. Ibu mumpuni hanya berpesan untuk jangan pulang terlalu sore dan tolong jaga Mira. Kami bertigapun mengagguk dan berpamitan pada ibu Mumpuni, Kakak pergi ke warung untuk membeli sesuatu. Selagi kakak pergi kewarung Aku , Mira, Dan Kak Ray pergi ke tempat yang kakak tentukan sebelumnya, yaitu sebuah tanah kosong yang tidak terlalu besar di dekat kantor pos. Tak lama kami menunggu Kakak kembali dengan membawa beberapa kapur , Kakak langsung menjelaskan cara bermain detektif.
"Jadi permainan ini akan ada 3 orang yang membawa kapur berbeda-beda warna, 1 orang menjadi detektif. Tugas detektif adalah menemukan ketiga orang ini dengan megikuti petunjuk berbentuk Arah panah yang di buat oleh para pembawa kapur atau bisa di sebut penjahat. Peraturan bagi penjahat adalah tidak boleh berlari dan hanya boleh berjalan , sedangkan sang detektif boleh berlari .Penjahat bisa menggunakan Kapur untuk menggambar petunjuk arah untuk mengelabui detektif . Misalkan sang penjahat berjalan dan menemukan 2 arah , sang penjahat harus menggambar petunjuk arah . Si penjahat pergi ke arah kanan namun dia menggambar petunjuk ke arah kiri, itu boleh saja .Dan penjahat harus menggambar sebuah petunjuk setiap 10 langkah . Maka dari itu permainan ini di sebut permainan detektif " Jelas kakak, semuapun mengangguk setuju
Dan untuk mempermudah sang detektif kakak sudah memberi batasan para penjahat untuk berlari hanya di daerah RT 03 saja, lebih dari itu penjahat akan di anggap sudah tertangkap. Dan penjahat yang tertangkap di wajibkan membantu penyelidikan detektif untuk menemukan penjahat lainya.
"Ayo sekarang kita Hompimpa dulu untuk menentukan siapa yang jadi detektif" ucap kakak
Kami semuapun berkumpul dan melakukan Hompimpa
"Hompimpa alaihum gambreng, Ma ijah pake baju rombeng" kira-kira itu perkataan yang kami ucapkan saat Hompimpa
Dan ternyata Kakak lah yang menjadi detektif, kakak membagikan Kapur pada para penjahat. Kapurku berwarna biru, Mira berwarna Merah , Dan kak Ray berwarna putih. Dan jika kapur habis penjahat tidak boleh lagi bergerak, dan harus diam di tempat.
Kakak akan menghitung dari 1 sampai 20 sambil menutup matanya , saat kakak memulai hitungan semua penjahat hanya boleh pergi dengan cara berjalan . Tidak berlari. Kami bertigapun bersiap untuk meninggalkan tempat ini dan menjauh dari kakak.
"Satu. . .!!" kakak mulai menghitung.
Kami bertiga langsung berjalan berpencar ,Aku ke utara, Mira ke barat, Dan kak Ray ke Selatan. Aku berjalan sambil menyamakan irama hirunganku dengan kakak . Langkahku dan hitunganku menjadi sama, saat hitungan kesepuluh aku menggambar petunjuk . Jika aku menggambar petunjuk kearah kanan , Mungkin kakak akan mengira aku pergi ke arah kiri. Jadi aku menggambar ke kanan dan tetap maju ke arah kanan tanpa mengelabuinya di petunjuk pertama. Jalan yang ku lalui sekarang tak ada belokan dan gang lagi , hanya jalan lurus . Setelah sepuluh langkah dan tak menemukan jalan untuk berbelok , Akupun menggambar petunjuk arah Lurus . Setelah menggambar banyak petunjuk Arah , akupun kehabisan kapurku . Dan kini aku berada di suatu tempat , kebun . Kebun jagung, banyak jagung yang tumbuh tinggi sekali. Saat aku duduk menunggu karena kakak bilang jika kapur habis tidak boleh bergerak , akupun tak bergerak dan terus menunggu. Sudah agak lama aku menunggu dan mulai takut karena tak tau arah jalan pulang, Tiba-tiba aku mendengar suara semak-semak yang terinjak seseorang. Aku memalingkan wajahku pada sumber suara tersebut, Tiba-tiba dengan cepat keluar seekor binatang seperti cicak . Akupun kaget dan langsung berdiri, namun aku kembali duduk dan kembali menunggu. Baru beberapa detik aku duduk, Aku merasakan sesuatu menempel di leherku . Dingin sekali , Akupun membalikan badan . Dan
"Door , hahahaha" Mira mengagetkanku
Ternyata itu Kakak dan Mira , Mira usil menempelkan es teh manis ke leherku . Ternyata Mira di temukan lebih dulu oleh kakak , Aku menjadi yang ke dua. Kami bertigapun pergi untuk mencari kak Ray, Mira memberikan es teh manis itu padaku. Akupun meminumnya , Segar sekali rasanya. Petunjuk Kak Ray berwarna putih , kami mengikuti setiap petunjuk.Sepanjang perjalanan aku dan Mira bukannya membantu kakak malah ribut sendiri dan bertengkar . Kakak hanya tersenyum melihat kami berdua. Sudah beberapa petunjuk kami ikuti namun kak Ray tak juga ketemu ,Petunjuk kak Ray berhenti tepat di depan masjid . Kakak mengajak kami beristirahat di sebuah pohon besar di dekat majid yang jika turun kebawah terlihat persawahan yang luas. Saat kami duduk bersama , Aku mendengar suara anak laki-laki tertawa. Kami bertigapun saling bertatapan dan melihat keatas pohon , Dan ternyata itu kak Ray. Dia bersembunyi di sana ternyata. Kakakpun menyuruh kak Ray turun dan memberikan Es teh manis padanya, Karena langit sudah berwarna jingga menunjukan waktu sudah mulai sore . Kami jadi teringat pesan ibu Mumpuni, Kami bertiga pergi mengantarkan Mira terlebih dahulu . Kak Ray sangat senang dapat bergabung bermain bersama kami. Sesampainya di rumah Mira, Lagi-lagi Mira memeluk kakak sebelum kakak pergi. Ibu mumpuni matanya terlihat berkaca-kaca seperti ingin menangis melihat kedekatan Mira dengan Kakak. Kamipun pamit pada ibu Mumpuni , Mirapun melambaikan tangannya.
Kak Ray ternyata tinggal di perumahan komplek pemerintahan itu, Tepat 2 blok setelah gerbang masuk komplek. Kamipun menunggu kak Ray dari gerbang untuk memastikan rumahnya yang mana, Setelah Kak Ray sampai di depan rumahnya sambil menunjuk-nunjuk rumahnya sendiri. Kami berdua mengacungkan jempol sebagai tanda kami sudah mengetahui rumahnya lalu melambaikan tangan, Kami berduapun pulang ke rumah. Di perjalanan aku bertanya pada kakak
"Mira yang pertama kakak temukan ya? apa petunjuknya terlalu payah?" tanyaku
"Bukan seperti itu , Kakak menghawatirkannya jadi saat kakak selesai menghitung kakak langsung mencari jejak kapur berwarna merah . Sebenarnya pertama kali kakak menuju ke utara dan menemukan Kapur berwarna biru milik adek" Jawab kakak
"Lalu kenapa Mira duluan yang ketemu?" tanyaku kebingungan
"Saat kakak tau kamu berada di utara, Kakak langsung berbalik dan mencari jejak Mira. Tak jauh mencari ke arah barat , Kakak menemukannya . Baru 40 langkah dan 4 petunjuk , kakak menemukan mira sedang menggambar boneka dengan kapurnya . Kakak sangat lega dia tidak apa-apa. Setelah Mira kakak langsung mengajak mira menemukan adek" Jawab kakak
"Oh begitu" jawabku kecewa karena kenapa tidak aku yang pertama
Melihat ekspresi wajahku yang kecewa kakak langsung menjelaskan
"Mira adalah adik kakak juga kan dek, Mira anak perempuan yang belum bisa menjaga diri . Kakak percaya sama adek bahwa adek lebih kuat dari Mira, Jadi kakak dengan cepat mencari Mira Kakak berlari sekuat tenaga agar mira tidak pergi terlalu jauh. Kakakpun mengkhawatirkan adek "
Aku hanya terdiam dan tak menjawabnya
Lalu kakak berkata
"Adek tau , Jika suatu saat Kakak harus memilih antara adek atau Mira. Kakak memilih diam dan Mati agar tak ada yang merasa kasih sayangnya terbagi dua" ucap kakak sambil tersenyum kearahku
Mendengar perkataan kakak akupun meneteskan air mata dan berkata
"Jika kakak mati , Munkin adek akan sangat marah pada tuhan kak"
Kakak hanya mengusap kepalaku dan berjongkok di hadapanku lalu menghapus air mataku
"Ayo kita hadapai dunia bersama , Kakak , Adek , Dan Mira" ucap kakak
Akupun mengangguk namun air mataku tak mau berhenti
"Heh Kakak sama adek , nenek udah siapin makan nih ayo cepet makan. Ada ikan goreng sama sayur sop tuh" Ucap nenek
Kami berdua hanya tersenyum dan menuju dapur untuk mengambil piring dan sendok. Tak lama kamipun sudah kembali ke ruang tengah untuk mengambil makanan dan memakannya.
"Pelan-Pelan makannya, liat dulu ada tulangnya atau engga itu daging ikannya" Ucap kakak sambil menunjukan daging ikan yang bertulang kecil-kecil
Akupun mengangguk dan mulai mencabuti setiap tulang kecil yang berada pada daging ikan itu, Sedikit sulit sehingga memperlambatku untuk menghabiskan sepiring nasi ini. Lalu kakak memperhatikanku yang tiba-tiba berhenti menghabiskan makananku, Sepertinya kakak mengerti aku dibuat kesal oleh tulang ikan itu. Ku lihat kakak sedang asik mencabuti tulang ikan itu dan sesekali memakan dagingnya. Kakak hanya tertawa melihatku yang cemberut sedari tadi, Tiba-tiba kakak mengambil daging ikanku yang penuh tulang kecil itu.
"Habiskan saja semuanya kak " ucapku kesal
"Haha malah ngambek , nih ambil yang kakak . Tadi kakak cabutin semua tulang kecilnya buat adek" ucap kakak sambil memberikan daginya
Akupun langsung merubah ekspresi wajahku menjadi sangat senang, Tak lupa aku juga meminta maaf pada kakak
"ayo makan dan cepat habiskan " ucap kakak sambil tersenyum
Dengan semangat aku melahap daging ikan itu , tak butuh waktu lama untuk menghabiskan makanan di piringku. Melihat tingkahku kakakpun tertawa dan kembali melanjutkan makannya.
Setelah kami berdua selesai makan, Kami menuju dapur untuk mencuci piring kami masing-masing. Setelah selesai mencuci piring, Aku mengajak kakak bermain
"Kak main yuk?Ajaku pada kakak
"Hmm, ayo tapi bilang dulu sama Nenek ya"
Kamipun menuju ke ruang utama untuk mencari Nenek, Biasanya nenek saat Jam menunjukan pukul 2 siang sedang menonton TV. Dan benar saja setibanya kami di ruang tengah , Nenek sedang asik menonton acara kesayangannya. Film india, Dan kulihat sedang adegan berjoged di bawah derasnya air hujan . Aku dan kakak tertawa bersama, Tawa kami berduapun tak mampu mengalihkan perhatian nenek dari TV.
"Nek kakak mau main keluar dulu sama adek , boleh ya?[" ucap kaka pada nenek
Nenek hanya mengangguk sambil terus berfokus pada film india itu, kamipun mencium tangannya lalu pergi keluar rumah.
"Mau main kemana kak?" Ucapku
"Gimana kalau main Detektif? " jawab kakak
Aku hanya mengangguk setuju pada kakak
"Tapi kalau hanya berdua tidak seru, Ajak Mira juga ya?" Ucap kakak
Lagi-lagi aku mengangguk setuju
Kamipun berjalan menuju rumahnya Mira, Di perjalanan kami bertemu dengan teman kakak yang waktu itu bermain bola bersama.
"Hei . . ! Raaay !!" teriak kakaku
Kak Ray pun menengok kebelakang dan melihat ke arahkami lalu melambaikan tangannya dan tersenyum. Kak Ray menghentikan langkahnya dan menunggu kami. Sesampainya di tempat kak Ray berdiri kakapun mengajak kak Ray untuk ikut bermain detektif bersama, Ternyata kak Ray setuju karena ia sedang tidak ada kerjaan jadi jalan-jalan tidak jelas dan tidak tentu arah katanya . Saat itu Kak Ray mengenakan baju panjang berwarna putih dan celana panjang berbahan Kain katun berwarna hitam, Wajahnya yang menurutku tampan. Rambutnya berwarna hitam, kulitnyapun putih namun satu hal yang menjadi ciri khas kak Ray . Yaitu matanya yang berwarna Biru. Sedang kan aku memakai baju putih berlengan pendek bergambar robot-robotan, dan celana pendek berwarna hitam. Menurut kakak aku juga tampan , Mataku yang selalu menatap tajam pada hal yang tidak ku ketahui. Kulitku tidak hitam namun juga tidak putih , kakak bilang sih Sawo matang tapi aku tak mengerti. Dan kakak sangat menyukai senyumku , karena ketika aku tersenyum di kedua pipiku seperti ada bagian yang masuk kedalam. Kakak bilang itu namanya lesung pipi. Dan kakak saat itu mengenakan pakaian bergaris hitam putih berlengan panjang, dan celana pendek sepertiku. Kulit kakak yang sama denganku sawo matang, yang membedakanku dengan kakak adalah rambut kami. Aku menyisir rambutku ke arah kiri, Sedangkan kakak ke arah kanan . Dan juga tentunya senyum kami berbeda , Kakak tak mempunyai lesung pipi di kedua pipinya.
Kami bertiga melanjutkan perjalanan yang sudah hampir sampai di rumah Mira, Sesampainya di depan rumah Mira Kakakpun menekan Bel rumah . Tak lama Ibu mumpunipun keluar dan menyambut kami lalu mempersilahkan masuk, Mirapun segera di panggilnya untuk menemui kami. Mira terlihat sangat senang melihat kedatangan kami, dan tepatnya karena kedatangan kakak. Kakakpun menjelaskan kedatangan kami, Mendengar penjelasan kakak Mira langsung mengangguk dan meminta izin pada ibu mumpuni. Ibu mumpuipun terlihat senang ada yang mengajak Mira bermain, Karena katanya mira seharian hanya bermain sendiri di rumah. Ibu mumpuni hanya berpesan untuk jangan pulang terlalu sore dan tolong jaga Mira. Kami bertigapun mengagguk dan berpamitan pada ibu Mumpuni, Kakak pergi ke warung untuk membeli sesuatu. Selagi kakak pergi kewarung Aku , Mira, Dan Kak Ray pergi ke tempat yang kakak tentukan sebelumnya, yaitu sebuah tanah kosong yang tidak terlalu besar di dekat kantor pos. Tak lama kami menunggu Kakak kembali dengan membawa beberapa kapur , Kakak langsung menjelaskan cara bermain detektif.
"Jadi permainan ini akan ada 3 orang yang membawa kapur berbeda-beda warna, 1 orang menjadi detektif. Tugas detektif adalah menemukan ketiga orang ini dengan megikuti petunjuk berbentuk Arah panah yang di buat oleh para pembawa kapur atau bisa di sebut penjahat. Peraturan bagi penjahat adalah tidak boleh berlari dan hanya boleh berjalan , sedangkan sang detektif boleh berlari .Penjahat bisa menggunakan Kapur untuk menggambar petunjuk arah untuk mengelabui detektif . Misalkan sang penjahat berjalan dan menemukan 2 arah , sang penjahat harus menggambar petunjuk arah . Si penjahat pergi ke arah kanan namun dia menggambar petunjuk ke arah kiri, itu boleh saja .Dan penjahat harus menggambar sebuah petunjuk setiap 10 langkah . Maka dari itu permainan ini di sebut permainan detektif " Jelas kakak, semuapun mengangguk setuju
Dan untuk mempermudah sang detektif kakak sudah memberi batasan para penjahat untuk berlari hanya di daerah RT 03 saja, lebih dari itu penjahat akan di anggap sudah tertangkap. Dan penjahat yang tertangkap di wajibkan membantu penyelidikan detektif untuk menemukan penjahat lainya.
"Ayo sekarang kita Hompimpa dulu untuk menentukan siapa yang jadi detektif" ucap kakak
Kami semuapun berkumpul dan melakukan Hompimpa
"Hompimpa alaihum gambreng, Ma ijah pake baju rombeng" kira-kira itu perkataan yang kami ucapkan saat Hompimpa
Dan ternyata Kakak lah yang menjadi detektif, kakak membagikan Kapur pada para penjahat. Kapurku berwarna biru, Mira berwarna Merah , Dan kak Ray berwarna putih. Dan jika kapur habis penjahat tidak boleh lagi bergerak, dan harus diam di tempat.
Kakak akan menghitung dari 1 sampai 20 sambil menutup matanya , saat kakak memulai hitungan semua penjahat hanya boleh pergi dengan cara berjalan . Tidak berlari. Kami bertigapun bersiap untuk meninggalkan tempat ini dan menjauh dari kakak.
"Satu. . .!!" kakak mulai menghitung.
Kami bertiga langsung berjalan berpencar ,Aku ke utara, Mira ke barat, Dan kak Ray ke Selatan. Aku berjalan sambil menyamakan irama hirunganku dengan kakak . Langkahku dan hitunganku menjadi sama, saat hitungan kesepuluh aku menggambar petunjuk . Jika aku menggambar petunjuk kearah kanan , Mungkin kakak akan mengira aku pergi ke arah kiri. Jadi aku menggambar ke kanan dan tetap maju ke arah kanan tanpa mengelabuinya di petunjuk pertama. Jalan yang ku lalui sekarang tak ada belokan dan gang lagi , hanya jalan lurus . Setelah sepuluh langkah dan tak menemukan jalan untuk berbelok , Akupun menggambar petunjuk arah Lurus . Setelah menggambar banyak petunjuk Arah , akupun kehabisan kapurku . Dan kini aku berada di suatu tempat , kebun . Kebun jagung, banyak jagung yang tumbuh tinggi sekali. Saat aku duduk menunggu karena kakak bilang jika kapur habis tidak boleh bergerak , akupun tak bergerak dan terus menunggu. Sudah agak lama aku menunggu dan mulai takut karena tak tau arah jalan pulang, Tiba-tiba aku mendengar suara semak-semak yang terinjak seseorang. Aku memalingkan wajahku pada sumber suara tersebut, Tiba-tiba dengan cepat keluar seekor binatang seperti cicak . Akupun kaget dan langsung berdiri, namun aku kembali duduk dan kembali menunggu. Baru beberapa detik aku duduk, Aku merasakan sesuatu menempel di leherku . Dingin sekali , Akupun membalikan badan . Dan
"Door , hahahaha" Mira mengagetkanku
Ternyata itu Kakak dan Mira , Mira usil menempelkan es teh manis ke leherku . Ternyata Mira di temukan lebih dulu oleh kakak , Aku menjadi yang ke dua. Kami bertigapun pergi untuk mencari kak Ray, Mira memberikan es teh manis itu padaku. Akupun meminumnya , Segar sekali rasanya. Petunjuk Kak Ray berwarna putih , kami mengikuti setiap petunjuk.Sepanjang perjalanan aku dan Mira bukannya membantu kakak malah ribut sendiri dan bertengkar . Kakak hanya tersenyum melihat kami berdua. Sudah beberapa petunjuk kami ikuti namun kak Ray tak juga ketemu ,Petunjuk kak Ray berhenti tepat di depan masjid . Kakak mengajak kami beristirahat di sebuah pohon besar di dekat majid yang jika turun kebawah terlihat persawahan yang luas. Saat kami duduk bersama , Aku mendengar suara anak laki-laki tertawa. Kami bertigapun saling bertatapan dan melihat keatas pohon , Dan ternyata itu kak Ray. Dia bersembunyi di sana ternyata. Kakakpun menyuruh kak Ray turun dan memberikan Es teh manis padanya, Karena langit sudah berwarna jingga menunjukan waktu sudah mulai sore . Kami jadi teringat pesan ibu Mumpuni, Kami bertiga pergi mengantarkan Mira terlebih dahulu . Kak Ray sangat senang dapat bergabung bermain bersama kami. Sesampainya di rumah Mira, Lagi-lagi Mira memeluk kakak sebelum kakak pergi. Ibu mumpuni matanya terlihat berkaca-kaca seperti ingin menangis melihat kedekatan Mira dengan Kakak. Kamipun pamit pada ibu Mumpuni , Mirapun melambaikan tangannya.
Kak Ray ternyata tinggal di perumahan komplek pemerintahan itu, Tepat 2 blok setelah gerbang masuk komplek. Kamipun menunggu kak Ray dari gerbang untuk memastikan rumahnya yang mana, Setelah Kak Ray sampai di depan rumahnya sambil menunjuk-nunjuk rumahnya sendiri. Kami berdua mengacungkan jempol sebagai tanda kami sudah mengetahui rumahnya lalu melambaikan tangan, Kami berduapun pulang ke rumah. Di perjalanan aku bertanya pada kakak
"Mira yang pertama kakak temukan ya? apa petunjuknya terlalu payah?" tanyaku
"Bukan seperti itu , Kakak menghawatirkannya jadi saat kakak selesai menghitung kakak langsung mencari jejak kapur berwarna merah . Sebenarnya pertama kali kakak menuju ke utara dan menemukan Kapur berwarna biru milik adek" Jawab kakak
"Lalu kenapa Mira duluan yang ketemu?" tanyaku kebingungan
"Saat kakak tau kamu berada di utara, Kakak langsung berbalik dan mencari jejak Mira. Tak jauh mencari ke arah barat , Kakak menemukannya . Baru 40 langkah dan 4 petunjuk , kakak menemukan mira sedang menggambar boneka dengan kapurnya . Kakak sangat lega dia tidak apa-apa. Setelah Mira kakak langsung mengajak mira menemukan adek" Jawab kakak
"Oh begitu" jawabku kecewa karena kenapa tidak aku yang pertama
Melihat ekspresi wajahku yang kecewa kakak langsung menjelaskan
"Mira adalah adik kakak juga kan dek, Mira anak perempuan yang belum bisa menjaga diri . Kakak percaya sama adek bahwa adek lebih kuat dari Mira, Jadi kakak dengan cepat mencari Mira Kakak berlari sekuat tenaga agar mira tidak pergi terlalu jauh. Kakakpun mengkhawatirkan adek "
Aku hanya terdiam dan tak menjawabnya
Lalu kakak berkata
"Adek tau , Jika suatu saat Kakak harus memilih antara adek atau Mira. Kakak memilih diam dan Mati agar tak ada yang merasa kasih sayangnya terbagi dua" ucap kakak sambil tersenyum kearahku
Mendengar perkataan kakak akupun meneteskan air mata dan berkata
"Jika kakak mati , Munkin adek akan sangat marah pada tuhan kak"
Kakak hanya mengusap kepalaku dan berjongkok di hadapanku lalu menghapus air mataku
"Ayo kita hadapai dunia bersama , Kakak , Adek , Dan Mira" ucap kakak
Akupun mengangguk namun air mataku tak mau berhenti
0
Kutip
Balas
