Kaskus

Story

IlyasCoolAvatar border
TS
IlyasCool
The " X " Boss
Quote:




Quote:


Quote:



Quote:



Diubah oleh IlyasCool 06-02-2016 19:45
JabLai cOYAvatar border
junti27Avatar border
khodzimzzAvatar border
khodzimzz dan 7 lainnya memberi reputasi
6
721.1K
2.2K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
IlyasCoolAvatar border
TS
IlyasCool
#818
Part 20

Entah kenapa setelah kejadian di kamar tadi malem membuat gue jadi sering senyum-senyum sendiri. Gue baru sadar, sampai saat ini hubungan gue malah menjadi semakin dekat dengan Xena. Dan sepertinya keputusan gue dulu untuk menjaga jarak dari Xena juga sudah tidak berlaku lagi, gue juga bingung kenapa gue bisa bertingkah sejauh ini. Padahal bukan seperti ini yang gue harapkan.

Beberapa bulan terakhir Gue ngerasa ada sesuatu yang aneh dalam diri gue, ada yang aneh dalam diri gue ketika gue deket sama Xena. Entah bagaimana, ketika gue berada di deket Xena, perasaan gue itu bawaannya seneng aja gitu, selain itu gue juga ngerasa nyaman sama dia. Apalagi gara-gara dia semalem, ini perasaan gue makin dalem aja buat Xena. Apa gue suka sama dia? Gue gak bisa ngebohongin diri gue sendiri kalo gue gak suka sama Xena. Ini juga gara-gara Xena sih yang bertingkah seperti perhatian kepada gue, dan membuat gue semakin lama semakin tenggelam dalam perasaan ini. Namun apakah gue sudah siap untuk mengisi hati gue yang telah kosong selama 3 tahun ini? Memang ini agak aneh bagi setiap orang, dimana gue yang hanya sebatas supirnya Xena bisa menyukai Xena yang adalah Bos atau majikan gue. Tapi apakah karena hal itu gue harus memendam perasaan gue sekarang kepada Xena?

" Heehhh pagi pagi udah ngelamun ajah! " Ucapnya membuyarkan lamunan gue tentang perasaan gue kepada Xena

" Hmm.. eh Ka Githa, ga bantuin ibu masak buat sarapan? " Kata gue yang baru menyadari kalo itu adalah kakak gue

" Baru aja selesai tadi dekk "

" Oohh.. " Kata gue lalu memalingkan wajah

" Mikirin apa sih adekk... " Tanya Kak Githa

" Ga ada kok kak.. "

" Hmmmm... mulai deh main rahasia-rahasiannya sama kakak, asal kamu tau ya dek, aku tuh udah hafal sama ekspresi muka kamu itu lho " Katanya seperti paham segala tentang gue

"... " Gue menghela nafas

" Aku lagi bingung aja kak.. "

" Bingung kenapa adekk?? Ah aku mah tau ini pasti masalah cewe kan dek... haha" Kata dia menebak apa yang sedang gue pikirkan

" Ya kurang lebih gitu sih kak.. "

Akhirnya gue pun cerita soal Xena kepada gue sekaligus posisinya dalam pekerjaan gue. Gue bercerita banyak hal mulai dari Awal gue ngerasa kalo gue itu makin deket dan mulai menyukai Xena. Kakak gue pun hanya tersenyum ketika gue sudah selesai menceritakan hal ini.

" Kakak tau sendiri kan ya, tiap hari aku nganterin dia kesana, kemari yang otomatis bikin perasaan ini makin bertambah aja. " kata gue

" emoticon-Smilie Iya sih dek.. Wajarlah kamu bisa ngerasain hal itu, apalagi umur kalian gak beda jauh.. pasti bakal ada sesuatu yang tumbuh dari kedekatan kalian."

" Jadi gimana ya kak? bagusnya di Ungkapin atau sebaiknya dipendem aja ? Tapi aneh aja kalo di ungkapin kan kak " Tanya gue

" Baiknya sih di Ungkapin dek, tapi kalo misalnya setelah itu dia nya biasa aja ke kamu gimana? "

" Gitu ya kak, hmm...gege sih ga berharap banyak, cuma berharap dia untuk tau aja gitu.. " Kata gue

" Yaudah, baiknya kamu ungkapin nanti setelah pulang dari sini, cari waktu yang tepat aja. emoticon-Smilie " Kata kakak gue lalu tersenyum

Kita berdua pun setelah itu terdiam hening sambil memandang halaman rumah yang ada di depan kita.

" Duuuhh!!!! adek kesayangan kakak ini makin ahli ajaa yaaa soal cintaa " Kata kakak gue dengan gemesnya mencubit pipi gue

" Aww kakak apaan dah ! "

Kita berdua pun tertawa setelah itu, kita ngerasa seperti balik lagi ketika jaman - jamannya masih anak anak. Namun sekarang, ga terasa aja, abang dan kakak gue sudah pada menikah, udah punya keluarga masing, padahal rasanya kaya baru aja kemaren kita semua maen bareng di Selokan depan rumah. emoticon-Ngakak (S)

Setelah itu ibu menyuruh gue untuk sarapan dan segera bersiap karena sebentar lagi kita akan kerumah sakit. Ketika di rumah sakit gue sekeluarga melihat kondisi bapak yang Alhamdulillah sudah sadar, walaupun masih belum banyak bergerak tapi seenggaknya gue sekeluarga udah lega aja bisa ngeliat bapak sadar. Kita pun sudah diperbolehkan untuk masuk ke dalem ruang rawatnya

" Bu' mas Galang sama Kak Gaby udah di kasih tau ta bu? "

" Udah ge, Mas Galang (Ayah TS ) nanti hari senin baru ke Bandung, kalo Gaby nanti pas 2 hari sebelum tahun baruan mau kesini sama suaminya.. "

" Ooohh baguslah bu, biar rame disini "

" Kamu gaada rencana tahun baruan disini? "

" Belum tau nih bu, masalahnya ga enak juga sama Pak Ahmed, masa baru pulang sekarang , nanti sebelum tahun baruan pulang lagi. "

" Yaudah gapapa.. yang penting kamu baik-baik disana ya.. "

" Iya bu pasti.. emoticon-Smilie " Kata gue dengan tersenyum

" Ohiya ge ini juga udah seminggu yang lalu sih.. " Kata ibu gue memulai topik baru

" iya bu kenapa? "

" Jadi seminggu yang lalu Mas Ghaly kan ke rumah, mas Ghaly bilang temennya nawarin lowongan buat Kamu ge, katanya Mas Ghaly sih kerjaannya sesuai sama bidang kamu sih nak.. Kalo mau tanya lebih lengkap ke Mas Ghaly aja ya, ntar siang dia kesini kok. "

Wah Alhamdulillah, akhirnya gue bisa menemukan satu pilihan pekerjaan yang baru ketika gue nanti udah gak kerja sama Pak Ahmed lagi. Masih dengan perasaan yang agak senang mengenai lowongan pekerjaan itu, tiba-tiba hape gue bunyi, gue cek ternyata panggilan masuk dari Xena.

" Bu.. bentar ya , mau terima telfon dulu " Kata gue lalu keluar meninggalkan ibu dan kak Githa yang berada di dalem ruangan bapak

Gue pun keluar dari ruangan dan menerima telfon dari Xena di deket lobby rumah sakit

" Assalamualaikum gee... "

" Waalaikumsalam Xena...ada apa nih ceritanya kok nelfon lagi "

" Ya mau ngobrol aja gege.. Bapak kamu gimana ge kondisinya? "

" Alhamdulillah udah sadar kok.. mungkin beberapa hari lagi udah boleh di rawat di rumah "

" Alhamdulillah.. Kamu lagi dimana sih sekarang? "

" Ini lagi di rumah sakit na.. Mau nyusul ta kesini hahaha? "

" Hahaha ya enggalah ge.. Tapi aku ga ngeganggu kamu kan? " Tanya dia

" Ngga kok santai aja hehe.. "

" Oke deh kalo gitu haha.. "

" Ngomong-ngomong ga jalan nih non ntar malem? " Tanya gue

" Males hahaha.. " kata dia lalu tertawa

" Jiahahaha... kasian deh yang jomblo emoticon-Big Grin "

" Kamu juga jomblo tau!!!!! emoticon-Mad " Semprotnya kepada gue

" Hhahahhaa... " Gue pun tertawa mendengar kekesalannya dia

" Kamu jadi pulangnya kapan!!! emoticon-Mad " kata dia mengganti topik dengan nada marah

" Kayanya sih maju sehari, jadi hari minggu... "

" Seriusan?!?!? " Tanyanya kepo

" Iya non... "

" Pagi ? "

" Ettt ni orang pengen banget gue pulang pagi-pagi emoticon-Ngakak (S) " Batin gue

" Ngga, mungkin sore sih kaya kemarin, tapi pake bis "

" Yaelaahh kirain pagi T_T "

" Yang pentingkan pulang non... "

" Iya iya... Yaudah deh kalo gitu.. ntar pulsaku abis lagi nelfon kamu terus!! " Kata dia agak kesel

" Salah sendiri huuu "

" Ntar malem aku telfon lagi yaahh... Assalamualaikum... "

" Iya Waalaikumsalam... "

" Gege... " Panggilnya

Gue kira panggilan sudah dimatikan dari sananya, tapi ternyata belum dan setelah gue menjawab salamnya Xena, dia pun kembali memanggil gue..

" Miss U.. " Kata dia dengan pelan tapi tetep kedengeran..

" Haa??? " gue kaget

" *tuuttt*tuutt* " Panggilan telah dimatikan dari sana

Telefon pun telah ditutup, gue pun hanya bisa tersenyum sambil melihat nama Xena di kontak hape gue. Seketika gue ngerasa seneng aja gitu

" Miss U Too.. " Batin gue




itkgid
khodzimzz
junti27
junti27 dan 3 lainnya memberi reputasi
4
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.