Aku berjanji akan menjadi pemain bola yang hebat
Quote:
Sekarang tubuhku bergerak diluar kendali, Aku tak tau apa yang terjadi saat ini. Dengan susah payah aku mencoba melawan tubuhku sendiri, namun semua itu sia-sia.Akupun pasrah dan berhenti berontak untuk melawan tubuhku sendiri, Kini aku sedang berlatih menggiring bola melewati rintangan yang telah pelatih siapkan untuku. Aku tak percaya bahwa aku dapat melewati semua rintangan itu dengan sangat mudah. Setelah berlatih menggiring bola, pelatih menyuruhku berlari memutari lapangan, Tubuhku berjalan menuju garis Start yang telah di tentukan oleh pelatih. Pelatih memberikan intruksi , pada hitungan ketika aku harus berlari secepat mungkin, Namun pelatih memasangkan sesuatu pada tubuhku, sebuah rompi khusus. Setelah terpasang, Aku mengambil posisi berjongkok . Kaki kiriku menempel dengan dadaku, kaki kananku bertumpu pada setiap jari kakiku sehingga lututku mengarah kedepan . Kedua tanganku menempel pada tanah lapangan. Pelatih memulai hitungannya
"Satu. . .!!!" Posisiku masih sama seperti sebelumnya
"Dua. . .!!!" Kini kakiku sedikit mengangkat tubuhku kedepan
"Tiga. . .!!!" Aku menghentakan kaki kananku dan langsung berlari kencang
Ketika berlari dan sudah cukup jauh dari garis start, aku merasa ada sesuatu yang menahanku dari belakang. Aku mengcoba untuk menengokan kepalaku kebelakang, Namun lagi-lagi aku tak bisa mengendalikan tubuhku sendiri. Tubuhku terus memaksakan untuk berlari,Dari kejauhan aku melihat garis finish dan pelatih yang sedang memperhatikan sesuatu yang di pegang tangannya. Kini tubuhku semakin berat , namun aku tak bisa berhenti dan terus belari menuju garis finish. Sesampainya di garis finish, pelatih menyambutku dan menunjukan benda yang di perhatikannya tadi dan berkata
"Bagus, angka pada stopwatch ini adalah rekor barumu. Terus tingkatkan latihanmu" Ucap pelatih sambil memegang pundaku
Kepalaku menoleh kebelakang, dan kini aku dapat melihat apa yang membebani tubuhku dari belakang tadi. Ternyata itu sebuah parasut yang terikat langsung dengan tubuhku, tidak hanya satu parasut tapi ada 4 parasut.
"Pantas saja sangat berat" ucapku dalam hati
Pelatihpun menyudahi latihan hari ini dan menyuruhku untuk segera pulang kerumah untuk beristirahat, Masih sama seperti sebelumnya aku tak bisa mengendalikan tubuhku. Kini tubuhku sedang berjalan menuju ruang ganti, Aku mengelap semua keringatku dengan handuk. Lalu akupun mengganti pakaianku yang sangat basah oleh keringat. Namun aku sangat terkejut saat aku melihat cermin, Aku tak mengenali wajahku sendiri. Siapa itu ? apakah itu aku? Seingatku wajahku bukan seperti ini. Belum puas aku melihat wajahku di cermin kini tubuhku bergerak keluar ruangan. Kini tubuhku melihat jalanan yang sangat sepi, lalu mulutku berbicara tanpa sekehendaku
"Sendirian, Tak ada teman, Kesepian, Apa ada orang yang seperti aku juga didunia ini?" Aku berbicara sendiri diperjalanan menuju suatu tempat .
Mataku tertuju pada dedaunan yang berjatuhan meninggalkan pepohonan yang sangat banyak di sepanjang jalan, Daun yang mulai berwarna kuning. Suara burung yang berkicauan , angin yang berhembus menahan dedaunan yang berjatuhan . Seperti enggan untuk membiarkan daun jatuh dan tergeletak di tanah lalu terinjak olehku. Disepanjang perjalanan itu , aku tak melihat seorangpun . Jalanan yang begitu sepi di sore hari, membuatku semakin heran siapa aku sebenarnya dan dimana aku sekarang? .