- Beranda
- Sejarah & Xenology
Civil War in China
...
TS
mosquit0
Civil War in China
Quote:
malam.

keknya tadi liat index Forsex belom ada thread yang membahasnya, jadinya TS pengen sekilas bikin thread soal ini.
nantik dalam thread ini dengan jurus copas yang dipakek, ada sumber sumber puanjaangg yang hanya akan dicopas beberapa bagian saja, dan meskipun memakai sumber dari blog, TS berusaha melakukan cek terlebih dahulu dengan sumber sejarah resmi.
karena bahasan thread ini sebenarnya cukup luas dan TS cuma bisa menghadirkan sekilas aje, maka kalau ada tambahan dari bro agan untuk mengisi artikel, beropini,tanya jawab atau agan agan berdiskusi ..sangat dipersilahkan (maaf, belakangan TS gak selalu bisa aktif).
btw .. mudah mudahan theadnya bisa jadi bacaan yang menghibur dan bermanfaat, makasih.
Pengantar Thread
Ketegangan yang sering terjadi antara Republik Rakyat Cina yang berada di daratan Cina dengan Republik Cina yang berada di Pulau Taiwan, dilatarbelakangi oleh sejarah pertikaian antara Partai Nasional Cina dengan Partai Komunis Cina. Kedua partai tersebut sangat berperan penting dalam menjalankan sistem kenegaraan masing-masing negara.
Kuo Mintang dan Kun Chang Tang pada awalnya saling bekerjasama, tetapi kemudian mereka saling bertikai. Bila mereka menghadapi ”musuh bersama”, mereka saling bekerjasama, tetapi setelah terselesaikan mereka kembali bertikai.
Pertikaian tersebut terjadi karena adanya perbedaan ideologi mendasar di antara masing-masing partai. Kuo Mintang yang berdasarkan San Min Zhu Yi, suatu trisila yang dirumuskan oleh Sun Yatsen. Trisila yang ingin membebaskan rakyat dari penindasan kolonialisme dan imprealisme, memberlakukan Trias Politika dan Parlementaris, dan mewujudkan keadilan sosial dan kemakmuran bersama.
Sedangkan Kun Chang Tang sendiri berdasarkan ideologi komunisme. Komunis juga ingin mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur, tetapi cara yang digunakan adalah melalui revolusi rakyat yang bersifat radikal. Kun Chang Tang juga didasarkan atas Marxisme, Leninisme dan pemikiran Mao Zedong.
Adanya perbedaan ideologi yang tajam diantara keduanya, maka persatuan anatara Kuo Mintang dan Kun Chang Tang sulit dilaksanakan. Sehingga, pada 1 Oktober 1949 Mao Zedong mengumunkan berdirinya Rebublik Rakyat Cina yang berasaskan komunis. Sedangkan Chang Kai Sek dan para pengikutnya yang terdesak melarikan diri ke Taiwan.
nah, kata pengantar diatas tersebut adalah hasil copas dari salah satu sumber berita thread.
jadi perang saudara di China pasca dinasti Qing dan berdirinya Republik China terjadi diawali dengan perang Warlord dimana para "raja /panglima perang" lokal dengan kekuatan militer bertebaran di China.
di tengan tengah kekacauan perang Warlord pada masa itu, Dr. Sun Yat Sen , yang menjadi perekat dan pemersatu bagi KMT/ Nasionalis dan KCT/ Komunis mangkat .. dan dimulailah ketegangan antara ke 2 faksi tersebut.
ketegangan semakin meningkat dan pada tahun 1927 dibawah pimpinan Jendral Omar Bai Chongxi meletuslah Shanghai massacre oleh NRA (National Revolutionary Army)/ Nasionalis KMT.
peristiwa tersebut adalah awal dari perang berkepanjangan antara kelompok Nasionalis dan Komunis (sempat brenti - setengah hati - sebentar pas invasi Jepang) dan baru usai pada akhir 1949 dengan hasil berdirinya Taiwan/ Republic of China yang terpisah dari RRC/ People's Republic of China.
Quote:
Perang Saudara Kelompok Nasionalis – Komunis di China
Partai Nasionalis merupakan pelapor terjadinya revolusi di Cina yang menyebabkan berdirinya Republik Nasionalis Cina. Berdirinya Republik Nasionalis Cina berarti menandai berakhirnya kekuasaan dinasti manchu yang lemah dan kolot serta tidak mampu untuk mengatasi imperialisme di Cina. Dan dengan pemerintahan Republik Nasionalis ini Cina berarti memasuki babak baru yaitu menuju modernisasi Cina yang bisa disejajarkan dengan bangsa-bangsa lain terutama bangsa barat.
Partai Komunis Cina yang berdiri tahun 1921 merupakan bagian dari komintern di bawah pimpinan Rusia. Setelah itu Rusia banyak mengirimkan penasehat-penasehatnya ke Cina untuk mengadakan perjanjian dengan kaum Nasionalis dan membantu Partai Komunis Cina agar bisa diterima keberadaanyya di Republik Nasionalis Cina. Maka pada tanggal 26 Januari 1923 ditandatangani perjanjian antara Dr. Sun Yat sen dengan Joffe dari utusan Rusia. Dengan adanya perjanjian tersebut mulailah terciptanya hubungan baik antara Kuo min Tang di Kanton dan Rusia.
Kemudian Rusia mengirim kembali delegasinya ke Cina yang diwakili oleh Michael Borodin dan Jenderal Blucher. Borodin oleh Dr. Sun Yat Sen dipercayakan untuk mengurus masalah-masalah Kuo Min Tang, sedangkan Jenderal Blucher ditugaskan pada Akademik militer di Whampoa yang didirikan pada tahun 1924 dibawah pimpinan Chiang Kai Shek.
Dengan masuknya Borodin dan Blucher sebagai tangan kanan Dr. Sun Yat Sen, pengaruh komunis di Cina mulai menonjol. Hal ini terlihat pada perubahan-perubahan yang terjadi dalam organisasi Kuo min Tang, yang kemudian dilanjutkan dengan Kongres Partai nasional pada tahun 1924. Ada 2 keputusan penting dalam Kongres tersebut adalah sebagai berikut :
1. Diperkenankan masuknya Partai Komunis Cina dalam organisasi Kuo min Tang yang bertujuan memperkuat unsur-unsur revolusioner dalam negeri Cina.
2. Menetapkan kembali azas San Min Chu I yang menjadi dasar Partai Kuo Min Tang.
Salah seorang pemimpin Partai Komunis Cina yang masuk ke dalam Kuo Min tang adalah Mao Tze Tung yang diangkat menjadi ketua panitia propaganda dari partai baru.
Perjanjian yang dibuat antara Dr. Sun Yat Sen - Rusia menimbulkan kekawatiran negara-negara besar seperti Amerika Serikat, Inggris dan Perancis. Karena perjanjian tersebut merupakan perjanjian politik pertama yang ditandatangani oleh seorang pemimpin Cina Nasionalis dengan negara lain yaitu Komunis Rusia.
Kerjasama tersebut tidak berlangsung lama, sebab Dr. Sun Yat sen keburu meninggal pada tahun 1925.
Sementara di kanton, Chiang Kai Shek sebagai pengganti Dr. Sun Yat Sen semakin tidak suka terhadap penasehat-penasehat Rusia dan kaum komunis Cina. Ia beranggapan bahwa komunis dapat membahayakan persatuan nasional Cina. Untuk itu pada tahun 1926, Chiang kai Shek memberlakukan UU Perang dan melakukan penangkapan terhadap penasehat-penasehat Rusia dan wakil-wakil partai komunis. Hal ini dilakukan oleh Chiang Kai Shek setelah itu mengetahui bahwa tujuan masuknya komunis ke Cina adalah untuk menghancurkan kaum Nasionalis.
Tindakan ini sebagai bentrokan pertama antara Chiang Kai Shek atau Partai Nasionalis dengan Partai Komunis Cina. Apalagi pada tahu 1927 pemerintah Nasionalis Cina memulangkan Borodin dan Blucher ke Rusia dan hal ini juga menyulut terjadinya perpecahan antara kaum nasionalis dan kaum komunis.
Sejak saat itu pertentangan dan permusuhan antara nasionalis dan komunis semakin mendalam, sehingga perang saudarapun tidak dapat dielakan lagi. Dan untuk beberapa saat perang saudara dapat dihentikan, hal disebabkan adanya penyerangan tentara Jepang ke Cina Utara. Dengan penyerangan tersebut menimbulkan terjadinya persatuan nasionalis antara kaum nasionalis dengan kaum komunis yang sepakat untuk melakukan perlawanan dan pengusiran tentara jepang dari wilayah Cina.
Selama Perang Dunia II mereka bersatu, tetapi pada hakekatnya persatuan ini hanya bentuk luarnya saja, karena diri dalam mereka saling berusaha untuk melenyapkan lawannya. Setelah Jepang menyerah dan berakhirnya Perang Dunia II, habislah persatuan palsu antara Nasionalis dan Komunis.

Perang Nasionalis dan Komunis atau perang saudara timbul kembali pada tahun 1946, setelah mereka bersama-sama melakukan peperangan melawan Jepang (Perang Cina - Jepang). Adapun faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya perang saudara antara lain :
1. Adanya saling curiga mencurigai yang selalu berebut pengaruh dan kekuasaan di wilayah Cina.
2. Adanya perintah Chiang Kai Shek untuk tidak mengakui keberadaan Partai Komunis Cina.
Menurut pendapat Soebantardjo “Sari Sejarah: Asia – Australia” (jilid I; hal 38) dikatakan bahwa sebab khusus perang saudara ini ialah perintah Chiang kai Shek bahwa tentara Jepang tidak boleh kepada siapapun kecuali kepada pemerintah Chungking dan tentara Jepang sebelum itu harus tetap pada tempatnya masing-masing untuk menjaga keamanan dan ketertiban..
Perintah Chiang Kai Shek ini merupakan penghinaan terhadap komunis, dan hal ini yang menjadi sebab khusus terjadinya perang saudara antara Nasionalis dan Komunis.
Upaya perdamaian keduanya sudah lama dilakukan oleh Amerika Serikat, baik pada masa pemerintahan Roosevelt sampai masa pemerintahan Trumans, namun semua usahanya itu akhirnya sia-sia.
Dalam perang saudara ini tentara Nasionalis mengalami kekalahan terus-menerus, meskipun mandapat bantuan dari Amerika Serikat baik ekonomi maupun militer.
Kekalahan tentara Nasionalis ini disebabkan oleh :
1. Korupsi besar-besaran yang dilakukan oleh para pemimpin Nasionalis terhadap bantuan AS.
2. Rasa tidak puas dikalangan tentara Nasionalis, sehingga mereka mudah dipengaruhi oleh propaganda komunis.
3. Chiang Kai Shek tidak memupuk kekuatan sendiri, tetapi hanya menyadarkan diri kepada Amerika Serikat.
4. Penghentian bantuan AS, karena dipandang tidah bermanfaat lagi.
Sedangkan kemenangan yang diperoleh tentara Komunis disebabkan oleh :
1. Bantuan Rusia sejak awal berdirinya Partai Komunis Cina, apalagi setelah Rusia memperoleh tuntutannya dari Jepang dimana Manchurai dan seluruh senjata jepang diserahkan kepada Rusia. Kemudian oleh Rusia diserahkan kepada tentara Komunis Cina. Sehingga kaum komunis Cina lebih kuat. Begitu juga dengan kedudukan Rusia di Cina menjadi lebih kuat.
2. Dalam kalangan Komunis korupsi diberantas dengan kejam, sehingga pemerintahan menjadi kuat.
3. Komunis membagi-bagikan tanah kepada para petani, dan hal ini menimbulkan semangat berperang bagi para petani.
Akhirnya seluruh Cina dapat dikuasai oleh Komunis dan pada tanggal 1 Oktober 1949, Mao Tze Tung memproklamsikan berdirinya Republik Rakyat Cina dengan ibu kotanya Peking. Sementara Chiang Kai Shek dengan pendukungnya pindah ke Taiwan.
artikel pic asli lengkap di http://witawati34.blogspot.co.id/201...onalis-ke.html
-------

Diubah oleh mosquit0 22-11-2015 19:37
0
14.3K
Kutip
37
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Sejarah & Xenology
6.5KThread•11.6KAnggota
Tampilkan semua post
TS
mosquit0
#23
Cerita Pinggir: 3 Bersaudari Soong yang "Beruntung"
pagi.
iya bro, barusan coba tanyak soal perbedaan dalam penyebutan dan penulisan sama Google salah satunya juga gegara pertanyaan bro shinesoul semalem dan ternyata gw salah memberi penjelasan
sebelumnya TS mengira perbedaan itu ada gegara perbedaan antara bahasa daerah/suku dengan bahasa nasional China.
jadi sepertinya perbedaan itu ada sebenarnya karena penyesuaian pengucapan dan penulisan secara latin yang berhubungan dengan Wade-Giles dan Pinyin, meh .. rumit bingitz.
Kisah 3 Soong Bersaudari
di tengah kabut asap mesiu dan kekacauan pada zaman itu ada sebuah cerita soal 3 wanita kakak beradik yang berperan dalam pergolakan tersebut.
entahl karena itu memang wajar, entah ada campur tangan "takdir" ke 3nya menikah dan/ mendampingi orang orang yang menjadi kunci kemelut di masa tersebut.
ini kisahnya yang ditulis dengan gaya sastra era Hindia Belanda.
![kaskus-image]()
Jang Saja Inget Daripada Soong Famili
Adapun Patriach daripada Famili ini adalah Tn. Song Jia Su jang kemudian tersebut Charles Jones Soong atawa C.J Soong, oleh karib-karibnja biasa dipanggil Tn. Charlie Soong sahaja. Orang Hainan keturunan Khek. Ketika umur baru lima-belas tahunan sudah djadi rantauan di kota Boston, ditanah Amerika. Berangkat sana sama2x seorang pamannja. Kerdjaan pertama beliau adalah djadi kuli bersih2x kapalnja orang asing. Kemudian setelah dirasa tjukup lama bekerdja dikapal, diputuskan belajar agama kaum Asing. Dimasa-masa inilah beliau kenalan dengan seorang Dermawan bernama Tn. Julian Carr jang kemudian biajai sekolah beliau sampe djadi seorang paderi.
Ditahun 1886, beliau oleh lembaga misi justru disuruh balik Shanghai, buat sebarkan faham ajaran agama asing diwilajah itu. Dalam suatu pertemuan misi, beliau berkenalan dengan Tn. Sun Zhongshan ( Sun Yat Sen) karena punyai sesuatu garis besar pemikiran dan cita-cita jang sama untuk hari depan tanah leluhur mereka, keduanja-pun lantas djadi karib. Tak lama kemudian, beliau putuskan untuk berhenti sahaja sebage paderi dan mulai turut aktif berjuang demi runtuhkan kuasa daripada keradjaan Manqing
Didirikan pula sebuah usaha pertjitakan diShanghai, guna penghidupannja pribadi serta sebarkan chabar2x tentang perjuangan kaum revolusioner pimpinan sahabatnja tn. Sun Zhongshan jang saat itu djuga harus berpindah2x tempat akibat djadi buron kaisar Manqing.
Usaha pertjitakan ini ada djalan dengan baik berkat usaha serta kerdja keras daripada Tn. Charlie Soong, dimasa2x ini kemudian beliau putusken untuk berkeluarga, kimpoi sama seorang perempuan jang bernama Katherine Ni Guizhen penjatuan ini ada lahirkan enam orang anak (Soong Ai Ling, Soong Ching ling, T.V Soong, Soong Mai Ling, T.L Soong dan T.A Soong) jang menarik untuk diperhatikan adalah bahwa sedjak awal kimpoi mereka-pun, Tn. Charlie Soong sudah punja rencana sekolahken putra-putrinja kelak diluar negeri mendjalani didikan a’la barat. Beliau mampu terawang bahwa akan tiba era dimana Tiongkok djadi bagian daripada masjarakat inter-nations. Beliau inginken anak-anaknja ambil peran besar didjaman itu.
berkat keuntungan usaha pertjitakan ini pula-lah Tn. Sun Zhongsan miliki tjukup uang untuk sembunji diluar negri sambil bujuk raju para kaum peranakan dinegri-negri itu, supaja mau bantu perjuangan rebut tanah air dari tangan bangsa Manqing.Puntjaknja meletuslah Revolusi Xinhai pada tarikh 10 oktober 1911 jang secara de facto akhiri kekuasaan daripada keradjaan Manqing di tanah Han lalu lahirnja Republik Tiongkok dengan Tn. Sun Zhongshan djadi president pertamanja.
Sajangnja, meski belenggu kekuasaan Manqing berhasil dihantjurkan, Tn. Sun Zhongshan dan pengikutnja gagal meredam ambisi daripada raja muda Yuan Shikai. Beliau terpaksa serahkan kekuasaan nasional jang baru seumur jagung itu pada sang Raja muda dan sekali lagi asingkan diri, menudju ke wilajah Keradjaan Nippon. Dalam pelarian kali ini Tn. Charlie Soong sekeluarga djuga turut menjertai, sebab pasca revolusi Qinghai Chalajak sudah tahu secara terang menderang bahwasaja keluarga Soong adalah supporter utama daripada pergerakan Tn. Sun Zhongshan. Djika mereka tetap berada di Shanghai tentu akan mendjadi alamatan jang buruk.
Dikeradjaan Nippon, putri sulung beliau, Soong Ai Ling didampuk djadi djuru tulis utama dan pembantu korespondensi daripada Tn. Sun Zhongshan hingga jang bersangkutan achirnja menikah dengan Tn. H.H Kung dan diganti oleh adiknja Soong Ching Ling.Ternjata tanpa dinjana oleh siapapun djua, hubungan Tn. Sun Zhongshan dan Soong Ching Ling lebih berkembang daripada sekedar atasan dan bawahan hingga djadi sepasang kekasih.
![kaskus-image]()
Hal ini dianggap memalukan bagi Keluarga Soong sebab selain perbedaan umur sebanjak duapuluh enam tahun, Tn. Sun Zhongshan djuga sudah punja istri (Tn. Sun Zhongshan tercatat pernah menikah dua kali, sebelum berhubungan dengan Soong Ching ling dan pernah hidup serumah secara terang-terangan dengan seorang wanita dikala sembunji di wilajah malaka slama beberapa waktu).
Kisah pertjintaan jang diluar kewajaran inilah (setelah keluarga Soong kembali ke Shanghai, Soong Ching Ling dan Tn. Sun Zhongshan tetap berhubungan, bahkan Soong Ching Ling pada akhirnya nekat untuk kembali ke Wilajah keradjaan Nippon, tinggal bersama Tn. Sun Zhongshan) jang pada akhirnja merusak hubungan karib antara Tn. Charlie Soong dan Tn. Sun Zhongshan. Hingga wafatnja, Tn. Charlie Soong (akibat kanser perut) para tokoh laskar nasionalis Kuomintang tidak brani secara terang-terangan sampekan rasa dukacita lantaran bingung kasih sikap atas tingkah laku Tn. Sun Zhongshan jang merupakan pemimpin mereka maupun kepada Tn. Charlie Soong jang sekedar djaga martabat keluarganja.
Nama berikutnja jang muncul dalem Famili itu adalah Tn. Paul Soong Tse Ven putra Tn. Charlie Soong jang sulung, penerus daripada keluarga Soong, seorang achli Ekonom brillian, lulusan sekolah tinggi Harvard di Amerika Serikat. Secara garis silsilah lewat hubungan perkimpoian kakak-kakak perempuannja beliau merupakan adik ipar daripada Tn. Sun Zhongshan dan seorang taipan serta tokoh ekonomi Republik Nasionalis Tiongkok masa itu Tn. H.H Kung serta dari perkimpoian adik perempuan-nja dikemudian hari, beliau djuga djadi kakak ipar daripada Generalissimo Tjiang K'ai-sjek.
Famili sistem ini kasih beliau kesempatan buat bikin peran besar dalem pembangunan awal struktur ekonomi Republik Nasionalis Tiongkok. Awalnja tn. Sun Zhongshan undang beliau untuk perbaiki dan perkuat sistem ekonomi diwilajah Canton sahaja (jang djadi daerah kekuasaan utama tn. Sun Zhongshan) kemudian setelah Generalissimo Tjiang K'ai-sjek ambil kuasa, Beliau ditunjuk sebage kepala Bank Sentral (1928–1934) dan menteri keuangan Republik Nasionalis Tiongkok (1928–1933) jang tugasnja suruh seimbangkan neraca keuangan Republik jang tengah carut-marut.
Bersama sobat-sobatnja para achli ekonomi dan kalangan baron di Republik Nasionalis Tiongkok beliau diriken suatu firma jang disebut CDFC pada tahun 1934 ditujukan buat atur modal-modal fihak Asing jang masih ada di daerah kekuasaan negri jang baru berdiri itu.
sebage seorang diplomat jang ulung, beliau dianggep sosok jang kompeten untuk djadi wakil Republik Nasionalis Tiongkok dalam peran Inter-nations. Karna-nja beliau diangkat sebage menteri luar negri Republik Nasionalis Tiongkok di tahun 1940 meski saat itu, beliau bertempat tinggal di New York, tugasnja adalah memelihara hubungan jang baik antara pemerintahan Republik Nasionalis Tiongkok dengan perwakilan Amerika Serikat dan keradjaan Britani Raja dan jang paling penting, usahakan dapet pinjeman uang dari negri-negri tersebut guna bajar biaja perang Republik Nasionalis Tiongkok melawan Angkatan perang keradjaan Nippon. Dikala itu dengan rasa percaja diri jang sangat, tn. T.V. Soong berani kasih djaminan perihal djaringan korespoden-nja jang ciamik, hingga sesumbar bahwa tiada mungkin sepucuk surat-pun dari luar negri jang bisa masuk ke Republik Nasionalis Tiongkok tanpa pengetahuan dirinja.
Didjaman perang sodara, karna memiliki hubungan jang baik dengan fihak Amerika secara person, Tn. T.V Soong ada prakarsai perundingan dengan fihak Soviet jang diwakili oleh djenderal Joseph Stalin. Beliau berusaha menekan pemerintah Soviet untuk akui pemerentahan Republik Nasionalis Tiongkok, mentjabut bantuan pada fihak pemberontak komunis dan mengembalikan wilajah Manchuria.
Sajangnja,ditengah berdjalannja perundingan ini, Amerika jang tengah hadapi krisis keuangan pasca Geger s’luruh donja masa kedua putuskan untuk tjabut semua dukungan militer kepada sekutu-sekutu mereka di Asia-Pasifik. Ditambah lagi militer Generalissimo Tjiang K'ai-sjek jang djuga kemudian alami kekalahan jang berturut2x dalem mengempur kekuatan Komunis, usaha diplomasi jang tengah diusahakan Tn. T.V. Soong-pun akhirnja justru sampe ke djalan buntu.
Sewaktu Laskar Nasionalis Kuomintang kehilangan kekuatan di wilajah daratan Tiongkok dan terpaksa mundur ke pulau Formosa, T.n T.V. Soong pun achirnja putuskan untuk tetap tinggal dan berbisnis di seputaran New York sahaja. T.n T.V Soong wafat dalam suatu perdjalanan bisnis di San Fransisco dalem umur tudjuh puluh sembilan tahun.
Dihari2x tua-nja beliau masih djadi mentor dan penasihat bagi sekelompok orang Asing jang hendak bekerdja sama maupun diriken usaha bareng pemerintah Republik Nasionalis Tiongkok maupun Republik Rakjat Tiongkok. Bekerdja sama dengan adiknja Soong May Ling.
![kaskus-image]()
Jang paling dikenal dari Fam marga Soong justru adalah ketiga putri Tn. Charlie Soong, mereka-mereka ini ada kimpoi dengan tokoh-tokoh jang punja kuasa dimasa itu, kemudian ada bentuk aliansi jang djadikan keluarga-keluarga mereka sebage dinasti jang kuat dan kuasa dikawasan Shanghai dan kemudian Formosa.
Putri pertama adalah Soong Ai ling (宋藹齡), jang seperti tersebut diatas pernah djadi djuru tulis utama dan pembantu korespondensi tn. Sun Zhongshan. Di kemudian hari dia menikah dengan tn. Kung Hsiang Hsi atau jang lebih dikenal sebagai tn. H.H Kung seorang tokoh dari Shanxi, jang rupanja adalah orang terkaja diseluruh wilajah Tiongkok didjaman itu. Seorang Revolusioner, Achli Ekonomi serta diplomat dan pendukung daripada perdjuangan Tn. Sun Zhongshan.
berbeda dengan adik-adiknja T.V Soong, Soong Ching Ling dan Soong Mei Ling jang aktif dalam perpolitikan dimasa itu, Nancy Soong Ai Ling justru lebih banjak ambil peran sosial kemasjarakatan utamanja dalam hal perawatan tentara jang luka di medan tempur, pengungsi perang dan pendidikan anak-anak piatu. Pernikahan-nja dengan Tn H.H Kung selain mendjadikannja wanita terkaja di djaman-nja, djuga membuka djalan bagi persekutuan Tn. Sun Zhongshan, Tn. H.H Kung, Tn. T.V Soong dan Generalissimo Tjiang K'ai-sjek buat djalankan pemerintahan Republik Nasionalis Tiongkok diwilajah daratan.
Tn. H.H Kung merupakan turunan generasi ke 75 dari nabi Khongcu, bersama dengan Tn. T.V Soong jang djadi arsitek utama bagi sistem ekonomi awal Republik Nasionalis Tiongkok. Beliau ada prakarsai hubungan Republik Nasionalis Tiongkok sama kekuatan- kekuatan axis jaitu, Germanium dan Italia serta tjoba buat hubungan jang baik dengan fihak Soviet. Selain daripada itu beliau pernah wakili pemerintahan negara Yuan teken “kesepahaman (diwilajah) Bretton Woods” suatu nota kesepahaman jang djadi landasan buat berdirinja Lembaga keuangan donja (IMF) dan Bank Inter-nations untuk pembangunan seluruh donja (IBRD).
![kaskus-image]()
Ketika laskar Nasionalis Kuomintang kehilangan pengaruh diwilajah daratan, Tn. H.H Kung bersama istrinja Soong Ai ling seterusnja putusken untuk hidup di New York sahaja.
Rosamonde Soong Ching Ling (宋慶齡), merupakan putri kedua Tn. Charlie Soong jang kemudian menikahi Tn. Sun Zhongshan. Sedjak awal dikenal sebagai sosok jang paling suka memberontak diantara saudari-saudarinja jang lain. Sepeninggalan Tn. Sun Zhongshan justru putuskan untuk djadi Komunis (Republik Rakjat China) tetep tinggal diwilajah daratan. Beliau dapatkan banjak djabatan jang tinggi (meski hanja serupa gelar, dan tidak benar-benar miliki kuasa untuk ambil keputusan) bertentangan dengan keluarganja jang majoritas beri dukungan ke Kuomintang.
Bagi fihak Komunis sendiri Ny. Soong Ching Ling dianggep sebage figur jang melegitimasi kaum komunis sebage penerus jang sjah dari ajaran San Min Chu I Tn. Sun Zhongshan, beliau cenderung sepemikiran dengan Ketua Mau Tze Tung dan Djenderal Tju Tek tapi dimasa Revolusi Budaja 1966 – 1976, beliau hamper djadi korban penistaan daripada tentara merah sebelum diselamatkan oleh langkah-langkah politik diplomatik Tn. Tjou En Lai.
Setelah revolusi budaja kendati dianggap sebagai tokoh Senior Gongchangdang beliau lebih pilih lengser keprabon dan banjak habiskan waktu buat rawat anak-anak piatu.
Saudari jang terachir adalah Soong May Ling (宋美齡), atau jang lebih dikenal dengan sebutan madame Tjiang K'ai-sjek. Merupakan jang paling muda, paling masjur kecantikannja djuga paling ambisius diantara ketiga-nja. Menikahi Generalissimo Tjiang K'ai-sjek di usia-nja jang ke duapuluh sembilan, dengan perbedaaan usia 11 tahun. Chalajak menduga bahwasaja pernikahan ini hanjalah demi hubungan rekanan dan minat politik semata, kendati demikian baik Generalissimo maupun Soong May Ling senantiasa mengaku bahwa pernikahan ini didasari rasa dan nifsu tjinta.
Diawal pernikahan-nja Soong May Ling, terkesan tidak menjukai kehidupan politik dan keramean, hanja ingin tampilkan pribadi sebage sosok istri dan ibu rumah tangga jang biasa sahaja. Njatanja justru dikemudian hari beliau dianggep jang djalanken s’gala akal dan mungkin djuga okol guna anterken Generalissimo Tjiang K'ai-sjek djadi penguasa Kuomintang (banjak chalajak berfikir bahwa dalem hal politik Generalissimo Tjiang K'ai-sjek hanjalah boneka dari Soong May Ling! Kendati beliau pandai dalam susun taktik perang namun bukanlah seorang djuru politik jang handal.) Kendati setjara jabatan Soong May Ling hanjalah djuru terdjemah bahasa asing, djuru tulis dan penasehat untuk sang Generalissimo.
![kaskus-image]()
CKS, his wife, Soong Mei-ling, and Gen. J. Stilwell
Setelah kuasai Kuomintang dan Republic Nasionalis Tiongkok, Soong May Ling jang memahami situasi donja luar serta piawai bawa diri dalem pergaulan Inter-nations djuga berhasil djadikan suami-nja sebage salah satu pemimpin donja dimasa itu setara dengan Winston Churchill (Inggris) Franklin Delano Roosevelt (Amerika) dan Joseph Stalin (Soviet).
Ada pula chabar burung jang sebutken bahwasaja Soong May Ling ada maen serong dengan Wendell Lewis Willkie seorang kandidat kuda hitam jang muda nan tampan dari partij Republikan untuk pilihan President Amerika tahun 1940, namun lagi-lagi hubungan fornisasi ini tjuman buat raup keuntungan politik sahaja. Dikutip oleh seorang wartawan asing, madame Chiang Kai Shek pernah bilang mau bikin aliansi dengan djadikan Wendell Lewis Willkie sebage presiden Amerika Serikat gantiken Franklin Delano Roosevelt walopun kudu pake uang dari Republik Nasionalis Tiongkok.“Agar dunia barat (Wendell) dan dunia Timur (Generalissimo Tjiang K'ai-sjek) dipimpin oleh satu orang sahaja (Soong May Ling).”
Selama masa peperangan baik perang melawan fihak Tentara keradjaan Nippon maupun perang saudara, Soong May Ling banjak lakuken tour ke Amerika Serikat, guna tjari dana bagi perdjuangan suami-nja. Konon ada disebutken sosoknja jang luar biasa supel djadikan beliau punja 3000 orang lebih pengikut di Amerika Serikat, beliau djuga ada berkawan sama Henry Luce djuragan madjalah jang kemudian pajang portrait beliau dan sang Generalissimo disampul daripada majalah TIME sebanjak 3 kali. Beliau djuga dicatat pernah hadiri undangan untuk berbicara dalam dewan rakjat Amerika.
Setelah kekalahan Laskar nasionalis Kuomintang, Soong May Ling ikuti suaminja sang Generalissimo asingkan diri di pulau Formosa, beliau tetep aktif dalem pergaulan Inter-Nations. Beliau djadi anggota kehormatan Inter-Nations Palang Merah dan Sebagainja.
Setelah sang Generalissimo Meninggal, Soong May Ling pindah ke Amerika Serikat dan tinggal di New York. (sebab pengganti sang Generalissimo Tjiang K'ai-sjek adalah Tjiang Tsing Kuo jang memiliki hubungan jang dingin dengan Soong May Ling. Penting untuk diketahui pula, bahwa baik Tjiang Tsing Kuo dan Tjiang We Go bukanlah darah daging dari Soong May Ling. Tjiang Tsing Kuo adalah anak sang Generalissimo dengan istrinja terdahulu, sementara Tjiang We Go adalah anak pungut jang dibawa mendiang suami-nja).
Soong May Ling sempat kembali ke Taiwan selama masa pemerintahan Lee Teng Hui (Pengganti Tjiang Tsing Kuo) selama beberapa waktu, kemudian kembali lagi menetap di New York Amerika sepandjang sisa kehidupannja. Beliau meninggal di usia 105 tahun dan dipercaya telah melewati 3 pergantian abad.
perlu djuga untuk diketahui bahwa sekitar tahun 1940-an dikota Chongqing, Tiga saudari jang ketika itu masih rukun. Pernah bersatu padu bangun fabriken jang usahanja daripada jahit menjahit badju untuk tentara.Di jaman itu meski ketegangan antara laskar nasionalis Kuomintang dan kaum Komunis tengah memuntjak, ketiga bersaudara masih sempat djalankan fabrikennja dan sumbangkan untungnja jang tidak sedikit buat keperluan anak-anak piatu korban perang.
kisah tentang ketiga Saudari ini, dianalogikan oleh kaum Komunis dalam kalimat jang satu suka sama harta(Soong Ai Ling) , jang satu sukanja djadi masjur (Soong May Ling), jang satu justru tjinta negri (Soong Ching Ling).
Hingga hari ini, keturunan daripada Famili Soong, Famili Chiang dan Famili Kung bersama Famili Chen (anak turunan daripada Chen Qimei) masih ada dan punja nama tersohor di kepulauan Formosa, beberapa dari mereka ada jang djuga turut aktif dalem kegiatan-kegiatan Inter-Nations jang banjak dan baik manfaatnja.
artikel pics asli di http://chretagajalama.blogspot.co.id...ng-famili.html
setelah cerita pinggir ini, TS undur diri dulu, untuk semua yang telah mampir, makasih.
-------
Quote:
Original Posted By merkapa►
@ ts
Kuo min tang dan kong chang tang iti ejaan lama
Pinyin baru guomindang dan gongchangtang disambung cmiiw
Btw CKS lah sebenernya yg punya tugas berat krn dia harus membasmi warlord sementara ia juha yg berperang dengan jepang sementara kaum komunis menyusun kekuatannya.
Namun sekalipun demikian MZD lah yg membawabTionglok kembali ke kekuatannya pasca perang Korea
@ ts
Kuo min tang dan kong chang tang iti ejaan lama
Pinyin baru guomindang dan gongchangtang disambung cmiiw
Btw CKS lah sebenernya yg punya tugas berat krn dia harus membasmi warlord sementara ia juha yg berperang dengan jepang sementara kaum komunis menyusun kekuatannya.
Namun sekalipun demikian MZD lah yg membawabTionglok kembali ke kekuatannya pasca perang Korea
iya bro, barusan coba tanyak soal perbedaan dalam penyebutan dan penulisan sama Google salah satunya juga gegara pertanyaan bro shinesoul semalem dan ternyata gw salah memberi penjelasan
sebelumnya TS mengira perbedaan itu ada gegara perbedaan antara bahasa daerah/suku dengan bahasa nasional China.jadi sepertinya perbedaan itu ada sebenarnya karena penyesuaian pengucapan dan penulisan secara latin yang berhubungan dengan Wade-Giles dan Pinyin, meh .. rumit bingitz.
----------- ##### ----------
Kisah 3 Soong Bersaudari
di tengah kabut asap mesiu dan kekacauan pada zaman itu ada sebuah cerita soal 3 wanita kakak beradik yang berperan dalam pergolakan tersebut.
entahl karena itu memang wajar, entah ada campur tangan "takdir" ke 3nya menikah dan/ mendampingi orang orang yang menjadi kunci kemelut di masa tersebut.
ini kisahnya yang ditulis dengan gaya sastra era Hindia Belanda.
Quote:
Jang Saja Inget Daripada Soong Famili
Adapun Patriach daripada Famili ini adalah Tn. Song Jia Su jang kemudian tersebut Charles Jones Soong atawa C.J Soong, oleh karib-karibnja biasa dipanggil Tn. Charlie Soong sahaja. Orang Hainan keturunan Khek. Ketika umur baru lima-belas tahunan sudah djadi rantauan di kota Boston, ditanah Amerika. Berangkat sana sama2x seorang pamannja. Kerdjaan pertama beliau adalah djadi kuli bersih2x kapalnja orang asing. Kemudian setelah dirasa tjukup lama bekerdja dikapal, diputuskan belajar agama kaum Asing. Dimasa-masa inilah beliau kenalan dengan seorang Dermawan bernama Tn. Julian Carr jang kemudian biajai sekolah beliau sampe djadi seorang paderi.
Ditahun 1886, beliau oleh lembaga misi justru disuruh balik Shanghai, buat sebarkan faham ajaran agama asing diwilajah itu. Dalam suatu pertemuan misi, beliau berkenalan dengan Tn. Sun Zhongshan ( Sun Yat Sen) karena punyai sesuatu garis besar pemikiran dan cita-cita jang sama untuk hari depan tanah leluhur mereka, keduanja-pun lantas djadi karib. Tak lama kemudian, beliau putuskan untuk berhenti sahaja sebage paderi dan mulai turut aktif berjuang demi runtuhkan kuasa daripada keradjaan Manqing
Didirikan pula sebuah usaha pertjitakan diShanghai, guna penghidupannja pribadi serta sebarkan chabar2x tentang perjuangan kaum revolusioner pimpinan sahabatnja tn. Sun Zhongshan jang saat itu djuga harus berpindah2x tempat akibat djadi buron kaisar Manqing.
Usaha pertjitakan ini ada djalan dengan baik berkat usaha serta kerdja keras daripada Tn. Charlie Soong, dimasa2x ini kemudian beliau putusken untuk berkeluarga, kimpoi sama seorang perempuan jang bernama Katherine Ni Guizhen penjatuan ini ada lahirkan enam orang anak (Soong Ai Ling, Soong Ching ling, T.V Soong, Soong Mai Ling, T.L Soong dan T.A Soong) jang menarik untuk diperhatikan adalah bahwa sedjak awal kimpoi mereka-pun, Tn. Charlie Soong sudah punja rencana sekolahken putra-putrinja kelak diluar negeri mendjalani didikan a’la barat. Beliau mampu terawang bahwa akan tiba era dimana Tiongkok djadi bagian daripada masjarakat inter-nations. Beliau inginken anak-anaknja ambil peran besar didjaman itu.
berkat keuntungan usaha pertjitakan ini pula-lah Tn. Sun Zhongsan miliki tjukup uang untuk sembunji diluar negri sambil bujuk raju para kaum peranakan dinegri-negri itu, supaja mau bantu perjuangan rebut tanah air dari tangan bangsa Manqing.Puntjaknja meletuslah Revolusi Xinhai pada tarikh 10 oktober 1911 jang secara de facto akhiri kekuasaan daripada keradjaan Manqing di tanah Han lalu lahirnja Republik Tiongkok dengan Tn. Sun Zhongshan djadi president pertamanja.
Sajangnja, meski belenggu kekuasaan Manqing berhasil dihantjurkan, Tn. Sun Zhongshan dan pengikutnja gagal meredam ambisi daripada raja muda Yuan Shikai. Beliau terpaksa serahkan kekuasaan nasional jang baru seumur jagung itu pada sang Raja muda dan sekali lagi asingkan diri, menudju ke wilajah Keradjaan Nippon. Dalam pelarian kali ini Tn. Charlie Soong sekeluarga djuga turut menjertai, sebab pasca revolusi Qinghai Chalajak sudah tahu secara terang menderang bahwasaja keluarga Soong adalah supporter utama daripada pergerakan Tn. Sun Zhongshan. Djika mereka tetap berada di Shanghai tentu akan mendjadi alamatan jang buruk.
Dikeradjaan Nippon, putri sulung beliau, Soong Ai Ling didampuk djadi djuru tulis utama dan pembantu korespondensi daripada Tn. Sun Zhongshan hingga jang bersangkutan achirnja menikah dengan Tn. H.H Kung dan diganti oleh adiknja Soong Ching Ling.Ternjata tanpa dinjana oleh siapapun djua, hubungan Tn. Sun Zhongshan dan Soong Ching Ling lebih berkembang daripada sekedar atasan dan bawahan hingga djadi sepasang kekasih.
Hal ini dianggap memalukan bagi Keluarga Soong sebab selain perbedaan umur sebanjak duapuluh enam tahun, Tn. Sun Zhongshan djuga sudah punja istri (Tn. Sun Zhongshan tercatat pernah menikah dua kali, sebelum berhubungan dengan Soong Ching ling dan pernah hidup serumah secara terang-terangan dengan seorang wanita dikala sembunji di wilajah malaka slama beberapa waktu).
Kisah pertjintaan jang diluar kewajaran inilah (setelah keluarga Soong kembali ke Shanghai, Soong Ching Ling dan Tn. Sun Zhongshan tetap berhubungan, bahkan Soong Ching Ling pada akhirnya nekat untuk kembali ke Wilajah keradjaan Nippon, tinggal bersama Tn. Sun Zhongshan) jang pada akhirnja merusak hubungan karib antara Tn. Charlie Soong dan Tn. Sun Zhongshan. Hingga wafatnja, Tn. Charlie Soong (akibat kanser perut) para tokoh laskar nasionalis Kuomintang tidak brani secara terang-terangan sampekan rasa dukacita lantaran bingung kasih sikap atas tingkah laku Tn. Sun Zhongshan jang merupakan pemimpin mereka maupun kepada Tn. Charlie Soong jang sekedar djaga martabat keluarganja.
Nama berikutnja jang muncul dalem Famili itu adalah Tn. Paul Soong Tse Ven putra Tn. Charlie Soong jang sulung, penerus daripada keluarga Soong, seorang achli Ekonom brillian, lulusan sekolah tinggi Harvard di Amerika Serikat. Secara garis silsilah lewat hubungan perkimpoian kakak-kakak perempuannja beliau merupakan adik ipar daripada Tn. Sun Zhongshan dan seorang taipan serta tokoh ekonomi Republik Nasionalis Tiongkok masa itu Tn. H.H Kung serta dari perkimpoian adik perempuan-nja dikemudian hari, beliau djuga djadi kakak ipar daripada Generalissimo Tjiang K'ai-sjek.
Famili sistem ini kasih beliau kesempatan buat bikin peran besar dalem pembangunan awal struktur ekonomi Republik Nasionalis Tiongkok. Awalnja tn. Sun Zhongshan undang beliau untuk perbaiki dan perkuat sistem ekonomi diwilajah Canton sahaja (jang djadi daerah kekuasaan utama tn. Sun Zhongshan) kemudian setelah Generalissimo Tjiang K'ai-sjek ambil kuasa, Beliau ditunjuk sebage kepala Bank Sentral (1928–1934) dan menteri keuangan Republik Nasionalis Tiongkok (1928–1933) jang tugasnja suruh seimbangkan neraca keuangan Republik jang tengah carut-marut.
Bersama sobat-sobatnja para achli ekonomi dan kalangan baron di Republik Nasionalis Tiongkok beliau diriken suatu firma jang disebut CDFC pada tahun 1934 ditujukan buat atur modal-modal fihak Asing jang masih ada di daerah kekuasaan negri jang baru berdiri itu.
sebage seorang diplomat jang ulung, beliau dianggep sosok jang kompeten untuk djadi wakil Republik Nasionalis Tiongkok dalam peran Inter-nations. Karna-nja beliau diangkat sebage menteri luar negri Republik Nasionalis Tiongkok di tahun 1940 meski saat itu, beliau bertempat tinggal di New York, tugasnja adalah memelihara hubungan jang baik antara pemerintahan Republik Nasionalis Tiongkok dengan perwakilan Amerika Serikat dan keradjaan Britani Raja dan jang paling penting, usahakan dapet pinjeman uang dari negri-negri tersebut guna bajar biaja perang Republik Nasionalis Tiongkok melawan Angkatan perang keradjaan Nippon. Dikala itu dengan rasa percaja diri jang sangat, tn. T.V. Soong berani kasih djaminan perihal djaringan korespoden-nja jang ciamik, hingga sesumbar bahwa tiada mungkin sepucuk surat-pun dari luar negri jang bisa masuk ke Republik Nasionalis Tiongkok tanpa pengetahuan dirinja.
Didjaman perang sodara, karna memiliki hubungan jang baik dengan fihak Amerika secara person, Tn. T.V Soong ada prakarsai perundingan dengan fihak Soviet jang diwakili oleh djenderal Joseph Stalin. Beliau berusaha menekan pemerintah Soviet untuk akui pemerentahan Republik Nasionalis Tiongkok, mentjabut bantuan pada fihak pemberontak komunis dan mengembalikan wilajah Manchuria.
Sajangnja,ditengah berdjalannja perundingan ini, Amerika jang tengah hadapi krisis keuangan pasca Geger s’luruh donja masa kedua putuskan untuk tjabut semua dukungan militer kepada sekutu-sekutu mereka di Asia-Pasifik. Ditambah lagi militer Generalissimo Tjiang K'ai-sjek jang djuga kemudian alami kekalahan jang berturut2x dalem mengempur kekuatan Komunis, usaha diplomasi jang tengah diusahakan Tn. T.V. Soong-pun akhirnja justru sampe ke djalan buntu.
Sewaktu Laskar Nasionalis Kuomintang kehilangan kekuatan di wilajah daratan Tiongkok dan terpaksa mundur ke pulau Formosa, T.n T.V. Soong pun achirnja putuskan untuk tetap tinggal dan berbisnis di seputaran New York sahaja. T.n T.V Soong wafat dalam suatu perdjalanan bisnis di San Fransisco dalem umur tudjuh puluh sembilan tahun.
Dihari2x tua-nja beliau masih djadi mentor dan penasihat bagi sekelompok orang Asing jang hendak bekerdja sama maupun diriken usaha bareng pemerintah Republik Nasionalis Tiongkok maupun Republik Rakjat Tiongkok. Bekerdja sama dengan adiknja Soong May Ling.

Jang paling dikenal dari Fam marga Soong justru adalah ketiga putri Tn. Charlie Soong, mereka-mereka ini ada kimpoi dengan tokoh-tokoh jang punja kuasa dimasa itu, kemudian ada bentuk aliansi jang djadikan keluarga-keluarga mereka sebage dinasti jang kuat dan kuasa dikawasan Shanghai dan kemudian Formosa.
Putri pertama adalah Soong Ai ling (宋藹齡), jang seperti tersebut diatas pernah djadi djuru tulis utama dan pembantu korespondensi tn. Sun Zhongshan. Di kemudian hari dia menikah dengan tn. Kung Hsiang Hsi atau jang lebih dikenal sebagai tn. H.H Kung seorang tokoh dari Shanxi, jang rupanja adalah orang terkaja diseluruh wilajah Tiongkok didjaman itu. Seorang Revolusioner, Achli Ekonomi serta diplomat dan pendukung daripada perdjuangan Tn. Sun Zhongshan.
berbeda dengan adik-adiknja T.V Soong, Soong Ching Ling dan Soong Mei Ling jang aktif dalam perpolitikan dimasa itu, Nancy Soong Ai Ling justru lebih banjak ambil peran sosial kemasjarakatan utamanja dalam hal perawatan tentara jang luka di medan tempur, pengungsi perang dan pendidikan anak-anak piatu. Pernikahan-nja dengan Tn H.H Kung selain mendjadikannja wanita terkaja di djaman-nja, djuga membuka djalan bagi persekutuan Tn. Sun Zhongshan, Tn. H.H Kung, Tn. T.V Soong dan Generalissimo Tjiang K'ai-sjek buat djalankan pemerintahan Republik Nasionalis Tiongkok diwilajah daratan.
Tn. H.H Kung merupakan turunan generasi ke 75 dari nabi Khongcu, bersama dengan Tn. T.V Soong jang djadi arsitek utama bagi sistem ekonomi awal Republik Nasionalis Tiongkok. Beliau ada prakarsai hubungan Republik Nasionalis Tiongkok sama kekuatan- kekuatan axis jaitu, Germanium dan Italia serta tjoba buat hubungan jang baik dengan fihak Soviet. Selain daripada itu beliau pernah wakili pemerintahan negara Yuan teken “kesepahaman (diwilajah) Bretton Woods” suatu nota kesepahaman jang djadi landasan buat berdirinja Lembaga keuangan donja (IMF) dan Bank Inter-nations untuk pembangunan seluruh donja (IBRD).
Ketika laskar Nasionalis Kuomintang kehilangan pengaruh diwilajah daratan, Tn. H.H Kung bersama istrinja Soong Ai ling seterusnja putusken untuk hidup di New York sahaja.
Rosamonde Soong Ching Ling (宋慶齡), merupakan putri kedua Tn. Charlie Soong jang kemudian menikahi Tn. Sun Zhongshan. Sedjak awal dikenal sebagai sosok jang paling suka memberontak diantara saudari-saudarinja jang lain. Sepeninggalan Tn. Sun Zhongshan justru putuskan untuk djadi Komunis (Republik Rakjat China) tetep tinggal diwilajah daratan. Beliau dapatkan banjak djabatan jang tinggi (meski hanja serupa gelar, dan tidak benar-benar miliki kuasa untuk ambil keputusan) bertentangan dengan keluarganja jang majoritas beri dukungan ke Kuomintang.
Bagi fihak Komunis sendiri Ny. Soong Ching Ling dianggep sebage figur jang melegitimasi kaum komunis sebage penerus jang sjah dari ajaran San Min Chu I Tn. Sun Zhongshan, beliau cenderung sepemikiran dengan Ketua Mau Tze Tung dan Djenderal Tju Tek tapi dimasa Revolusi Budaja 1966 – 1976, beliau hamper djadi korban penistaan daripada tentara merah sebelum diselamatkan oleh langkah-langkah politik diplomatik Tn. Tjou En Lai.
Setelah revolusi budaja kendati dianggap sebagai tokoh Senior Gongchangdang beliau lebih pilih lengser keprabon dan banjak habiskan waktu buat rawat anak-anak piatu.
Saudari jang terachir adalah Soong May Ling (宋美齡), atau jang lebih dikenal dengan sebutan madame Tjiang K'ai-sjek. Merupakan jang paling muda, paling masjur kecantikannja djuga paling ambisius diantara ketiga-nja. Menikahi Generalissimo Tjiang K'ai-sjek di usia-nja jang ke duapuluh sembilan, dengan perbedaaan usia 11 tahun. Chalajak menduga bahwasaja pernikahan ini hanjalah demi hubungan rekanan dan minat politik semata, kendati demikian baik Generalissimo maupun Soong May Ling senantiasa mengaku bahwa pernikahan ini didasari rasa dan nifsu tjinta.
Diawal pernikahan-nja Soong May Ling, terkesan tidak menjukai kehidupan politik dan keramean, hanja ingin tampilkan pribadi sebage sosok istri dan ibu rumah tangga jang biasa sahaja. Njatanja justru dikemudian hari beliau dianggep jang djalanken s’gala akal dan mungkin djuga okol guna anterken Generalissimo Tjiang K'ai-sjek djadi penguasa Kuomintang (banjak chalajak berfikir bahwa dalem hal politik Generalissimo Tjiang K'ai-sjek hanjalah boneka dari Soong May Ling! Kendati beliau pandai dalam susun taktik perang namun bukanlah seorang djuru politik jang handal.) Kendati setjara jabatan Soong May Ling hanjalah djuru terdjemah bahasa asing, djuru tulis dan penasehat untuk sang Generalissimo.
CKS, his wife, Soong Mei-ling, and Gen. J. Stilwell
Setelah kuasai Kuomintang dan Republic Nasionalis Tiongkok, Soong May Ling jang memahami situasi donja luar serta piawai bawa diri dalem pergaulan Inter-nations djuga berhasil djadikan suami-nja sebage salah satu pemimpin donja dimasa itu setara dengan Winston Churchill (Inggris) Franklin Delano Roosevelt (Amerika) dan Joseph Stalin (Soviet).
Ada pula chabar burung jang sebutken bahwasaja Soong May Ling ada maen serong dengan Wendell Lewis Willkie seorang kandidat kuda hitam jang muda nan tampan dari partij Republikan untuk pilihan President Amerika tahun 1940, namun lagi-lagi hubungan fornisasi ini tjuman buat raup keuntungan politik sahaja. Dikutip oleh seorang wartawan asing, madame Chiang Kai Shek pernah bilang mau bikin aliansi dengan djadikan Wendell Lewis Willkie sebage presiden Amerika Serikat gantiken Franklin Delano Roosevelt walopun kudu pake uang dari Republik Nasionalis Tiongkok.“Agar dunia barat (Wendell) dan dunia Timur (Generalissimo Tjiang K'ai-sjek) dipimpin oleh satu orang sahaja (Soong May Ling).”
Selama masa peperangan baik perang melawan fihak Tentara keradjaan Nippon maupun perang saudara, Soong May Ling banjak lakuken tour ke Amerika Serikat, guna tjari dana bagi perdjuangan suami-nja. Konon ada disebutken sosoknja jang luar biasa supel djadikan beliau punja 3000 orang lebih pengikut di Amerika Serikat, beliau djuga ada berkawan sama Henry Luce djuragan madjalah jang kemudian pajang portrait beliau dan sang Generalissimo disampul daripada majalah TIME sebanjak 3 kali. Beliau djuga dicatat pernah hadiri undangan untuk berbicara dalam dewan rakjat Amerika.
Setelah kekalahan Laskar nasionalis Kuomintang, Soong May Ling ikuti suaminja sang Generalissimo asingkan diri di pulau Formosa, beliau tetep aktif dalem pergaulan Inter-Nations. Beliau djadi anggota kehormatan Inter-Nations Palang Merah dan Sebagainja.
Setelah sang Generalissimo Meninggal, Soong May Ling pindah ke Amerika Serikat dan tinggal di New York. (sebab pengganti sang Generalissimo Tjiang K'ai-sjek adalah Tjiang Tsing Kuo jang memiliki hubungan jang dingin dengan Soong May Ling. Penting untuk diketahui pula, bahwa baik Tjiang Tsing Kuo dan Tjiang We Go bukanlah darah daging dari Soong May Ling. Tjiang Tsing Kuo adalah anak sang Generalissimo dengan istrinja terdahulu, sementara Tjiang We Go adalah anak pungut jang dibawa mendiang suami-nja).
Soong May Ling sempat kembali ke Taiwan selama masa pemerintahan Lee Teng Hui (Pengganti Tjiang Tsing Kuo) selama beberapa waktu, kemudian kembali lagi menetap di New York Amerika sepandjang sisa kehidupannja. Beliau meninggal di usia 105 tahun dan dipercaya telah melewati 3 pergantian abad.
perlu djuga untuk diketahui bahwa sekitar tahun 1940-an dikota Chongqing, Tiga saudari jang ketika itu masih rukun. Pernah bersatu padu bangun fabriken jang usahanja daripada jahit menjahit badju untuk tentara.Di jaman itu meski ketegangan antara laskar nasionalis Kuomintang dan kaum Komunis tengah memuntjak, ketiga bersaudara masih sempat djalankan fabrikennja dan sumbangkan untungnja jang tidak sedikit buat keperluan anak-anak piatu korban perang.
kisah tentang ketiga Saudari ini, dianalogikan oleh kaum Komunis dalam kalimat jang satu suka sama harta(Soong Ai Ling) , jang satu sukanja djadi masjur (Soong May Ling), jang satu justru tjinta negri (Soong Ching Ling).
Hingga hari ini, keturunan daripada Famili Soong, Famili Chiang dan Famili Kung bersama Famili Chen (anak turunan daripada Chen Qimei) masih ada dan punja nama tersohor di kepulauan Formosa, beberapa dari mereka ada jang djuga turut aktif dalem kegiatan-kegiatan Inter-Nations jang banjak dan baik manfaatnja.
artikel pics asli di http://chretagajalama.blogspot.co.id...ng-famili.html
setelah cerita pinggir ini, TS undur diri dulu, untuk semua yang telah mampir, makasih.
-------

0
Kutip
Balas