Seragam Merah Putih
Quote:
Kami melanjutkan perjalanan , jalan yang dilalui sama dengan rute jalan saat kami berangkat sekolah. Jalanan yang tadi pagi tidak begitu ramai oleh pejalan kaki, kini sangat ramai oleh para pejalan kaki.Seragam putih dan celana merah , menjadi ciri khas sebagai tanda anak yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar.Timbulah pertanyaan dibenaku, dari pada penasaran akupun menanyakan hal yang ada dibenaku pada kakak.
"Kak , Kenapa baju dan celana murid semuanya sama?" Tanyaku sambil menunjuk bajuku , baju mira dan kakak
"Ibu guru pernah memberitahu kakak tentang hal itu " jawab kakak sambil terus berjalan
Aku dan mira kompak menanyakan hal yang sama secara bersamaan
"Apa yang dikatakan ibu guru kak? " ucap aku dan mira
Kakak tersenyum kearah kami berdua, lalu menjawabnya
"Jadi semua Baju dan celana murid sengaja disama ratakan oleh pihak sekolah, karena jika tidak sama pasti akan ada siswa yang merasa bajunya bagus mengejek para siswa yang bajunya jelek "
Aku masih kebingungan dengan perbandingan baju bagus dan jelek yang dibicarakan kakak. Akupun menoleh kearah mira , kulihat ia mengangguk-anggukan kepalanya. Kurasa dia mengerti apa yang telah dijelaskan kakak.
"adek masih belum mengerti kak " jawabku lugu
Mira Memotong pembicaraanku dengan kakak
"Huu. . Dasar bodoh!" ejek mira padaku
"Berisik kau" aku menginjak sepatunya
Diapun membalas menginjak sepatuku, Kini kami saling menginjak sepatu satu sama lain. Kakakpun turun tangan untuk menghentikan kami berdua, kakak menarik telinga kami ke arah yang berlawanan . Aku ditarik ke arah kiri, dan mira ditarik ke arah kanan. Kini aku dan mira sedang mengusap-usap telinga yang di tarik oleh kakak.
"Jadi adek belum mengerti apa yang kakak jelaskan tadi yah?" Ucapan kakak menarik perhatian kami berdua untuk melihat ke arah kakak.
Akupun menganggukan kepala.
"Sepertinya mira memang lebih pandai dari kamu" ucap kakak sambil tertawa.
Akupun memasang wajah cemberut, mendengar perkataan kakak tadi Mira semakin menjadi-jadi mengejeku.
"Baiklah, Sepertinya harus menggunakan contoh untuk menjelaskannya pada adek" kakak mengusap kepalaku
Kakakpun menyuruh kami untuk berhenti berjalan sebentar,Kulihat kakak sedang melihat sekitar.Pada akhirnya pandangan kakak berakhir kepada aku dan mira.
"Sekarang coba adek perhatikan mira , Ada yang beda antara celana adek dan mira kan? "
Karena diperhatikan oleh kakak dan aku , mira sekarang malah berputar-putar membuat celananya mengembang seperti payung.
"Iya Kak beda" Jawabku sambil terus memperhatikan celananya yang mengembang
"Coba sebutkan apa yang beda? " ucap kakak
"Celananya bias mengembang seperti payung kak, aku juga ingin memakai celana seperti itu " jawabku bersemangat
Tak ada jawaban dari kakak atas penjelasanku tadi , kini kakak dan mira saling bertatapan. Lalu merekapun tertawa bersama-sama
"Kenapa kakak dan mira tertawa " tanyaku keheranan
Mira dan kakak menjawab pertanyaanku bersamaan
"Tidak apa-apa " Suara mereka terdengar seperti sedang menahan tawa
"Besok aku memakai celana yang seperti mira ya kak " Pintaku pada kakak
"Boleh boleh , akan ku pinjamkan celanaku yang lain . " jawab mira antusias
kakak mencubit pipi mira dan berkata
"Tidak boleh" Kakak menatapku serius
"Kenapa kak? "
"Pokoknya tidak boleh "
Kakak dan mira kembali tertawa. Kakak dan mirapun pergi meninggalkanku
"Mau sampai kapan berdiri disana?" Tanya kakak yang berada didepanku
Akupun berlari mengejarnya dan melupakan persoalan celana tadi