Kaskus

Story

kesshouAvatar border
TS
kesshou
Mr.Mars & Miss.Venus
Mr.Mars & Miss.Venus

Pernahkah kalian bermimpi indah kemudian tiba-tiba terbangung dengan perasaan hampa di pagi hari ?
Pernahkah kalian merasakan bagaimana kehangatan cinta yang ternyata tidak sejalan dengan takdirNYA ?
Pernahkah kalian merasakan ketakutan dalam menghadapi esok ?
Pernahkah kalian merasakan kalau hidup tidak pernah adil ?
Pernahkah kalian merasakan kemarahan saat seseorang yang berharga pergi meninggalkanmu ?
Pernahkah kalian merasakan pahitnya kopi tidak sebanding dengan pahitnya hidup?
Kalau kalian bertanya kepadaku apakah aku pernah mengalami semua itu
maka jawabanku adalah
IYA....!!!!!
Aku pernah mengalaminya, sampai-sampai bosan dan muak dengan semua ini.
Namun saat itu tiba-tiba engkau datang dalam kehidupanku
Seolah memberikan sesuatu yang kucari selama ini
Sebuah jawaban akan semua penderitaan yang aku lalui
Dan
Engkaulah yang berhasil membuat kopi dalam cangkirku terasa manis.
Dan
Engkaulah yang membuat mataku terbuka lebar sehingga aku bisa melihat indahnya takdir Tuhan.


Hidup ini terlalu singkat dan berharga jika digunakan hanya untuk mengeluh dan bersedih.



Spoiler for Index:


Diubah oleh kesshou 17-05-2016 19:35
yusuffajar123Avatar border
SANTO.0281Avatar border
mahrsmello5680Avatar border
mahrsmello5680 dan 3 lainnya memberi reputasi
4
678.2K
3K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread1Anggota
Tampilkan semua post
kesshouAvatar border
TS
kesshou
#63
Chapter 4. Sebuah Ruangan Kosong

“Eh cui, gue nemu tempat yang cocok buat kita latihan sama ngumpul-ngumpul nih.” Ucap bobby tiba-tiba sesaat setelah dia tiba dikantin tempat biasa kami ngumpul.

“Yang bener lo bob? Dimana?”

“Ayo ikut gue, gue jamin tempatnya cocok deh.” Ucap bobby bangga

Bobby membawa kami menuju kearah perpustakaan sekolah yang bangunannya terpisah dengan bangunan utama sekolah, pertama kali gue keperpustakaan ini sewaktu MOS kemarin tapi belum sempat masuk ke dalamnya. Bangunannya sangat besar mirip dengan rumah jaman belanda dulu.

“Lo ngapain sih bob ngajakin kita ke perpus?” ucap kipli

“Berisik ah lo pli, dah ikut aja.”ucap bobby sambil berjalan menelusuri pinggir perpus yang dilapisi semen. Gue baru tau kalau ternyata disamping perpus itu ada jalan setapak yang di pinggirnya terdapat pohon-pohon yang lumayan rindang, dan juga ada pohon pisang.

“Pli..pli. liat kesana dong. Ada pohon pisang nganggur tuh.” Ucap gue sambil menunjuk kearah kumpulan pohon pisang.

“Asik tuh ndre, ntar kalau laper petik aja atau kalau perlu dibuat pisang goreng.”

“Hahaha…otak lo emang kriminil pli. Tapi gue setuju sama elu. Hahaha…” ucap gue

“Otak lo tuh lebih kriminil hahaha…” ucap kipli.

Tidak beberapa lama kami melintasi jalan itu, tibalah kami dibagian belakang perpus, bobby lalu menunjukkan kepada kami sebuah pintu tua yang tertutup dengan jendela kaca disampingnya. Saat kami melihat kedalam melalui jendela kaca itu terlihat ada beberapa tumpukan buku-buku bekas meja dan bangku kayu. Memang sekilas kami lihat dari luar bangunan didalamnya itu sangat luas, luasnya hampir sama dengan luas kelas gue. tapi yang jelas saat itu, ruangan itu benar-benar tempat yang cocok buat latihan ataupun sekedar untuk kumpul-kumpul bersama.

“Wih, keren nih bob tempatnya. Kok lo bisa tau tempat kayak gini sih?”

“Kemarin pas gue selesai ngerjain tugas di perpus, gue liat dijendela ada jalan gitu kearah belakang sini. Penasaran lah gue, gue ikutin deh jalan tadi sampe akhirnya gue nemu ruangan ini.”

“Berarti kita udah bisa langsung pakai buat latihan dong? Tinggal beresin dikit aja lah.” Ucap kipli.

“Nggak bisa segampang itu Pli.”

“Emangnya kurang apa lagi sih bob?” tanya gue

“Emang dodol ya kalian berdua ini, gimana kita bisa masuk kedalam. Pintu ini kan dikunci.” ucap bobby

“Lah terus kuncinya mana?” tanya kipli

“Ya mana gue tau. Kalau gue yang pegang kuncinya udah dari tadi kali gue ngajak kalian masuk kedalam, nggak berdiri diluar kayak gini. Dasar dodol.” ucap bobby jengkel

“Bego banget sih lo ndre, nggak pinter-pinter juga lo nih dari smp.”

“Eh, kampret yang nanya kuncinya dimana tadi itu lo ya.” ucap gue sambil menunjuk kearah wajah kipli.

“Udah ah sesama orang dodol jangan ribut.” Ucap bobby sambil memisahkan gue dan kipli yang hampir saling tampol-tampolan.

“Terus gimana nih bob? Apa kita congkel aja nih pintu pakai linggis?”

“Jangan lah pli, bisa kena hukuman berat kalau ketahuan merusak bangunan sekolah.”

“Terus gimana dong? Percuma aja kita nemuin tempat kayak gini kalau nggak bisa kita masukin.”

“Eh, bukannya OSIS itu nyimpen kunci cadangan setiap ruangan disekolah kan? kaya di SMP kita dulu.”

“Wah, bener juga tuh ndre. Tapi kita kan nggak ada kenalan anak OSIS?”

“Siapa bilang kita nggak ada kenalan anak OSIS?”ucap bobby sambil melirik kearah gue dan kipli. “Ah, masa kalian ngelupain cewe OSIS yang paling cantik disekolah sih?”

“Mbak adelia !!!” ucap kipli semangat.“Kok gue bisa lupa gitu ya. Padahal gue kan cinta mati sama dia” ucap kipli kecewa.

“Itu tandanya cinta lo nggak tulus pli. Cinta lo itu kayak rempeyek udang. Sedikit alot tapi gampang retak.” Ucap gue sambil tertawa.

“Sialan lo.” Umpat kipli. “Ya udah deh kalau gitu gue langsung nyari mbak adelia deh, buat minta kuncinya.” Ucap kipli semangat

“Eh, tunggu dulu. enak aja lo yang mutusin sepihak gitu, gue juga mau kali ngobrol berdua sama mbak adelia.” Ucap bobby sambil menahan kerah leher belakang baju kipli.

“Iya..iya lepasin dulu dong tangan lo ini bob.”

“Mending kalian berdua suit deh, yang menang yang ngomong sama mbak adelia, gimana? Adil kan?”

“Oke, gue setuju.” Ucap kipli.

“Eh, lo nggak mau ikutan ndre?” tanya bobby.

“Nggak ah, kalian berdua aja deh. Gue lagi nggak mood.”

“Ya udah deh, siap-siap pli. Gue harap kalau lo kalah jangan dendam ya cui.”

“Hahaha…simpan itu buat lo bob, liat aja gue pasti bisa ngalahin elo.” Ucap kipli sambil menyiapkan tangannya dan pada akhirnya kiplilah yang menang dan langsung pergi mencari mbak adelia.

“Pli, kita tunggu dikanting biasa ya.” ucap gue

“Ok.” Jawab kipli semangat

Bobby masih berdiri diam membisu, sepertinya dia tidak percaya bahwa dia dikalahkan oleh kipli. Padahal awalnya dia sudah unggul 2 putaran, dimana saat putaran akhir ternyata kipli bisa mengubah kedudukan.

“Udah lah bob, mungkin memang udah rejekinya si kipli. Next time mungkin lo yang menang deh. Dah yuk kita kekantin nunggu si kipli.” Hibur gue sambil mengajak bobby untuk pergi dari tempat itu.
Diubah oleh kesshou 25-12-2015 22:54
khodzimzz
khodzimzz memberi reputasi
2
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.