- Beranda
- Stories from the Heart
Penjelajahan Mistis di Kampus UMM (Horror Complete Story)
...
TS
vigovampiro
Penjelajahan Mistis di Kampus UMM (Horror Complete Story)
ini cerita bukan sembarang cerita tetapi benar benar telah terjadi pada sekitar akhir tahun 2007 ketika eike masih jadi Maba di UMM Malang , 100 % true story tanpa rekayasa ,tanpa formalin dan tidak mengandung minyak babi , selain daripada itu cerita ini memang dirancang dengan alur yang dinamiz sesuai kronologiz dan tata bahasa yang dramatiz sehingga cocix buat dibaca sebelum agan agan bobox cantix
Quote:

Quote:

vigo , niken , pendik , steve , renggo , zul , memet , danang , rani

Quote:

Quote:

Quote:
Kuabaikan hawa udara kota Malang yang terasa begitu dingin walaupun aku sudah mengenakan jaket dan celana jeans , sementara laju motorku semakin kupercepat menyalipi kendaraan lain di sepanjang jalan ini…. aku masih melintasi daerah Sawojajar setelah tadi ngapel ke rumah Rista pacar baruku dan kini aku tergesa gesa mau pulang ke kosanku di daerah Tirto Utomo , seorang temanku asal Lombok yang bernama Zulkifli sudah menungguku sejak jam 8 malam tadi dan saat ini sudah nyaris jam 10 malam…. sejak kuliah siang tadi kami memang berencana akan melakukan sesuatu di malam ini , sesuatu yang seharusnya tak menarik bagi mahasiswa baru seperti kami , sesuatu yang bersifat mistis atau horror dan kami sudah tak sabar untuk melakukannya…. kami berencana akan menjelajahi komplek kampus kami yang konon katanya cukup angker , kami akan mencoba menyibak misteri gaib di balik kampus megah itu…. dan kampus itu adalah Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).
Quote:
Waktu sudah menunjukkan hampir jam setengah 11 malam ketika aku tiba di kosanku , sementara kulihat si Zul sedang duduk di kursi teras sambil memainkan ponselnya , langsung saja kumasukkan motorku ke garasi lalu aku kembali ke teras untuk menemuinya.
Zul : ” kok lama amat kamu bro ? ”
Me : ” ahh biasalah namanya juga orang lagi ngapel , gimana kamu udah siap semuanya zul ? ”
Zul : ” udah bro , ini udah tak bawa semua , pokoknya komplit ”
Dengan bersemangat Zul menunjukkan ranselnya yang berisi peralatan dan juga logistik yang akan kami bawa , ada senter 2 buah , hio sebungkus , roti sisir 2 bungkus dan Sprite 2 botol plastik... aku memang menyuruhnya membawa semua itu biar kami siap tempur malam ini , untuk melakukan penjelajahan mistis memang butuh persiapan dan juga nyali yang harus benar benar tangguh.... buru buru aku masuk ke kosanku sebentar buat pipis , cuci muka dan ngomongin temen kosku si Donnie agar nanti membukakan pintu saat aku balik , tak lama kemudian aku keluar ke teras lagi dan meraih tas ransel yang dibawa si Zul , kugendong ransel ini di punggungku dan kamipun mulai beranjak meninggalkan kosan.... dengan langkah santai kami berjalan melintasi jalanan Tirto Utomo yang masih tampak ramai meskipun sudah jam setengah 11 malam , masih banyak penjual makanan yang buka dan juga para mahasiswa yang hilir mudik di sepanjang jalan ini.... memang letak daerah Tirto Utomo ini sangat dekat dengan kampus UMM dan sebagian besar mahasiswanya pada indekos di sini.
Zul : ” kok lama amat kamu bro ? ”
Me : ” ahh biasalah namanya juga orang lagi ngapel , gimana kamu udah siap semuanya zul ? ”
Zul : ” udah bro , ini udah tak bawa semua , pokoknya komplit ”
Dengan bersemangat Zul menunjukkan ranselnya yang berisi peralatan dan juga logistik yang akan kami bawa , ada senter 2 buah , hio sebungkus , roti sisir 2 bungkus dan Sprite 2 botol plastik... aku memang menyuruhnya membawa semua itu biar kami siap tempur malam ini , untuk melakukan penjelajahan mistis memang butuh persiapan dan juga nyali yang harus benar benar tangguh.... buru buru aku masuk ke kosanku sebentar buat pipis , cuci muka dan ngomongin temen kosku si Donnie agar nanti membukakan pintu saat aku balik , tak lama kemudian aku keluar ke teras lagi dan meraih tas ransel yang dibawa si Zul , kugendong ransel ini di punggungku dan kamipun mulai beranjak meninggalkan kosan.... dengan langkah santai kami berjalan melintasi jalanan Tirto Utomo yang masih tampak ramai meskipun sudah jam setengah 11 malam , masih banyak penjual makanan yang buka dan juga para mahasiswa yang hilir mudik di sepanjang jalan ini.... memang letak daerah Tirto Utomo ini sangat dekat dengan kampus UMM dan sebagian besar mahasiswanya pada indekos di sini.
Quote:
Sekitar 5 menitan kami berjalan dari kosan dan kini tibalah kami di gerbang masuk kampus UMM , dengan santai kami melangkahkan kaki melewati lapangan basket , jembatan dan portal yang dijaga satpam… kulihat pak satpam sedang asik menonton tv sambil menikmati rokok dan kopinya , dia sama sekali tak menyadari kedatangan kami berdua dan langsung saja kami menerobos portal di depan posnya , kini kamipun memasuki lapangan helipad kampus ini yang begitu luas…. di hadapan kami tampak terbentang tulisan 'Universitas Muhammadiyah Malang' yang disinari spotlight redup , sementara di kejauhan tampak menjulang gedung GKB 1 yang berlantai 6 , gedung itu terlihat terang benderang karena di balkon tiap tiap lantainya penuh dengan lampu neon yang menyala semua... di sanalah kami nantinya akan melakukan sesi penjelajahan mistis kami yang paling akhir , tepatnya di lantai 6 dimana kami anak anak jurusan Komunikasi dan fakultas FISIP melakukan kegiatan perkuliahan sehari hari , kata senior kami ada sosok kuntilanak merah di sana dan sejujurnya aku tak terlalu percaya jika belum membuktikannya sendiri.
Me : ” kita kemana dulu zul ? ”
Zul : ” terserah kamu aja vig ”
Me : ” enaknya kita ke taman dulu aja bro , duduk di sana dulu… capek aku soalnya ”
Zul : ” ya udah okelah kalo gitu ”
Kami bergegas menuju ke area taman dulu , lokasinya berada di pinggiran kolam yang ada di depan gedung GKB 1 , aku berniat untuk leyeh leyeh dulu di sana sambil memikirkan area mana yang akan dijelajahi duluan.
Me : ” kita kemana dulu zul ? ”
Zul : ” terserah kamu aja vig ”
Me : ” enaknya kita ke taman dulu aja bro , duduk di sana dulu… capek aku soalnya ”
Zul : ” ya udah okelah kalo gitu ”
Kami bergegas menuju ke area taman dulu , lokasinya berada di pinggiran kolam yang ada di depan gedung GKB 1 , aku berniat untuk leyeh leyeh dulu di sana sambil memikirkan area mana yang akan dijelajahi duluan.
Quote:
Suasana taman di pinggir kolam ini terasa sangat tenang , aku dan Zul duduk santai di gazebo sambil membuka logistik yang kami bawa… kumakan sepotong roti sisir lalu kuminum beberapa teguk Sprite , sekejap kemudian kunyalakan sebatang rokok mild sambil ngobrol sebentar dengan Zul.
Me : ” zul , kamu ngga nyadar ya ? ”
Zul : ” nyadar apaan ?!.. emang ada hantu ya di taman ini ?! ”
Me : " aduh ini bukan soal hantu , tapi soal cewe… si lydia itu lho zul ”
Zul : ” emangnya kenapa si lydia ? ”
Me : " dia kayaknya naksir kamu zul , kamu ngga nyadar ? ”
Zul : " ahh masak sih ?!.. kamu jangan ngasal dong ”
Me : ” beneran ini zul , dia kan suka ngasih sinyal sama kamu… kamu aja yang ngga peka ”
Zul : ” emangnya sinyal hape ya ?!.. ha.. ha.. ada ada aja kamu vig ”
Saat kami tengah asik ngobrol tiba tiba saja ponselku berdering , ringtone lagu ‘Baby Doll' nya Utopia seketika memecah kesunyian malam... kulihat nama teman sekelasku Ahmad alias Memet tampak tertera di layar ponselku , lekas saja kuangkat telepon darinya.
Me : ” halo bro ?!.. nyapo bengi bengi telpon ?! ”
(halo bro ?!.. ngapain malem malem telpon ?!)
Memet : " woe rung turu to kowe tibakno ?!… ayo ngopi neng lambala ! ”
(woe belum tidur kamu ternyata ?!... ayo ngopi di lambala !)
Me : " met , aku neng njero kampus iki karo zul , kowe reneo nek gelem ”
(met , aku di dalem kampus ini sama zul , kamu ke sini kalo mau)
Memet : " nyapo kowe neng kampus bengi bengi ? ”
(ngapain kamu di kampus malem malem ?)
Me : " iki aku karo zul arep uka uka , tenanan iki ”
(ini aku sama zul mau uka uka , beneran ini)
Memet : " mosok tho ?!.. kok wani kowe ? ”
(masak sih ?!.. kok berani kamu ?)
Me : " wes tho kowe nek gelem reneo melu aku , nek ora gelem yo wis sakarepmu ”
(udahlah kamu kalo mau ke sini ikut aku , kalo ngga mau ya udah terserah kamu)
Memet : " yo wis nek ngono , posisimu neng sebelah endi ? ”
(ya udah kalo begitu , posisimu di sebelah mana ?)
Me : ” aku lungguhan neng taman pinggir kolam ki , tak enteni neng kene nek kowe sido melu ”
(aku duduk di taman pinggir kolam ini , aku tunggu di sini kalo kamu jadi ikut)
Memet : ” iyo sek , ntenono tak salin klambi disek aku ”
(iya bentar , tungguin ganti baju dulu aku)
Percakapan di telpon berakhir dan kami mendapat tambahan personel baru yaitu si Memet , anak pejabat kaya asal Madiun yang tongkrongannya persis kayak Yadi Sembako dan culunnya minta ampun…. dia ngekos di perumahan Bukit Cemara Tujuh (BCT) yang letaknya berada tepat di seberang masjid kampus UMM , hanya butuh berjalan sebentar saja bagi si Memet untuk tiba di sini... sambil menunggu kedatangannya kami berdua melanjutkan obrolan tadi.
Me : ” zul , kamu ngga nyadar ya ? ”
Zul : ” nyadar apaan ?!.. emang ada hantu ya di taman ini ?! ”
Me : " aduh ini bukan soal hantu , tapi soal cewe… si lydia itu lho zul ”
Zul : ” emangnya kenapa si lydia ? ”
Me : " dia kayaknya naksir kamu zul , kamu ngga nyadar ? ”
Zul : " ahh masak sih ?!.. kamu jangan ngasal dong ”
Me : ” beneran ini zul , dia kan suka ngasih sinyal sama kamu… kamu aja yang ngga peka ”
Zul : ” emangnya sinyal hape ya ?!.. ha.. ha.. ada ada aja kamu vig ”
Saat kami tengah asik ngobrol tiba tiba saja ponselku berdering , ringtone lagu ‘Baby Doll' nya Utopia seketika memecah kesunyian malam... kulihat nama teman sekelasku Ahmad alias Memet tampak tertera di layar ponselku , lekas saja kuangkat telepon darinya.
Me : ” halo bro ?!.. nyapo bengi bengi telpon ?! ”
(halo bro ?!.. ngapain malem malem telpon ?!)
Memet : " woe rung turu to kowe tibakno ?!… ayo ngopi neng lambala ! ”
(woe belum tidur kamu ternyata ?!... ayo ngopi di lambala !)
Me : " met , aku neng njero kampus iki karo zul , kowe reneo nek gelem ”
(met , aku di dalem kampus ini sama zul , kamu ke sini kalo mau)
Memet : " nyapo kowe neng kampus bengi bengi ? ”
(ngapain kamu di kampus malem malem ?)
Me : " iki aku karo zul arep uka uka , tenanan iki ”
(ini aku sama zul mau uka uka , beneran ini)
Memet : " mosok tho ?!.. kok wani kowe ? ”
(masak sih ?!.. kok berani kamu ?)
Me : " wes tho kowe nek gelem reneo melu aku , nek ora gelem yo wis sakarepmu ”
(udahlah kamu kalo mau ke sini ikut aku , kalo ngga mau ya udah terserah kamu)
Memet : " yo wis nek ngono , posisimu neng sebelah endi ? ”
(ya udah kalo begitu , posisimu di sebelah mana ?)
Me : ” aku lungguhan neng taman pinggir kolam ki , tak enteni neng kene nek kowe sido melu ”
(aku duduk di taman pinggir kolam ini , aku tunggu di sini kalo kamu jadi ikut)
Memet : ” iyo sek , ntenono tak salin klambi disek aku ”
(iya bentar , tungguin ganti baju dulu aku)
Percakapan di telpon berakhir dan kami mendapat tambahan personel baru yaitu si Memet , anak pejabat kaya asal Madiun yang tongkrongannya persis kayak Yadi Sembako dan culunnya minta ampun…. dia ngekos di perumahan Bukit Cemara Tujuh (BCT) yang letaknya berada tepat di seberang masjid kampus UMM , hanya butuh berjalan sebentar saja bagi si Memet untuk tiba di sini... sambil menunggu kedatangannya kami berdua melanjutkan obrolan tadi.
Quote:
Malam semakin larut sementara aku dan Zul masih asik ngobrol sembari menunggu kedatangan Memet , kulihat waktu sudah nyaris jam setengah 12 malam dan suasana terasa begitu sunyi , namun samar samar terdengar suara langkah kaki seseorang yang sedang berlari " plak !.. plak !.. plak !... "spontan aku berdiri dan melihat ke arah jalan depannya perpustakaan... di tengah suasana remang tampak sesosok cowo pendek agak tambun yang sedang berlari menuju taman ini , dialah si Memet... langsung saja aku berteriak memanggilnya.
Me : ” woe met !!... aku neng kene !! "
(woe met !!... aku di sini !!)
Memet : ” wo iyo !!.. hah !.. hah !.. ”
(wo iya !!.. hah !.. hah !..)
Tak lama kemudian Memet telah tiba di hadapan kami , nafasnya tampak ngos ngosan dan mukanya agak berkeringat… lekas kusodorkan padanya sebotol Sprite yang tadi aku minum.
Me : ” nyoh ombenen ! ”
(nih minum !)
Memet : ” iyo , cleguk !.. cleguk !.. ”
Me : " kowe mau mlayu terus tho bro ? ”
(kamu tadi lari terus tha bro ?)
Memet : ” aku mau liwat parkiran peteng ndedet dadi yo mlayu ae ngasi teko kene , medeni vig ”
(aku tadi lewat parkiran gelap banget jadi aku lari saja sampai sini , serem vig)
Zul : " met , kamu kan penakut , yakin kamu mau ikutan ? ”
Memet : " aku sebenernya takut juga zul , tapi gak pa pa wes daripada nganggur di kosan , tak berani beraniin ae pokoke ”
Me : " tenane kowe wani ?!.. ngko kowe nek didulit demit piye ? ”
(beneran kamu berani ?!... ntar kamu dicolek demit gimana ?)
Memet : ” yo ojo tho vig , ojo ngeden ngedeni tho kowe ki “
(ya jangan dong vig , jangan nakut nakutin kamu ini)
Kami bertiga duduk di gazebo taman sambil merundingkan area mana yang akan dijejajahi duluan , sesuai kesepakatan kami akan menjelajahi area Dome… sebuah bangunan megah yang bentuknya melingkar dan beratap seperti piring terbang berwarna biru , di sanalah biasanya digelar acara wisuda , kegiatan kampus dan konser band band top tanah air... lekas saja kami beranjak meninggalkan taman ini dan kemudian bergegas menuju ke sana.
Me : ” woe met !!... aku neng kene !! "
(woe met !!... aku di sini !!)
Memet : ” wo iyo !!.. hah !.. hah !.. ”
(wo iya !!.. hah !.. hah !..)
Tak lama kemudian Memet telah tiba di hadapan kami , nafasnya tampak ngos ngosan dan mukanya agak berkeringat… lekas kusodorkan padanya sebotol Sprite yang tadi aku minum.
Me : ” nyoh ombenen ! ”
(nih minum !)
Memet : ” iyo , cleguk !.. cleguk !.. ”
Me : " kowe mau mlayu terus tho bro ? ”
(kamu tadi lari terus tha bro ?)
Memet : ” aku mau liwat parkiran peteng ndedet dadi yo mlayu ae ngasi teko kene , medeni vig ”
(aku tadi lewat parkiran gelap banget jadi aku lari saja sampai sini , serem vig)
Zul : " met , kamu kan penakut , yakin kamu mau ikutan ? ”
Memet : " aku sebenernya takut juga zul , tapi gak pa pa wes daripada nganggur di kosan , tak berani beraniin ae pokoke ”
Me : " tenane kowe wani ?!.. ngko kowe nek didulit demit piye ? ”
(beneran kamu berani ?!... ntar kamu dicolek demit gimana ?)
Memet : ” yo ojo tho vig , ojo ngeden ngedeni tho kowe ki “
(ya jangan dong vig , jangan nakut nakutin kamu ini)
Kami bertiga duduk di gazebo taman sambil merundingkan area mana yang akan dijejajahi duluan , sesuai kesepakatan kami akan menjelajahi area Dome… sebuah bangunan megah yang bentuknya melingkar dan beratap seperti piring terbang berwarna biru , di sanalah biasanya digelar acara wisuda , kegiatan kampus dan konser band band top tanah air... lekas saja kami beranjak meninggalkan taman ini dan kemudian bergegas menuju ke sana.
Quote:
Suasana di sekitar Dome tampak gelap dan sunyi senyap , yang terdengar hanyalah deru arus sungai Brantas yang mengalir di depan Dome.... kini kami bertiga sedang duduk di taman sebelah timurnya Dome yang tak jauh dari wall climbing , Zul dan Memet terus memainkan senter ke segala arah sementara aku mengeluarkan sebungkus hio dari dalam ransel , kuambil 3 batang dan kunyalakan satu persatu… semerbak bau wangi menyengat langsung tercium , segera saja kubagikan tiap batangnya kepada Memet dan Zul.
Me : ” nyoh met , cekelen iki ! ”
(nih met , pegang ini !)
Memet :” opo iki ?!.. koyok wong cino ae ”
(apa ini ?!.. kayak orang cina aja)
Me : ” iki nggo nyeluk demit , koyok neng filem vampir kae lho ”
(ini buat manggil demit , seperti di film vampir itu lho)
Memet : " tenane ?!.. mosok tho demite iso teko vig ?!.. ra percoyo aku ”
(yang bener ??.. masak tha demitnya bisa datang ?!.. ngga percaya aku)
Zul : " udah kamu liat aja ntar met , mau nongol apa ngga setannya ”
Kami duduk terdiam dengan tangan memegangi hio dan juga senter , sampai lewat jam 12 malam tak terjadi apa apa di sini , tak ada penampakan apa apa sama sekali…. akupun benisiatif mengajak teman temanku mengitari seluruh sisi area Dome ini.
Me : ” ayo kita jalan aja keliling ! ”
Zul : " gimana met berani ngga kamu keliling ? ”
Memet : ” ayoooohh !!... siapa takutt ! ”
Kini kami bertiga mulai berjalan mengitari area sekitar Dome yang gelap gulita , dengan langkah santai kami terus berjalan dan mengarahkan senter kesana kemari , tak lama kemudian kami tiba di sisi belakang Dome yang berbataskan tebing plengsengan…. hal buruknya adalah tepat di atas tebing ini terdapat pemakaman tua yang cukup luas , konon menurut selentingan kabar di area ini sering terjadi penampakan makhluk gaib , banyak yang bilang makhluk gaib itu berwujud pocong yang turun dari pemakaman di atas tebing…. kami sungguh merasa penasaran dan tertantang , rasa takut yang menghinggapi diri coba kami tepis dengan saling bergurau satu sama lain.
Me : ” met , kowe nek wedi mulio ae ”
(met , kamu kalo takut pulang saja)
Memet : ” ora , aku ra wedi kok "
(ngga , aku ngga takut kok)
Zul : ” vig , ntar kalo hantunya nongol kita langsung kabur aja , memet kita tinggalin di sini ”
Memet : ” jangan gitu dong zul , ngga setia kawan kamu ini ”
Me : ” opo kowe gelem njaluk ilmu pelet soko pocong ?!.. cintamu karo moniq lak bertepuk sebelah tangan tho ?!.. he.. he.. ”
(apa kamu mau minta ilmu pelet sama pocong ?!.. cintamu sama moniq kan bertepuk sebelah tangan tha ?!.. he.. he..)
Memet : " mosok tho iso njaluk pelet karo pocong vig ? "
(masak sih bisa minta pelet sama pocong vig ?)
Di saat kami bertiga masih asik bergurau tiba tiba saja ” bruukkk !!!! ” terdengar nyaring suara benda jatuh menghantam tanah , seketika kami tersentak kaget dan bertanya tanya… benda apakah itu dan jatuh dimana ?!?!
Memet : " waduh vig ?!.. suoro opo kuwi ?! "
Me : " mboh ra ruh aku met "
Zul : " kaget aku vig "
Ketika kami masih bingung dan kaget dengan suara benda jatuh tadi mendadak terdengar suara berikutnya secara bertubi tubi ” bruukk !!… bruukk !!… bruukk !!… ” kali ini saking paniknya kami bertiga langsung berlari kencang sambil berteriak , bahkan hio dan senter kami sampai terjatuh... dengan nafas tersengal sengal akhirnya kami tiba di beranda Dome yang terang benderang.
Zul : ” hah !.. hah !.. tadi itu apaan vig ?! "
Me : ” aku ngga tau.. hah !.. hah !... ”
Memet : " hah !.. hah !.. jancuk ndredek tenanan aku , opo tho vig sakjane ki mau ?! ”
(hah !.. hah !.. jancuk kaget beneran aku , apa sih vig sebenernya tadi ?!)
Me : ” mbuh ra ruh.. hah !.. hah !..”
(entahlah tak tahu.. hah !.. hah !..)
Dengan seribu tanya dan rasa takut yang masih terasa kami mulai rebahan di lantai beranda ini , sejenak kami mengatur nafas yang terengah engah dan juga degupan jantung yang tak karuan.
Me : ” zul , senternya ketinggalan tadi… brani ambil ngga ? ”
Zul : ” ngga.. ngga vig , udah biarin aja ”
Tak satupun dari kami yang berani kembali ke sisi belakang Dome yang gelap gulita tadi , apa boleh buat terpaksa kami relakan senter kami tertinggal di sana… sementara kulihat layar ponselku sudah nyaris jam 1 malam dan keadaan terasa kian sunyi mencekam , aku sendiri masih ingin melanjutkan penjelajahan mistis di kampus ini tapi entah dengan Zul dan Memet… kuteguk sebotol Sprite dan kuberikan botol satunya buat mereka , aku biarkan mereka minum dulu dan memulihkan kondisi sebelum aku menanyakan kesanggupan mereka... jujur saja meskipun kejadian tadi cukup menakutkan tapi masih belum cukup untuk memupuskan rasa penasaranku yang terlalu besar.
Me : ” nyoh met , cekelen iki ! ”
(nih met , pegang ini !)
Memet :” opo iki ?!.. koyok wong cino ae ”
(apa ini ?!.. kayak orang cina aja)
Me : ” iki nggo nyeluk demit , koyok neng filem vampir kae lho ”
(ini buat manggil demit , seperti di film vampir itu lho)
Memet : " tenane ?!.. mosok tho demite iso teko vig ?!.. ra percoyo aku ”
(yang bener ??.. masak tha demitnya bisa datang ?!.. ngga percaya aku)
Zul : " udah kamu liat aja ntar met , mau nongol apa ngga setannya ”
Kami duduk terdiam dengan tangan memegangi hio dan juga senter , sampai lewat jam 12 malam tak terjadi apa apa di sini , tak ada penampakan apa apa sama sekali…. akupun benisiatif mengajak teman temanku mengitari seluruh sisi area Dome ini.
Me : ” ayo kita jalan aja keliling ! ”
Zul : " gimana met berani ngga kamu keliling ? ”
Memet : ” ayoooohh !!... siapa takutt ! ”
Kini kami bertiga mulai berjalan mengitari area sekitar Dome yang gelap gulita , dengan langkah santai kami terus berjalan dan mengarahkan senter kesana kemari , tak lama kemudian kami tiba di sisi belakang Dome yang berbataskan tebing plengsengan…. hal buruknya adalah tepat di atas tebing ini terdapat pemakaman tua yang cukup luas , konon menurut selentingan kabar di area ini sering terjadi penampakan makhluk gaib , banyak yang bilang makhluk gaib itu berwujud pocong yang turun dari pemakaman di atas tebing…. kami sungguh merasa penasaran dan tertantang , rasa takut yang menghinggapi diri coba kami tepis dengan saling bergurau satu sama lain.
Me : ” met , kowe nek wedi mulio ae ”
(met , kamu kalo takut pulang saja)
Memet : ” ora , aku ra wedi kok "
(ngga , aku ngga takut kok)
Zul : ” vig , ntar kalo hantunya nongol kita langsung kabur aja , memet kita tinggalin di sini ”
Memet : ” jangan gitu dong zul , ngga setia kawan kamu ini ”
Me : ” opo kowe gelem njaluk ilmu pelet soko pocong ?!.. cintamu karo moniq lak bertepuk sebelah tangan tho ?!.. he.. he.. ”
(apa kamu mau minta ilmu pelet sama pocong ?!.. cintamu sama moniq kan bertepuk sebelah tangan tha ?!.. he.. he..)
Memet : " mosok tho iso njaluk pelet karo pocong vig ? "
(masak sih bisa minta pelet sama pocong vig ?)
Di saat kami bertiga masih asik bergurau tiba tiba saja ” bruukkk !!!! ” terdengar nyaring suara benda jatuh menghantam tanah , seketika kami tersentak kaget dan bertanya tanya… benda apakah itu dan jatuh dimana ?!?!
Memet : " waduh vig ?!.. suoro opo kuwi ?! "
Me : " mboh ra ruh aku met "
Zul : " kaget aku vig "
Ketika kami masih bingung dan kaget dengan suara benda jatuh tadi mendadak terdengar suara berikutnya secara bertubi tubi ” bruukk !!… bruukk !!… bruukk !!… ” kali ini saking paniknya kami bertiga langsung berlari kencang sambil berteriak , bahkan hio dan senter kami sampai terjatuh... dengan nafas tersengal sengal akhirnya kami tiba di beranda Dome yang terang benderang.
Zul : ” hah !.. hah !.. tadi itu apaan vig ?! "
Me : ” aku ngga tau.. hah !.. hah !... ”
Memet : " hah !.. hah !.. jancuk ndredek tenanan aku , opo tho vig sakjane ki mau ?! ”
(hah !.. hah !.. jancuk kaget beneran aku , apa sih vig sebenernya tadi ?!)
Me : ” mbuh ra ruh.. hah !.. hah !..”
(entahlah tak tahu.. hah !.. hah !..)
Dengan seribu tanya dan rasa takut yang masih terasa kami mulai rebahan di lantai beranda ini , sejenak kami mengatur nafas yang terengah engah dan juga degupan jantung yang tak karuan.
Me : ” zul , senternya ketinggalan tadi… brani ambil ngga ? ”
Zul : ” ngga.. ngga vig , udah biarin aja ”
Tak satupun dari kami yang berani kembali ke sisi belakang Dome yang gelap gulita tadi , apa boleh buat terpaksa kami relakan senter kami tertinggal di sana… sementara kulihat layar ponselku sudah nyaris jam 1 malam dan keadaan terasa kian sunyi mencekam , aku sendiri masih ingin melanjutkan penjelajahan mistis di kampus ini tapi entah dengan Zul dan Memet… kuteguk sebotol Sprite dan kuberikan botol satunya buat mereka , aku biarkan mereka minum dulu dan memulihkan kondisi sebelum aku menanyakan kesanggupan mereka... jujur saja meskipun kejadian tadi cukup menakutkan tapi masih belum cukup untuk memupuskan rasa penasaranku yang terlalu besar.
Quote:
Seri 1 Part II Rekk
Seri 1 Part III Rekk
Extended Story 1 Alpha Rekk
Seri 2 Part I Rekk
Seri 2 Part II Rekk
Seri 2 Part III A Rekk
Seri 2 Part III B Rekk
Seri 2 Part IV A Rekk
Seri 2 Part IV B Rekk
Seri 2 Part V A Rekk
Seri 2 Part V B Rekk
Seri 2 Part VI Rekk
Seri 2 Part VII Rekk
Extended Story 2 Alpha Rekk
Extended Story 2 Bravo Rekk
Extended Story 2 Charlie Rekk
Seri 3 Part I Rekk
Seri 3 Part II Rekk
Seri 3 Part III A Rekk
Seri 3 Part III B Rekk
Seri 3 Part IV A Rekk
Seri 3 Part IV B Rekk
Seri 3 Part V A Rekk
Seri 3 Part V B Rekk
Seri 3 Part V C Rekk
Seri 3 Part V D Rekk
Seri 3 Part VI Rekk
Seri 3 Part VII A Rekk
Seri 3 Part VII B Rekk
Extended Story 3 Alpha Rekk
Extended Story 3 Bravo Rekk
Extended Story 3 Charlie Rekk
Extended Story 3 Delta Rekk
Extended Story 3 Echo Rekk
Quote:
Malang Mysterio(Trit Utama)
Quote:
Apabila anda puas bilang sama teman , saudara atau tetangga anda ….. bila timbul gejala gejala aneh segera berobat ke mantri hewan terdekat di kota anda
Diubah oleh vigovampiro 10-04-2022 06:29
ferist123 dan 13 lainnya memberi reputasi
10
658.5K
Kutip
1.1K
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•53.4KAnggota
Tampilkan semua post
TS
vigovampiro
#743
Seri 3 Part VII A Rekk
Quote:

Quote:
Baru saja aku terbangun dari tidurku dan kudapati semua teman temanku masih tertidur pulas di kamar ini , si Niken tidur di kasurnya Memet sementara para cowo tidur saling berhimpitan di karpet depan televisi... satu satunya yang terjaga cuma si Memet saja , dia sedang rebahan di sebelahku sambil memainkan game di ponsel N-gagenya.
Me : " met , jam piro saiki ? "
(met , jam berapa sekarang ?)
Memet : " loh wes tangi kon vig ?!... saiki wes jam songo punjul lho "
(loh udah bangun kamu vig ?!... sekarang udah jam sembilan lebih lho)
Me : " wes bengi tibakno "
(udah malem ternyata)
Memet : " arek arek ndek mau podo turu ket jam sepuluh esuk , ngasi saiki gurung podo tangi vig "
(anak anak tadi pada tidur sejak jam sepuluh pagi , sampe sekarang belum pada bangun vig)
Me : " wes jarno ae , podo kesel kabeh "
(udah biarin aja , pada capek semua)
Memet : " awake dhewe gek metu yo vig , golek mangan ambek kopi disek "
(kita cepetan keluar yuk vig , cari makan sama kopi dulu)
Me : " iyo sek tak raup sedelut "
(iya ntar aku cuci muka dulu)
Dengan lunglai aku berjalan menuju kamar mandi lalu segera kucuci mukaku dan sekalian pipis " cuuuurr !! "sungguh lega sekali rasanya.
Memet : " kon gak adus pisan tha vig ? "
(kamu gak mandi sekalian tha vig ?)
Me : " gak met "
Aku merasa tidak perlu mandi lagi , apalagi kedua kakiku telah diperban seperti ini... segera saja aku beranjak keluar dari kamar mandi lalu bersiap cari makan sama Memet.
Me : " mangan ndek endi ki met ? "
(makan dimana ini met ?)
Memet : " kayungyun ae piye ? "
(kayungyun aja gimana ?)
Me : " kadohan met , seng cedek kene ae "
(kejauhan met , yang deket sini aja)
Memet : " warunge pak brewok ae piye ? "
(warungnya pak brewok aja gimana ?)
Me : " sek bukak jam semene ? "
(masih buka jam segini ?)
Memet : " malem minggu bukak ngasi bengi biasane vig "
(malam minggu buka sampe malem biasanya vig)
Me : " yo wis ayo budal saiki "
(ya udah ayo berangkat sekarang)
Segera saja kami berdua mengeluarkan motor dari garasi dan kemudian bergegas menuju warungnya Pak Brewok yang terletak di pojokan perumahan BCT , tentu saja aku dibonceng Memet mengendarai motor maticnya karena kondisi kakiku yang seperti ini.
Me : " rodok rame met "
(agak rame met)
Memet : " lha jenenge malem minggu lho vig "
(lha namanya malam minggu lho vig)
Begitu tiba di warung ternyata suasananya begitu ramai , ada terlalu banyak orang di dalam sehingga kami berdua memutuskan untuk duduk di meja luar saja , sementara Pak Brewok sang pemilik warung tampak tengah sibuk memberesi piring bekas makan orang di salah satu meja.
Me : " nakam pak "
(makan pak)
Pak Brewok : " sego campur eneke mas "
(nasi campur adanya mas)
Me : " oyi pak ga po po "
(iya pak gak apa apa)
Pak Brewok : " ngombene opo iki ? "
(minumnya apa ini ?)
Me : " aku ipok pak "
Memet : " nek aku susu pak "
(kalo aku susu pak)
Pak Brewok : " susu opo njalukmu ?!... susu prawan opo rondho ? "
(susu apa maumu ?!... susu perawan apa janda ?)
Memet : " walaah !!.. wes sakarepmu pak eneke susu opo "
(walaah !!... udah terserah pak adanya susu apa)
Me : " ha... ha... "
Tanpa perlu menunggu lama pesanan kami telah terhidang di atas meja , segera saja kami menyantapnya dengan lahap sambil memandangi komplek kampus UMM yang berada tepat di seberang warung ini.
Memet : " suepi yo vig kampuse awake dhewe "
(suepi ya kampus kita)
Me : " aku yo sek kelingan mambengi met "
(aku juga masih inget semalem met)
Memet : " jarene niken onok ndas tugel ndek gedung gkb 1 vig "
(katanya niken ada potongan kepala di gedung gkb 1 vig)
Me : " medeni iku met , ndase nggelundung soko undak undakan lantai 6 "
(serem itu met , kepalanya menggelinding dari anak tangga lantai 6)
Memet : " gak kuat aku mbayangno nek pethuk endas tugel iku vig "
(gak kuat aku bayangin kalo ketemu potongan kepala itu vig)
Acara makan ini kami selingi dengan obrolan tentang penjelajahan mistis kemarin malam , apa saja yang terjadi terasa sulit untuk kuceritakan karena aku masih terbayang bayang setiap kengerian yang kualami.
Memet : " lha trus getih ndek kaosmu iku guduk getihmu tha vig ? "
(lha trus darah di kaosmu itu bukan darahmu tha vig ?)
Me : " uduk met , wes ngko ae diterusno ceritane "
(bukan met , udah ntar aja diterusin ceritanya)
Nasi campur yang kami santap telah ludes , kini lekas kuseruput segelas kopi panas sambil membalasi beberapa sms dari Rani.... kejadian kejadian mencekam kemarin malam lebih baik dibahas nanti saja sambil begadang bersama teman teman , lagipula malam ini mereka memutuskan untuk menginap di kosannya Memet.
Memet : " arek arek bungkusno sego campur pisan yo vig ? "
(anak anak bungkusin nasi campur sekalian ya vig ?)
Me : " yo , nggawe duitku ae , ki bayaren pisan ! "
(ya , pake duitku aja , nih bayar sekalian !)
Memet : " oyi tak pesen saiki sego campure "
(oyi aku pesen sekarang nasi campurnya)
Kubuka dompetku dan kusodorkan selembar uang 50 ribuan kepada si Memet , lekas saja ia masuk ke dalam warung lalu memesan nasi bungkus untuk temanku temanku.... selama beberapa menit ia berada di dalam sementara aku duduk sendirian di meja luar sambil mengamati orang orang yang berjalan di depan warung ini , tak lama kemudian ada segerombolan cowo cewe berjumlah 5 orang yang mampir di warung ini dan ikutan duduk di meja luar , tak jauh dari tempatku duduk.
Cowo A : " pokoknya aku mau buktiin sendiri malam ini "
Cowo B : " aku juga penasaran banget pengen tau kunti merah itu zi "
Cewe A : " alaah , beneran kamu berani kalo ketemu kunti merah yok ? "
Cowo B : " kalo cakep mau aku jadiin bini vir "
Cewe A : " ha.. ha.. ngaco kamu yok "
Cewe B : " eh vir handycam sama camera siap kan ? "
Cewe A : " siap dong , udah ada semuanya di dalem tas dev "
Cowo A : " wah bakal kayak uji nyali di tv nih kita "
Cowo C : " kalo aku sih gak yakin beneran ada tu kuntilanak merah , paling itu cuma isu buat nakut nakutin aja "
Cowo A : " kan kakak tingkat kita pernah lihat katanya "
Cowo C : " ahh paling bohong dia , biar kita jadi takut "
Cewe B : " makanya itu kita mesti buktiin sendiri gus "
Cewe A : " udah deh kita pesen makan dulu aja "
Sambil menyeruput kopi telingaku menguping percakapan mereka barusan , bisa ditebak kalau mereka adalah mahasiswa UMM yang tengah bersiap siap melakukan uji nyali di kampus malam ini.... aku merasa agak aneh dengan hal ini , setelah kemarin malam bertemu Tiwi cs kini ada lagi segerombolan mahasiswa yang penasaran dan nekat beruji nyali untuk sekedar membuktikan keangkeran kampus UMM , apalagi mereka juga membahas sosok kuntilanak merah yang selama ini menjadi desas desus di kalangan mahasiswa.... sayangnya mereka terlambat karena Steve dan Bang Renggo telah memusnahkannya shubuh tadi , mereka tak akan pernah bertemu dengan sosok kuntilanak merah yang bernama Nyai Surtikanti itu.
Me : " met , jam piro saiki ? "
(met , jam berapa sekarang ?)
Memet : " loh wes tangi kon vig ?!... saiki wes jam songo punjul lho "
(loh udah bangun kamu vig ?!... sekarang udah jam sembilan lebih lho)
Me : " wes bengi tibakno "
(udah malem ternyata)
Memet : " arek arek ndek mau podo turu ket jam sepuluh esuk , ngasi saiki gurung podo tangi vig "
(anak anak tadi pada tidur sejak jam sepuluh pagi , sampe sekarang belum pada bangun vig)
Me : " wes jarno ae , podo kesel kabeh "
(udah biarin aja , pada capek semua)
Memet : " awake dhewe gek metu yo vig , golek mangan ambek kopi disek "
(kita cepetan keluar yuk vig , cari makan sama kopi dulu)
Me : " iyo sek tak raup sedelut "
(iya ntar aku cuci muka dulu)
Dengan lunglai aku berjalan menuju kamar mandi lalu segera kucuci mukaku dan sekalian pipis " cuuuurr !! "sungguh lega sekali rasanya.
Memet : " kon gak adus pisan tha vig ? "
(kamu gak mandi sekalian tha vig ?)
Me : " gak met "
Aku merasa tidak perlu mandi lagi , apalagi kedua kakiku telah diperban seperti ini... segera saja aku beranjak keluar dari kamar mandi lalu bersiap cari makan sama Memet.
Me : " mangan ndek endi ki met ? "
(makan dimana ini met ?)
Memet : " kayungyun ae piye ? "
(kayungyun aja gimana ?)
Me : " kadohan met , seng cedek kene ae "
(kejauhan met , yang deket sini aja)
Memet : " warunge pak brewok ae piye ? "
(warungnya pak brewok aja gimana ?)
Me : " sek bukak jam semene ? "
(masih buka jam segini ?)
Memet : " malem minggu bukak ngasi bengi biasane vig "
(malam minggu buka sampe malem biasanya vig)
Me : " yo wis ayo budal saiki "
(ya udah ayo berangkat sekarang)
Segera saja kami berdua mengeluarkan motor dari garasi dan kemudian bergegas menuju warungnya Pak Brewok yang terletak di pojokan perumahan BCT , tentu saja aku dibonceng Memet mengendarai motor maticnya karena kondisi kakiku yang seperti ini.
Me : " rodok rame met "
(agak rame met)
Memet : " lha jenenge malem minggu lho vig "
(lha namanya malam minggu lho vig)
Begitu tiba di warung ternyata suasananya begitu ramai , ada terlalu banyak orang di dalam sehingga kami berdua memutuskan untuk duduk di meja luar saja , sementara Pak Brewok sang pemilik warung tampak tengah sibuk memberesi piring bekas makan orang di salah satu meja.
Me : " nakam pak "
(makan pak)
Pak Brewok : " sego campur eneke mas "
(nasi campur adanya mas)
Me : " oyi pak ga po po "
(iya pak gak apa apa)
Pak Brewok : " ngombene opo iki ? "
(minumnya apa ini ?)
Me : " aku ipok pak "
Memet : " nek aku susu pak "
(kalo aku susu pak)
Pak Brewok : " susu opo njalukmu ?!... susu prawan opo rondho ? "
(susu apa maumu ?!... susu perawan apa janda ?)
Memet : " walaah !!.. wes sakarepmu pak eneke susu opo "
(walaah !!... udah terserah pak adanya susu apa)
Me : " ha... ha... "
Tanpa perlu menunggu lama pesanan kami telah terhidang di atas meja , segera saja kami menyantapnya dengan lahap sambil memandangi komplek kampus UMM yang berada tepat di seberang warung ini.
Memet : " suepi yo vig kampuse awake dhewe "
(suepi ya kampus kita)
Me : " aku yo sek kelingan mambengi met "
(aku juga masih inget semalem met)
Memet : " jarene niken onok ndas tugel ndek gedung gkb 1 vig "
(katanya niken ada potongan kepala di gedung gkb 1 vig)
Me : " medeni iku met , ndase nggelundung soko undak undakan lantai 6 "
(serem itu met , kepalanya menggelinding dari anak tangga lantai 6)
Memet : " gak kuat aku mbayangno nek pethuk endas tugel iku vig "
(gak kuat aku bayangin kalo ketemu potongan kepala itu vig)
Acara makan ini kami selingi dengan obrolan tentang penjelajahan mistis kemarin malam , apa saja yang terjadi terasa sulit untuk kuceritakan karena aku masih terbayang bayang setiap kengerian yang kualami.
Memet : " lha trus getih ndek kaosmu iku guduk getihmu tha vig ? "
(lha trus darah di kaosmu itu bukan darahmu tha vig ?)
Me : " uduk met , wes ngko ae diterusno ceritane "
(bukan met , udah ntar aja diterusin ceritanya)
Nasi campur yang kami santap telah ludes , kini lekas kuseruput segelas kopi panas sambil membalasi beberapa sms dari Rani.... kejadian kejadian mencekam kemarin malam lebih baik dibahas nanti saja sambil begadang bersama teman teman , lagipula malam ini mereka memutuskan untuk menginap di kosannya Memet.
Memet : " arek arek bungkusno sego campur pisan yo vig ? "
(anak anak bungkusin nasi campur sekalian ya vig ?)
Me : " yo , nggawe duitku ae , ki bayaren pisan ! "
(ya , pake duitku aja , nih bayar sekalian !)
Memet : " oyi tak pesen saiki sego campure "
(oyi aku pesen sekarang nasi campurnya)
Kubuka dompetku dan kusodorkan selembar uang 50 ribuan kepada si Memet , lekas saja ia masuk ke dalam warung lalu memesan nasi bungkus untuk temanku temanku.... selama beberapa menit ia berada di dalam sementara aku duduk sendirian di meja luar sambil mengamati orang orang yang berjalan di depan warung ini , tak lama kemudian ada segerombolan cowo cewe berjumlah 5 orang yang mampir di warung ini dan ikutan duduk di meja luar , tak jauh dari tempatku duduk.
Cowo A : " pokoknya aku mau buktiin sendiri malam ini "
Cowo B : " aku juga penasaran banget pengen tau kunti merah itu zi "
Cewe A : " alaah , beneran kamu berani kalo ketemu kunti merah yok ? "
Cowo B : " kalo cakep mau aku jadiin bini vir "
Cewe A : " ha.. ha.. ngaco kamu yok "
Cewe B : " eh vir handycam sama camera siap kan ? "
Cewe A : " siap dong , udah ada semuanya di dalem tas dev "
Cowo A : " wah bakal kayak uji nyali di tv nih kita "
Cowo C : " kalo aku sih gak yakin beneran ada tu kuntilanak merah , paling itu cuma isu buat nakut nakutin aja "
Cowo A : " kan kakak tingkat kita pernah lihat katanya "
Cowo C : " ahh paling bohong dia , biar kita jadi takut "
Cewe B : " makanya itu kita mesti buktiin sendiri gus "
Cewe A : " udah deh kita pesen makan dulu aja "
Sambil menyeruput kopi telingaku menguping percakapan mereka barusan , bisa ditebak kalau mereka adalah mahasiswa UMM yang tengah bersiap siap melakukan uji nyali di kampus malam ini.... aku merasa agak aneh dengan hal ini , setelah kemarin malam bertemu Tiwi cs kini ada lagi segerombolan mahasiswa yang penasaran dan nekat beruji nyali untuk sekedar membuktikan keangkeran kampus UMM , apalagi mereka juga membahas sosok kuntilanak merah yang selama ini menjadi desas desus di kalangan mahasiswa.... sayangnya mereka terlambat karena Steve dan Bang Renggo telah memusnahkannya shubuh tadi , mereka tak akan pernah bertemu dengan sosok kuntilanak merah yang bernama Nyai Surtikanti itu.
Quote:
Sejam lebih aku dan Memet berada di warung Pak Brewok ini sementara gerombolan mahasiswa itu baru saja kelar makan malam dan sedang bersiap siap menuju kampus UMM yang berada di seberang warung ini.
Cewe A : " yuk siap kan ? "
Cowo A : " insya allah siap "
Cewe B : " eh kita doa bersama dulu deh , ntar biar aman "
Selama beberapa detik mereka terdiam memejamkan mata sambil mengucap doa , saat melihat mereka membuatku teringat dengan teman temanku.... apa yang kami sebut sebagai penjelajahan mistis tak hanya sekedar uji nyali semata tapi juga soal kebersamaan yang kian mempererat ikatan emosional antar personel , bermacam kejadian dan masalah yang menghadang telah kami alami bersama hingga akhirnya menjadi pengalaman berharga yang takkan pernah terhapus dari ingatan kami..... dalam hati aku hanya bisa berharap semoga mereka tak kenapa napa nantinya , apalagi masih ada makhluk makhluk gaib lainnya yang cukup berbahaya dan tak satupun dari mereka yang terlihat memiliki kemampuan seperti Steve atau Bang Renggo.
Cowo A : " ayo kita berangkat sekarang ! "
Cowo B : " iya iya , ayo semuanya ! "
Kelar berdoa mereka langsung beranjak meninggalkan warung ini , dengan tergesa mereka menyeberangi jalan raya dan kemudian memasuki komplek kampus UMM melalui jalan menurun di sebelah masjid Ar Fachruddin.... sepertinya mereka akan beruji nyali di area Dome terlebih dahulu.
Memet : " mosok tha vig arek arek iku arep uji nyali ? "
(masak tha vig anak anak itu mau uji nyali ?)
Me : " iyo aku krungu omongane ndek mau "
(iya aku denger omongannya tadi)
Memet : " jurusane opo arek arek iku ? "
(jurusannya apa anak anak itu ?)
Me : " mboh aku gak takon "
(entah aku gak tanya)
Memet : " trus kok critane opo ae ? "
(trus kamu ceritain apa aja ?)
Me : " gak tak critani opo opo , ben gak podo wedi met "
(gak aku ceritain apa apa , biar gak pada takut met)
Memet : " aku nggumun vig , arek saiki kok akeh yo seng podo seneng uji nyali ? "
(aku heran vig , anak sekarang kok banyak ya yang pada demen uji nyali ?)
Me : " yo mergakno penasaran met , wingi ndek kampus aku yo pethuk arek liyane seng podo uji nyali "
(ya karena penasaran met , kemaren di kampus aku juga ketemu anak lain yang lagi uji nyali)
Memet : " opo maneh onok acarane ndek tv iku nggarai pengen melu melu yo vig "
(apa lagi ada acaranya di tv itu yang bikin pengen ikut ikutan ya vig)
Me : " iyo podo melu melu kabeh... wes ayo mbalik saiki ae , arek arek wes tangi paling met "
(iya pada ikut ikutan semua... udah ayo balik sekarang aja , anak anak udah bangun kayaknya met)
Memet : " oyi vig , tibakno wes jam setengah sewelas saiki "
Sudah jam setengah 11 malam dan kurasa sudah waktunya untuk kembali ke kosan , segera saja si Memet menstarter motor maticnya sementara aku duduk diboncengan sembari memegangi bungkusan kresek berisi nasi campur.... berhubung malam ini kami berencana untuk begadang maka sekalian saja kusuruh si Memet mampir kios buat beli kacang sama kopi sachetan.
Memet : " peneran vig , ngko lak barca main "
(kebetulan vig , ntar kan barca maen)
Me : " musuhe endi ? "
(musuhnya mana ?)
Memet : " valencia vig "
Me : " yo ngko nek crito disambi ndelok bal balan "
(ya ntar kalo cerita sambil nonton bola)
Rasanya acara begadang malam ini akan semakin asik saja karena tim favorit kami Barcelona sedang main , apalagi menonton bola juga bisa jadi semacam terapi psikis lebih lanjut karena apa yang terjadi semalam masih membayangi benakku.
Cewe A : " yuk siap kan ? "
Cowo A : " insya allah siap "
Cewe B : " eh kita doa bersama dulu deh , ntar biar aman "
Selama beberapa detik mereka terdiam memejamkan mata sambil mengucap doa , saat melihat mereka membuatku teringat dengan teman temanku.... apa yang kami sebut sebagai penjelajahan mistis tak hanya sekedar uji nyali semata tapi juga soal kebersamaan yang kian mempererat ikatan emosional antar personel , bermacam kejadian dan masalah yang menghadang telah kami alami bersama hingga akhirnya menjadi pengalaman berharga yang takkan pernah terhapus dari ingatan kami..... dalam hati aku hanya bisa berharap semoga mereka tak kenapa napa nantinya , apalagi masih ada makhluk makhluk gaib lainnya yang cukup berbahaya dan tak satupun dari mereka yang terlihat memiliki kemampuan seperti Steve atau Bang Renggo.
Cowo A : " ayo kita berangkat sekarang ! "
Cowo B : " iya iya , ayo semuanya ! "
Kelar berdoa mereka langsung beranjak meninggalkan warung ini , dengan tergesa mereka menyeberangi jalan raya dan kemudian memasuki komplek kampus UMM melalui jalan menurun di sebelah masjid Ar Fachruddin.... sepertinya mereka akan beruji nyali di area Dome terlebih dahulu.
Memet : " mosok tha vig arek arek iku arep uji nyali ? "
(masak tha vig anak anak itu mau uji nyali ?)
Me : " iyo aku krungu omongane ndek mau "
(iya aku denger omongannya tadi)
Memet : " jurusane opo arek arek iku ? "
(jurusannya apa anak anak itu ?)
Me : " mboh aku gak takon "
(entah aku gak tanya)
Memet : " trus kok critane opo ae ? "
(trus kamu ceritain apa aja ?)
Me : " gak tak critani opo opo , ben gak podo wedi met "
(gak aku ceritain apa apa , biar gak pada takut met)
Memet : " aku nggumun vig , arek saiki kok akeh yo seng podo seneng uji nyali ? "
(aku heran vig , anak sekarang kok banyak ya yang pada demen uji nyali ?)
Me : " yo mergakno penasaran met , wingi ndek kampus aku yo pethuk arek liyane seng podo uji nyali "
(ya karena penasaran met , kemaren di kampus aku juga ketemu anak lain yang lagi uji nyali)
Memet : " opo maneh onok acarane ndek tv iku nggarai pengen melu melu yo vig "
(apa lagi ada acaranya di tv itu yang bikin pengen ikut ikutan ya vig)
Me : " iyo podo melu melu kabeh... wes ayo mbalik saiki ae , arek arek wes tangi paling met "
(iya pada ikut ikutan semua... udah ayo balik sekarang aja , anak anak udah bangun kayaknya met)
Memet : " oyi vig , tibakno wes jam setengah sewelas saiki "
Sudah jam setengah 11 malam dan kurasa sudah waktunya untuk kembali ke kosan , segera saja si Memet menstarter motor maticnya sementara aku duduk diboncengan sembari memegangi bungkusan kresek berisi nasi campur.... berhubung malam ini kami berencana untuk begadang maka sekalian saja kusuruh si Memet mampir kios buat beli kacang sama kopi sachetan.
Memet : " peneran vig , ngko lak barca main "
(kebetulan vig , ntar kan barca maen)
Me : " musuhe endi ? "
(musuhnya mana ?)
Memet : " valencia vig "
Me : " yo ngko nek crito disambi ndelok bal balan "
(ya ntar kalo cerita sambil nonton bola)
Rasanya acara begadang malam ini akan semakin asik saja karena tim favorit kami Barcelona sedang main , apalagi menonton bola juga bisa jadi semacam terapi psikis lebih lanjut karena apa yang terjadi semalam masih membayangi benakku.
Diubah oleh vigovampiro 30-11-2021 19:58
meqiba dan andir004 memberi reputasi
2
Kutip
Balas