Kaskus

Story

fafakonsAvatar border
TS
fafakons
sepenggal kisah masa lalu di penghujung senja
sepenggal kisah masa lalu di penghujung senja


Senja yang bergegas tidak pernah meninggalkan bekas...
Senja selalu identik dengan keindahan warna jingga keemasannya.. Dan akan sangat sia2 jika kita berusaha untuk mengenapkan warnanya..
Andai aku terlahir sebagai senja.. Maka akan mudah bagiku membuatmu berdecak kagum dengan segala keindahan yang ku miliki.. Namun kenyataannya aku hanyalah seorang wanita penikmat senja.. Bukan orang yang memiliki keindahan seperti senja
Sudahlah..
Dibawah langit sore ini.. Aku menikmati racun kafein yang membuatku terbuai akan sepenggal kisah di masalaluku bersamanya
bersama dia.. orang yang tak pernah memanjakanku dengan kata cinta, tapi mampu menumbuhkan rasa cinta dalam hatiku
dia orang yang selalu mengatakan padaku bahwa jatuh cinta itu biasa saja.. tapi mampu memberiku sentuhan cinta yang sangat luar biasa..

maka Kini ijinkanlah aku untuk mengingat semuanya.. serta menuliskan tentang semua hal yang pernah aku lalui bersamanya...




Spoiler for index:


Diubah oleh fafakons 23-07-2017 07:51
syd1210Avatar border
anasabilaAvatar border
masdyannAvatar border
masdyann dan 3 lainnya memberi reputasi
4
269.8K
2K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.9KAnggota
Tampilkan semua post
fafakonsAvatar border
TS
fafakons
#184
PART XXXI
Gua masih berada di ruang BK sendirian dengan macam-macam pikiran yang masih berkecamuk di pikiran gua dan perasaan sakit yang semakin menusuk2 hati gua. Gua jadi mikir “ooh jadi gini ya rasanya tau masa lalu seseorang.. pantes aja bayu dulu diemin gua beberapa hari”
Detak jarum jam terdengar menggema diruangan ini, semakin lama gua disini gua semakin dikuasai oleh pikiran2 irasional. Gua beranjak dan memutuskan untuk main ke basecamp. Ternyata suasana basecamp begitu ramai. Mungkin banyak anak yang tanggungan ngajarnya udah selesai jadi mereka punya waktu luang lebih banyak daripada kemarin. Pandangan gua menyapu seluruh ruangan dan berhenti di kursi paling pojok. Disana tampak bayu sedang bercanda dengan beberapa wanita dari kampus lain. Gua menghela nafas sejenak kemudian duduk di sebelah rahma yang sedang cubit2an sama mas tyo.
Tiba2 yulia datang menghampiri gua dan menyeret kursi di sebelah gua
Quote:


Bayu masih terlihat bercanda sama anak cewek kampus lain. Bahkan sesekali bayu dicolek2 sama salah satu anak.
Quote:


Gak lama setelah itu bayu nganterin yulia balik pake motornya mas tyo. Gua lirik anak2 cewek yang tadi ngobrol sama bayu pada bubar dan pindah ke meja gua
Quote:


15 menit setelah itu bayu masuk ke kantin sama anak2 cowok. Tiba2 dia menggerutu seenak jidadnya sendiri. Gua Cuma senyum2 geli denger ceritanya. Tiba2 hp gua geter, ada BBM dari yulia
Quote:


Makan selesai kami balik lagi ke basecamp.
Kalo lagi sama bayu seakan2 waktu berjalan begitu cepat. Detik demi detik iti bener2 gak krasa. Siang beranjak sore. Bel pulang sekolah terdengar nyaring diikuti dengan langkah anak2 yang keluar dari kelasnya
Satu persatu anak PPL pada pulang, tapi gua masih tetep stay di sekolah. Gua inget banget di sekolah ini ada spot bagus buat menikmati waktu senja. Dulu waktu masih sekolah gua selalu pulang paling akhir. Biasanya gua sempetin buat nongkrong diatas sambil menikmati matahari yang pulang ke peraduannya.
Pukul setengah 5 tepat, setelah sholat ashar gua naik ke lantai 2 di salah satu gedung sekolah ini. setiap tangga yang gua tapaki menyimpan sejuta kenangan gua semasa masih memakai seragam putih abu2. Gua lewati satu persatu kelas di lantai 2. Gua berhenti di depan salah satu kelas. Gua sapu pandangan gua ke kelas itu, rasanya ada bayangan gua disana sedang bercanda dengan temen2 gua waktu itu. Mengingat setiap detail kenangannya membuat gua rindu akan masa-masa sekolah dulu.
Gua ambil kursi dan gua letakkan di pokokan gedung lantai 2 ini. pas waktunya. Sinar matahari yang tadinya menyilaukan kini hanya menyisakan semburat2 jingga. Langit yang begitu luas tampak sangat gagah jika dipadukan dengan hamparan sawah yang sangat luas. Perfect !
Ditengah2 lamunan gua, ada satu tangan yang menepuk bahu gua. Masih dengan senyum beserta mata sipit miliknya dia duduk di sebelah gua. Gua kembali mengalihkan pandangan gua sebelum senja ini bergegas menjemput temaram malam.
Quote:

Senja kali ini aku hanya menjadi pendengar yang baik untuk bayu.
Pandangannya masih meneduhkan
Sikapnya hangat.. cara dia tertawa terkesan sangat renyah
Senyum itu mampu membius kesadaranku..
Sampai-sampai aku sendiri tak sadar bahwa jauh di alam bawah sadarku namanya tersimpan sangat rapat..
Perasaan ini bergejolak sangat kuat.. meluap2 ingin segera diungkapkan..
Tapi relung hatiku mengatakan bahwa “aku tak ingin kedekatan ini rusak begitu perasaan sayang ini diungkapkan”
Lewat genggaman ini aku sampaikan bahwa aku begitu menyayanginya..dan ketika dia mempererat genggaman tanganku.. perasaan ini berkata “aku gak mau kehilangan kamu”
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.