Kaskus

Story

kesshouAvatar border
TS
kesshou
Mr.Mars & Miss.Venus
Mr.Mars & Miss.Venus

Pernahkah kalian bermimpi indah kemudian tiba-tiba terbangung dengan perasaan hampa di pagi hari ?
Pernahkah kalian merasakan bagaimana kehangatan cinta yang ternyata tidak sejalan dengan takdirNYA ?
Pernahkah kalian merasakan ketakutan dalam menghadapi esok ?
Pernahkah kalian merasakan kalau hidup tidak pernah adil ?
Pernahkah kalian merasakan kemarahan saat seseorang yang berharga pergi meninggalkanmu ?
Pernahkah kalian merasakan pahitnya kopi tidak sebanding dengan pahitnya hidup?
Kalau kalian bertanya kepadaku apakah aku pernah mengalami semua itu
maka jawabanku adalah
IYA....!!!!!
Aku pernah mengalaminya, sampai-sampai bosan dan muak dengan semua ini.
Namun saat itu tiba-tiba engkau datang dalam kehidupanku
Seolah memberikan sesuatu yang kucari selama ini
Sebuah jawaban akan semua penderitaan yang aku lalui
Dan
Engkaulah yang berhasil membuat kopi dalam cangkirku terasa manis.
Dan
Engkaulah yang membuat mataku terbuka lebar sehingga aku bisa melihat indahnya takdir Tuhan.


Hidup ini terlalu singkat dan berharga jika digunakan hanya untuk mengeluh dan bersedih.



Spoiler for Index:


Diubah oleh kesshou 17-05-2016 19:35
yusuffajar123Avatar border
SANTO.0281Avatar border
mahrsmello5680Avatar border
mahrsmello5680 dan 3 lainnya memberi reputasi
4
679K
3K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.9KThread53.7KAnggota
Tampilkan semua post
kesshouAvatar border
TS
kesshou
#2
Chapter 1 Wanita Rapuh Berbalut Besi


Cerita ini bermula saat gue lulus penerimaan siswa baru di salah satu SMA favorit di daerah gue dan pastinya sebelum merasakan masa-masa indah belajar di SMA pastilah akan melewati yang namanya Masa Orientasi Sekolah – masa dimana seorang murid baru seperti gue ini akan diperlakukan seperti sebuah mainan bagi kakak-kakak tingkat. Hal – hal yang tidak masuk akal pastilah akan terjadi dimasa ini, seperti mengikat kepala menggunakan pita warna-warni, memakai kaos kaki belang-belang, membawa tas yang terbuat dari karung goni dan lain-lain. Gue sih udah tau hal-hal seperti itu akan terjadi, makanya gue udah menyiapkan mental jauh-jauh hari sebelumnya. Tapi ternyata di SMA yang akan gue masuki ini sudah mulai terlepas dari hal-hal semacam itu ya meskipun belum 100% tapi setidaknya bagi gue itu udah cukup, cukup menggantung sebuah papan nama polos yang terbuat dari kertas karton putih berukuran 20x15 cm, tali dan dus bekas yang berisi nama, asal sekolah dan foto berwarna sebagai tanda pengenal.

Pasa masa ini ada satu pantangan yang tidak tertulis yang wajib dipatuhi oleh semua murid baru, dan pantangan itu benar-benar dijalani oleh para murid baru agar tidak mendapatkan masalah kedepannya, peraturan itu yaitu NGGAK BOLEH TELAT ! dan gue untuk pertama kali dan terakhir kalinya melanggar pantangan tersebut. Hasilnya sudah jelas, gue bener-bener jadi anak kesayangan para raka-raka (Raka adalah sebutan yang digunakan untuk memanggil panitia MOS, kalau misalnya murid baru keceplosan memanggil para ketua kelompok atau panitia MOS dengan sebutan selain raka maka akan mendapatkan hukuman ), push up, sit up, squat jump semua sudah gue cicipi. Tapi gue anggep semua itu untuk latihan membentuk otot dan juga mengurangi lemak kecuali saat dihukum menyayi potong bebek angsa dimana semua huruf vokal dalam lagu harus diganti dengan huruf O didepan ratusan pasang mata disertai dengan tarian ngebor khas inul, malu banget gue saat itu.

Cuma satu yang membuat gue emosi, yaitu saat salah satu cewe dari komite disiplin menuliskan kata-kata BUNTELAN KENTUT dipapan nama gue. Meskipun saat itu yang memberikan julukannya itu seorang cewe yang cantik, gue masih nggak terima. Gara-gara tulisan itu gue jadi bahan ejekan selama MOS, apa sih buntelan kentut itu? seumur-umur gue belom pernah ngeliat tuh barang.

Pembimbing kelompok gue juga yang bernama Steffany paling seneng ngejek-ngejek gue dengan sebutan aneh itu “Eh, buntelan kentut jangan kebanyakan gerak ya. Nanti kalau bocor bahaya tuh, bisa pingsan nih satu ruangan.” Salah satu ejekan dia yang paling gue benci, meskipun mendapat predikat sebagai salah satu cewe tercantik di sekolah tapi mulutnya bener-bener nyakitin telinga dan perasaan.
Tapi ternyata itu semua cuma awal dari penderitaan gue hari itu, berawal dari saat gue membuka tas untuk mengambil buku tulis dan pena. Tas yang seharusnya berisi buku dan alat tulis berubah menjadi sebuah kamera Hasselblad, omg…gue salah bawa tas. Otomatis gue menjadi panik…panik sepanik paniknya. Sudah mulai kebayang dalam pikiran kalau ini kamera bakalan disita, mana kamera itu bukan punya gue lagi, gimana kalau yang punya sewaktu-waktu menanyakannya? Nggak mungkin gue bisa ngeganti tuh kamera. Ah, gara-gara film jelangkung semalem nih, semaleman nggak bisa tidur gara-gara paranoid sama jelangkung. Baru bisa tidur pas jam jam 1, andai semalem gue nggak nonton tuh film pasti gue hari ini nggak bakalan telat bangun, nggak bakalan dapat hukuman, dan juga pasti kamera ini nggak bakal terancam disita. Tapi yang namanya penyesalan itu memang selalu datang terakhir, dan rasanya pedih.

Dengan berbisik gue coba meminjam beberapa lebar kertas dan pena kepada seorang cowo di sebelah, gue jelaskan kepadanya situasi yang saat ini terjadi pada gue. Dia mengangguk pelan, dan anggukan itu gue anggap dia mengerti situasi gue saat ini. Tiba-tiba saja dia berteriak
“Raka, ada yang nggak bawa buku tulis” aku kaget melihat reaksi dia saat itu. “Eh, kampret mulut lo nih bocor amat sih. Itu mulut belom pernah ngerasain diuleg sama sol sepatu ya!!” itulah ucapan yang keluar begitu saja dari mulut gue.

“Aku cuma mau nolongin kamu, nanti kalau ketauan akhir-akhir hukumannya malah lebih berat” ucapnya tenang, sumpah ini cowo sok tau banget bikin gue nambah emosi aja.

“ Sok tau banget sih lo, lo sengaja kan ngaduin gue kayak gini!! Emang ada salah apa sih gue sama elo? jangan gini dong caranya.” Mendadak emosi gue meluap begitu saja, pikiran hanya terfokus pada satu tujuan yaitu cowo mulut ember bocor ini sehingga tanpa kusadar raka Steffany sudah berada disampingku “ Kamu ini dari tadi ribut aja, sini ikut aku” ucap steffany menarik tangan gue dan membawa gue pergi meninggalkan ruang kelas.

“Kita mau kemana raka?”

“Ke ruangan komite disiplin.”

“Lha kok saya yang dibawa? Cowo tadi harusnya dong, kan dia yang salah. Gimana sih?”

“Udah ah jangan banyak protes.”

“Nggak bisa gitu dong raka, jelas-jelas saya nggak salah kok.”

“Kamu masih nggak mau ngaku salah?”

“Jelas nggak lah. Memang jelas-jelas aku nggak ada salah, dia duluan tuh yang buat gara-gara.”

“Ok, kalau gitu coba keluarin buku tulis kamu.”

“Eh…buku tulis? Buat apa raka?” jawabku gugup.

“Nggak usah banyak tanya deh, keluarin cepet.”

“Ma…maaf raka, saya ng…nggak bawa.”

“Kalau gitu kamu pasti udah ngerti kan kesalahan kamu itu apa?”

“I…iya, maaf raka. Tapi…tolong dong raka jangan dilaporin sama komite disiplin lagi.”

“Maaf ya andre, aku nggak bisa menolong kamu. Itu udah peraturan di sekolah ini, mending kamu berdoa aja semoga yang giliran jaga orangnya lagi baik.”

Ya semoga aja gitu…

Diubah oleh kesshou 22-12-2015 20:47
khodzimzz
khodzimzz memberi reputasi
1
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.