- Beranda
- Stories from the Heart
Psychopath Journal [Cerita Fiksi]
...
TS
playas
Psychopath Journal [Cerita Fiksi]
Welcome To My New Thread
Sorry untuk kebanyakan Thread Gw yang terbuang sia-sia karna gw gak terlalu bisa mengingat semuanya tentang apa-apa well ini cerita akan menjadi Cerita fiksi karna mudah dikarang tidak seperti cerita Real
Ok Ini cerita adalah BB+ bukan ada Ehm-Ehem Tapi banyaknya pembunuhan yang sangat dahsyat terjadi pada part diatas belasan
BTW SALAM #MakanOrang

So Here We Are...
![Psychopath Journal [Cerita Fiksi]](https://s.kaskus.id/images/2015/11/02/8166708_20151102090055.jpg)
![Psychopath Journal [Cerita Fiksi]](https://s.kaskus.id/images/2015/11/03/8166708_20151103022831.jpg)
![Psychopath Journal [Cerita Fiksi]](https://s.kaskus.id/images/2015/11/03/8166708_20151103022907.jpg)
Sorry untuk kebanyakan Thread Gw yang terbuang sia-sia karna gw gak terlalu bisa mengingat semuanya tentang apa-apa well ini cerita akan menjadi Cerita fiksi karna mudah dikarang tidak seperti cerita Real
Ok Ini cerita adalah BB+ bukan ada Ehm-Ehem Tapi banyaknya pembunuhan yang sangat dahsyat terjadi pada part diatas belasan
BTW SALAM #MakanOrang

Spoiler for Season I Index:
Spoiler for Season II Index:
Spoiler for Pertanyaan:
Spoiler for Jadwal Update:
So Here We Are...
![Psychopath Journal [Cerita Fiksi]](https://s.kaskus.id/images/2015/11/02/8166708_20151102090055.jpg)
![Psychopath Journal [Cerita Fiksi]](https://s.kaskus.id/images/2015/11/03/8166708_20151103022831.jpg)
![Psychopath Journal [Cerita Fiksi]](https://s.kaskus.id/images/2015/11/03/8166708_20151103022907.jpg)
Diubah oleh playas 30-05-2016 18:33
anasabila memberi reputasi
1
6K
40
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•53.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
playas
#24
PART VIII (George My Brother)
12 hari sudah aku di penjara...katanya nanti mau di datangkan psikolog tapi tak ada kabarnya juga? dan aku di pindahkan Sel karna mereka takut aku membunuh orang lagi di dalam Cell.
"Hmmm.." kuberdehem pelan didalam kesunyian.
"Ini makan malammu." kata seorang pria dari balik cell dan mebuka pintu cell..
"taruh saja disana..." kataku lirih.
"haha kau psychopath yang aneh dan kannibal.." dia malah berjalan dan duduk disampingku...Apakah dia tak takut?."
"Kenapa kau masuk?." Kataku lirih lagi.
"Tidak boleh ya? ini pisaumu." katanya menyerahkan pisau pocketku yang selalu ku bawa dan banyak korban disana (pisau pocket).
Ku mengambil pisau pocketku lalu menatap wajah pria itu...Wait...George!?
"Goerge!?." Kataku kaget.
"Yes Brother..I'm Here...For You.." katanya tersenyum
(Iya Kakak..Aku Disini Untukmu...)
"How Did You Go To Indonesia!?." kataku kaget melihatnya.
(Bagaimana kau pergi ke indonesia!?)
"I Got Our Father Credit Card." katanya senang.
(Aku dapat kartu kredit ayah kita)
"You are so stupid hahhahaaha." kataku sambil tertawa karena ulahnya.
(Kau sangat - sangat bodoh)
"Well Now Let's Go.." katanya bangun lalu menarik tanganku dan berlari sekencang-kencangnya keluar dari Kantor Polisi.
(Jadi...Ayo Sekarang Kita Pergi.)
Didalam perjalanan orang melihatku aneh karena cuma aku yang memakai baju penjara dan aku ingat Hoodieku ada di tempat dimana penangkapanku terjadi...yaitu di depan Kos-Kos'an ku.
"George i need to get my Hoodie back." kataku kepadanya
(Geroge aku ingin menambil Hoodieku kembali)
"We Will Get It." Katanya bersemangat.
(Kita akan mendapatkan itu)
tiba-tiba ada 5 Polisi yang menghalau jalan kami dengan pistol ditangan
"Angkat Tangan!." Kata salah satu seorang Polisi.
"No!." kataku sembari melemparkan pisau pocketku ke arah leher polisi tadi dan terkena disana polisi tadi teriak-teriak seperti orang gila.
"ARGHHHHHH LEHERKU!!!!!!!!!!!!!!!!." Teriaknya dan banyak sekali darah yang keluar dari lehernya yang kena tusuk
"Briptu Doni!." Teriak salah seorang polisi.
"Tembak Saja DIa!." Kata seseorang lagi dan mereka menembakki kami dengan peluru-peluru tetapi tak kena malah melewati badan kami secara terus menerus.
"Matrix? We Got You!." (Matrix? kami mendapatkanmu) kata George sambil lari ke salah seorang polisi lalu menusuk kepala polisi tadi dengan Trisulanya secara berulang-ulang...polisi tadi teriak kesakitan dan akhirnya mati dengan darah berceceran diatas Aspal..melihat itu aku berlari ke salah seorang polisi yang hendak menembak George ku melompat lalu ku tendang kepalanya seperti Atraksi Ninja dijalanan kepala polisi tadi terbentur kaca mobil hingga kaca mobil pecah dan kepala polisi tadi berdarahan.
"AHHHHHHHH SAKIIITTTT." teriaknya kesakitan.
"DIam!." kataku menginjak Alat Vitalnya selama berulang-ulang.
"AGHHHHHHH!!!!." Teriaknya sangat kesakitan lalu ku mengambil pistolnya dan menembakkan peluru ke seseorang dibalik George yang ingin menangkapnya.
SFX : "DOORRR." suara tembakkan pistol menggelegar dan tembus kearah kepala seseorang itu terlihat darah mengalir dari kedua sisi kepala orang tersebut mengaliri jalan itu.
"Sekarang...Kalau Kalian tak minggir kalian akan mati seperti ke-5 polisi ini." kataku dengan mata merah kepada para warga sambil menunjuk mereka.
"Let's Go Brother..." kata Geroge yang lari sangat cepat...dia sangat bersemangat..
(Mari kita Pergi Saudaraku)
ENDING OF PART VIII
12 hari sudah aku di penjara...katanya nanti mau di datangkan psikolog tapi tak ada kabarnya juga? dan aku di pindahkan Sel karna mereka takut aku membunuh orang lagi di dalam Cell.
"Hmmm.." kuberdehem pelan didalam kesunyian.
"Ini makan malammu." kata seorang pria dari balik cell dan mebuka pintu cell..
"taruh saja disana..." kataku lirih.
"haha kau psychopath yang aneh dan kannibal.." dia malah berjalan dan duduk disampingku...Apakah dia tak takut?."
"Kenapa kau masuk?." Kataku lirih lagi.
"Tidak boleh ya? ini pisaumu." katanya menyerahkan pisau pocketku yang selalu ku bawa dan banyak korban disana (pisau pocket).
Ku mengambil pisau pocketku lalu menatap wajah pria itu...Wait...George!?
"Goerge!?." Kataku kaget.
"Yes Brother..I'm Here...For You.." katanya tersenyum
(Iya Kakak..Aku Disini Untukmu...)
"How Did You Go To Indonesia!?." kataku kaget melihatnya.
(Bagaimana kau pergi ke indonesia!?)
"I Got Our Father Credit Card." katanya senang.
(Aku dapat kartu kredit ayah kita)
"You are so stupid hahhahaaha." kataku sambil tertawa karena ulahnya.
(Kau sangat - sangat bodoh)
"Well Now Let's Go.." katanya bangun lalu menarik tanganku dan berlari sekencang-kencangnya keluar dari Kantor Polisi.
(Jadi...Ayo Sekarang Kita Pergi.)
Didalam perjalanan orang melihatku aneh karena cuma aku yang memakai baju penjara dan aku ingat Hoodieku ada di tempat dimana penangkapanku terjadi...yaitu di depan Kos-Kos'an ku.
"George i need to get my Hoodie back." kataku kepadanya
(Geroge aku ingin menambil Hoodieku kembali)
"We Will Get It." Katanya bersemangat.
(Kita akan mendapatkan itu)
tiba-tiba ada 5 Polisi yang menghalau jalan kami dengan pistol ditangan
"Angkat Tangan!." Kata salah satu seorang Polisi.
"No!." kataku sembari melemparkan pisau pocketku ke arah leher polisi tadi dan terkena disana polisi tadi teriak-teriak seperti orang gila.
"ARGHHHHHH LEHERKU!!!!!!!!!!!!!!!!." Teriaknya dan banyak sekali darah yang keluar dari lehernya yang kena tusuk
"Briptu Doni!." Teriak salah seorang polisi.
"Tembak Saja DIa!." Kata seseorang lagi dan mereka menembakki kami dengan peluru-peluru tetapi tak kena malah melewati badan kami secara terus menerus.
"Matrix? We Got You!." (Matrix? kami mendapatkanmu) kata George sambil lari ke salah seorang polisi lalu menusuk kepala polisi tadi dengan Trisulanya secara berulang-ulang...polisi tadi teriak kesakitan dan akhirnya mati dengan darah berceceran diatas Aspal..melihat itu aku berlari ke salah seorang polisi yang hendak menembak George ku melompat lalu ku tendang kepalanya seperti Atraksi Ninja dijalanan kepala polisi tadi terbentur kaca mobil hingga kaca mobil pecah dan kepala polisi tadi berdarahan.
"AHHHHHHHH SAKIIITTTT." teriaknya kesakitan.
"DIam!." kataku menginjak Alat Vitalnya selama berulang-ulang.
"AGHHHHHHH!!!!." Teriaknya sangat kesakitan lalu ku mengambil pistolnya dan menembakkan peluru ke seseorang dibalik George yang ingin menangkapnya.
SFX : "DOORRR." suara tembakkan pistol menggelegar dan tembus kearah kepala seseorang itu terlihat darah mengalir dari kedua sisi kepala orang tersebut mengaliri jalan itu.
"Sekarang...Kalau Kalian tak minggir kalian akan mati seperti ke-5 polisi ini." kataku dengan mata merah kepada para warga sambil menunjuk mereka.
"Let's Go Brother..." kata Geroge yang lari sangat cepat...dia sangat bersemangat..
(Mari kita Pergi Saudaraku)
ENDING OF PART VIII
0
: Bang ini Real Or Fiksi
: Fiksi