- Beranda
- Stories from the Heart
Psychopath Journal [Cerita Fiksi]
...
TS
playas
Psychopath Journal [Cerita Fiksi]
Welcome To My New Thread
Sorry untuk kebanyakan Thread Gw yang terbuang sia-sia karna gw gak terlalu bisa mengingat semuanya tentang apa-apa well ini cerita akan menjadi Cerita fiksi karna mudah dikarang tidak seperti cerita Real
Ok Ini cerita adalah BB+ bukan ada Ehm-Ehem Tapi banyaknya pembunuhan yang sangat dahsyat terjadi pada part diatas belasan
BTW SALAM #MakanOrang

So Here We Are...
![Psychopath Journal [Cerita Fiksi]](https://s.kaskus.id/images/2015/11/02/8166708_20151102090055.jpg)
![Psychopath Journal [Cerita Fiksi]](https://s.kaskus.id/images/2015/11/03/8166708_20151103022831.jpg)
![Psychopath Journal [Cerita Fiksi]](https://s.kaskus.id/images/2015/11/03/8166708_20151103022907.jpg)
Sorry untuk kebanyakan Thread Gw yang terbuang sia-sia karna gw gak terlalu bisa mengingat semuanya tentang apa-apa well ini cerita akan menjadi Cerita fiksi karna mudah dikarang tidak seperti cerita Real
Ok Ini cerita adalah BB+ bukan ada Ehm-Ehem Tapi banyaknya pembunuhan yang sangat dahsyat terjadi pada part diatas belasan
BTW SALAM #MakanOrang

Spoiler for Season I Index:
Spoiler for Season II Index:
Spoiler for Pertanyaan:
Spoiler for Jadwal Update:
So Here We Are...
![Psychopath Journal [Cerita Fiksi]](https://s.kaskus.id/images/2015/11/02/8166708_20151102090055.jpg)
![Psychopath Journal [Cerita Fiksi]](https://s.kaskus.id/images/2015/11/03/8166708_20151103022831.jpg)
![Psychopath Journal [Cerita Fiksi]](https://s.kaskus.id/images/2015/11/03/8166708_20151103022907.jpg)
Diubah oleh playas 30-05-2016 18:33
anasabila memberi reputasi
1
6K
40
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•53.7KAnggota
Tampilkan semua post
TS
playas
#20
PART VII (Paman Risaldiansyah...)
Aku sekarang sudah kembali ke lingkungan Kos-Kossan ku ya sama seperti biasanya Ramai dengan para anak Kos yang berkeliaran kesana kemari...
"Hoi!." Teriak seseorang sembari menunjukku dengan Jari Telunjuknya.dan kulihat Bajunya adalah Baju dari Kepolisian Daerah.
"Kau ditangkap atas tindak pembunuhan kemarin di jalan Antasari.." kata bapak itu lagi ternyata dia Polisi.
"Lalu?.." kataku sembari merundukkan kepalaku.
"Kau ditangkap." dia berjalan mendatangiku dengan sangat perlahan.
ku mengeluarkan pisau pocketku dari kantung secara diam-diam lalu ku melompat dari kursi dan menusuk mata dari polisi dengan menggunakan pisau pocket...yang sudah berlumuran darah...dia berteriak nyaring sekali
"HAAAAAAAAAA MATAKU!!! DASAR KAU B*NGS*T!." Polisi tadi berteriak dan tiba-tiba datang gerombolan Polisi dari bawah tangga menuju ketempatku berada.
"Hmmm bagus sekali." ku tendang perut dari polisi tadi dan dia mengerang kesakitan lalu ku masukkan pisauku sangat dalam ke arah mata polisi dan menembus matanya yang terbelah menjadi dua..dia teriak kesakitan lalu ku mencabut pisauku dari mata polisi tadi dan berlari ke arah tembok yang rendah disamping kiri kamarku lalu ku melompatinya dan melompat turun kebawah...ku jatuh dalam posisi berlutut di depan rumah seseorang.
"Ada Apa Ini?." kata seorang Pria yang ku tahu si pemilik Rumah itu.
"Tidak ada apa apa.." kataku dingin terhadapnya lalu ku bangun dan berlari sembari ku melihat ke belakang polisi mengejarku dengan berlari dan ada yang naik motor.
"Tunggu kau!." Teriak salah satu Polisi yang ku kenal adalah...Pamannya Risaldiansyah!?...
Salah satu motor hampir menabrakku tetapi aku melompat kekiri dan mengeluarkan Pisau Dapur yang kusimpan di sakuku sembari ku menusukkan pisau tersebut kearah leher Paman Risaldiansyah.
"AGGHHHH DASAR B*JINGAN KAU!." dia berteriak dan mulutnya mulai mengeluarkan darah begitu juga lehernya pisau tersebut kulepas dari lehernya lau ku tendang perutnya dan ku hantamkan kepalanya ke arah lututku berulang-ulang hingga kepalanya berlumuran darah.
"K...K...Au..." Paman Risaldiansyah pun mati di genggamanku lalu ku berlari menjauh dari para Polisi lain dan...kakiku terkena tembakkan pistol lalu ku terjatuh dan berguling-guling di jalanan.
"Dapat kau.." kata Pak Polisi.lalu memborgol tanganku
"Pak 2 Polisi telah dikabarkan Tewas karna anak itu... yang pertama Briptu.Nasir dan yang kedua Bripda Budi." kata seseorang dari belakang.
"Lepaskan Aku Bodoh!." kataku berteriak kepadanya.
"Kau Ditangkap nak.." katanya lalu menangkatu dan membawaku kearah mobil Polisi.
"Hmm kalau kau bisa." kataku sembari menendangkan tumitku ke belakang kearah selangkangan polisi yang memegangku dari belakang lalu ku jatuhkan diri dalam posisi terlentang karena tenagaku sudah habis dan aku hanya melihat bercak-bercak hitam menutupi mataku..ya aku pingsan...
Saat aku bangun aku melihat ada 4 orang yang duduk disampingku dan didepanku terlihat sebuah Pilar-Pilar kecil terbuat dari besi...aku berada di Penjara...
"Kau kenapa masuk penjara?." kata seorang pria bertanya padaku.
"membunuh.." kataku lirih.
"Berapa Orangyang kau Bunuh?." Katanya lagi.
"16..." kataku lirih lagi.
"Hmmm kau sudah pengalaman ya?." katanya lalu berdiri dan menendang punggungku...terasa sakit sekali.
"Kenapa kau menendangku? dasar bodoh.." kataku sedikit meninggikan nadaku.
"Kenapa kau tidak suka!?." katanya berteriak.
Ku berdiri lalu ku tendang kepala Pria tadi dan dia tampak oleng bekas tendanganku..lalu ku pukul wajahnya dengan brutal sebanyak 14x pukulan dari kedua tanganku meluncur kearah wajahnya...disana terlihat darah segar mengalir dari hidungnya...lalu ku hantamkan lutut kiriku kearah perut pria tadi dengan sangat brutal dan saat itu aku mendengar bunyi "KREK" ya itu adalah suara tulang rusuknya yang patah sekarang dia terbaring terkapar dan meringis kesakitan sambil berteriak-teriak tak jelas dan datanglah 2 orang polisi kedalam SelKu.
"Kau baru saja buat orang mati dan sekarang mau buat orang mati lagi?." kata Polisi 1.
"hmm dasar penjahat ya begini seharusnya kau dibawa ke negaramu balik saja." kata Polisi 2.
"Kau Peduli?." kataku lirih..
"AAGHHHHH TOLLOONNGG TULANG RUSUKKU AHHHGGHH." Pria tadi berteriak sangat nyaring dan suaranya melengking..langsung ku injak kepalanya dan seketika itu dia diam...injakanku sangat keras tadi apakah dia pingsan atau...
ENDING OF PART VII
Aku sekarang sudah kembali ke lingkungan Kos-Kossan ku ya sama seperti biasanya Ramai dengan para anak Kos yang berkeliaran kesana kemari...
"Hoi!." Teriak seseorang sembari menunjukku dengan Jari Telunjuknya.dan kulihat Bajunya adalah Baju dari Kepolisian Daerah.
"Kau ditangkap atas tindak pembunuhan kemarin di jalan Antasari.." kata bapak itu lagi ternyata dia Polisi.
"Lalu?.." kataku sembari merundukkan kepalaku.
"Kau ditangkap." dia berjalan mendatangiku dengan sangat perlahan.
ku mengeluarkan pisau pocketku dari kantung secara diam-diam lalu ku melompat dari kursi dan menusuk mata dari polisi dengan menggunakan pisau pocket...yang sudah berlumuran darah...dia berteriak nyaring sekali
"HAAAAAAAAAA MATAKU!!! DASAR KAU B*NGS*T!." Polisi tadi berteriak dan tiba-tiba datang gerombolan Polisi dari bawah tangga menuju ketempatku berada.
"Hmmm bagus sekali." ku tendang perut dari polisi tadi dan dia mengerang kesakitan lalu ku masukkan pisauku sangat dalam ke arah mata polisi dan menembus matanya yang terbelah menjadi dua..dia teriak kesakitan lalu ku mencabut pisauku dari mata polisi tadi dan berlari ke arah tembok yang rendah disamping kiri kamarku lalu ku melompatinya dan melompat turun kebawah...ku jatuh dalam posisi berlutut di depan rumah seseorang.
"Ada Apa Ini?." kata seorang Pria yang ku tahu si pemilik Rumah itu.
"Tidak ada apa apa.." kataku dingin terhadapnya lalu ku bangun dan berlari sembari ku melihat ke belakang polisi mengejarku dengan berlari dan ada yang naik motor.
"Tunggu kau!." Teriak salah satu Polisi yang ku kenal adalah...Pamannya Risaldiansyah!?...
Salah satu motor hampir menabrakku tetapi aku melompat kekiri dan mengeluarkan Pisau Dapur yang kusimpan di sakuku sembari ku menusukkan pisau tersebut kearah leher Paman Risaldiansyah.
"AGGHHHH DASAR B*JINGAN KAU!." dia berteriak dan mulutnya mulai mengeluarkan darah begitu juga lehernya pisau tersebut kulepas dari lehernya lau ku tendang perutnya dan ku hantamkan kepalanya ke arah lututku berulang-ulang hingga kepalanya berlumuran darah.
"K...K...Au..." Paman Risaldiansyah pun mati di genggamanku lalu ku berlari menjauh dari para Polisi lain dan...kakiku terkena tembakkan pistol lalu ku terjatuh dan berguling-guling di jalanan.
"Dapat kau.." kata Pak Polisi.lalu memborgol tanganku
"Pak 2 Polisi telah dikabarkan Tewas karna anak itu... yang pertama Briptu.Nasir dan yang kedua Bripda Budi." kata seseorang dari belakang.
"Lepaskan Aku Bodoh!." kataku berteriak kepadanya.
"Kau Ditangkap nak.." katanya lalu menangkatu dan membawaku kearah mobil Polisi.
"Hmm kalau kau bisa." kataku sembari menendangkan tumitku ke belakang kearah selangkangan polisi yang memegangku dari belakang lalu ku jatuhkan diri dalam posisi terlentang karena tenagaku sudah habis dan aku hanya melihat bercak-bercak hitam menutupi mataku..ya aku pingsan...
Saat aku bangun aku melihat ada 4 orang yang duduk disampingku dan didepanku terlihat sebuah Pilar-Pilar kecil terbuat dari besi...aku berada di Penjara...
"Kau kenapa masuk penjara?." kata seorang pria bertanya padaku.
"membunuh.." kataku lirih.
"Berapa Orangyang kau Bunuh?." Katanya lagi.
"16..." kataku lirih lagi.
"Hmmm kau sudah pengalaman ya?." katanya lalu berdiri dan menendang punggungku...terasa sakit sekali.
"Kenapa kau menendangku? dasar bodoh.." kataku sedikit meninggikan nadaku.
"Kenapa kau tidak suka!?." katanya berteriak.
Ku berdiri lalu ku tendang kepala Pria tadi dan dia tampak oleng bekas tendanganku..lalu ku pukul wajahnya dengan brutal sebanyak 14x pukulan dari kedua tanganku meluncur kearah wajahnya...disana terlihat darah segar mengalir dari hidungnya...lalu ku hantamkan lutut kiriku kearah perut pria tadi dengan sangat brutal dan saat itu aku mendengar bunyi "KREK" ya itu adalah suara tulang rusuknya yang patah sekarang dia terbaring terkapar dan meringis kesakitan sambil berteriak-teriak tak jelas dan datanglah 2 orang polisi kedalam SelKu.
"Kau baru saja buat orang mati dan sekarang mau buat orang mati lagi?." kata Polisi 1.
"hmm dasar penjahat ya begini seharusnya kau dibawa ke negaramu balik saja." kata Polisi 2.
"Kau Peduli?." kataku lirih..
"AAGHHHHH TOLLOONNGG TULANG RUSUKKU AHHHGGHH." Pria tadi berteriak sangat nyaring dan suaranya melengking..langsung ku injak kepalanya dan seketika itu dia diam...injakanku sangat keras tadi apakah dia pingsan atau...
ENDING OF PART VII
0
: Bang ini Real Or Fiksi
: Fiksi