Kaskus

Story

jayanagariAvatar border
TS
jayanagari
Sometimes Love Just Ain't Enough
Halo, gue kembali lagi di Forum Stories From The Heart di Kaskus ini emoticon-Smilie
Semoga masih ada yang inget sama gue ya emoticon-Malu
Kali ini gue kembali lagi dengan sebuah cerita yang bukan gue sendiri yang mengalami, melainkan sahabat gue.
Semoga cerita gue ini bisa berkenan di hati para pembaca sekalian emoticon-Smilie

Sometimes Love Just Ain't Enough



*note : cerita ini sudah seizin yang bersangkutan.


Quote:


Quote:
Diubah oleh jayanagari 24-04-2016 00:40
pulaukapokAvatar border
afrizal7209787Avatar border
DhekazamaAvatar border
Dhekazama dan 8 lainnya memberi reputasi
9
422K
1.5K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread53.5KAnggota
Tampilkan semua post
jayanagariAvatar border
TS
jayanagari
#468
PART 22

Spoiler for :


Setelah kejadian malam itu, hubungan gue dan Sherly tetap seperti biasa. Kami berdua kembali tenggelam dalam rutinitas perkuliahan sehari-hari, dan beberapa kegiatan tambahan. Di waktu malam kadang-kadang gue iseng melongokkan kepala keluar pagar kosan gue, dan melihat kosan Sherly yang terletak gak jauh dari sini. Sering terlintas pikiran untuk mengajaknya keluar, tapi pikiran gue untuk menahan itu selalu lebih kuat. Belum waktunya, katanya.

Di suatu malam.
Malam itu hujan turun rintik-rintik. Agaknya cuaca tahun ini memang basah, hampir setiap hari ada saat-saat dimana hujan turun walaupun hanya sedikit. Gue duduk di sebuah tembok pembatas rendah di warung kelontong langganan gue, sambil mengepit rokok diantara jemari tangan kanan gue. Gue menoleh ke Sherly, yang duduk di sebelah gue sambil meminum sekaleng cincau yang barusan dibelinya di warung.

Quote:


Gue menarik napas panjang, dan memandangi motor-motor yang menembus rintik hujan malam itu. Sesekali ada orang berlalu lalang di trotoar di samping kami. Gue menoleh lagi ke Sherly.

Quote:


Mendengar pertanyaan itu, Sherly menoleh ke gue, dan memandangi gue untuk beberapa saat. Kemudian dia membuang pandangannya ke depan, dan menunduk sambil tersenyum.

Quote:


Gue gak menyangka jawabannya akan seperti itu. Gue memandanginya dengan heran. Sherly kemudian menoleh ke gue untuk melihat ekspresi wajah gue, dan membuang pandangannya ke atas sambil tersenyum.

Quote:


Sherly terdiam sejenak, dan menarik napas. Dia kemudian menjawab pertanyaan gue itu sambil memainkan kakinya.

Quote:


Pandangan Sherly menerawang ke depan, jauh ke depan, entah kemana. Mungkin samar-samar dia bisa melihat masa depannya. Kemudian gue mendengar dia berbicara lagi dengan suara lembut.

Quote:


Gue terdiam mendengar ucapan Sherly itu. Hal-hal yang samasekali gak jadi pikiran gue ternyata merupakan kemewahan yang tak terhingga buat Sherly. Dan gue menyesal kenapa gue terlambat menyadari itu. Gue malu, bahwa selama ini gue gak bersyukur akan orang tua gue. Sebuah anugerah yang seharusnya selalu gue syukuri hingga gue berhenti bernapas nanti.

Kemudian mendadak terlintas di pikiran gue sebuah ide yang menurut gue gila. Tapi gak ada salahnya untuk gue tawarkan, siapa tahu bisa menyenangkan Sherly, batin gue.

Quote:


Sherly menoleh dengan kaget. Wajarlah, karena pertanyaan gue begitu mendadak, dan kami berdua sama sekali gak pernah membicarakan hal tersebut.

Quote:


Sherly terlihat berpikir, dari pandangannya gue tahu dia ragu. Gue tersenyum.

Quote:


Sherly menoleh ke gue, dan tersenyum. Manis dan cantik. Seakan kerasnya dunia gak melunturkan semangatnya untuk selalu menjadi pelita dalam kegelapan.

Quote:


Sherly berpikir sejenak. Kemudian dia mengangguk sambil tersenyum.

Quote:


Gue menghela napas lega, dan bahagia atas senyum yang mengembang di bibir Sherly.

Quote:

itkgid
oktavp
pulaukapok
pulaukapok dan 5 lainnya memberi reputasi
4
Tutup
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.