- Beranda
- Stories from the Heart
Psychopath Journal [Cerita Fiksi]
...
TS
playas
Psychopath Journal [Cerita Fiksi]
Welcome To My New Thread
Sorry untuk kebanyakan Thread Gw yang terbuang sia-sia karna gw gak terlalu bisa mengingat semuanya tentang apa-apa well ini cerita akan menjadi Cerita fiksi karna mudah dikarang tidak seperti cerita Real
Ok Ini cerita adalah BB+ bukan ada Ehm-Ehem Tapi banyaknya pembunuhan yang sangat dahsyat terjadi pada part diatas belasan
BTW SALAM #MakanOrang

So Here We Are...
![Psychopath Journal [Cerita Fiksi]](https://s.kaskus.id/images/2015/11/02/8166708_20151102090055.jpg)
![Psychopath Journal [Cerita Fiksi]](https://s.kaskus.id/images/2015/11/03/8166708_20151103022831.jpg)
![Psychopath Journal [Cerita Fiksi]](https://s.kaskus.id/images/2015/11/03/8166708_20151103022907.jpg)
Sorry untuk kebanyakan Thread Gw yang terbuang sia-sia karna gw gak terlalu bisa mengingat semuanya tentang apa-apa well ini cerita akan menjadi Cerita fiksi karna mudah dikarang tidak seperti cerita Real
Ok Ini cerita adalah BB+ bukan ada Ehm-Ehem Tapi banyaknya pembunuhan yang sangat dahsyat terjadi pada part diatas belasan
BTW SALAM #MakanOrang

Spoiler for Season I Index:
Spoiler for Season II Index:
Spoiler for Pertanyaan:
Spoiler for Jadwal Update:
So Here We Are...
![Psychopath Journal [Cerita Fiksi]](https://s.kaskus.id/images/2015/11/02/8166708_20151102090055.jpg)
![Psychopath Journal [Cerita Fiksi]](https://s.kaskus.id/images/2015/11/03/8166708_20151103022831.jpg)
![Psychopath Journal [Cerita Fiksi]](https://s.kaskus.id/images/2015/11/03/8166708_20151103022907.jpg)
Diubah oleh playas 30-05-2016 18:33
anasabila memberi reputasi
1
6K
40
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•53.7KAnggota
Tampilkan semua post
TS
playas
#2
PART II (Tak Terduga...)
Ku menyusuri jalan yang sangat sepi diKota yang bernama Samarinda ini yang berada di pulau Kalimantan Timur banyak sekali pohon-pohon yang rindang disini....Dikota ini sangat sejuk dengan angin yang sepoi-sepoi menerpa dedauan terbang menjauh dari pohonnya.
"Hmm." ku berdehem sambil melihat kepada gerombolan anak muda dengan pisau di kantongnya
"Stop...Mau kemana kamu memangnya!?." dia berteriak di depan wajahku dengan muka sangarnya.
"Terserahku.." ku berbicara sangat pelan semoga dia mendengarnya.
"Kalau kau mau lewat bagi duitmu atau kau mati disini." dia mengeluarkan pisau kecilnya dari kantung dengan tangan kirinya dan teman-temannya mulai bangun dari tempat duduknya."
"Haha bule biasanya ada duit banyak tuh." kata temannya di belakang.
"Aku tak ada duit.." ku berkata dengan lirih sambil menatap mata orang yang memegang pisau.
"Hahaha tak mungkin kau pasti kaya dasar bodoh." sembari dia mendorong pundakku ke belakang.
"Hmmm bagaimana kita membuat persetujuan? siapa yang menang mendapat duit?." ku menatap tajam matanya.
"Cukup baik apa persetujuannya?." dia menatap tajam mataku.
"Kita berkelahi 1 on 1 dengan senjata apa saja." ku menatapnya dengan tersenyum tipis.
"Hahahaha tak mungkin kau bisa menang." Dia tertawa menatapku.
"Pertandingan dimuali.." kataku sembari mengeluarkan pisau pocket kecil dari kantung kecilku lalu menusukkan keleher pria itu.
"AHHHH." dia berteriak sembari memegang lehernya yang sudah berlumuran darah sembari ku melepaskan pisauku dari lehernya
"Aku menang.." kataku mengambil sekantung uang dari ikat pinggangnya lalu ku berlari menjauh
"Hoi,Dia Lari!!." Teriak salah satu temannya dan mengejarku di belakang meninggalkan temannya yang berdarahan tadi.
kuberbalik kearah pria yang di belakangku sembari melemparkan pisau pocketku ke arah kepalanya dan hasil dia terjatuh dan terkapar dalam keadaan mati...
ku melihat kejadian itu dengan jelas...lalu ku mengambil pisauku dari kepalanya.
"Hmm cukup baik...korbanku baru 2.." ku merasakan sensasi nikmatnya membunuh seseorang.
Ku berjalan kearah Taksi yang berhenti lalu masuk.
"Ke bandara pak.." kataku kepada supir Taksi.
"Siap." kata supir Taksi tadi kepadaku
Sesampai disana ku mencari temanku yang bernama Andi Risaldiansyah yang sudah janji ingin datang menemui ku di Bandara..
ku melihat seseorang berjalan dari keramaian ya...dia temanku Andi Risaldiansyah yang berasal dari Makassar datang dengan barang bawaanya aku sudah mengenalnya lama sejak kami bertemu di Facebook..
"Ris!!." kuberteriak dari ramainya orang-orang.yang berlalu lalang di bandara
"Ger Sini!!." Risaldiansyah berteriak dari kejauhan sambil melambaikan tngan kearahku
"Tunggu!." Risaldiansyah berjalan kearahku sembari membawa tasnya."
"Udah lama nunggu?." kataku kepadanya.
"Iya Bro tadi Travel dulu dari Makassar ke Balikpapan terus naik pesawat kecil ke Samarinda." katanya
"Hmm Baguslah dikota ini kau hanya bisa tinggal denganku bukan?." kataku kepadanya
"Hahaha tidak ada saudara ayahku disini mungkin aku akan mendatanginya nanti." katnaya kepadaku
"Oklah aku antar kau mari ke taksi." kataku sembari membawa barang-barangnya dan memasukkan ke Bagasi taksi.
Nanti Di Lanjut Part 3
Ku menyusuri jalan yang sangat sepi diKota yang bernama Samarinda ini yang berada di pulau Kalimantan Timur banyak sekali pohon-pohon yang rindang disini....Dikota ini sangat sejuk dengan angin yang sepoi-sepoi menerpa dedauan terbang menjauh dari pohonnya.
"Hmm." ku berdehem sambil melihat kepada gerombolan anak muda dengan pisau di kantongnya
"Stop...Mau kemana kamu memangnya!?." dia berteriak di depan wajahku dengan muka sangarnya.
"Terserahku.." ku berbicara sangat pelan semoga dia mendengarnya.
"Kalau kau mau lewat bagi duitmu atau kau mati disini." dia mengeluarkan pisau kecilnya dari kantung dengan tangan kirinya dan teman-temannya mulai bangun dari tempat duduknya."
"Haha bule biasanya ada duit banyak tuh." kata temannya di belakang.
"Aku tak ada duit.." ku berkata dengan lirih sambil menatap mata orang yang memegang pisau.
"Hahaha tak mungkin kau pasti kaya dasar bodoh." sembari dia mendorong pundakku ke belakang.
"Hmmm bagaimana kita membuat persetujuan? siapa yang menang mendapat duit?." ku menatap tajam matanya.
"Cukup baik apa persetujuannya?." dia menatap tajam mataku.
"Kita berkelahi 1 on 1 dengan senjata apa saja." ku menatapnya dengan tersenyum tipis.
"Hahahaha tak mungkin kau bisa menang." Dia tertawa menatapku.
"Pertandingan dimuali.." kataku sembari mengeluarkan pisau pocket kecil dari kantung kecilku lalu menusukkan keleher pria itu.
"AHHHH." dia berteriak sembari memegang lehernya yang sudah berlumuran darah sembari ku melepaskan pisauku dari lehernya
"Aku menang.." kataku mengambil sekantung uang dari ikat pinggangnya lalu ku berlari menjauh
"Hoi,Dia Lari!!." Teriak salah satu temannya dan mengejarku di belakang meninggalkan temannya yang berdarahan tadi.
kuberbalik kearah pria yang di belakangku sembari melemparkan pisau pocketku ke arah kepalanya dan hasil dia terjatuh dan terkapar dalam keadaan mati...
ku melihat kejadian itu dengan jelas...lalu ku mengambil pisauku dari kepalanya.
"Hmm cukup baik...korbanku baru 2.." ku merasakan sensasi nikmatnya membunuh seseorang.
Ku berjalan kearah Taksi yang berhenti lalu masuk.
"Ke bandara pak.." kataku kepada supir Taksi.
"Siap." kata supir Taksi tadi kepadaku
Sesampai disana ku mencari temanku yang bernama Andi Risaldiansyah yang sudah janji ingin datang menemui ku di Bandara..
ku melihat seseorang berjalan dari keramaian ya...dia temanku Andi Risaldiansyah yang berasal dari Makassar datang dengan barang bawaanya aku sudah mengenalnya lama sejak kami bertemu di Facebook..
"Ris!!." kuberteriak dari ramainya orang-orang.yang berlalu lalang di bandara
"Ger Sini!!." Risaldiansyah berteriak dari kejauhan sambil melambaikan tngan kearahku
"Tunggu!." Risaldiansyah berjalan kearahku sembari membawa tasnya."
"Udah lama nunggu?." kataku kepadanya.
"Iya Bro tadi Travel dulu dari Makassar ke Balikpapan terus naik pesawat kecil ke Samarinda." katanya
"Hmm Baguslah dikota ini kau hanya bisa tinggal denganku bukan?." kataku kepadanya
"Hahaha tidak ada saudara ayahku disini mungkin aku akan mendatanginya nanti." katnaya kepadaku
"Oklah aku antar kau mari ke taksi." kataku sembari membawa barang-barangnya dan memasukkan ke Bagasi taksi.
Nanti Di Lanjut Part 3

0
: Bang ini Real Or Fiksi
: Fiksi