Kaskus

Story

fafakonsAvatar border
TS
fafakons
sepenggal kisah masa lalu di penghujung senja
sepenggal kisah masa lalu di penghujung senja


Senja yang bergegas tidak pernah meninggalkan bekas...
Senja selalu identik dengan keindahan warna jingga keemasannya.. Dan akan sangat sia2 jika kita berusaha untuk mengenapkan warnanya..
Andai aku terlahir sebagai senja.. Maka akan mudah bagiku membuatmu berdecak kagum dengan segala keindahan yang ku miliki.. Namun kenyataannya aku hanyalah seorang wanita penikmat senja.. Bukan orang yang memiliki keindahan seperti senja
Sudahlah..
Dibawah langit sore ini.. Aku menikmati racun kafein yang membuatku terbuai akan sepenggal kisah di masalaluku bersamanya
bersama dia.. orang yang tak pernah memanjakanku dengan kata cinta, tapi mampu menumbuhkan rasa cinta dalam hatiku
dia orang yang selalu mengatakan padaku bahwa jatuh cinta itu biasa saja.. tapi mampu memberiku sentuhan cinta yang sangat luar biasa..

maka Kini ijinkanlah aku untuk mengingat semuanya.. serta menuliskan tentang semua hal yang pernah aku lalui bersamanya...




Spoiler for index:


Diubah oleh fafakons 23-07-2017 07:51
syd1210Avatar border
anasabilaAvatar border
masdyannAvatar border
masdyann dan 3 lainnya memberi reputasi
4
270.1K
2K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread53.5KAnggota
Tampilkan semua post
fafakonsAvatar border
TS
fafakons
#130
PART XXVI
sesuai kesepakatan dengan anak2, hari sabtu ini bakal ada rapat santai buat semua anggota PPL dari kampus kami. tepat sepulang sekolah semua anak sudah berkumpul di basecamp, gak ada satu anakpun yang gak ikut. untuk rapat kali ini memang sifatnya memaksa, gak boleh ada yang gak ikut apapun alasannya.

setelah basa basi sebentar, rizki sebagai ketua membuka rapat yang dilaksanain siang ini. suasana yang awalnya rame bannget tiba2 jadi hening. semua anak dengerin si rizki ngomong.
rizki awalnya ngomongin masalah PPL kita sama PPL dari kampus tetangga, kemudian merembet kepada kedisiplinan anak2 yang membuat cmburu anak2 PPL yang notabenya rajin, kemudian merembet lagi kalo ada salah satu guru yang menegur kedisiplinan kita, sampai pada akhirnya rizki ngomong "sekarang temen2 mau gimana? kita hidup di sekolah yang ada aturannya, kalau temen2 mau semaunya sendiri mendingan gak usah PPL tapi main aja di pasar"
denger rizki ngomong gitu anak2 jadi tambah diem, gua liat mereka semua nunduk. gak ada satupun mata yang berani ngliatin rizki.. kecuali gua emoticon-Ngakak (S)

gua yang daritadi diem akhirnya angkat bicara, scara gua disini termasuk anak rajin
dan merasa sangat rugi kalau anak berangkat semaunya sendiri emoticon-Ngakak (S)

Quote:


setelah itu semua temen2 menandatangani kertas peraturan yang kita buat. kertas itu kita fotokopi dan kita tempelkan di setiap sudut basecamp biar semua anak bisa inget sama peraturan yang udah kita sepakati. sanksinya gak cuma sejumlah uang tapi lebih kepada penarikan dari kampus secara paksa emoticon-Takut (S)

urusan tanda tangan selesai akhirnya kita sharing2 santai. masing2 dari anak mengungkapkan apa yang mereka rasain selama satu bulan PPL disini. ada yang bilang kerasan, ada yang pengen cepet berakhir, ada yang sangat menikmati, tapi ada juga yang pengen mati (kalau yang ini gua bohong emoticon-Big Grin)

Quote:


anak2 yang awalnya ngobrol sendiri2 jadi diem, mereka ngliatin wangi sama bungu
termasuk gua.. jujur gua sendiri gak tau sama sekali. bunga yang tadinya ketawa sumringah tiba2 mimik mukanya berubah. berangsur2 senyum di wajahnya pudar,, dalam hitungan detik air mata dari kedua matanya meleleh membasahi pipinya.
tak ada jawaban dari mulut bunga, kami hanya bisa melihat tanpa tau apa yang harus kami lakukan
tangisnya pecah diruangan itu,, hanya isak tangis yang terdengar ditelinga kami
sampai pada akhirnya

Quote:


gua gak bisa cerita masalah bunga apa soalnya itu terlalu privasi.
gua bingung harus nglakuin apa buat meredakan isak tangis bunga. makin lama tangisnya gak mereda tapi semakin menjadi. pada akhirnya bunga berpamitan pulang diantarkan oleh wangi.

kejadian barusan membuat suasana rapat jadi makin gak kondusif. kami yang ada diruangan jadi menyimpan tanda tanya besar.. heran.. dan berusaha untuk tetap memaklumi keadaan bunga.

jam dinding menunjukkan pukul 15:00, kami keluar dari ruangan rapat dan bergegas untuk pulang.
sesampainya gua dirumah, ggua cek HP gua. ada 2 pesan masuk e HP gua. gua kira itu dari bayu, tapi ternyata gua salah. pesan itu dari nomor yang gak dikenal

Quote:


buseeetttt dah pikir gua
kenapa malah jadi kaya gini.. gua rasa gua gak salah. gua sama rizki cuma meluruskan apa yang harus diluruskan.. dan menurut gua dia nangis bukan gegara gua tapi kan dia nangis karena jawab pertanyaan dari wangi

Quote:


gua gak tau mesti jawab apa lagi.. ada ketakutan yang gua alami
reflek gua pencet nomornya si rizki dan ternyata tu nomor asing juga sms si rizki. entah apa yang rizki rasain cuma gua tau kalo ada nada ketakutan dari suaranya rizki soalnya yang sms rizki bukan cuma pacarnya si bunga tapi udah merambat ke orang tuanya pula.
waktu itu pikiran gua kalut banget.. gua main ke kos anak2 cuma buat sekedar mastiin anak2 ada apa gak yang disms sama pacar bunga.
ternyata cuma gua sama si rizki yang di sms sama tu orang.
malamnya nomor itu sms lagi,, berkali2 dan semuanya cuma ancaman kalo gua ketemu sama dia.

Quote:


bener aja, pagi itu gua dijemput sama bayu. kita berangkat bareng
sampai di sekolah gua ketemu sama bunga. entah kenapa gua males banget sama dia. gua sama sekali gak nyapa tu anak, begitu pula dengan si rizki
gak ada hal yang perlu diceritain sama hari2 gua di sekolah. beberapa hari ini gua berangkat bareng sama bayu.
sampai pada akhirnya gua berangkat bareng dan gua lihat ada anak laki-laki berkemeja putih sama celana hitam di basecamp kami.
asing wajahnya
lihat gua bunga langsung nunjuk gua sama rizki yang kebetulan datang sesaat setelah gua.
cowok itu menghampiri kita berdua dan setelah dia memperkenalkan diri gua baru tau kalau itu pacarnya bungu
gua cuma bisa senyum kecut waktu jabat tangan tu orang. ada sebuah senyum yang dipaksakan dari mulutnya

sepulang sekolah..keadaan sekolah udah sepi
gua keluar ruangan bareng sama rizki dan mas tyo
tiba2 cowok itu dateng sama si bunga.
tanpa babibu dia melotot dan membentak2 gua yang tepat di depannya.
entah setan apa yang merasuki pikirannya, bentakannya keras dan kata2 dari mulutnya semakin gak terkendali
bayu datang dan akhirnya dua anak manusia yang mengaku sudah dewasa ini cekcok mulut sambil berjalan ke parkiran motor. gua disuruh naik ke atas motor bayu dan kita melesat pulang membelah jalanan yang begitu teriknya.
dibelakang gua ada bunga sama cowoknya
mas tyo, rizki, dan sari
belum sampe ke kos empat motor ini tiba2 berhenti. gua yang awalnya ngira masalah inii udah selesai ternyata salah.
perdebatan masih berjalan,, mereka saling menuding dan meneriaki
gua bingung dan takut hal yang lebih buruk akan segera terjadi
gua tarik2 si bayu..
tapi gua malah dipelototin sama mata sipitnya
gua gak peduli
gua memohon2 untuk menghentikan semuanya
sampai pada akhirnya bunga kembali menangis
gua tarik bayu.. gua memohon dan sangat memohon untuk menyelesaikannya dengan cara yang baik2
tatapannya galaknya mulai meredup berganti menjadi tatapan iba
gua memohon sekali lagi
dia sentuh pipi gua pelan
mata gua pedas dan mungkin sudah memerah
dia rangkul gua dan ajak gua pulang

dia ajak gua kos atas..
kali ini suasana beda
ada gua, bayu, sari, mas tyo, sama rizki
kita duduk bersebelahan
tangan bayu memegang tangan gua
erat
ada rasa nyaman yang gua rasain.. gua merasa terlindungi
hampir setengah jam kita semua saling berdiam diri
sampai pada akhirnya ddrrrrtttt ddddrrrtttt
HP rizki bergetar
si nomor asing telfon
lama saling berbincang
akhirnya kita tau kalau pacar bunga minta maaf pada kami semua
kembali lagi kelegaan menghinggapi perasaan gua..

gua pulang diantar bayu.. sampai depan rumah dia ngomong
Quote:

Diubah oleh fafakons 01-11-2015 23:33
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.