Kaskus

Story

IlyasCoolAvatar border
TS
IlyasCool
The " X " Boss
Quote:




Quote:


Quote:



Quote:



Diubah oleh IlyasCool 06-02-2016 19:45
JabLai cOYAvatar border
junti27Avatar border
khodzimzzAvatar border
khodzimzz dan 7 lainnya memberi reputasi
6
721.1K
2.2K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
IlyasCoolAvatar border
TS
IlyasCool
#74
Part 2

Pada hari itu gue bersyukur banget gue bisa mendapatkan sebuah pekerjaan untuk diri gue, ya walaupun bukan sebagai karyawan atau pegawai pada umumnya tapi gue senang gue bisa membuat diri gue berguna untuk orang lain. Akhirnya siang itu gue diajak untuk ke rumahnya pak ahmed sekaligus bertemu anaknya pak Ahmed.

Di perjalanan pak Ahmed sempat bercerita bahwa istrinya telah lama meninggal ketika anak-anaknya masih dibangku SMP. Kemudian dia bercerita tentang anak bungsunya yang sikap nya mulai berubah semenjak sang Ibu meninggal gak seperti kakaknya yang kelihatan bisa menerima hal kalau ibu mereka sudah tiada.

" Ooohh jadi anak bapak 2 ya... " Tanya gue

" Iya, tapi yang bungsu itu lho, semenjak alm meninggal, sikapnya berubah gitu, lebih bandel, gak mau dengerin apa kata saya, sering banget pulang malem beda banget sama sifat kakaknya. "

" Hmmm mungkin butuh waktu pak, gak mungkin ngerubah sikap sebegitu cepatnya. "

" Makanya itu saya sebagai ayah butuh seseorang yang bisa memonitor dia, seperti kamu ini, jadi supir sekalian mengawasi dia lah, Soalnya saya khawatir sesuatu yang buruk terjadi pada dia. " Ucap pak ahmed

" Saya akan usahain ya pak untuk bekerja semaksimal mungkin emoticon-Smilie " Kata gue sambil tersenyum

' Oiya soal gaji, saya akan gaji kamu jumlahnya setengah dari gaji karyawan yang ada di perusahaan saya. "

" Baik pak , terima kasih "

Ketika sampai di pintu gerbang rumahnya , gue melihat rumahnya Pak ahmed yang cukup luas, walaupun hanya tingkat 1, tapi terlihat bahwa rumah pak ahmad terlihat lebar sekali. Gue pun hanya bisa terdiam sambil memandangi kondisi sekitar rumah. Gue pun setelah turun dari mobil diajak masuk ke dalam rumahnya.

" Assalamualaikum.. " Kata Pak ahmed sambil mengetuk pintu

Tak lama kemudian seseorang membuka pintu tersebut dan terlihat lah seorang perempuan berkacamata dengan wajahnya yang manis menyapa ayahnya yang baru saja pulang.

" Wa'alaikumsalam.. Eh ayah udah pulang emoticon-Smilie Ini siapa yah? " Sapanya dengan ramah lalu bertanya soal keberadaan gue

" Ajak masuk dulu dong biar enak ngobrolnya " kata pak ahmed kepada anaknya

" hehe iya emoticon-Big Grin, ayo masuk yuk... " Ajaknya kepada gue dan pak ahmed

Gue pun masuk ke dalem rumahnya pak Ahmed, dari dalem memang keliatan rumah ini lumayan besar, di dalam rumahnya diwarnai dengan unsur putih pada setiap dindingnya yang membuat ruangan terlihat lebih terang.

" Kak... tolong buatin minum yah buat Gege... " Pinta pak ahmed kepada anaknya

" Iya yahh... emoticon-Smilie " Ucapnya lalu pergi pergi

Tak menunggu lama, ia kembali dengan membawa segelas sirup dingin kepada gue dan kemudian pak ahmed mengenalkan gue kepada anak sulungnya.

" Kenalin ini gerry, yang jadi supir buat ade kamu nanti. Biar ade kamu ada yang ngawasin. " Ucap pak ahmed kepada anaknya

" Ihh si ayah mah bisa aja nyari nya yang masih muda lagi haha... emoticon-Big Grin, aku juga mau dong yah dicariin juga yang muda emoticon-Stick Out Tongue "

" emoticon-Malu " Entah gue harus ngomong apa..

" Jadi ge.. kamu mulai kerja lusa ya, saya saranin sih supaya kamu tinggal disini aja biar ga bolak balik Bogor, kan lumayan tuh "

" Huaa Bogor? Tinggal disini aja ya biar makin rame hihihi... " Kata anaknya pak Ahmed

" emoticon-Smilie , Iya ntar saya pikir2 lagi ya hehe " Kata gue tersenyum

" si Xena belum pulang ya kak? " Tanya Pak Ahmed

" Belum yaahh... dari tadi aku coba telfon gak diangkat terus sama dia... " Ucap sang kakak

" Hmmm... yaudah kalo gitu kita tunggu aja ya.."

" Hmmm permisi pak, non.. saya kayanya nunggu di luar aja yah , sekalian mau nyari udara sore... mau liat-liat halaman rumahnya "

" Oh iya silahkan, saya juga mau istirahat dulu bentar.. " Kata pak ahmed

Gue pun permisi dan keluar dari dalam rumahnya Pak Ahmed dan berjalan ke arah taman di halaman rumahnya Pak Ahmed. Gue merasakan angin sepoi sepoi yang berhembus sore ini. Sesekali gue melihat ke berbagai jenis tanaman yang di halaman rumahnya dan ternyata banyak sekali jenisnya. Mulai dari Anggrek, bunga kertas dll. Mungkin pak Ahmed sendiri adalah pecinta tanaman makanya ia memiliki banyak koleksi tanaman di rumahnya.

Beberapa saat kemudian gue pun memutuskan untuk duduk di teras rumahnya sambil menselonjorkan kaki gue. Sedang asiknya bersantai tiba-tiba terdengar suara perempuan dari belakang gue.

" Hai... emoticon-Smilie "

" Eh non... emoticon-Smilie " Kata gue tersenyum

" Aku duduk sini boleh ya " Sambil berjalan ke arah samping gue

" Iya non boleh... "

Dia pun kini duduk berada di sebelah gue dan menikmati segarnya angin sore ini.

" Kenalan dulu lah " Pintanya

" Kan tadi udah non dikenalin sama bapak.. " kata gue

" Tapi kan secara personal belumm " Katanya agak memaksa

" Gimana kata non aja deh... " Kata gue mengiyakan

" Aku Xhaviena emoticon-Smilie Panggil aja Vivi jangan non hihi... emoticon-Smilie" Kata dia menyodorkan tangannya ke gue untuk bersalaman

" Gerry emoticon-Smilie Panggil aja Gege ,non " Ucap gue menjabat tangannya

" Dibilang jangan panggil Non!! Kamu ih...!"

" Hehe iya maaf Vi... " Kata gue sambil menggaruk kepala

Gue pun mengetahui nama anak sulungnya Pak Ahmed, yaitu Xhaviena. Dimata gue saat dia pertama kali melihatnya, ia wanita yang baik, ramah dan juga ia juga cantik, Wajahnya juga seperti perpaduan antara orang indonesia dan juga turki. 1 Lagi, ia juga manis kalau dilihat emoticon-Smilie

" Umur kamu berapa sih... " Tanya Vivi

" 23.. "

" Kok samaan sih !!... Kamu baru lulus kuliah? "

" Ia baru aja lulus kok.. " Ucap gue

Gue pun berdua ngalor ngidul sambil menunggu adik nya pulang. Mulai dari menceritakan bagaimana awalnya gue bisa menerima tawaran untuk menjadi supir adiknya. Namun baru aja gue mau mendengar tentang cerita dari Vivi, sebuah taxi datang dan berhenti di depan rumahnya Pak Ahmed, dan kemudian Turun lah seorang gadis dari taxi tersebut...



sicepod
junti27
khodzimzz
khodzimzz dan 4 lainnya memberi reputasi
5
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.