Kaskus

Story

natashyaaAvatar border
TS
natashyaa
I Am (NOT) Your Sister
Dear Warga SFTH.

Sebelumnya ijinkan gue untuk menulis sepenggal kisah hidup gue di SFTH. Cerita ini bersumber dari pengalaman pribadi yang gue modifikasi sedemikian rupa sehingga membentuk cerita karangan gue sendiri. Cerita ini ditulis dengan dua sudut pandang berbeda dari kedua tokohnya.
So... langsung saja.


I Am (NOT) Your Sister

Big thanks to quatzlcoatlfor cover emoticon-Smilie

Quote:
Diubah oleh natashyaa 20-01-2018 23:32
imamarbaiAvatar border
pulaukapokAvatar border
itkgidAvatar border
itkgid dan 8 lainnya memberi reputasi
9
465.4K
3K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread53.4KAnggota
Tampilkan semua post
natashyaaAvatar border
TS
natashyaa
#1351
F Part 49

Di balik guyuran air yang keluar dari shower, gue memikirkan cerita dari Egi tadi.

“Mungkin lo sudah tau kalau ibunya Ani sudah meninggal. Tapi, lo belum tau tentang ibunya Ani. Gue bingung nyebutnya gimana ya, Tante Rani, ibu Ani punya semacam kelainan mental, gue juga nggak ngerti tentang itu tapi sewaktu kecil Ani sering disiksa oleh ibunya, makanya om Burhan sering nitipin Ani di rumah gue. Sering juga menginap bareng gue pas kecil.”
“Ani kecil sampai sekarang sifatnya masih polos aja gitu, sewaktu sering bermain dengan gue pas kecil dia selalu bergumam kalau ibu bakal sembuh, ibu pasti sembuh.”
“Kadang pas main ke rumah gue, suka ada luka lebam di tangan atau kakinya.”
“Pas ibunya udah meninggal, Ani sama ayahnya pindah rumah, dan semenjak itu dia jarang ke rumah gue lagi.”
“Pengalaman kekerasan yang dia alami pas kecil pasti adalah dampaknya bagi dia, gue khawatir tentang itu. Makanya lo sekarang sebagai kakaknya walau saudara tirinya baik-baiklah ama dia.”

Selesai mandi dan merapihkan tempat tidur, gue keluar kamar. Pukul 9 malam, suasana rumah sudah sangat sepi dengan lampu setiap ruangan sudah dimatikan. Ibu mungkin sudah tidur dan Burhan belum pulang. Gue kemudian mengetuk kamar Ani.

“Ni??” Ketuk gue.
Gue emang gak pernah sabaran, gue langsung mencoba membuka pintunya sendiri dan hasil sesuai tebakan gue, pintu kamar Ani tidak pernah dikunci. Gue kemudian masuk ke dalam kamarnya yang sangat berantakan dan gue tidak menemukan Ani di sana.
Gue kemudian mengecek kamar mandinya, gue buka lemarinya, gue cek kolong kasurnya dan dia tidak ada.
Where the hell is she…?

Gue keluar kamar, dari atas gue lihat ke bawah walaupun gelap setidaknya gue masih bisa melihat di setiap sudut ruangan. Gue kemudian langsung lari ke bawah menuruni tangga dan menyalakan setiap lampu ruangan tapi gue masih tidak menemukan keberadaan Ani. Seketika itu juga gue mulai panik kalau Ani menghilang. Gue pergi ke setiap ruangan atau kamar yang ada di rumah dan gue tidak menemukan dia. Gue tadinya ingin membangunkan ibu, tapi gue takut menganggu ibu yang sedang tidur.

Setelah mondar-mandir mencari kesana-kemari gue baru tersadar kalau pintu depan rumah terbuka. Apa jangan-jangan Ani kabur dari rumah?

Gue pun langsung pergi keluar rumah dan akhirnya gue temukan si Ani yang sedang duduk melamun di luar.
“Eh.. Lo ngapain duduk sendirian disini?” Kata gue sambil menahan nafas gue, berpura-pura supaya tidak kelihatan capek karena sudah berlari-lari di rumah mencari dia.
Gue kemudian ikut duduk disamping dia.
“Ni..?”Ujar gue sambil menoleh ke arah dia, memperhatikan raut wajahnya yang sepertinya sedih dan tatapannya kosong.
“Hey…!!”
“Halo?”
Tak ada jawaban sama sekali. Gue heran apa yang sebenarnya terjadi dengan anak ini, akhir-akhir ini aneh sekali. Gue yang kesal kemudian langsung berdiri berniat untuk masuk kembali ke dalam rumah. Anak yang tak tau diri, baru pertama kali gue khawatir banget tentang dia, tapi dianya sendiri seperti tidak mau dikhawatirkan.

“Tunggu kak.”

Akhirnya dua patah kata keluar dari mulutnya, gue kemudian tidak jadi menarik pintu.

“Apa?” Kata gue dengan nada sedikit kesal.

“Aku takut…” Lirih dia.

Gue kemudian duduk kembali disamping dia.

“Lo takut kenapa?” Tanya gue disampingnya sambil memainkan rambutnya, memutar-mutar ujung rambutnya.
“Aku baru ingat ternyata hari ini adalah hari kematian ibu aku.” Kata dia.
Air matanya mulai mengalir dan mengenai tangan gue yang sedang memainkan rambutnya.
“Aku sedih, aku ingat semua itu kak, aku tidak bisa menyembuhkan ibu aku.” Isak dia.
Gue mendengarkan.
“Aku tidak ingin kehilangan dia, bahkan pas pemakaman aku tidak berada di sana. Aku tidak boleh berada disana.”
“Sampai sekarang aku tidak tahu dimana makam ibu aku.”
Masih mendengarkan.
“Aku takut kak….”
“Aku takut kehilangan ibu kakak juga, aku sudah sangat menyayangi ibu kakak, aku menyayangi keluarga ini, aku sayang kakak.. Aku tidak mau merasakan kehilangan lagi.”
“Cukup!” Kata gue.
“Ayo masuk ke dalam, disini dingin.”
“Lo butuh istirahat, kalau lo mau, lo tidur di kamar gue aja.”

Gue langsung masuk ke dalam rumah duluan.

***
Ani tidur di kamar gue dan dia sudah terlelap. Waktu menunjukan pukul 11 malam dan gue belum tidur, entah apa yang yang merasuki diri gue malam ini, perkataan Ani “aku sayang kakak...” Omongan Ani tadi menghentak hati gue, entah kenapa, dia begitu mudahnya untuk memberikan rasa itu kepada gue, sedangkan gue tidak pernah menempatkan dirinya dalam hidup gue selama ini. Bagi gue Ani ya Ani, sebatas Ani, sebatas orang yang gue kenal. Tapi, kejadian tadi dan omongannya tadi menyentuh perasaan gue, setidaknya kenapa gue tidak mencoba untuk lebih peduli dengan dia?

Malam itu gue pergi lagi ke kamar Ani, gue merapihkan kamar Ani yang berantakan, gue membereskan dan merapihkan tempat tidurnya, ketika gue hendak menaruh tas Ani sebuah buku kecil jatuh dari tas nya yang terbuka. Gue yang penasaran kemudian mengambil buku itu dan buku itu adalah buku diari Ani. Gue kemudian menaruh buku itu di atas kasur, karena gue sendiri penasaran dengan isinya.

Setelah selesai merapihkan kamar tidur Ani gue kemudian naik ke kasur dan mulai membacanya.

,,,
itkgid
itkgid memberi reputasi
1
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.