- Beranda
- Stories from the Heart
3 Years For 3 Month
...
TS
si.kriboo
3 Years For 3 Month
Lupakan aku
Jangan pernah kau harapkan cinta
Yang indah dariku
Lupakan aku
Ku punya cinta lain yang tak bisa
Untuk kutinggalkan
Perkenalkan gue Kribo , saat ini gue menginjak semester ganjil di salah satu Universitas Swasta di kota gue . Perawakan gue sih nggak ga cakep - cakep amat , tapi pas lah
.Sekian lama gue jadi SR , hati ini serasa tertantang untuk ikut mencurahkan apa yang gue pernah alami 3 tahun ke belakang . Gue bukan seorang penulis , gue cuman seorang mahasiswa jurusan akuntansi
, jadi semisal cerita gue ga menarik dimaklumi lah
.
Kelulusan
Graduation
Masa Orientasi Hati
Keberanian Alfan dan Lagu Kenangan
Nama Panggilan
Tanpa Judul
Pengakuan Indah & Kenakalan Perdana
Hujan Versi Patah Hati Bag.1
Hujan Versi Patah Hati Bag.2
Jangan pernah kau harapkan cinta
Yang indah dariku
Lupakan aku
Ku punya cinta lain yang tak bisa
Untuk kutinggalkan
Perkenalkan gue Kribo , saat ini gue menginjak semester ganjil di salah satu Universitas Swasta di kota gue . Perawakan gue sih nggak ga cakep - cakep amat , tapi pas lah
.Sekian lama gue jadi SR , hati ini serasa tertantang untuk ikut mencurahkan apa yang gue pernah alami 3 tahun ke belakang . Gue bukan seorang penulis , gue cuman seorang mahasiswa jurusan akuntansi
, jadi semisal cerita gue ga menarik dimaklumi lah
.Quote:
Kelulusan
Graduation
Masa Orientasi Hati
Keberanian Alfan dan Lagu Kenangan
Nama Panggilan
Tanpa Judul
Pengakuan Indah & Kenakalan Perdana
Hujan Versi Patah Hati Bag.1
Hujan Versi Patah Hati Bag.2
Diubah oleh si.kriboo 19-11-2015 20:07
anasabila memberi reputasi
1
3.9K
39
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
si.kriboo
#33
Pengakuan Indah & Kenakalan Perdana
Bola kehidupan terus berputar dan Menurut gue Indah kini di fase keterpurukan . Sementara gue sedang berjuang mencari tambatan hati dan berusaha melupakan Indah . Gue bisa sekarang bisa mengontrol perasaaan gue terhadap Indah beda dengan dulu , ' hanya dia seorang dan gak ada lagi yang lain ' . Semilir angin lembut kian menambah suasana . Sesekali gue lirikan mata ini ke cewek disamping gue . ' Andai aja ndah lo nggak tergoda dengan segala buaian dia , mungkin lo saat ini masih tetap milik gue ' gumam gue . Segera gue hapuskan pikiran melow gue itu . Inget , terima kenyataan , lo udah di gariskan sama yang di atas , jalani syukuri pasti masih banyak jalan menuju kebahagiaan .
Gue tahu arah pertanyaan ini , sedikit mencerna dan mengingat kembali apa yang gue rasa dulu . Bagi gue luka lama gak bole di korek kembali . Mungkin Indah sangat mengharapkan jawaban ini .
Dia memanyunkan mulut nya dan sesekali memainkan jari jemari . Gue tahu kebiasaan indah kalo kayak gini . Bingung feeling gue berkata demikian .
Hari Senin , upacara bendera selalu diadakan rutin . Gue dateng ke sekolah lebih awal dari biasanya . Pas di kelas gue liat banyak kakak kelas yang merencanakan sesuatu gitu . Kalo emang ni kakak kelas mau bolos upacara dia berada di tempat yang bagus . Kelas gue itu tempatnya strategis banget di sisi kanan nya kan ada benteng gak terlalu tinggi dan hamparan sawah luas di sisi luar benteng tersebut kian menambah rasa ingin untuk bolos . Satu persatu kaka kelas mulai membuka kaca jendela kelas gue dan manjat benteng . Bener - bener ni mereka , kalo mau bolos ga setengah - setengah .
Redis dan Jak adalah temen satu geng , jadi gak heran juga mereka saling kenal .
Gila nih hasutan si Redis manjur banget , anak orang di bikin nakal
. Gue simpen tas gue di bangku kesayangan , dan ngambil topi gue . buseeeeeeet !! Topi gue ketinggalan di lemari . Gimana nih
. Gue menimbang - nimbang kemungkinan yang ada mencerna perkataan si Jak tadi . Gue memutuskan ini berulang - ulang . Dengan sangat terpaksa .
Terpaksa gue manjat benteng dan loncat ke hamparan sawah . Gue ngumpet di saung ( kalo di kota gue bilang nya kayak gitu ) . Ini gimana kalo ketahuan bisa jadi perkedel kita , cuman itu yang ada di pikiran gue . Si Jak mengeluarkan 1 bungkus rokok ,dan menawarkan roko itu kesemua anak . Gue menolak nya secara halus .
" Upacara selesai ,barisan dibubarkan " Itulah yang terdengar dari kejauhan kala pembaca upacara ( apa sih namanya gue lupa gue anggep aja kayak gitu ) membacakan teks nya melalui mic dan speaker besar . Serempak kami langsung buru kembali ke kelas dengan memanjat benteng sekolah . Mereka kembali ke kelas masing - masing , dan gue masih memanjat jendela kelas gue karena gue orang terakhir . Pas gue udah manjat dari pintu kelas Sari ngeliatin gue dengan tatapan heran . ARGH ! Citra gue dimata dia bakal jelek nih
pikir gue saat itu
Quote:
Gue tahu arah pertanyaan ini , sedikit mencerna dan mengingat kembali apa yang gue rasa dulu . Bagi gue luka lama gak bole di korek kembali . Mungkin Indah sangat mengharapkan jawaban ini .
Quote:
Dia memanyunkan mulut nya dan sesekali memainkan jari jemari . Gue tahu kebiasaan indah kalo kayak gini . Bingung feeling gue berkata demikian .
Quote:
***
Hari Senin , upacara bendera selalu diadakan rutin . Gue dateng ke sekolah lebih awal dari biasanya . Pas di kelas gue liat banyak kakak kelas yang merencanakan sesuatu gitu . Kalo emang ni kakak kelas mau bolos upacara dia berada di tempat yang bagus . Kelas gue itu tempatnya strategis banget di sisi kanan nya kan ada benteng gak terlalu tinggi dan hamparan sawah luas di sisi luar benteng tersebut kian menambah rasa ingin untuk bolos . Satu persatu kaka kelas mulai membuka kaca jendela kelas gue dan manjat benteng . Bener - bener ni mereka , kalo mau bolos ga setengah - setengah .
Quote:
Redis dan Jak adalah temen satu geng , jadi gak heran juga mereka saling kenal .
Quote:
Gila nih hasutan si Redis manjur banget , anak orang di bikin nakal
. Gue simpen tas gue di bangku kesayangan , dan ngambil topi gue . buseeeeeeet !! Topi gue ketinggalan di lemari . Gimana nih
. Gue menimbang - nimbang kemungkinan yang ada mencerna perkataan si Jak tadi . Gue memutuskan ini berulang - ulang . Dengan sangat terpaksa .Quote:
Terpaksa gue manjat benteng dan loncat ke hamparan sawah . Gue ngumpet di saung ( kalo di kota gue bilang nya kayak gitu ) . Ini gimana kalo ketahuan bisa jadi perkedel kita , cuman itu yang ada di pikiran gue . Si Jak mengeluarkan 1 bungkus rokok ,dan menawarkan roko itu kesemua anak . Gue menolak nya secara halus .
" Upacara selesai ,barisan dibubarkan " Itulah yang terdengar dari kejauhan kala pembaca upacara ( apa sih namanya gue lupa gue anggep aja kayak gitu ) membacakan teks nya melalui mic dan speaker besar . Serempak kami langsung buru kembali ke kelas dengan memanjat benteng sekolah . Mereka kembali ke kelas masing - masing , dan gue masih memanjat jendela kelas gue karena gue orang terakhir . Pas gue udah manjat dari pintu kelas Sari ngeliatin gue dengan tatapan heran . ARGH ! Citra gue dimata dia bakal jelek nih
pikir gue saat itu 0
