Kaskus

Story

cRot.ExAvatar border
TS
cRot.Ex
Aku Masih Setia di Yogya
Selamat Malam, Selamat Pagi, Selamat Siang, Selamat Petang... Hehehe.. Aku Masih Setia di Yogya

Setelah sekian lama, akhirnya tangan ini berani untuk membuat thread baru..ah, ternyata di SFTH inilah aku berani membuat thread..Yoi gan, ini thread pertama ku sejak join disini.

Sudah berapa lama perang bathin, dan akhirnya "menceritakan" kembali kisahku yang keluar sebagai pemenang.
Sempat agak sedikit sungkan sih untuk menceritakan sedikit kisahku ini, karena aku baca2 thread lain, TSnya seperti sangat hebat dalam penyampaian ceritanya.

Sebenarnya sih rencana awal nulis buat ndongkrak jumlah postku aja, kasian ID ku postnya baru seiprit...heheheh

Semoga storyku gk ada yang sama dengan story2 lainnya, ah kyknya gk bakalan deh soalnya story ku kalo dibandingkan dengan story lainnya belum ada apa2nya.

Kalo masalah true story ato gaknya, bisa dibilang sih true story. Mungkin adalah sedikit dramatisir biar greget (kata TS lainnya diforum ini..hehehhe).

Eh koq jadi banyak bacot gini yak?? Maaf maaf.

Bismillah...Inilah kisahku. Selamat membaca. Aku Masih Setia di Yogya

Spoiler for Index:


Spoiler for PDF Version:


Spoiler for FAQ:
Diubah oleh cRot.Ex 16-01-2016 14:25
anasabilaAvatar border
imamarbaiAvatar border
boby008Avatar border
boby008 dan 5 lainnya memberi reputasi
2
478.8K
2.6K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.9KAnggota
Tampilkan semua post
cRot.ExAvatar border
TS
cRot.Ex
#553
Special Part : Goodbye Yani, Semoga Engkau Bahagia
5hari setelah acara "wisuda"...

Pagi itu, aku hanya berbaring di kasur, badanku tidak terlalu enak rasanya. Sedikit pusing..maklum buaya jablay kyk gini gan..pas sakit gak ada yang ngerawat...wkwkwkwkwk emoticon-Peace

Aku sedikit kaget ketika pintu kamar digedor2 orang, entah siapa lagi pagi2 gini gak ada kerjaan dipintu kamarku. Ini kalo gak mimin ya si kampret arif, gumamku ketika berjalan membuka pintu.

"Ri, Yani Ri..dia.." kampret dia menghentikan suaranya, dia mau membuat dramatisir ternyata emoticon-Cape d... (S)

Akupun kembali ke dekat meja belajar dan mengambil segelas air dari ceret biru itu aku kembali kedepan pintu dimana dia terduduk khawatir di tembok depan kamar.

Quote:

Dia menghabiskan satu gelas air mineral itu, haus juga ni kampret satu. Dia meletakkan gelas di depannya dilantai.

Quote:


Sontaklah itu kamera di close up kewajah ane yang pas2an itu..kyk sinetron alay2 sekarang..trus ane sambil ngomong... "Aaaaappaaaaaa?"....hadeh kenapa ane koq jadi korban sinetron gini yak...wkwkwkkw

Quote:


Dan berbesar dirilah buaya jablay satu ini...Maaf ya Awan, pesonamu masih kalah telak dengan sang buaya...hahay... emoticon-Peace

Akupun mengikuti awan ke kontrakan yani, tidak lama kami sampai, kontrakan itu kebetulan tidak terlalu jauh dari kostanku.

Itu kamar yani benar2 berantakan..pecahan cermin berserakan dimana2, didekat kasurnya terlihat bekas darah yang kini sudah mulai mengering.

Aku mendekati tubuh lemahnya yang hampir kehabisan darah. Aku melihat gelagat tidak baik, bisa2 dia mati kehabisan darah. Itu pergelangan tangan kirinya hanya dibungkus dengan kaos oblong warna putih yang berubah sedikit merah karena darah.

"Wan, cari taksi kedepan, kita bawa yani ke rumah sakit"awanpun hanya mengikuti kata2ku, dia terlihat sangat bingung waktu itu.

Aku menggendong tubuh tak berdaya itu, dia sesekali mengigau memanggil namaku..entah apa yang terjadi semalam. Ada yang tidak beres ini...jedeng jedeng...mata ini terbelalak sebelah mengisyaratkan diri sebagai seorang detektif....wkwkwkwk...canda dikit gan ben gak spaning pagi2.. emoticon-Peace

Setelah mendapat taksi, aku meminta taksi membawa ke rumah sakit terdekat. Tidak berapa lama kami sudah sampai di depan RS "LempunyangWangi".

Awan hanya mengikuti dari belakang dengan muka sangat panik. Beberapa perawat mendatangi kami, dengan dibantu mereka aku meletakkan yani di ranjang yang didorong2 itu..ah apa namanya ranjangnya itu...mbohlah..wkwkwkwkwk

Aku lupa, aku belum membayar taksi, aku menyuruh Awan menunggu yani didepan ruang ICU..terlihat disana pak supir taksi menunggu..ya iyalah, orang taksinya blm dibayar...wkwkwkw...maklum gan, ane sedikit panik...jadi dimaafin yak.. emoticon-Peace

Menjelang siang, badanku sudah tidak enak rasanya, sedikit demam, ditambah menggendong yani, ditambah belum mandi...asli gk ada minusnya..tambah2 terus...ini matematika apa cerita sfth sebenarnya...emoticon-Cape d... (S)

Aku pamit ke awan untuk pulang mandi, dia terlihat sedikit cemas disamping ranjang yani yang sudah dipindahkan keruangan berbeda itu. Aku sempat meminta Awan menghubungi teman2nya yani biar bisa menemani dia disitu...maklum ane waktu itu gak ada hape jadilah numpang menghubungi Mimin lewat hapenya.

Setelah selesai mandi, terlihat Mimin sudah duduk di teras depan kostan, aku segera mengganti baju dan segera melaju ke RS bersama Mimin dengan supraX-nya.

Sesampainya dikamar Yani dirawat, terlihat lumayan rame teman2nya yang datang waktu itu. Tapi dia belum sadar, terlihat dia sedikit pucat karena lumayan banyak kehilangan darah.

Aku keluar kamar, sekedar menghapus sedikit debu yang membuat mata ini kelilipan, sedikit berair sebenanrnya melihat tubuh itu terbaring lemas disana. Terlihat Awan duduk tertunduk, aku tau kepanikan itu. Aku mendekatinya, sekedar mengusap bahunya.

Quote:


Dia menggeleng, sekarang dia yang menangis...dasar cengeng...hahaha..aku hanya tersenyum sinis melihat tingkahnya..

Berhubung, sudah sifatku dari orok yg tidak terlalu mau mengorek hal private, jadilah aku menunggu dia cerita. Mimin terlihat sedikit berlari dari arah kamar tempat yani dirawat. Dia mengarah ketempat kami.

Quote:


Tidak ada jawaban darinya, dia hanya mengikutiku dari belakang. Setelah kami bertiga masuk kamar, teman2 yang lain pamit pulang,tersisalah kami ber-4.

Mimin sesekali menawarkan minum ke yani yang masih lemah dengan mata berair itu. Dia hannya menggeleng, tatapannya jauh keluar jendela...entah apa yang dia pikirkan..

Quote:


"PERGI...JGN DEKAT2 AKU LAGI"jeritnya terdengar sangat keras diruangan rumah sakit itu sambil melihat Awan yang berdiri dibelakangku.

Mimin yang mengerti dengan keadaan itu, mengajak Awan sekedar menunggu diluar sampai yani tenang.

Quote:


Aku sudah sangat emosi mendengar kata yani barusan, aku berjalan keluar tidak memperdulikan yani yang masih menangis diranjang RS itu.

Aku mencari2 dimana mimin dan awan berada, terlihat mereka sedang duduk dilorong mengarah ke pintu masuk. Dia menoleh melihatku yang datang dengan sedikit tergesa.

Sukseslah tinju ini mendarat dirahang kirinya, dia tidak berkutik setelah dia jatuh terduduk di tembok lorong itu. Dia hanya duduk sambil memegang wajahnya yang kesakitan.

"KALO KAMU GAK BISA BAHAGIAIN YANI, JANGAN PERNAH BERNIAT MENIDURINYA, DASAR BEJAT"

Aku menyudahi kata2ku dengan sedikit ludahan jijik yang keluar dari mulutku. Aku meninggalkan mereka menuju kekamar dimana yani sudah tertidur lemas.

Malamnya Mimin dan si kampret itu pamit pulang..aku hanya mengiyakan tanpa melihat kearahnya, aku sangat jijik dengannya. Akupun malam itu menemani yani di RS, dikamar itu hanya kami berdua..karena tidak ada pasien lain.

Entah kenapa, aku sangat sakit melihatnya tertidur pucat disitu. Aku akui sangat sakit melihatnya seperti itu.

Aku memang sudah sangat jahat terhadapnya, tapi tidak seperti ini juga jika akan berakhir. Aku lagi2 melakukan kesalahan yang sama ketika aku salah menilainya malam itu. Kini aku telah melepasnya dengan orang yang salah, yang berujung dia terkulai lemas didepanku.

Aku membelai rambut sebahu miliknya, aku tak berani mencium keningnya, aku telah berjanji ketika itu, terakhir kali aku mencium keningnya ketika di kamarku malam itu.

Dia terlihat membuka mata, dia masih pucat, belum ada apa2 yang dia makan sejak tadi pagi, hanya cairan dari impus yang tergantung disampingnya.

"Makan bubur ya, tadi di beliin endang"aku berbisik pelan sambil memegang tangannya yang sudah dibalut kasa putih.

Akupun mengambil bubur diatas meja disamping tempat tidur. 3 suap sendok, dia sudah menggeleng mengisyaratkan cukup.

Mumpung ane lapar juga, ane embat juga itu bubur...wkwkwkwkw...kan sama2 dari pagi belum makan...ya ane laper juga kurang lebih sama seperti yani ..wkwkwkwk...emoticon-Peace

Yani hanya tersenyum melihatku..genggaman tangannya hangat terasa.

Quote:


Otak sama mulut gak singkron gan..maklumin yak, rada2 sedih suasananya...jadi kebawa......emoticon-Cape d... (S)

Malam itu, aku memegang tangannya sampai dia terlelap dalam tidurnya. Terlihat sedikit senyum manisnya tersungging. Wajahnya sangat damai, sama seperti pagi tahun baru lalu..

Menjelang pagi, mimin sudah datang membawa bubur hangat utk Yani sarapan, kmrn aku sempat berpesan untuk sekedar membeli bubur jika dia akan kesini paginya.

Yani terlihat lumayan segar pagi itu, dan sejak dia memuka matanya, tidak lagi terlihat kesedihan di raut mukanya. Dia terlihat bahagia.

...

Yogya 2008.

Sony K750i-ku sedang di pakai oleh cewek yang masih memakai seragam SMAnya sore itu, dia terlihat asik mendengarkan lagu Gaby ~ Tinggal Kenangan. Entah apanya yang menarik dari lagu itu, dia sangat menyukainya.

Aku yang baru selesai mandi hanya memakai celana pendek dan mengambil posisi duduk di depan pintu menghadap ke halaman kostan. Sesekali aku melihat dia melantunkan lagu itu,,ah suaranya tidak jauh beda dengan adik angkatku..suaranya cempreng..hahahaha

Quote:


Diapun menekan tombol hijau di keypad dan mengarahkan hape itu ketelinganya..

Quote:


Aku hanya bisa tersenyum mendengar obrolan singkatnya dengan orang di ujung sana. Tak lama dia menyerahkan hape itu, dia hanya memanyunkan mulutnya dan kembali kedalam kamar.

Quote:


Quote:


Tut tut tut..telpon itu terputus..

Aku sempat tersenyum ketika mengingat malam itu dirumah sakit..aku tidak menciumi keningnya, aku mengecup bibirnya sebelum aku tertidur..

Good bye Yani...semoga engkau bahagia sekarang...amin...

---------------------------------------------

Akhirnya abis juga kisah tentang Cantika Madriyani P.
kaskus-image
berodin
berodin memberi reputasi
1
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.