Kaskus

Story

cRot.ExAvatar border
TS
cRot.Ex
Aku Masih Setia di Yogya
Selamat Malam, Selamat Pagi, Selamat Siang, Selamat Petang... Hehehe.. Aku Masih Setia di Yogya

Setelah sekian lama, akhirnya tangan ini berani untuk membuat thread baru..ah, ternyata di SFTH inilah aku berani membuat thread..Yoi gan, ini thread pertama ku sejak join disini.

Sudah berapa lama perang bathin, dan akhirnya "menceritakan" kembali kisahku yang keluar sebagai pemenang.
Sempat agak sedikit sungkan sih untuk menceritakan sedikit kisahku ini, karena aku baca2 thread lain, TSnya seperti sangat hebat dalam penyampaian ceritanya.

Sebenarnya sih rencana awal nulis buat ndongkrak jumlah postku aja, kasian ID ku postnya baru seiprit...heheheh

Semoga storyku gk ada yang sama dengan story2 lainnya, ah kyknya gk bakalan deh soalnya story ku kalo dibandingkan dengan story lainnya belum ada apa2nya.

Kalo masalah true story ato gaknya, bisa dibilang sih true story. Mungkin adalah sedikit dramatisir biar greget (kata TS lainnya diforum ini..hehehhe).

Eh koq jadi banyak bacot gini yak?? Maaf maaf.

Bismillah...Inilah kisahku. Selamat membaca. Aku Masih Setia di Yogya

Spoiler for Index:


Spoiler for PDF Version:


Spoiler for FAQ:
Diubah oleh cRot.Ex 16-01-2016 14:25
anasabilaAvatar border
imamarbaiAvatar border
boby008Avatar border
boby008 dan 5 lainnya memberi reputasi
2
478.6K
2.6K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.7KThread52.5KAnggota
Tampilkan semua post
cRot.ExAvatar border
TS
cRot.Ex
#519
46. Yang Terbaik
Kampret, pagi2 gini udah disitu..

Quote:

Akupun membuka pintu kamar, terlihat awan berjalan agak tergesa dimana yani masih tertidur. Aku hanya melihat tingkahnya di kursi meja belajarku.

Terlihat awan mengecek leher yani dengan punggung tangannya.

Quote:


Aku hanya mengangguk pelan dengan senyum terpaksa..ketika dia hendak pamit pulang, aku mengajaknya duduk di kursi bambu diteras.

Quote:


Entah selanjutnya tidak ada lagi kata yang keluar dari mulutnya..dia dari tadi hanya menunduk..

"Wan, kamu ngapain disini??"terlihat yani telah berdiri didekat kursi kami duduk

Awan yang dari tadi menunduk, sama kagetnya denganku melihat yani..kampret dah...ini part ya nyesek juga...

"Sana kamu pulang aja, aku gak mau dekat2 kamu lagi" yani kini memegang tanganku yang sudah berdiri karena kaget tadi.

Tidak ada kata dari mulut Awan, dia hanya menurut perkataan yani, meninggalkan kami disitu. Aku yang belum selesai dengannya, menarik tangan awan mengajaknya duduk lagi.

Aku melepaskan tangan yani yang menggandengku.

Quote:


Awan belum bisa berkata, dia hanya terduduk dan mengangguk pelan..

Quote:


Awan pun melangkah meninggalkan kami diteras kostan. Yani dari tadi hanya menangis menggenggam tanganku. Entah apa yang dia pikirkan saat itu.
Segitu gampangnya dia melepas Awan. Tidak, itu bukan yang sebenarnya, aku tau rasa itu.

Quote:


Aku hanya mengangguk pelan, akupun mengajaknya kekamar. Dia hanya mengekor dan duduk di kursi meja belajarku. Tidak ada kata2 kami disitu, dia masih berkaca menatapku.

Quote:


Dia hanya mengangguk pelan. Aku melepas baju dan melenggang ke kamar mandi.

Aku sempat meninju beberapa kali tembok kamar mandi yang tidak bersalah itu..aku sejahat ini dengan Awan..

Setelah merasa sakit dengan tinjuku.. (ya iyalah sakit, itu tembok dari beton dipukul pake tangan telanjang..pekok pekok...wwwwkkww...biasa gan, lagi esmosi ceritanya..hahay emoticon-Hammer (S))

Aku kembali kekamar setelah mandi..terlihat yani sedang memainkan gitarku disana disudut kasur tempat dia biasanya memainkan gitar itu. Ketika aku mengeringkan rambutku dengan handuk, dia berjalan kearahku.

Quote:


Lagi2 badan yang bertelanjang dada ini dipeluknya. Apaan ini cewek genit, janganlah berani2nya menggoda buaya jablay ini...sudah siap diterkam koe?? hahay emoticon-Peace

Quote:


Aku melepaskan pelukannya..kali ini dia menurut, pelukannya dengan gampang bisa kulepas. Setelah memakai baju hitam tanda berduka kebanggaanku dengan tulisan Black Soul didadanya.

Aku mengajak yani mencari makan di sekitaran kostan. Kebetulan saat kami akan turun, terlihat bapak2 mendorong gerobak soto, jadilah siang itu kami makan soto di teras depan.

Para penghuni kostan waktu itu entah kemana, kyknya mereka sengaja berkomplot meninggalkan buaya jablay ini bersama yani di kamar kostan...hahay...sang buaya mengakuinya sekarang..awkwkwkwk emoticon-Peace

Saat itu yani terlihat malas2an dengan soto didepannya, dia sepertinya menunggu apa yang tadi ingin aku bicarakan.

Aku ini jago kalo masalah tarik ulur perasaan kyk gini..biar aja doi mati penasaran..sapa suruh genit... udah tau buaya masih aja di ajak main daging segar..heuheuheu

Sotonya itu enak banget loh pemirsa, itu piringnya garing banget ketika digigit...wkwwkkw...moga besok direkrut jadi pembawa acara debus sama salah satu stasiun tipi alay...wkwkkwkw


30menit berlalu, aku sudah memanggil bapak penjual soto yang dari tadi menunggu di bawah teras kostan. Setelah membayar, diapun mengecup pipiku sebagai tanda terima kasih atas penglaris sotonya...wkwkwkkw...gak gak, itu cuman candaan..emoticon-Ngakak (S)

Melihatku sudah selesai dengan acara makan siang, yani terlihat antusias dengan yang aku janjikan tadi. Dia menunggu obrolanku.

Aku beranjak kekamar dan mengambil gitar..yap, betul sekali, pesonaku saat memegang gitar akan membuat yani klepek2..hahay..

Quote:

Jari jemari ini dengan lentiknya seperti anak2 alay mengetik di layar smartphone mereka, itu kelingking apa ekor kalajengking...lentiknya gak nahan..adaw...wkwkkwkw emoticon-Cape d... (S)

Yani hanya terdiam melihat dan mendengarkan aku menyanyi...hellow..ini Eri yang megang gitar...Eri yang sudah tidak diragukan lagi pesona pengamen jalanannya...wkwkwkwkwk..

Setelah lagu itu selesai, yani masih seperti tadi, diam tidak berbicara, hanya buliran air mata kadalnya yang mengalir..

Aku memainkan melodi standard dengan kunci G F# C G...Yani terlihat menunggu lagu apa yang akan kunyanyikan berikutnya...

Di dalam kehidupan ini
Kita pasti mempunyai Impian
Tetapi tak selalu terjadi
Terkadang saat aku merasa
Impian itu diambang nyata
Sang waktu membuatku terjaga

Dan disaat engkau pergi
Ku rasa hatiku remuk redam
Namun kucoba tuk bersyukur
Bahwa itu yang terbaik tuk kita

Oh Tuhan ternyata hidup ini
Adalah perjalanan panjang
Yang harus kita jalani

Dan disaat engkau pergi
Ku rasa hatiku remuk redam
Namun kucoba tuk bersyukur
Bahwa itu yang terbaik tuk kita

Yang pasti ada hikmah tersembunyi
Dibalik semua ini
Yang bisa membuatku lebih bijak
Dalam meniti hidup ini


Yap, itulah lagu Ari Lasso ~ Yang Terbaik yang aku nyanyikan waktu itu..dan tentulah yani tambah berurai air mata ketika aku menyanyikan lagu itu dengan sangat menghayati tiap kata2nya...
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.