- Beranda
- Stories from the Heart
sepenggal kisah masa lalu di penghujung senja
...
TS
fafakons
sepenggal kisah masa lalu di penghujung senja

Senja yang bergegas tidak pernah meninggalkan bekas...
Senja selalu identik dengan keindahan warna jingga keemasannya.. Dan akan sangat sia2 jika kita berusaha untuk mengenapkan warnanya..
Andai aku terlahir sebagai senja.. Maka akan mudah bagiku membuatmu berdecak kagum dengan segala keindahan yang ku miliki.. Namun kenyataannya aku hanyalah seorang wanita penikmat senja.. Bukan orang yang memiliki keindahan seperti senja
Sudahlah..
Dibawah langit sore ini.. Aku menikmati racun kafein yang membuatku terbuai akan sepenggal kisah di masalaluku bersamanya
bersama dia.. orang yang tak pernah memanjakanku dengan kata cinta, tapi mampu menumbuhkan rasa cinta dalam hatiku
dia orang yang selalu mengatakan padaku bahwa jatuh cinta itu biasa saja.. tapi mampu memberiku sentuhan cinta yang sangat luar biasa..
maka Kini ijinkanlah aku untuk mengingat semuanya.. serta menuliskan tentang semua hal yang pernah aku lalui bersamanya...
Senja selalu identik dengan keindahan warna jingga keemasannya.. Dan akan sangat sia2 jika kita berusaha untuk mengenapkan warnanya..
Andai aku terlahir sebagai senja.. Maka akan mudah bagiku membuatmu berdecak kagum dengan segala keindahan yang ku miliki.. Namun kenyataannya aku hanyalah seorang wanita penikmat senja.. Bukan orang yang memiliki keindahan seperti senja
Sudahlah..
Dibawah langit sore ini.. Aku menikmati racun kafein yang membuatku terbuai akan sepenggal kisah di masalaluku bersamanya
bersama dia.. orang yang tak pernah memanjakanku dengan kata cinta, tapi mampu menumbuhkan rasa cinta dalam hatiku
dia orang yang selalu mengatakan padaku bahwa jatuh cinta itu biasa saja.. tapi mampu memberiku sentuhan cinta yang sangat luar biasa..
maka Kini ijinkanlah aku untuk mengingat semuanya.. serta menuliskan tentang semua hal yang pernah aku lalui bersamanya...
Spoiler for index:
Diubah oleh fafakons 23-07-2017 07:51
masdyann dan 3 lainnya memberi reputasi
4
269.8K
2K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.9KAnggota
Tampilkan semua post
TS
fafakons
#90
PART XX
Tatapannya teduh
Begitu mendamaikan
Dan dari mata itu gua pengen dia tau kalo gua
“RINDU”
Begitu mendamaikan
Dan dari mata itu gua pengen dia tau kalo gua
“RINDU”
Selesai makan gua menuju dapur untuk mencuci piring yang gua gunain tadi. Masih belum ada satu kata pun yang terucap diantara kami. Selesai mencucii piring bayu menyodorkan segelas the hangat dan masih dengan mulut yang terkunci rapat
“makasih” Cuma itu kata2 yang keluar dari mulut gua
Cuma senyum yang dia lakukan untuk menjawab kata2 gua barusan
Jujur gua canggung. Gua bener2 bingung dengan apa yang harus gua lakukan saat ini. Gua lalu mencuci gelas setelah teh hangat yang diberikan bayu habis
“fan” katanya lirih
“iya bay” gua menoleh dan mendapati bayu tersenyum untuk yang kedua kalinya
“menurutmu…” kata2nya terpotong
“menurut gua?” Tanya gua
“menurutmu cantikan rahma atau cantikan tiyas?” sedikit ragu dia menanyakan hal itu ke gua
Gua tersenyum simpul “cantik itu relative bay. Cantik semuanya menurut gua kok bay. La menurutmu?” jawab gua
Jujur gak tau kenapa lidah gua kaku banget pas jawab pertanyaan bayu. Dan tiba2 gua merasa aneh. Dada gua rasanya sesek, susah banget buat bernafas. Jantung gua berdetak gak beraturann.. sekujur tubuh gua mengeluarkan keringan dingin,,
Dan gua takut mendengar pertanyaan bayu selanjutnya. Gua rasanya pengen banget menutup kedua telinga gua rapat2 dan berharap gua hilang dari depan bayu
“cantik semuanya” katanya “tapi tiyas lebih kalem, lebih manis, lebih rajin, dan lebih feminim” katanya lagi
‘deg’
Kata2 yang gua takutkan akhirnya terucap juga dari bibir bayu
“fan, kira2 gua cocok gak ya kalo disandingin sama tiyas? Atau si rahma?” tanyanya
Dan pertanyaan yang gua takutkan akhirnya terlontar juga dari mulut bayu
“emmm cocok kok” jawab gua singkat
Gua sengaja menjawab pertanyaan dia singkat. Gua gak pengen bayu mendengar nada kecewa dari kata2 gua
“bay gua pulang ya. Udah sorean” gua pamit
“gak ntar dulu?” dia menawar
“takut dicariin sama ibuk” gua berusaha menolak tawarannya sehalus mungkin
“tadi kan udah pamit sama ibuk fafa. Kita keatas dulu yuk. Ntar gua bikini cappuchino” katanya
Gua diem dan gak mengiyakan tawaran dari bayu. Kemudian bayu menggandeng tangan gua ke lantai atas. Dia mengambil dua kursi plastic berwarna hijau tosca dan meletakkannya tepat disamping gua.
“duduk fa. Gua bikini kopinya dulu” katanya
“gak usah repot2 deh bay. Lu disini aja” gua
Bayu kemudian turun ke bawah. Dan gak ada lima menit dia membawa dua cangkir kopi. Yang satu capuchino dan yang satu kopi hitam dengan sedikit gula.
Sore ini ada sedikit rasa syukur yang gua rasain. Setidaknya lelaki yang saat ini duduk disebelah gua udah gak ngediemin gua lagi, meskipun ada rasa canggung yang tercipta diantara kami
“kok gak diminum sih fa? Gak suka?” katanya
“eh gak kok. Masih panas aja mas” jawab gua.
“kan lu gak suka dingin jadi gua buatinnya panas” bayu
“kok tau kalo gua gak suka dingin?” gua
“gak tau ya cari tau dik hehe” jawabnya sambil tersenyum
“cari tau sama siapa lu mas?” gua
“ya ada deh hehe” jawabnya lagi
Sore itu senja mempertemukan kami dengan suasana lebih menyenangkan daripada kemarin.
“mas gua pulang dulu ya? Bentar lagi maghrib soalnya” gua]
“heeh. Yuk tak anterin dik fa” bayu
“halah kedepan doang kok dianter” kata gua
“tadi perginya sama gua fafa” bayu
“kok lu ikutan manggil fafa sih? Gua
“kenapa emang? Gak boleh?” bayu
“ya gapapa. Cuma kan gak biasa aja mas” gua
“gua kan pengen jadi orang yang gak biasa. Kalo biasanya orang yang manggil lu fafa Cuma bisa nyakitin, nah sekarang lu dipanggil fafa sama orang yang gak pernah nyakitin lu” bayu
Gua Cuma menanggapi omongan bayu barusan dengan senyum kecut.
“gua masuk ya mas. Makasih udah nganterin” kata gua
Kemudian dia tersenyum dan berjalan pulang
“eh dik, jangan biarkan hatimu dikuasai oleh masa lalu. Semua hanya soal waktu. Cepat atau lambat lu bakal menemukan kebahagiaan dari orang baru dalam kehidupan lu. Gua minta, please lu jangan menggali kejadian di masa lalu bersama mantan lu. Taapi segeralah lu timbun lubang kenangan lu sama orang baru” katanya
“bye fafa”
Quote:
0
