- Beranda
- Stories from the Heart
Aku Masih Setia di Yogya
...
TS
cRot.Ex
Aku Masih Setia di Yogya
Selamat Malam, Selamat Pagi, Selamat Siang, Selamat Petang... Hehehe.. 
Setelah sekian lama, akhirnya tangan ini berani untuk membuat thread baru..ah, ternyata di SFTH inilah aku berani membuat thread..Yoi gan, ini thread pertama ku sejak join disini.
Sudah berapa lama perang bathin, dan akhirnya "menceritakan" kembali kisahku yang keluar sebagai pemenang.
Sempat agak sedikit sungkan sih untuk menceritakan sedikit kisahku ini, karena aku baca2 thread lain, TSnya seperti sangat hebat dalam penyampaian ceritanya.
Sebenarnya sih rencana awal nulis buat ndongkrak jumlah postku aja, kasian ID ku postnya baru seiprit...heheheh
Semoga storyku gk ada yang sama dengan story2 lainnya, ah kyknya gk bakalan deh soalnya story ku kalo dibandingkan dengan story lainnya belum ada apa2nya.
Kalo masalah true story ato gaknya, bisa dibilang sih true story. Mungkin adalah sedikit dramatisir biar greget (kata TS lainnya diforum ini..hehehhe).
Eh koq jadi banyak bacot gini yak?? Maaf maaf.
Bismillah...Inilah kisahku. Selamat membaca.

Setelah sekian lama, akhirnya tangan ini berani untuk membuat thread baru..ah, ternyata di SFTH inilah aku berani membuat thread..Yoi gan, ini thread pertama ku sejak join disini.
Sudah berapa lama perang bathin, dan akhirnya "menceritakan" kembali kisahku yang keluar sebagai pemenang.
Sempat agak sedikit sungkan sih untuk menceritakan sedikit kisahku ini, karena aku baca2 thread lain, TSnya seperti sangat hebat dalam penyampaian ceritanya.
Sebenarnya sih rencana awal nulis buat ndongkrak jumlah postku aja, kasian ID ku postnya baru seiprit...heheheh
Semoga storyku gk ada yang sama dengan story2 lainnya, ah kyknya gk bakalan deh soalnya story ku kalo dibandingkan dengan story lainnya belum ada apa2nya.
Kalo masalah true story ato gaknya, bisa dibilang sih true story. Mungkin adalah sedikit dramatisir biar greget (kata TS lainnya diforum ini..hehehhe).
Eh koq jadi banyak bacot gini yak?? Maaf maaf.
Bismillah...Inilah kisahku. Selamat membaca.

Spoiler for Index:
Spoiler for PDF Version:
Spoiler for FAQ:
Diubah oleh cRot.Ex 16-01-2016 14:25
boby008 dan 5 lainnya memberi reputasi
2
478.8K
2.6K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
cRot.Ex
#442
39. Perubahan Yani
Terlihat lah didalam kardus itu hanya beras asal sulawesi yang di pack didalam karung kecil tepung terigu..hadeh..berat2 bawa dari sulawesi sana, kyk diyogya gak ada beras aja dah...
Aku pun sudah mengerti akan hal itu, melangkahlah diri ini menutup dan mengunci dari dalam kamar.
Mulailah tubuh itu terlihat tanpa seutas benang, lagi2 aku hanya mengikuti kemauannya, tentunya itu juga sudah aku tunggu2 berapa minggu ini.
Terjadilah yang seharusnya tidak terjadi. Kedua anak manusia itu kini semakin larut kelembah hina itu, seakan semua hasrat yang tertahan selama beberapa minggu itu tumpah ruah dan terobati dalam lenguhan kenikmatan sesaat.
Aku melihat yani sangat menikmatinya, tidak ada ekspresi seperti sebelumnya. Aku sempat tidak nyaman dengan ekspresi yang aku lihat diwajahnya saat itu. Dia sedikit berbeda.
Tapi diri yang sudah dikuasai nafsu sungguh tidak lagi dapat di ganggu oleh akal sehat sekedar untuk mencari tahu yang yani pikirkan saat itu.
Menjelang magrib, kami menyudahi semuanya..yani terlihat tersenyum bahagia di atas kasur tempat dia membaringkan tubuhnya kini. Aku sempat melihat dia menitikkan buliran air mata.
Lagi2 dia hanya menggeleng pelan, dia berusaha tersenyum, aku bisa melihat keterpaksaan dari senyumnya itu.
Setelah melepas pelukannya, dia mulai memejamkan matanya. Aku mengambil doraemon yang segede gaban, yani memeluknya.
Aku menarik selimut tipis dengan corak garis2 itu menutup seluruh tubuhnya. Dia terlihat sangat kelelahan dari perjalanannya dr sulawesi, ditambah lagi dia harus melayani lelaki bejat ini.
Aku meninggalkannya yang sudah tertidur pulas, aku mengambil handuk biru tua dan menuju kamar mandi..kostan itu masih sepi tidak ada penghuni selain aku dan yani.
Sempat bergidik dengan suasana gelap itu, aku cepat2 menyudahi aktifitas mandiku, dari awal masuk kamar mandi tadi bulu kudukku berdiri.
Sesampainya dikamar, aku mendekati tubuh yang masih terlelap itu. Aku mencium pipi kanannya.
Kasian cewek ini, masa harus aku tinggalkan sendirian dikostannya ini, ntr kalo dia kenapa2 gimana?? mana tanggung jawabmu?? Hahay, sang buaya mencari pembenaran serta alesan agar dia menginap dikamar yani malam itu.
Diapun memeluknya, sekali lagi aku mengecup keningnya sebelum keluar mencari makan. Ketika aku keluar dan sampai didepan jln gondosuli, lewatlah itu tukang nasi goreng dengan gerobaknya..
"Buk buk buk"eh "buk2" apa "tuk2" yak bunyi bambu yang dipukul2 di samping gerobak itu. Ah pokoknya suaranya mirip2 gitulah..
Aku memesan 2bungkus magelangan, saat itu aku sempat senyum2 mengingat ketika yani memakan magelangan setan ala chef eri waktu itu.
Setelah mendapat pesananku, akupun kembali kedalam gang menuju kostan yani. Aku mengambil piring yang sedikit berdebu di rak itu, membersihkannya dengan tisu dan menempatkan magelangan itu.
Malam itu seperti biasanya, yani menjadikan dada ini kasur empuknya. Aku hanya memeluknya dan mencium rambutnya sebelum memejamkan mata malam itu. Huuuuuu penonton kecewa, sang buaya lebih kecewa sebenarnya...tapi kasian yaninya, dia terlalu capek waktu itu...
...
Telinga ini seakan mendengar alunan suara pas2an yani sedang membaca ayat suci yang sudah lumayan lama tidak pernah kubaca lagi.
Aku sedikit kaget dengan pemandangan yang aku lihat ketika membuka mata. Terlihat yani duduk bersila di atas sajadah sambil memegang kitab suci,...aku sempat takut pertama melihat, aku kirain pocong, ternyata itu adalah yani yang sedang mengaji setelah sholat subuh.
Diri ini sangat malu mendengar ayat2 suci itu. Diri ini kembali bergetar hebat, seakan sekarang yani berdiri dengan lantangnya menghakimiku yang hina ini.
Aku kembali menangis..tangisanku ternyata menyita perhatian yani yang saat itu sedang mengaji. Kini dia berjalan menghampiriku..
Aku melihat cewek itu, dia hanya membalasku dengan senyuman manis.
Setelah melepaskan mukenanya dia kembali mengajakku tidur..kami tidak melakukan hal aneh2 lagi subuh itu, aku hanya memeluknya sampai kami terlelap.
...
Sudah 2minggu berlalu sejak kejadian subuh itu, aku dan yani juga sekarang sudah mulai jarang melakukannya. Sudah mulai diri ini bisa bergerak perlahan meninggalkan jalan kelam itu.
Pagi itu, yani sudah berpesan untuk membantunya memindahkan barangnya ke kontrakan baru di dalam gank dekat jalan kenari. Dia bersama 2teman lainnya memilih untuk ngontrak sekarang. Entah kenapa, ane gk pernah tau alasannya.
Dengan lokasi kontrakan yang didalam kampung, otomatis dilarang oleh yang punya kontrakan jika ada tamu cowok yang menginap.
Sebenarnya aku sangat setuju karena dapat mengurangi perbuatan yang sering kami lakukan. Tapi aku tidak munafik, aku sedikit berat jika tidak bisa menikmatinya lagi.
Ah serba bingung, jadilah diri ini kyk sinetron2..sebelah kiri ada emak2 dengan tongkat dan telinga lancip sebagai setannya dan sebelah kanan ada emak2 dengan sayap putih dan buletan putih di atas kepalanya sebagai malaikat...ah...aku dikelilingi emak2 ternyata...
Quote:
Aku pun sudah mengerti akan hal itu, melangkahlah diri ini menutup dan mengunci dari dalam kamar.
Mulailah tubuh itu terlihat tanpa seutas benang, lagi2 aku hanya mengikuti kemauannya, tentunya itu juga sudah aku tunggu2 berapa minggu ini.
Terjadilah yang seharusnya tidak terjadi. Kedua anak manusia itu kini semakin larut kelembah hina itu, seakan semua hasrat yang tertahan selama beberapa minggu itu tumpah ruah dan terobati dalam lenguhan kenikmatan sesaat.
Aku melihat yani sangat menikmatinya, tidak ada ekspresi seperti sebelumnya. Aku sempat tidak nyaman dengan ekspresi yang aku lihat diwajahnya saat itu. Dia sedikit berbeda.
Tapi diri yang sudah dikuasai nafsu sungguh tidak lagi dapat di ganggu oleh akal sehat sekedar untuk mencari tahu yang yani pikirkan saat itu.
Menjelang magrib, kami menyudahi semuanya..yani terlihat tersenyum bahagia di atas kasur tempat dia membaringkan tubuhnya kini. Aku sempat melihat dia menitikkan buliran air mata.
Quote:
Lagi2 dia hanya menggeleng pelan, dia berusaha tersenyum, aku bisa melihat keterpaksaan dari senyumnya itu.
Quote:
Setelah melepas pelukannya, dia mulai memejamkan matanya. Aku mengambil doraemon yang segede gaban, yani memeluknya.
Aku menarik selimut tipis dengan corak garis2 itu menutup seluruh tubuhnya. Dia terlihat sangat kelelahan dari perjalanannya dr sulawesi, ditambah lagi dia harus melayani lelaki bejat ini.
Aku meninggalkannya yang sudah tertidur pulas, aku mengambil handuk biru tua dan menuju kamar mandi..kostan itu masih sepi tidak ada penghuni selain aku dan yani.
Sempat bergidik dengan suasana gelap itu, aku cepat2 menyudahi aktifitas mandiku, dari awal masuk kamar mandi tadi bulu kudukku berdiri.
Sesampainya dikamar, aku mendekati tubuh yang masih terlelap itu. Aku mencium pipi kanannya.
Quote:
Kasian cewek ini, masa harus aku tinggalkan sendirian dikostannya ini, ntr kalo dia kenapa2 gimana?? mana tanggung jawabmu?? Hahay, sang buaya mencari pembenaran serta alesan agar dia menginap dikamar yani malam itu.

Quote:
Diapun memeluknya, sekali lagi aku mengecup keningnya sebelum keluar mencari makan. Ketika aku keluar dan sampai didepan jln gondosuli, lewatlah itu tukang nasi goreng dengan gerobaknya..
"Buk buk buk"eh "buk2" apa "tuk2" yak bunyi bambu yang dipukul2 di samping gerobak itu. Ah pokoknya suaranya mirip2 gitulah..
Aku memesan 2bungkus magelangan, saat itu aku sempat senyum2 mengingat ketika yani memakan magelangan setan ala chef eri waktu itu.
Setelah mendapat pesananku, akupun kembali kedalam gang menuju kostan yani. Aku mengambil piring yang sedikit berdebu di rak itu, membersihkannya dengan tisu dan menempatkan magelangan itu.
Quote:
Malam itu seperti biasanya, yani menjadikan dada ini kasur empuknya. Aku hanya memeluknya dan mencium rambutnya sebelum memejamkan mata malam itu. Huuuuuu penonton kecewa, sang buaya lebih kecewa sebenarnya...tapi kasian yaninya, dia terlalu capek waktu itu...
...
Telinga ini seakan mendengar alunan suara pas2an yani sedang membaca ayat suci yang sudah lumayan lama tidak pernah kubaca lagi.
Aku sedikit kaget dengan pemandangan yang aku lihat ketika membuka mata. Terlihat yani duduk bersila di atas sajadah sambil memegang kitab suci,...aku sempat takut pertama melihat, aku kirain pocong, ternyata itu adalah yani yang sedang mengaji setelah sholat subuh.
Diri ini sangat malu mendengar ayat2 suci itu. Diri ini kembali bergetar hebat, seakan sekarang yani berdiri dengan lantangnya menghakimiku yang hina ini.
Aku kembali menangis..tangisanku ternyata menyita perhatian yani yang saat itu sedang mengaji. Kini dia berjalan menghampiriku..
Quote:
Aku melihat cewek itu, dia hanya membalasku dengan senyuman manis.
Setelah melepaskan mukenanya dia kembali mengajakku tidur..kami tidak melakukan hal aneh2 lagi subuh itu, aku hanya memeluknya sampai kami terlelap.
...
Sudah 2minggu berlalu sejak kejadian subuh itu, aku dan yani juga sekarang sudah mulai jarang melakukannya. Sudah mulai diri ini bisa bergerak perlahan meninggalkan jalan kelam itu.
Pagi itu, yani sudah berpesan untuk membantunya memindahkan barangnya ke kontrakan baru di dalam gank dekat jalan kenari. Dia bersama 2teman lainnya memilih untuk ngontrak sekarang. Entah kenapa, ane gk pernah tau alasannya.
Dengan lokasi kontrakan yang didalam kampung, otomatis dilarang oleh yang punya kontrakan jika ada tamu cowok yang menginap.
Sebenarnya aku sangat setuju karena dapat mengurangi perbuatan yang sering kami lakukan. Tapi aku tidak munafik, aku sedikit berat jika tidak bisa menikmatinya lagi.
Ah serba bingung, jadilah diri ini kyk sinetron2..sebelah kiri ada emak2 dengan tongkat dan telinga lancip sebagai setannya dan sebelah kanan ada emak2 dengan sayap putih dan buletan putih di atas kepalanya sebagai malaikat...ah...aku dikelilingi emak2 ternyata...

0