- Beranda
- Stories from the Heart
Tak Ternilai, My memories
...
TS
tyrex90an
Tak Ternilai, My memories
Lo, yang sekarang sedang membaca tulisan ini pasti berbeda dengan diri lo 10 tahun lalu, 1 tahun lalu, bahkan kemarin.
Dalam rentang waktu itu, lo pasti punya kenangan, baik maupun buruk.
Begitu juga gw.
~~Tak Ternilai, My Memories~~
Dalam rentang waktu itu, lo pasti punya kenangan, baik maupun buruk.
Begitu juga gw.
~~Tak Ternilai, My Memories~~
Quote:
Season 1 - Love
Quote:
Season 2 - Friends
Quote:
Season 3 - My Way
Quote:
Season 4 - soulmate
Quote:
Diubah oleh tyrex90an 14-11-2015 05:58
anasabila memberi reputasi
1
29.5K
421
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.7KAnggota
Tampilkan semua post
TS
tyrex90an
#39
Resiko Orang Cantik
Malam ini, seperti malam sebelumnya, gw memainkan gitar gw sambil bernyanyi lagu cinta yang gw persembahkan untuk Nisa. Kadang juga gw bernyanyi sambil menelponnya.
Wanita yang gemar makan mie goreng ini selalu hadir dalam hari-hari gw.
Cinta sebegitu indahnya, tulusnya, sayangnya, senyumnya, oohh Tuhan, gw sangat menyayanginya.
Nisa merupakan bunga sekolah. Sasaran bagi cowo yang menganggap diri mereka ganteng.
Beberapa kali gw mengetahui bahwa ada yang menyatakan cinta kepada kekasih gw itu. Nisa tak pernah berkata langsung ke gw soal itu, tapi ketika gw tanya, dia mengatakan kejadian sebenarnya.
Bahwa cowo menyatakan cinta ke Nisa tapi Nisa menolaknya dengan berbagai alasan. Inilah yang membuat gw semakin nyaman.
Gw ga peduli masa lalunya
"resiko orang cantik disukai banyak lelaki"
seperti kata BlackOut
Gw mengerti itu, dan gw juga ga pernah membatasi pergaulan ataupun hobinya. Gw percaya sama dia.
Hubungan gw dengan Nisa adem ayem. Ga ada berantem.
Gw ga pernah sekalipun malam mingguan kerumah Nisa, gw takut sama bokap nyokapnya.
Bukannya takut gimana, gw malu aja ma diri gw, gw belum jadi siapa-siapa, belum punya apa-apa. Gw punya prinsip, saat gw mendatangi rumah kekasih hati gw, berarti itulah calon istri gw.
Boroboro istri, makan gw aja masih ditanggung orang tua gw, biaya kuliah gw juga sama. Jajan juga gitu. Gw malu sama diri gw sendiri.
Sabtu siang..
"Beb kamu dimana?"
Pesan dari Nisa
"Dirumah aja nih, kenapa memangnya?"
"Gapapa. Ntar malem mau kemana?"
"Nongkrong doang sama teman-teman"
"Kangen kamu beb, ketemuan yuk"
ini nih yang gw selalu hindari.
"Ketemuan dimana?"
"Dirumah aku dong, kamu kesini ya"
Tuh kan. Gw belum siap. Belum siap.
Beberapa kali setiap hari sabtu siang, selalu dengan permintaan Nisa yang sama yang ga pernah gw lakukan.
Terkadang gw menyalahkan waktu, mengapa gw dipertemukan sama Nisa sekarang? Mengapa bukan nanti? Saat gw sudah siap menjalin sebuah rumah tangga dengannya.
Gw ga berani kerumahnya, gw belum siap.
Tapi itu menjadi bumerang buat gw.
Apapun yang lo lakuin, pasti akan balik ke lo juga nantinya.
Wanita yang gemar makan mie goreng ini selalu hadir dalam hari-hari gw.
Cinta sebegitu indahnya, tulusnya, sayangnya, senyumnya, oohh Tuhan, gw sangat menyayanginya.
Nisa merupakan bunga sekolah. Sasaran bagi cowo yang menganggap diri mereka ganteng.
Beberapa kali gw mengetahui bahwa ada yang menyatakan cinta kepada kekasih gw itu. Nisa tak pernah berkata langsung ke gw soal itu, tapi ketika gw tanya, dia mengatakan kejadian sebenarnya.
Bahwa cowo menyatakan cinta ke Nisa tapi Nisa menolaknya dengan berbagai alasan. Inilah yang membuat gw semakin nyaman.
Gw ga peduli masa lalunya
"resiko orang cantik disukai banyak lelaki"
seperti kata BlackOut
Gw mengerti itu, dan gw juga ga pernah membatasi pergaulan ataupun hobinya. Gw percaya sama dia.
Hubungan gw dengan Nisa adem ayem. Ga ada berantem.
Gw ga pernah sekalipun malam mingguan kerumah Nisa, gw takut sama bokap nyokapnya.
Bukannya takut gimana, gw malu aja ma diri gw, gw belum jadi siapa-siapa, belum punya apa-apa. Gw punya prinsip, saat gw mendatangi rumah kekasih hati gw, berarti itulah calon istri gw.
Boroboro istri, makan gw aja masih ditanggung orang tua gw, biaya kuliah gw juga sama. Jajan juga gitu. Gw malu sama diri gw sendiri.
Sabtu siang..
"Beb kamu dimana?"
Pesan dari Nisa
"Dirumah aja nih, kenapa memangnya?"
"Gapapa. Ntar malem mau kemana?"
"Nongkrong doang sama teman-teman"
"Kangen kamu beb, ketemuan yuk"
ini nih yang gw selalu hindari.
"Ketemuan dimana?"
"Dirumah aku dong, kamu kesini ya"
Tuh kan. Gw belum siap. Belum siap.
Beberapa kali setiap hari sabtu siang, selalu dengan permintaan Nisa yang sama yang ga pernah gw lakukan.
Terkadang gw menyalahkan waktu, mengapa gw dipertemukan sama Nisa sekarang? Mengapa bukan nanti? Saat gw sudah siap menjalin sebuah rumah tangga dengannya.
Gw ga berani kerumahnya, gw belum siap.
Tapi itu menjadi bumerang buat gw.
Apapun yang lo lakuin, pasti akan balik ke lo juga nantinya.
Diubah oleh tyrex90an 30-10-2015 15:46
0