- Beranda
- Stories from the Heart
Aku Masih Setia di Yogya
...
TS
cRot.Ex
Aku Masih Setia di Yogya
Selamat Malam, Selamat Pagi, Selamat Siang, Selamat Petang... Hehehe.. 
Setelah sekian lama, akhirnya tangan ini berani untuk membuat thread baru..ah, ternyata di SFTH inilah aku berani membuat thread..Yoi gan, ini thread pertama ku sejak join disini.
Sudah berapa lama perang bathin, dan akhirnya "menceritakan" kembali kisahku yang keluar sebagai pemenang.
Sempat agak sedikit sungkan sih untuk menceritakan sedikit kisahku ini, karena aku baca2 thread lain, TSnya seperti sangat hebat dalam penyampaian ceritanya.
Sebenarnya sih rencana awal nulis buat ndongkrak jumlah postku aja, kasian ID ku postnya baru seiprit...heheheh
Semoga storyku gk ada yang sama dengan story2 lainnya, ah kyknya gk bakalan deh soalnya story ku kalo dibandingkan dengan story lainnya belum ada apa2nya.
Kalo masalah true story ato gaknya, bisa dibilang sih true story. Mungkin adalah sedikit dramatisir biar greget (kata TS lainnya diforum ini..hehehhe).
Eh koq jadi banyak bacot gini yak?? Maaf maaf.
Bismillah...Inilah kisahku. Selamat membaca.

Setelah sekian lama, akhirnya tangan ini berani untuk membuat thread baru..ah, ternyata di SFTH inilah aku berani membuat thread..Yoi gan, ini thread pertama ku sejak join disini.
Sudah berapa lama perang bathin, dan akhirnya "menceritakan" kembali kisahku yang keluar sebagai pemenang.
Sempat agak sedikit sungkan sih untuk menceritakan sedikit kisahku ini, karena aku baca2 thread lain, TSnya seperti sangat hebat dalam penyampaian ceritanya.
Sebenarnya sih rencana awal nulis buat ndongkrak jumlah postku aja, kasian ID ku postnya baru seiprit...heheheh
Semoga storyku gk ada yang sama dengan story2 lainnya, ah kyknya gk bakalan deh soalnya story ku kalo dibandingkan dengan story lainnya belum ada apa2nya.
Kalo masalah true story ato gaknya, bisa dibilang sih true story. Mungkin adalah sedikit dramatisir biar greget (kata TS lainnya diforum ini..hehehhe).
Eh koq jadi banyak bacot gini yak?? Maaf maaf.
Bismillah...Inilah kisahku. Selamat membaca.

Spoiler for Index:
Spoiler for PDF Version:
Spoiler for FAQ:
Diubah oleh cRot.Ex 16-01-2016 14:25
boby008 dan 5 lainnya memberi reputasi
2
478.8K
2.6K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.9KAnggota
Tampilkan semua post
TS
cRot.Ex
#296
23. Tergoda
Maret 2004
Kampus kami sekarang masuk dalam hari santai karena sabtu ini para mahasiswa 1 tingkat diatasku merayakan "Wisuda". Yoi, ini kampus cuman itungan 2tahun masa pendidikanya. Kalo secara akademik dihitung D2 lah ya.
Dengan sedikit kecewa, aku yang tidak tau jadwal pagi ini, sudah sampai kampus jam 8. Bukan gak tau jadwal, karena jelas2 sudah aku catet.
Tapi aku gak tau kalo hari ini bakalan kampus kosong karena semua orang pergi ke sebuah hotel yang aku tidak tau namanya hingga sekarang.
Jadilah diri ini melongo sendirian dikampus kecil itu. Kampret, koq lama2 kepala ini sering blank ya?? Ke kostan yani ajalah, daripada bengong sendirian. Kyknya enak sambil ngopi2. Dan seperti sebelumnya diri ini berjalan ke kostan yani yang lumayan menguras keringat jaraknya.
Oiya, sejak kejadian aku ngamuk ke endang dan siangnya baikan lagi itu. Kami kembali ke kegiatan seperti sebelum2nya. Kostan yani seperti sudah menjadi basecamp.
Berhubung, kostan yang baruku lebih dekat dari kostan pertama dulu, aku lebih intens kekostan yani hanya sekedar untuk numpang menghabiskan malam mingguan.
Tapi beberapa minggu ini juga, tiap malam minggu, endang sepertinya sering menghabiskan malam minggunya bersama gebetan barunya yang entah anak mana.
Cie cie cemburu ni ye..?? Kagak, ane kgk cemburu, ane kan gak ada rasa apa2 sama endang, dia aja yang kegenitan menggodaku...wkwkwkkw...buaya oh buaya..
Mending ane malam mingguan sama yani kan daripada sama arif...masa mau maho2an trus...
Tidak butuh waktu lama, ane sudah berdiri didepan kamar yani. Eh ini cewek belum bangun ternyata. Joko, hendi juga gak keliatan. Anak kostan lain sudah keliatan membuka kamar, berhubung ane kurang kenal jadi ane tidak terlalu memperhatikan.
Aku mulai mengetuk2 itu pintu kamar, makin lama makin keras itu ketukanku, sengaja biar yang punya kamar kesal dan segera membukanya.
Dan benar saja, sekitar 30an ketukan, pintu itu mulai terbuka dan terlihatlah muka mak lampir dengan muka dimanyun2in. Wakakakka, kyknya ada yang pagi2 kesal deh..
Tanpa dipersilahkan ane langsung ngeloyor masuk kekamar. Ane melepas kemeja putih lengan panjang ane dan tersisa kaos biru khas dagelan yogya itu.
Yani seperti tidak perduli dengan ane yang ada disitu, dia kembali menutup pintu kamarnya.
Dia merebahkan diri di atas kasur dan memeluk boneka doraemon andelan yang sebesar gaban itu. Akupun seperti biasanya langsung membuat kopi nescafe yang belakangan sering di sediain yani dekat dispensernya.
Setelah meminumnya beberapa teguk, perut ini tiba2 berbunyi keras karena cacing2nya mulai rese didalam sana. Cari makan dulu lah pikirku.
Kembali diri ini melangkah keluar dr kamar itu, dan menuju kewarung penjual lotek yang tidak terlalu jauh dari situ.
Setelah mendapat lotek 2 bungkus, anepun kembali kekamar yani. Dan ane masih mendapati itu mak lampir memeluk doraemonya seperti posisi sebelumnya.
Kututup lagi itu pintu kamar. Entah kenapa hari itu aku memilih menutup pintu kamar itu. Belum ada pikiran lain sih, ane ngerasa risih aja kalo2 anak kostan lain lewat dan melihat ane sendirian makan disitu. Kelihatan banget ane jomblonya...wkwkkwkwkw...ini buaya satu pandai banget nyari alesan yak...wkwkwkkw
Setelah membuka bungkusan lotek di 2 piring itu, aku berniat membangunkan yani untuk menemaniku makan.
Dasar...di iming2in sama lotek kesukaannya aja langsung bereaksi.
Eitss...wes yank yank-an sekarang..yank yank..yankem mu...eh itu cangkemmu ding...
Entah sejak kapan, sekarang yani sering banget manggil ane dengan panggilan yank dan menjadi manja2 binal gitu..ane lupa awalnya dulu gimana dia koq bisa kyk gitu...buaya kayak ane ini tentu mau2an aja..wkwkwkkw..
Tapi itu panggilan yank cuma kalo kita ber-2 aja, kalo ada endang ato yang lainnya doi manggil nama. Tapi ane tetap manggil doi dengan nama, karena sayang ane kan cuma sama marisa...setia kan...hahay...setia sih setia, itu sering dua2an sama yani maksudnya apaan?? kan teman akrab, ya wajar dong..wajar matamu cok...ah sudahlah, gak usah di perpanjang...pergolakan bathin ane.. (biar agak keren, dah lewat soalnya masa2 ane sering debat dengan suara aneh dikepala)
Ane gak perduliin dia jadi kesal, ane segera ke arah piring yang berisi lotek, godaan lotek lebih keras dari yani...itu bau2 lotek kyk manggil2 "Makan aku kang mas, sayang duitmu terbuang 5rebu jika aku kau buang"..diri ini seakan menjawab "Aku datang dinda..aku akan menikmatimu hingga suapan terakhir"wkwkwkkw..koq jadi kyk gini ceritanya...biasa efek kelaperan.
Tidak butuh waktu lama, lotek itu sisa beberapa suap. Setelah aku menghabiskan lotek dipiringku, aku kembali membungkus lotek dipiring satunya, karena empunya masih tidur soalnya. Akupun mengambil air putih dari dispenser.
Kembali diri ini duduk diujung kasur dekat kaki yani. Sesekali aku menyeruput nescafe yang sisa setengah itu.
Isenglah diri ini melihat telapak kaki yani, aku menggelitik telapaknya dengan beberapa jariku. Dia sesekali menggoyangkan kakinya. Beberapa lama kemudian, tangan ini menggelitik lagi telapak kakinya yang sudh diem tadi.
Karena aku ketakutan waktu itu...alesane cok...woy pawang buaya mana woy, tangkep ni buaya satu ekor...wkwkkwkw...
Aku yang saat itu entah kesambet setan mana, langsung mendekati dan memeluknya. Yani masih dengan mata terpejam merubah posisinya menyamping dan menaruh kepalanya diatas dada krempengku... (kalo dada bidang udah terlalu mainstream..
)
Ane kalo gak salah waktu itu make plapyum (biar keliatan imut bilang parfumnya..wkwkkww) "AQUA ...." apa gitu, lupa...hehehhehe
Ah, ketahuan juga boongku
(Maaf...sang buaya mengambil alih)
Halah, banyak omong cewek ini gumamku dalam hati. Bibirnya udah dekat banget lagi.
Dengan sedikit menunduk kepalaku mendekati wajahnya. Kuciumi bibirnya..matanya kini terpejam menikmati adegan kissing itu.. Dan seperti mendapat perintah langsung dari otak, tangan ini bergerak dengan sendirinya. Menggapai sesuatu yang menonjol ditubuh yani. Dia tidak menghentikan tanganku ketika aku mulai memainkan bagian itu. Tanganya yang telah melingkari kepalaku hanya meremas2 rambutku dari tadi.
5menit tangan ini masih asik memainkan bagian tubuh yani yang sangat empuk itu. Yani masih sangat bernafsu dengan apa yang bibir kami lakukan. Posisiku kini sudah berada diatas tubuhnya. Tangannya tidak lepas dari dileherku.
Entahlah, setan sepertinya berhasil menghasutku waktu itu..tidak ada pikiran lain di kepalaku, aku terpaku pada yang dilakukan oleh bibir dan kedua tanganku. Baru kali ini bibirku selancang ini, tapi aku sangat menikmatinya.
Mungkin malaikat waktu itu hanya diam mengutukku, suara bisikan setanlah yang berteriak girang menyuruhku melanjutkan tindakan itu.
Aku terkaget dengan ketukan pelan dr pintu kamar itu. Kesadaranku perlahan mulai kembali. Sontak aku mengangkat tubuhku dan menjatuhkan diri keseblah yani.
Nafas ini masih tidak beraturan. Yanip mulai duduk dan merapikan baju tidurnya yang tersisa beberapa kancing lagi yang saling menempel. Setelah merapikan baju tidur dan rambutnya yang acak2an, dia berjalan kearah pintu kamar.
------------------------------------------------------
Jika melanggar aturan penulisan mohon ane di ingatkan...
Kampus kami sekarang masuk dalam hari santai karena sabtu ini para mahasiswa 1 tingkat diatasku merayakan "Wisuda". Yoi, ini kampus cuman itungan 2tahun masa pendidikanya. Kalo secara akademik dihitung D2 lah ya.
Dengan sedikit kecewa, aku yang tidak tau jadwal pagi ini, sudah sampai kampus jam 8. Bukan gak tau jadwal, karena jelas2 sudah aku catet.
Tapi aku gak tau kalo hari ini bakalan kampus kosong karena semua orang pergi ke sebuah hotel yang aku tidak tau namanya hingga sekarang.
Jadilah diri ini melongo sendirian dikampus kecil itu. Kampret, koq lama2 kepala ini sering blank ya?? Ke kostan yani ajalah, daripada bengong sendirian. Kyknya enak sambil ngopi2. Dan seperti sebelumnya diri ini berjalan ke kostan yani yang lumayan menguras keringat jaraknya.
Oiya, sejak kejadian aku ngamuk ke endang dan siangnya baikan lagi itu. Kami kembali ke kegiatan seperti sebelum2nya. Kostan yani seperti sudah menjadi basecamp.
Berhubung, kostan yang baruku lebih dekat dari kostan pertama dulu, aku lebih intens kekostan yani hanya sekedar untuk numpang menghabiskan malam mingguan.
Tapi beberapa minggu ini juga, tiap malam minggu, endang sepertinya sering menghabiskan malam minggunya bersama gebetan barunya yang entah anak mana.
Cie cie cemburu ni ye..?? Kagak, ane kgk cemburu, ane kan gak ada rasa apa2 sama endang, dia aja yang kegenitan menggodaku...wkwkwkkw...buaya oh buaya..
Mending ane malam mingguan sama yani kan daripada sama arif...masa mau maho2an trus...
Tidak butuh waktu lama, ane sudah berdiri didepan kamar yani. Eh ini cewek belum bangun ternyata. Joko, hendi juga gak keliatan. Anak kostan lain sudah keliatan membuka kamar, berhubung ane kurang kenal jadi ane tidak terlalu memperhatikan.
Aku mulai mengetuk2 itu pintu kamar, makin lama makin keras itu ketukanku, sengaja biar yang punya kamar kesal dan segera membukanya.
Dan benar saja, sekitar 30an ketukan, pintu itu mulai terbuka dan terlihatlah muka mak lampir dengan muka dimanyun2in. Wakakakka, kyknya ada yang pagi2 kesal deh..
Tanpa dipersilahkan ane langsung ngeloyor masuk kekamar. Ane melepas kemeja putih lengan panjang ane dan tersisa kaos biru khas dagelan yogya itu.
Yani seperti tidak perduli dengan ane yang ada disitu, dia kembali menutup pintu kamarnya.
Dia merebahkan diri di atas kasur dan memeluk boneka doraemon andelan yang sebesar gaban itu. Akupun seperti biasanya langsung membuat kopi nescafe yang belakangan sering di sediain yani dekat dispensernya.
Setelah meminumnya beberapa teguk, perut ini tiba2 berbunyi keras karena cacing2nya mulai rese didalam sana. Cari makan dulu lah pikirku.
Kembali diri ini melangkah keluar dr kamar itu, dan menuju kewarung penjual lotek yang tidak terlalu jauh dari situ.
Setelah mendapat lotek 2 bungkus, anepun kembali kekamar yani. Dan ane masih mendapati itu mak lampir memeluk doraemonya seperti posisi sebelumnya.
Kututup lagi itu pintu kamar. Entah kenapa hari itu aku memilih menutup pintu kamar itu. Belum ada pikiran lain sih, ane ngerasa risih aja kalo2 anak kostan lain lewat dan melihat ane sendirian makan disitu. Kelihatan banget ane jomblonya...wkwkkwkwkw...ini buaya satu pandai banget nyari alesan yak...wkwkwkkw
Setelah membuka bungkusan lotek di 2 piring itu, aku berniat membangunkan yani untuk menemaniku makan.
Quote:
Dasar...di iming2in sama lotek kesukaannya aja langsung bereaksi.
Quote:
Eitss...wes yank yank-an sekarang..yank yank..yankem mu...eh itu cangkemmu ding...

Entah sejak kapan, sekarang yani sering banget manggil ane dengan panggilan yank dan menjadi manja2 binal gitu..ane lupa awalnya dulu gimana dia koq bisa kyk gitu...buaya kayak ane ini tentu mau2an aja..wkwkwkkw..
Tapi itu panggilan yank cuma kalo kita ber-2 aja, kalo ada endang ato yang lainnya doi manggil nama. Tapi ane tetap manggil doi dengan nama, karena sayang ane kan cuma sama marisa...setia kan...hahay...setia sih setia, itu sering dua2an sama yani maksudnya apaan?? kan teman akrab, ya wajar dong..wajar matamu cok...ah sudahlah, gak usah di perpanjang...pergolakan bathin ane.. (biar agak keren, dah lewat soalnya masa2 ane sering debat dengan suara aneh dikepala)
Quote:
Ane gak perduliin dia jadi kesal, ane segera ke arah piring yang berisi lotek, godaan lotek lebih keras dari yani...itu bau2 lotek kyk manggil2 "Makan aku kang mas, sayang duitmu terbuang 5rebu jika aku kau buang"..diri ini seakan menjawab "Aku datang dinda..aku akan menikmatimu hingga suapan terakhir"wkwkwkkw..koq jadi kyk gini ceritanya...biasa efek kelaperan.
Tidak butuh waktu lama, lotek itu sisa beberapa suap. Setelah aku menghabiskan lotek dipiringku, aku kembali membungkus lotek dipiring satunya, karena empunya masih tidur soalnya. Akupun mengambil air putih dari dispenser.
Kembali diri ini duduk diujung kasur dekat kaki yani. Sesekali aku menyeruput nescafe yang sisa setengah itu.
Isenglah diri ini melihat telapak kaki yani, aku menggelitik telapaknya dengan beberapa jariku. Dia sesekali menggoyangkan kakinya. Beberapa lama kemudian, tangan ini menggelitik lagi telapak kakinya yang sudh diem tadi.
Quote:
Karena aku ketakutan waktu itu...alesane cok...woy pawang buaya mana woy, tangkep ni buaya satu ekor...wkwkkwkw...
Aku yang saat itu entah kesambet setan mana, langsung mendekati dan memeluknya. Yani masih dengan mata terpejam merubah posisinya menyamping dan menaruh kepalanya diatas dada krempengku... (kalo dada bidang udah terlalu mainstream..
)Quote:
Ane kalo gak salah waktu itu make plapyum (biar keliatan imut bilang parfumnya..wkwkkww) "AQUA ...." apa gitu, lupa...hehehhehe
Quote:
Ah, ketahuan juga boongku
Quote:
(Maaf...sang buaya mengambil alih)
Halah, banyak omong cewek ini gumamku dalam hati. Bibirnya udah dekat banget lagi.
Dengan sedikit menunduk kepalaku mendekati wajahnya. Kuciumi bibirnya..matanya kini terpejam menikmati adegan kissing itu.. Dan seperti mendapat perintah langsung dari otak, tangan ini bergerak dengan sendirinya. Menggapai sesuatu yang menonjol ditubuh yani. Dia tidak menghentikan tanganku ketika aku mulai memainkan bagian itu. Tanganya yang telah melingkari kepalaku hanya meremas2 rambutku dari tadi.
5menit tangan ini masih asik memainkan bagian tubuh yani yang sangat empuk itu. Yani masih sangat bernafsu dengan apa yang bibir kami lakukan. Posisiku kini sudah berada diatas tubuhnya. Tangannya tidak lepas dari dileherku.
Entahlah, setan sepertinya berhasil menghasutku waktu itu..tidak ada pikiran lain di kepalaku, aku terpaku pada yang dilakukan oleh bibir dan kedua tanganku. Baru kali ini bibirku selancang ini, tapi aku sangat menikmatinya.
Mungkin malaikat waktu itu hanya diam mengutukku, suara bisikan setanlah yang berteriak girang menyuruhku melanjutkan tindakan itu.
Aku terkaget dengan ketukan pelan dr pintu kamar itu. Kesadaranku perlahan mulai kembali. Sontak aku mengangkat tubuhku dan menjatuhkan diri keseblah yani.
Nafas ini masih tidak beraturan. Yanip mulai duduk dan merapikan baju tidurnya yang tersisa beberapa kancing lagi yang saling menempel. Setelah merapikan baju tidur dan rambutnya yang acak2an, dia berjalan kearah pintu kamar.
Quote:
------------------------------------------------------
Jika melanggar aturan penulisan mohon ane di ingatkan...
Diubah oleh cRot.Ex 23-10-2015 22:57
0