- Beranda
- Stories from the Heart
Aku Masih Setia di Yogya
...
TS
cRot.Ex
Aku Masih Setia di Yogya
Selamat Malam, Selamat Pagi, Selamat Siang, Selamat Petang... Hehehe.. 
Setelah sekian lama, akhirnya tangan ini berani untuk membuat thread baru..ah, ternyata di SFTH inilah aku berani membuat thread..Yoi gan, ini thread pertama ku sejak join disini.
Sudah berapa lama perang bathin, dan akhirnya "menceritakan" kembali kisahku yang keluar sebagai pemenang.
Sempat agak sedikit sungkan sih untuk menceritakan sedikit kisahku ini, karena aku baca2 thread lain, TSnya seperti sangat hebat dalam penyampaian ceritanya.
Sebenarnya sih rencana awal nulis buat ndongkrak jumlah postku aja, kasian ID ku postnya baru seiprit...heheheh
Semoga storyku gk ada yang sama dengan story2 lainnya, ah kyknya gk bakalan deh soalnya story ku kalo dibandingkan dengan story lainnya belum ada apa2nya.
Kalo masalah true story ato gaknya, bisa dibilang sih true story. Mungkin adalah sedikit dramatisir biar greget (kata TS lainnya diforum ini..hehehhe).
Eh koq jadi banyak bacot gini yak?? Maaf maaf.
Bismillah...Inilah kisahku. Selamat membaca.

Setelah sekian lama, akhirnya tangan ini berani untuk membuat thread baru..ah, ternyata di SFTH inilah aku berani membuat thread..Yoi gan, ini thread pertama ku sejak join disini.
Sudah berapa lama perang bathin, dan akhirnya "menceritakan" kembali kisahku yang keluar sebagai pemenang.
Sempat agak sedikit sungkan sih untuk menceritakan sedikit kisahku ini, karena aku baca2 thread lain, TSnya seperti sangat hebat dalam penyampaian ceritanya.
Sebenarnya sih rencana awal nulis buat ndongkrak jumlah postku aja, kasian ID ku postnya baru seiprit...heheheh
Semoga storyku gk ada yang sama dengan story2 lainnya, ah kyknya gk bakalan deh soalnya story ku kalo dibandingkan dengan story lainnya belum ada apa2nya.
Kalo masalah true story ato gaknya, bisa dibilang sih true story. Mungkin adalah sedikit dramatisir biar greget (kata TS lainnya diforum ini..hehehhe).
Eh koq jadi banyak bacot gini yak?? Maaf maaf.
Bismillah...Inilah kisahku. Selamat membaca.

Spoiler for Index:
Spoiler for PDF Version:
Spoiler for FAQ:
Diubah oleh cRot.Ex 16-01-2016 14:25
boby008 dan 5 lainnya memberi reputasi
2
478.8K
2.6K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.9KAnggota
Tampilkan semua post
TS
cRot.Ex
#248
14. Tentang Perasaannya Selama Ini
Karena aku merinding dengan rambut tanpa kepala itu. seketika mata ini terbuka, keringat sudah mulai membasahi badan. Ah sial, ternyata cuman mimpi.
Saat hendak bangun, badan ku masih terasa berat. Akupun melihat sekitaran kamar. Ini kamar siapa?? koq banyak boneka2nya. Wangi parfum ini juga, bukan wangi gatsby yang sering kugunakan.
Terbelalak lah mata ini menyadari Yani yang masih tertidur pulas di atas tubuhku. Apa yang aku lakukan semalam??
Akupun menggeser tubuhku perlahan, aku tak ingin membangunkan cewek yang tertidur pulas itu. Dia sedikit menggeliat ketika aku berhasil menurunkan tubuhnya kekasur.
Ah, aku akhirnya bisa bernafas bebas. Aku masih berusaha menenangkan diri dan mengingat2 kejadian semalam. Aku melihat seluruh badanku, pakaian yang aku gunakan masih lengkap. Aku melihat yani, diapun sama masih memakai pakaian lengkap seperti semalam.
Sedikit tenang diri ini melihat kami yang masih dengan pakaian lengkap. Akupun mulai bisa tenang dan menepis jauh perasaan bahwa aku telah melakukan hal bodoh ke Yani.
Kulihat jam dinding di kamar itu, terlihat jarum jam menunjukan pukul 10.
Tiba2 pandanganku teralihkan ke wajah yani yang tertidur pulas. Aku melihat wajahnya yang sangat damai dalam tidurnya. Sesekali dia tersenyum, mungkin mimpi indah tengah menggodanya.
Saat ku beranikan diri menjulurkan tangan hendak merapikan rambut yang sedikit menutupi wajah damainya. Dia kelihatan mulai tersadar dari tidurnya.
Aku kebingungan, aku takut dia akan histeris ketika melihatku berada di situ. Akupun pura2 memejamkan mata dan berbaring di sampingnya. Dada ini menjadi sangat deg2an, aku takut dia akan menjerit histeris setelahnya.
Aku sdikit dapat melihatnya dengan mata yang pura2 terpejam. Cewek itu mulai duduk, di mengangkat kedua tangannya keatas dan menggeliat. Sekilas dia melihat kearahku.
Ah, semoga dia tidak tau akan kepura2anku. Cewek itu mendekatkan wajahnya kearah wajahku. Sesekali dia mengelus lembut pipiku. Hatiku semakin berdegub kencang.
Dan bibirnya mulai mengecup keningku. Entah apa maksudnya. Akupun berpura2 menggeliat dan merubah posisi tidur menyamping membelakanginya.
Hah...??? itu tadi beneran si Yani ngomong?? Gak percaya...prasaan selama ini aku biasa2 aja sama dia. Kenapa dia bisa merasa seperti itu.
Kucoba membalikkan badan kearahnya, mata ini masih berpura2 terpejam. Melihatku yang berbalik, dia sedikit kaget, dan terlihat menyeka air matanya yang ternyata dari tadi sudah mulai menetes.
Tidak adil rasanya jika aku harus terusan berpura2 seperti ini. Akupun, mencoba membuka mata seperti orang yang baru bangun dari tidur. Sedikit menggeliatkan badan dan menyipitkan mata melihat kearahnya.
Ini rasa punggung benar2 berantakan. saat aku menggerakkan badan kearah kiri dan kanan, terdengar tulang belakangku seperti beradu sangat kencang.
Akupun memegang punggungku, mulai terasa perih menjalari tubuh.
Jangan pernah mengeluarkan candaan tentang berat badan dengan makhluk yang namanya cewek, siap2 kena cubit yang nauzubilleh sakitnya. Canda sih canda, itu cubitannya dalem banget...wwkkwkwkw
Aseek, bakalan dapt cium ini, gumamku.
Aku mah paling gak bisa dipaksa2 sama cewek...wkwkkwkw...buaya buaya...dasar buaya buntung
Meremlah diri ini dengan mulut di monyong2in..iseng2 berhadiah mblo...wkwkkwkw...tapi kenyataan berkata lain, bukannya ciuman yang ku dapat. Itu telunjuk yang melayang ke jidatku. Hadeh...gak kesampean...yang sabar yak...wwkwkkwkw
Sontaklah muka yani mulai merah padam. Dia jadi salah tingkah dan gak bisa ngomong apa2 lagi. Aku menyadari perubahan itu. Daripada jadi akward mending mandi aja deh.
Akupun membuka pintu kamar, dan menuju kamar mandi di ujung lorong kostan.
Seperti biasa, tidak butuh waktu lama untukku menyudahi aktivitas mandi pagi menjelang siang itu. Akupun kembali kekamar yani. Tidak ada yang empunya kamar. Entah kemana dia menghilang. Di gondol kucing kayaknya..wkwkkwkw
Lumayan segar juga abis mandi, rada mendingan ini punggung setelah kena air. Saat aku bercermin dan sedang menyisir rambut hitam kemerah2anku, yani masuk kedalam kamar sambil membawa kresek hitam berisi 2bungkus makanan.
Pantesan ngilang, dia tadi kluar beli makan ternyata.
Akupun melentangkan kedua tangan siap2 menerima pelukan...dan..lagi2 toyoran telunjuk di jidat yang kudapat. Nasibmu mblo gak pernah kesampaian...wkwkwkkw
Ya begitulah sisa hari itu, kami bercanda seperti biasanya. Tapi sekarang sedikit berbeda, yani sedikit lebih manja dan sering mengeluarkan kata2 nakal menggoda iman, tapi untunglah imanku masih kuat, sehingga aku tidak tergoda sama sekali...heuheuheu
Sore hari menjelang, akupun pamit pulang ke Yani. Dengan berat hati yani melepasku pulang kekostan..halah ngalay ini..biasa aja keleus...wkwkkwkw
Ketika masuk kkostan, kulihat arif yang baru selesai mandi. Akupun langsung menuju kamarnya.
Kamipun tertawa lepas. Tapi bukan arif namanya kalo gak mengendus sesuatu yang ganjil...wkwkkwkwk..kyk guk2 aja ya ngendus2
Modyar..ketahuan...hancur harga diriku...ooo tidak bisa, sekarang aku sudah pro masalah elak-mengelak ini...wkwkkwkw
Lagi2 kami tertawa lepas...
Udahlah, daripada dihakimin terus, minggat ajalah...balik kekamar.
Asyem tu orang, tau aja aku nginep tempat yani semalam, malulah aku yang masih lugu ini...wkwkwkwkkw
Saat hendak bangun, badan ku masih terasa berat. Akupun melihat sekitaran kamar. Ini kamar siapa?? koq banyak boneka2nya. Wangi parfum ini juga, bukan wangi gatsby yang sering kugunakan.
Terbelalak lah mata ini menyadari Yani yang masih tertidur pulas di atas tubuhku. Apa yang aku lakukan semalam??
Akupun menggeser tubuhku perlahan, aku tak ingin membangunkan cewek yang tertidur pulas itu. Dia sedikit menggeliat ketika aku berhasil menurunkan tubuhnya kekasur.
Ah, aku akhirnya bisa bernafas bebas. Aku masih berusaha menenangkan diri dan mengingat2 kejadian semalam. Aku melihat seluruh badanku, pakaian yang aku gunakan masih lengkap. Aku melihat yani, diapun sama masih memakai pakaian lengkap seperti semalam.
Sedikit tenang diri ini melihat kami yang masih dengan pakaian lengkap. Akupun mulai bisa tenang dan menepis jauh perasaan bahwa aku telah melakukan hal bodoh ke Yani.
Kulihat jam dinding di kamar itu, terlihat jarum jam menunjukan pukul 10.
Tiba2 pandanganku teralihkan ke wajah yani yang tertidur pulas. Aku melihat wajahnya yang sangat damai dalam tidurnya. Sesekali dia tersenyum, mungkin mimpi indah tengah menggodanya.
Saat ku beranikan diri menjulurkan tangan hendak merapikan rambut yang sedikit menutupi wajah damainya. Dia kelihatan mulai tersadar dari tidurnya.
Aku kebingungan, aku takut dia akan histeris ketika melihatku berada di situ. Akupun pura2 memejamkan mata dan berbaring di sampingnya. Dada ini menjadi sangat deg2an, aku takut dia akan menjerit histeris setelahnya.
Aku sdikit dapat melihatnya dengan mata yang pura2 terpejam. Cewek itu mulai duduk, di mengangkat kedua tangannya keatas dan menggeliat. Sekilas dia melihat kearahku.
Ah, semoga dia tidak tau akan kepura2anku. Cewek itu mendekatkan wajahnya kearah wajahku. Sesekali dia mengelus lembut pipiku. Hatiku semakin berdegub kencang.
Dan bibirnya mulai mengecup keningku. Entah apa maksudnya. Akupun berpura2 menggeliat dan merubah posisi tidur menyamping membelakanginya.
Quote:
Hah...??? itu tadi beneran si Yani ngomong?? Gak percaya...prasaan selama ini aku biasa2 aja sama dia. Kenapa dia bisa merasa seperti itu.
Kucoba membalikkan badan kearahnya, mata ini masih berpura2 terpejam. Melihatku yang berbalik, dia sedikit kaget, dan terlihat menyeka air matanya yang ternyata dari tadi sudah mulai menetes.
Tidak adil rasanya jika aku harus terusan berpura2 seperti ini. Akupun, mencoba membuka mata seperti orang yang baru bangun dari tidur. Sedikit menggeliatkan badan dan menyipitkan mata melihat kearahnya.
Quote:
Ini rasa punggung benar2 berantakan. saat aku menggerakkan badan kearah kiri dan kanan, terdengar tulang belakangku seperti beradu sangat kencang.
Akupun memegang punggungku, mulai terasa perih menjalari tubuh.
Quote:
Jangan pernah mengeluarkan candaan tentang berat badan dengan makhluk yang namanya cewek, siap2 kena cubit yang nauzubilleh sakitnya. Canda sih canda, itu cubitannya dalem banget...wwkkwkwkw
Quote:
Aseek, bakalan dapt cium ini, gumamku.
Quote:
Aku mah paling gak bisa dipaksa2 sama cewek...wkwkkwkw...buaya buaya...dasar buaya buntung
Meremlah diri ini dengan mulut di monyong2in..iseng2 berhadiah mblo...wkwkkwkw...tapi kenyataan berkata lain, bukannya ciuman yang ku dapat. Itu telunjuk yang melayang ke jidatku. Hadeh...gak kesampean...yang sabar yak...wwkwkkwkw
Quote:
Sontaklah muka yani mulai merah padam. Dia jadi salah tingkah dan gak bisa ngomong apa2 lagi. Aku menyadari perubahan itu. Daripada jadi akward mending mandi aja deh.
Quote:
Akupun membuka pintu kamar, dan menuju kamar mandi di ujung lorong kostan.
Seperti biasa, tidak butuh waktu lama untukku menyudahi aktivitas mandi pagi menjelang siang itu. Akupun kembali kekamar yani. Tidak ada yang empunya kamar. Entah kemana dia menghilang. Di gondol kucing kayaknya..wkwkkwkw
Lumayan segar juga abis mandi, rada mendingan ini punggung setelah kena air. Saat aku bercermin dan sedang menyisir rambut hitam kemerah2anku, yani masuk kedalam kamar sambil membawa kresek hitam berisi 2bungkus makanan.
Pantesan ngilang, dia tadi kluar beli makan ternyata.
Quote:
Akupun melentangkan kedua tangan siap2 menerima pelukan...dan..lagi2 toyoran telunjuk di jidat yang kudapat. Nasibmu mblo gak pernah kesampaian...wkwkwkkw
Ya begitulah sisa hari itu, kami bercanda seperti biasanya. Tapi sekarang sedikit berbeda, yani sedikit lebih manja dan sering mengeluarkan kata2 nakal menggoda iman, tapi untunglah imanku masih kuat, sehingga aku tidak tergoda sama sekali...heuheuheu
Sore hari menjelang, akupun pamit pulang ke Yani. Dengan berat hati yani melepasku pulang kekostan..halah ngalay ini..biasa aja keleus...wkwkkwkw
Ketika masuk kkostan, kulihat arif yang baru selesai mandi. Akupun langsung menuju kamarnya.
Quote:
Kamipun tertawa lepas. Tapi bukan arif namanya kalo gak mengendus sesuatu yang ganjil...wkwkkwkwk..kyk guk2 aja ya ngendus2
Quote:
Modyar..ketahuan...hancur harga diriku...ooo tidak bisa, sekarang aku sudah pro masalah elak-mengelak ini...wkwkkwkw
Quote:
Lagi2 kami tertawa lepas...
Udahlah, daripada dihakimin terus, minggat ajalah...balik kekamar.
Quote:
cengan arif ketika aku meninggalkan kamarnya.Asyem tu orang, tau aja aku nginep tempat yani semalam, malulah aku yang masih lugu ini...wkwkwkwkkw
0