Kaskus

Story

cRot.ExAvatar border
TS
cRot.Ex
Aku Masih Setia di Yogya
Selamat Malam, Selamat Pagi, Selamat Siang, Selamat Petang... Hehehe.. Aku Masih Setia di Yogya

Setelah sekian lama, akhirnya tangan ini berani untuk membuat thread baru..ah, ternyata di SFTH inilah aku berani membuat thread..Yoi gan, ini thread pertama ku sejak join disini.

Sudah berapa lama perang bathin, dan akhirnya "menceritakan" kembali kisahku yang keluar sebagai pemenang.
Sempat agak sedikit sungkan sih untuk menceritakan sedikit kisahku ini, karena aku baca2 thread lain, TSnya seperti sangat hebat dalam penyampaian ceritanya.

Sebenarnya sih rencana awal nulis buat ndongkrak jumlah postku aja, kasian ID ku postnya baru seiprit...heheheh

Semoga storyku gk ada yang sama dengan story2 lainnya, ah kyknya gk bakalan deh soalnya story ku kalo dibandingkan dengan story lainnya belum ada apa2nya.

Kalo masalah true story ato gaknya, bisa dibilang sih true story. Mungkin adalah sedikit dramatisir biar greget (kata TS lainnya diforum ini..hehehhe).

Eh koq jadi banyak bacot gini yak?? Maaf maaf.

Bismillah...Inilah kisahku. Selamat membaca. Aku Masih Setia di Yogya

Spoiler for Index:


Spoiler for PDF Version:


Spoiler for FAQ:
Diubah oleh cRot.Ex 16-01-2016 14:25
anasabilaAvatar border
imamarbaiAvatar border
boby008Avatar border
boby008 dan 5 lainnya memberi reputasi
2
480.3K
2.6K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.9KThread54.2KAnggota
Tampilkan semua post
cRot.ExAvatar border
TS
cRot.Ex
#171
1. Mudik Pertama
Part 2 Begin.
....
Setelah hari perpisahan dengan Marisa...
....

Ke-esokan harinya, pukul 1siang aku sudah berada di terminal jombor di pullnya bus Safari Dharma Raya. Aku sudah siap2 buat mudik. Sekitar 10menit kemudian kernet bus sudah mulai mengabsen penumpangnya dan menyuruh kami naik ke atas bus.

Dan mulai lagi penderitaanku, penderitaan seperti saat pertama keyogya dulu. Penderitaan selama perjalanan dr Yogya ke Mataram. Dan mulai lagi aku seperti mayat hidup selama perjalanan 2hari 1malam itu.
...
Skip skip malu aku ceritain gimana di atas bus, apalagi pas penyebrangan bali - lombok...hehhehe..
...

Esoknya, bus Safari Dharma Raya mulai memasuki terminal Mandalika Mataram sekitar pukul 8malam.

Duh lupa, aku kan gak punya sapa2 disni, terpaksa tidur di terminal yang nyamuknya segede gaban. Kyknya kalo 2 hari nginap disitu kering badan ini dihisap darahnya.

Pagi menjelang, terminal mulai rame dengan segala aktifitasnya. Sebenarnya mulai subuh aku sudah stanby di dekat masjid yang jadi tempat ane tidur dulu pas mau keyogya. Ternyata pak Marbotnya sudah ganti, sekarang jadi anak muda yang jadi marbot.

Pengaruh dari mabok perjalanan aku cuman diem selama dimasjid itu. Setelah selesai sholat subuh, aku mulai kearah bus antar kota dalam propinsi, ku tanya kiri kanan ke penjual2 tiket, mana bus yang menuju kekota ku yang masih nyebrang 1 pulau lagi.

Gak berapa lama, aku sudah dapat tiket "Titian Mas", bus itu lumayan terkenal ditempatku, jadi sedikit tenang, sudah pasti ini aku bakalan nyampe rumah. hehehhe

...
Oke Skip lagi, agak malas ane ceritain gimana perjalanannya, soalnya ane kyk mayat hidup trus tiap di atas bus...buahahahaha
...

Sore jam 3an aku sudah turun di kota, dan masih naik ojek lagi buat kerumah. Dan yang buat senang, disini aku sudah sangat jelas mendengar bahasa daerah, bahasa ku dari orok. Ah, memang suasana kampung sendiri itu beda banget sama kampung orang..hehehe

Oiya, mengenai mataharinya...mataharinya tetap masih 7biji...puanasnya gila2an. Gak butuh waktu lama buat ngitamin kulit, baru turun dari ojek depan rumah aja udah terasa kebakar kulit ini. Panas ngelupas gimana gitu, saking panasnya.

Aku pun masuk kerumah dan seperti biasa, rumah sepi, cuman ada nenek sama bibi dirumah dan mereka sibuk di pintu samping yang mengarah ke kebun kecil samping rumah. Emak Bapak masih disawah, mereka biasanya pulang dekat2 magrib. Biasalah, orang kampung yang notabene petani kyk gitu.

Setelah meletakan tas di kursi ruang tengah, akupun bergegas masuk kedalam, dan sukses membuat kejutan kecil buat nenek sama bibi. Akupun salim dengan mereka berdua, dan seperti biasa kalo ada tamu, mereka langsung sibuk menyiapkan makan. Eh, ini kan rumah sendiri yak, koq aku bilang tamu ya...wkwkwkkw

...
Satu lagi budaya tempatku. Jika ada tamu, maka akan langsung di ajak makan,walaupun seadanya. Dan seakan tidak peduli, tamunya itu baru selesai makan ato tidak, yang penting harus makan dirumah yang baru disinggahin, entah itu satu suap, pokoknya ngikut makan. Agak memaksa memang, tapi biar keakraban terjalin gitulah.
...

Selesai makan, nenek banyak bertanya gimana ane pas di yogya. Sampai Emak Bapak pulang dari sawah, aku masih di tanya sama nenek. Tidak lupa nasehat2 singkatnya.

Ketika sampai di ruang makan, emak yang kaget melihat anak semata wayangnya pulang, langsung memeluk, ah....hangatnya pelukan seorang ibu..lumayan lama kagak dipeluk emak sendiri.

Sekitar 7bulan lalu pas aku mulai naek bis buat keyogya, itulah terakhir pelukan dari emakku. Aku pun salim ke Bapak yang telah berdiri di depan pintu ruang makan.

Aku pun disuruh mandi trus diajak kemasjid bareng2, kebiasaan kalo dirumah, biasanya magrib sama isya itu seisi rumah sholatnya kemesjid. Dan selesai sholat isya anepun pamit buat istirahat.

Saat bangun pagi (eh, udah siang sebenarnya karena sudah pukul 12siang) aku sedikit kaget dengan tempat tidur, sedikit asing dengan sarung bantal dan guling, soalnya dkostan, sarung bantal dan gulingnya corak merah dengan lambang sebuah club sepak bola.

Aku juga bingung, koq ada kelambu disekitar ranjang tempatku tidur. Lumayan lama mengingat2, oiya ini kan ranjang dirumah, dan sudah seperti ini sejak aku kecil. Anepun mulai sadar kalo saat ini sedang berada dirumah.

2hari masih sering pangling dengan keadaan sekitar ketika bangun tidur. Kadang masih kebawa suasana di kostan diyogya. Kalo gak salah ada bahasa kerennya ni, HomeSick Syndrome kyknya ya...hehhehe

Hari ke-3 aku mulai lagi kebiasaan waktu masih kecil, jagain kerbau sama kuda. Biasa anak kampung kerjaannya kyk gitu.

Mulai lagi kebiasaan abis sarapan, aku lgsng ngembala Kerbau sama Kuda punya bapak ke daerah gunung gk terlalu jauh dari rumah. Menjelang magrib baru pulang setelah memasukan kerbau sama kuda kekandang masing2. Berasa kyk koboy juga sih...awkwkwkwk

Dan mulai lagi kegiatan saat magrib dan isya, sekeluarga pergi ke masjid ditengah2 kampung. Memang kelihatan membosankan, tapi saat jauh dari rumah, rutinitas inilah yang sangat aku rindukan.

-------------------------------------------------------
Ini kan cerita ane di yogya kan ya..jadi pas mudik ane percepat aja...biar gak OOT
--------------------------------------------------------

Gak kerasa sudah hampir 2 minggu dirumah. Dan saat masuk kuliahpun sudah mulai dekat tinggal itungan hari. Akupun mulai menyiapkan semua baju2 yang akan ku bawa balik kyogya.

Aku pun mulai menyiapkan oleh2 khas daerah yaitu madu ke dalam botol2 aqua sedang. Aku bagi jadi beberapa botol. Rencana sih nanti buat ibu bapak kost, buat Arif sama buat diri sendiri.

Oiya, selama di rumah, aku berusaha sebisa mungkin untuk tidak memikirkan marisa dan semua tentang yogya. Bukannya mau bersikap seperti seorang pengecut lagi, aku cuman berusaha untuk menikmati waktu dikampung aja. Hehehhee.

Entah kenapa, aku berhasil untuk sejenak melupakan segala sesuatu tentang Yogya ketika dirumah, mungkin karena teriknya matahari yang 7biji di atas kepala yang membuat otak sdikit rada2.

Seperti biasa, aku di ceramahin sama nenek, dia tetap ngingatin agar tidak lupa sujud ke sang pencipta , jgn lupa sholat terus berbuat baik, biasalah nasehat orang tua.

Semalaman aku tetap setia mendengar nasihat dari nenek dan emak bapak. Sampe sekitar pukul 11an malam, akupun pamit buat tidur karena besok harus bangun pagi2 buat perjalanan balik ke mataram dilanjut ke yogya.

Sehabis sholat subuh, aku sudah rapi dan siap2 buat naik ojek ke kota. Karena hari sebelumnya sempat kekota buat beli tiket "Titian Mas" dan dapat tiket pagi jam 8an.

Setelah semua barang bawaan fix didalam ransel, oleh2 khas kampung juga sudah rapi didalam kardus mie instant dengan tali rapia disegala sisinya (ini ciri khas banget orang kampungnya wkwkkwwk).

Akupun pamit kesemua orang yang ternyata sudah lumayan rame di depan rumah. Aku salim satu2, dan gak jarang dapat salam tempel, yap, isinya duit, mayanlah buat diperjalanan nanti..hehehhe

Setelah salim ke paman, dia bilang kalo sudah pesan sama anaknya yang cewek yang kuliah di mataram buat jemput di terminal sore nanti. Ah, sukurlah pikirku, nanti gk perlu nginep di terminal lagi. Ada ponakan yang juga kuliah dimataram bisa jadi tempat nginap.

Pagi itu, aku di anter sama kakak samping rumah dengan motor SupraXnya. Sekitar 25menitan sudah sampe diterminal kota, dan akupun langsung di anter ke bus yang sudah kubeli tiketnya.

Pukul 8.10 bus pun siap berangkat ke Mataram, dan akupun salim dengan kakak yang nganterin tadi. Lagi2 dapat salam tempel, lumayanlah buat beli2 minum diperjalanan. Hahay.

---------------------------------------------
Skip lagi, gak usah diceritain perjalanan selama dibus..aku masih tetap kyk mayat idup, masih belum bisa adaptasi dengan perjalanan jauh.
----------------------------------------------

Sekitar pukul 3sore, bus sudah masuk ke terminal Mandalika mataram. Saat turun dari bus, ternyata sudah menunggu disana ponakan yang kuliah dimataram. Umurnya sih gak terlalu jauh terpaut dengan ku. Jadi kita kyk seumuran gitulah.

Nama dia Anita, dan aku sangat kenal dengan doi, soalnya sering main juga waktu kecil sampe SMA walaupun gak satu SMA sih. Anita datang dengan pacarnya waktu itu, dan kagetlah diri ini, pacarnya make mobil. Beuh, manteb juga ni ponakan bisa dapet cowok tajir pikirku.

Gak berapa lama, kamipun melaju kekostan Nita, aku kgk hapal daerah Mataram, soalnya kgk pernah lama dimataram. Hehehhe. Ternyata Paman sudah berbicara dengan pemilik kost, kalo hari ini kakaknya Nita bakalan nginep buat keyogya. Jadi santai aja aku kalo harus keluar masuk kostan itu.

Oiya Anita ini lumayan dimanjain sama orang tuanya, semua isi kamarnya komplit, ada tipi,kulkas springbed pokoknya komplitlah.

Sesampainya dikamar, aku naro tas ransel dan kardus mi instant yang berisi oleh2 khas kampungku, trus mandi, wah segar juga habis perjalanan jauh.

Aku pun mengajak pacarnya nita buat nemenin lagi ke daerah deket terminal mandalika di pullnya bus safari dharma raya.
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.