Kaskus

Food & Travel

GoToSeaAvatar border
TS
GoToSea
Backpacking Thailand - Suratthani - Hatyai - Penang - Kuala Lumpur 2015
Thailand - Suratthani - Hatyai - Penang - Kuala Lumpur 2015

Spoiler for Sneak peek:

Travelling ane kali ini benar2 tidak terlupakan karena ane menempuh hampir 2000 km melalui jalan darat dari Bangkok ke Singapore menggunakan kereta dan bus. Kemudian pernah ditarik ama ladyboy yg menawarkan pijat dan blowjob. emoticon-Najis (S)Ditambah dengan rusaknya iphone kesayangan ane emoticon-Berduka (S) di Suratthani, jadi foto2 makanan hanya bisa diceritakan saja tanpa gambar emoticon-Big Grin.

Komen dan rate ya emoticon-Rate 5 Star

Sebelum ane mulai, ane share dulu akomodasi dan transport beserta damage di bawah ini:

Quote:


Quote:


Quote:
Diubah oleh GoToSea 08-01-2016 15:03
tata604Avatar border
tata604 memberi reputasi
1
13.5K
89
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Cerita Pejalan Mancanegara
Cerita Pejalan Mancanegara
KASKUS Official
862Thread2.6KAnggota
Tampilkan semua post
GoToSeaAvatar border
TS
GoToSea
#22
Day 5 - Suratthani (Khaosok National Park)

Sleeper train di Thailand ternyata tidak seenak yg ane bayangin. Ane pernah naik sleeper train di Xi'an yg jauh lebih nyaman tanpa "shaking" yg berlebihan.

Kira2 jam 9 malam sehari sebelumnya, tempat duduk di kereta akan disulap oleh petugas menjadi tempat tidur, lengkap dengan sarung bantal dan selimut yg bersih terbungkus plastik. Tiap ranjang juga disediakan tirai penutup untuk privacy.

Sebaiknya kita membawa makanan/snack sendiri karena makanan yg disajikan di sini lebih mahal dan ga worthed. Ane memesan sarapan untuk besok paginya yaitu American breakfast (2 telor, 2 slice roti, dan sosis) harganya 120 baht, teh panas yg ane pikir included ternyata dicharge lagi seharga 40 baht. emoticon-Mad (S)

Pemandangan di luar juga tidak ada yg menarik, yg ada hanyalah pepohonan, kebun dan beberapa rumah2 penduduk. Sesekali keretanya berhenti di stasiun untuk menaikan dan menurunkan penumpang. Di gerbong ane, hampir semuanya turis2 asing yg akan menuju Ko Samui atau Phuket.

Jam 6 pagi, ane sudah tidak bisa bobo lagi karena berisiknya para penumpang yg bolak balik ke WC dan juga petugas2 yg menyajikan sarapan. Ga lama setelah ane bersih2, petugasnya langsung meminta izin untuk membereskan ranjang dan melipatkannya menjadi kursi semula. Semua sprei, sarung bantal, selimut langsung diiket rapi untuk di cuci jadi kebersihannya bener2 dijaga. 10 menit sebelum tiba di Suratthani petugasnya akan memberitahukan ke penumpang yg akan turun.
Spoiler for Suratthani:

Sesampainya di Suratthani, ane di"jemput" oleh salah satu calo tourist agent terdekat dan membeli tiket minivan ke Khao Sok seharga 250 baht untuk 2 jam perjalanan. Minivannya berangkat 1 jam lagi dan ane ambil kesempatan ini untuk memesan tiket kereta menuju Hatyai di Suratthani train station. Tiketnya seharga 600an baht yg berangkat pukul 1:26 pagi dini hari.
Spoiler for Tourist Agency:

Minivan berangkat tepat pukul 9 dan selain ane juga terdapat 1 pasangan dari Czech Republic. Mereka juga akan stay di Khao Sok selama 2 hari kemudian berangkat menuju Ko Samui. Selama perjalanan rupanya Minivan ini juga berfungsi sebagai angkot dimana beberapa penduduk lokal naik turun dan langsung bayar ke supirnya emoticon-Big Grin. 2 jam kemudian kita bertiga diturunin di depan jalan menuju Khao Sok national park. Dari sini kita harus jalan kaki menuju penginapan yg sudah dibook.
Spoiler for Depan Khaosok:

Saat itu hujan gerimis mulai turun, ane mulai merasakan firasat buruk karena ramalan cuaca menunjukkan saat itu adalah musim hujan di Bangkokdan Suratthani. Tetapi anehnya Bangkok masi tetep panas meskipun ramalan cuaca mengatakan sebaliknya. Kita berjalan kira2 10 menit ditemenin dan berpisah setelah tiba di penginapan ane.
Spoiler for Awan gelap di Khaosok:

Setelah check-in, ane bertanya ke receptionist tentang Khao Sok National Park. Di restorannya terdapat 1 peta gede Khaosokdan receptionistnya mengatakan untuk hiking tanpa guide, kita hanya diperbolehkan sampe ke titik nomer 7 (Bang Hua Rat), dan setelah itu jalanannya sangat complicated dan kemungkinan besar akan tersesat dan dimakan beruang. emoticon-Takut (S)
Spoiler for Peta Khaosok National Park:

Saat itu ane menitipkan semua barang2 berharga ke receptionist kecuali iPhone ane untuk jaga2 minta tolong kalo tersesat. Sewaktu makan siang di restoran itu, hujan pun mulai turun lama. Setelah itu ane meminjam 1 payung ke receptionist dan berangkatlah menuju Khao Sok National Park.

Jalan kaki sekitar 20 menit, hujan pun turun semakin deras, sehingga ane pun langsung menyelamatkan diri ke ranger station terdekat yg juga merupakan tempat membeli tiket masuk. Di sana juga terdampar 1 turis asal Prancis yg barusan balik dari dalam. Cowo Prancis tersebut ternyata sedang Internship selama 3 bulan di Thailand dan akan balik ke Prancis tidak lama lagi. Dia menawarkan tiket masuknya yg setengah basah dan dijepit di celana dia, ane menolak secara halus. emoticon-Ngakak (S).

Selama 30 menit ane nungguin hujan yg tidak kunjung reda, ane pun akhirnya memaksakan diri untuk "cheong" masuk setelah membayar tiket 300 baht berbekal payung. IPhone ane taroh ke dalam tas di tempat yg menurut ane paling aman dari basah. Terdapat satu Tourist center yg menyediakan peta, tetapi sayangnya peta tersebut seperti difotocopy dan ditulis tangan.
Spoiler for Masuk Khaosok National Park:

Spoiler for Hutan bambu Khaosok National Park:

Jujur aja, ane bener2 ketakutan jalan sendirian di sini. Hujan, gelap, becek, ga ada ojek dan beberapa kali terdengar teriakan binatang liar yg benar2 bikin jantung ane dag-dig-dug.
Spoiler for Menuju Bang Hua Rat:

Berjalan selama 30 menit, terdengar suara air atau sungai di sebelah kiri jalan dan tidak lama kemudian ane nyampe di ranger station (Bang Hua Rat) yg menurut peta kertas yg diberikan, tempat ini diberi nomer 2. Berteduh sebentar di sini karena hujan semakin deras, terdapat 1 jalanan bebatuan menuju ke sungai dan terdapat 1 papan warning isinya bertuliskan denda 1000 baht bagi turis yg lewat tanpa guide.

"Bukannya setelah titik nomer 7 barulah kita diharuskan menggunakan guide?" begitulah pertanyaan di benak ane. Kembali mencoba membuka peta kertas tadi, ternyata kertasnya sudah menjadi bubur emoticon-Ngakak (S). Ranger station tersebut juga tidak ada orang untuk ditanyain. Setelah 5 menit ane memutuskan untuk hajar aja, daripada menyesal di kemudian hari. emoticon-Big GrinYOLO!!

Menuruni jalan bebatuan, sungai tersebut menjadi lumayan deras karena hujan, menyebrang dengan berjalan di atas 2 papan kayu dibantu oleh 1 tali yg diikat diantara 2 pohon di pinggir sungai, melewati hutan dan jalanan setapak yg ga lama kemudian menjadi tidak jelas sehingga diperlukan instinct. Di saat itu, ane hanya mengandalkan suara sungai yg berada di kiri ane. Payung yg ane bawa sudah tidak ane pake lagi karena mempersulit mendaki dan menuruni tanjakan. 10 menit kemudian ane tiba di jalanan berpasir dan buntu gan emoticon-Takut (S). Saat itu ane memutuskan untuk berbalik sebelum tersesat lebih jauh di sana, udah itu sendirian lagi. emoticon-Takut (S)

Keputusan ane ternyata benar, karena hanya setelah 20 menit plus kebingungan barulah ane berhasil mencapai tempat menyebrang sungai yg ane lewati. Kembali menyebrang sungai, kembali ke ranger station yg masi tetap sepi, kemudian ane bersih2 di wastafel terdekat. Membersihkan lumpur2 yg menempel di kaki, juga terdapat lintah yg kenyang nyedot darah ane. emoticon-Mad (S) Dibutuhkan kesabaran tingkat dewa untuk melepas binatang terkutuk ini dari jari tangan ane.

1 jam kemudian, akhirnya nyampe di penginapan, setelah mandi dan menjemur pakaian dan sepatu yg basah, iPhone ane ternyata sudah tiada. emoticon-Berduka (S)

Note: Peta yg di penginapan ane dan peta yg diberikan oleh Khao Sok tourist center ternyata berbeda penomorannya emoticon-Big Grin. Nomer 7 (Bang Hua Rat) di peta besar sebenarnya sama dengan nomer 2 di peta kertas. Ane bersyukur ane selamat dan keputusan ane untuk berbalik itu sangat tepat.emoticon-Cendol (S)
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.