Kaskus

Story

jayanagariAvatar border
TS
jayanagari
Sometimes Love Just Ain't Enough
Halo, gue kembali lagi di Forum Stories From The Heart di Kaskus ini emoticon-Smilie
Semoga masih ada yang inget sama gue ya emoticon-Malu
Kali ini gue kembali lagi dengan sebuah cerita yang bukan gue sendiri yang mengalami, melainkan sahabat gue.
Semoga cerita gue ini bisa berkenan di hati para pembaca sekalian emoticon-Smilie

Sometimes Love Just Ain't Enough



*note : cerita ini sudah seizin yang bersangkutan.


Quote:


Quote:
Diubah oleh jayanagari 24-04-2016 00:40
pulaukapokAvatar border
afrizal7209787Avatar border
DhekazamaAvatar border
Dhekazama dan 8 lainnya memberi reputasi
9
421.6K
1.5K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.9KAnggota
Tampilkan semua post
jayanagariAvatar border
TS
jayanagari
#216
PART 10

Kejadian yang barusan kami alami itu membuat pikiran kami melayang kemana-mana. Kebanyakan bengong, tepekur mengingat kecelakaan tersebut. Wanita yang tergeletak itu ternyata terluka cukup parah dan harus dirawat selama beberapa hari di rumah sakit, sementara wanita yang satu lagi hanya menderita lecet-lecet dan lebam, sehingga diperbolehkan pulang setelah beberapa jam dirawat di UGD.

Kami duduk menenangkan diri di sebuah warung nasi bungkus di depan rumah sakit itu, ditemani dengan segelas kopi hitam. Gue mengambil satu gorengan di hadapan dan mengunyahnya pelan-pelan sambil berpikir.

Quote:


Kemudian kami bertiga membisu lagi sambil menghirup minuman masing-masing. Gue berpikir, bagaimana kondisi cewek bernama Sherly itu setelah ini. Faktanya banyak hal yang kami gak tahu, seperti dimana fakultasnya, jurusan apa, dan siapa aja teman-temannya. Yang kami tahu hanyalah dia bernama Sherly, dan dia seorang mahasiswi rantauan asal Jakarta.

Entah berapa lama kami bertiga di warung itu, kemudian kami memutuskan untuk kembali masuk ke rumah sakit, untuk mengecek apakah Sherly udah siuman. Bas bertanya kepada perawat yang tadi menerima Sherly, kemudian perawat itu masuk ke dalam. Ternyata Sherly udah siuman, dan kami meminta izin untuk masuk.

Di dalam kami berjalan menyusuri lorong UGD yang bernuansa putih cerah, dengan deretan tempat tidur pasien disamping kanan-kirinya. Kemudian kami berhenti di sebuah tempat tidur agak di ujung lorong, dan perawat menyibakkan sedikit tirai putih yang mengelilingi tempat tidur itu. Kami bertiga melihat seorang cewek masih terbaring lemah dengan perban di kepala dan tangannya, serta infus yang menancap di tangannya.

Perawat itu maju mendekati cewek yang terbaring itu, dan tersenyum sambil memperkenalkan diri kami.

Quote:


Sherly memandangi kami bertiga dengan pandangan aneh, mungkin dia masih belum bisa mencerna dengan baik apa yang dialaminya. Kami semua maklum akan hal itu. Bas maju dan mendekati Sherly sambil berbicara lembut.

Quote:


Sherly terdiam, kemudian dia mulai berbicara dengan suara terbata-bata. Suaranya jernih dan menyenangkan.

Quote:


Beberapa lama kemudian, kami bertiga kembali ke kosan gue. Tadi sebelum kami pulang, beberapa teman dari Sherly udah datang menjenguk, dan Sherly dipindahkan ke ruang perawatan biasa. Sherly ternyata dari fakultas ilmu sosial dan pemerintahan, dan ternyata lagi dia seangkatan dengan kami semua.

Beberapa hari kemudian, di hari Sabtu.
Weekend itu seperti biasa gue bangun siang. Dengan kaos oblong putih dan celana kolor dan rambut acak-acakan, gue keluar kamar kosan, dan menggaruk-garuk kepala sambil menguap. Gue berdiri di selasar depan kamar, dan langsung memandangi halaman dalam kosan gue.

Gue melihat di kejauhan temen kosan gue, Fajar, sedang mengangkut cuciannya, dan Novan sedang duduk di kursi depan kamarnya sambil bermain handphone. Gue kemudian ngeloyor ke kamar mandi, pipis. Keluar dari kamar mandi gue duduk di kursi karet depan kamar gue, sambil menggaruk-garuk rambut.

Mendadak gue melihat dua orang cewek masuk ke halaman dalam kosan gue, dengan berjalan kaki. Mereka berdua celingukan seperti mencari sesuatu. Setelah menemukan apa yang mereka cari, kemudian mereka berjalan ke arah kamar gue. Waktu itu barulah gue sadar salah satu dari cewek itu adalah Sherly.

Sherly juga ternyata melihat gue, dan kemudian dia tersenyum dan mempercepat langkahnya, diikuti oleh temannya. Gue bangkit dari duduk, dan melangkah ke halaman sambil meringis dan merapikan rambut yang udah pasti acak-acakan.

Quote:


Gue masuk ke kamar, dan mengambil kunci motor Sherly yang tergeletak di meja gue selama beberapa hari. Gue serahkan ke Sherly yang menunggu di depan kamar gue sambil memperhatikan wajahnya. Bekas jahitan di pelipisnya ditutupi oleh plester dan tangannya masih ada bekas-bekas lecet yang belum hilang. Dan gue baru sadar kalo Sherly berkacamata, dengan rambut hitam ikal tergerai sebahu.

Quote:


Gue mengangguk sambil mengucapkan kata “ooh” tanpa suara. Kosan gue ini nomer 75, sedangkan kosan Sherly nomer 83. Berarti gak jauh dari sini.

Quote:


Gue tertawa gemas dan menggelengkan kepala. Kemudian gue mengambil helm milik gue di dalam kamar dan menyerahkan ke Sherly.

Quote:


Gue celingukan, dan menemukan helm buluk di depan kamar Mus, mahasiswa bangkotan yang entah kemana sering gak ada di kosan. Gue serahkan helm itu ke Santi, sebelumnya gue bersihkan dulu dengan lap kain.

Setelah memakai helm itu, kemudian mereka berdua menaiki motor dan berjalan pelan-pelan keluar kosan gue, menuju ke arah kosan Sherly. Gue memandangi motor itu hingga masuk ke garasi kosan Sherly di kejauhan, sambil tersenyum dan menggelengkan kepala.
itkgid
oktavp
pulaukapok
pulaukapok dan 3 lainnya memberi reputasi
4
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.